Sejarah Sukabumi (31): Soeria Nata Legawa, Patih Soekaboemi Menjadi Bupati Garoet; Sarikat Pasoendan Menjadi Negara


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Kota Sukabumi dalam blog ini Klik Disini

Soeria Nata Legawa adalah bagian dari dinasti Patih di Sukabumi. Ayahnya adalah Patih Soekaboemi bernama Karta di Koesoema. Soeria Nata Legawa kemudian menjadi Bupati Garoet. Soeria Nata Legawa adalah cucu dari Raden Hadji Mohamad Moesa dari Limbangan. Ketika para Republiken seperti Mr. Raden Sjamsoedin, tengah berjuang melawan Belanda/NICA, Soeria Nata Legawa memproklamirkan berdirinya Negara Pasoendan yang pro Belanda/NICA segera setelah TNI Hijrah ke Jawa Tengah 1947. Sebagian warga Bandung dan penduduk Priangan ‘ngembang kadu’.

Soeria Nata Legawa, 1938
Regentschap Tjiandjoer di Residentie Preanger Regentschappen sudah lama terbentuk. Dalam perkembangannya Regentschap Tjiandjoer dimekarkan menjadi terdiri dari onderafdeeling Tjiandjoer dan onderfadeeling Soekaboemi. Pada tahun 1870 dua onderafdeeling ini ditingkatkan masing-masing menjadi afdeeling yang masing-masing dipimpin oleh Asisten Residen. Patih Soekaboemi di Afdeeling Soekaboemi tetap bertanggungjawab kepada Bupati Tjiandjoer di Tjiandjoer. Pada tahun 1914 di Afdeeling Soekaboemi dibentuk Gemeente (Kota). Pada tahun 1921 diangkat seorang Bupati di Soekaboemi dan sebagai konsekuensinya Afdeeling Tjiandjoer dan Afdeeling Soekaboemi terpisah satu sama lain. Pada tahun 1923 Wali Kota (Burgemeester) Gemeente Soekaboemi diangkat. Pada tahun 1942 sehubungan dengan pendudukan militer Jepang, semua fungsi jabatan tersebut dihapuskan.

Lantas mengapa Raden Aria Soeria Nata Legawa memproklamirkan berdirinya Negara Pasoendan, sementara para Republiken tidak menerima kehadiran Belanda/NICA dan para TNI masih terus berjuang melawan militer Belanda/NICA? Itu yang menjadi pertanyaannya. Pertanyaan ini menyebabkan kita untuk mengetahui siapa sebenarnya Soeria Nata Legawa. Mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.