Sejarah Tangerang (9): Sejarah Serpong dan Transportasi Sungai, Jalan dan Kereta; Fort VOC Sampoera Hingga Perumahan BSD


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Tangerang dalam blog ini Klik Disini

Ada tiga tempat terpenting di daerah aliran sungai Tjisadane tempo doeloe: Moeara (de Qual), benteng Tangerang dan benteng Sampoera (Serpong). Dua yang pertama dapat dilihat pada artikel sebelum ini; sedangkan benteng Sampoera di Serpong akan ditinjau lebih lanjut dalam artikel ini. Tiga tempat ini pada era VOC adalah pusat-pusat pertumbuhan wilayah terawal di Tangerang. Dari tiga tempat inilah Tangerang berkembang seperti yang sekarang.

Kabupaten dan Kota Tangerang serta Kota Tangerang Selatan
Pada masa ini wilayah Tangerang telah menjadi tiga wilayah administratif: Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan. Origin Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sejatinya merujuk pada kampong Serpong. Pada era VOC, di kampong inilah benteng (fort) Sampoera dibangun. Pada masa ini Kota Tangerang berbatasan dengan sungai Tjisadane di sebelah barat dan sungai Pesanggrahan di sebelah timur. Kampong Serpong berada di sisi barat sungai Tjisadane.  
  
Lantas apa hebatnya kampong Serpong? Pada masa ini tidak jauh dari kampong Serpong ini dibangun mega perumahan Bumi Serpong Damai (BSD). Perumahan BSD sebagai icon Kota Tangerang Selatan sudah dikenal secara luas. Namun tidak banyak orang mengetahui bahwa area BSD ini di masa lampau adalah pusat perdagangan terpenting di hulu sungai Tjisadane. Dalam hubungan inilah kita perlu meninjau kembali sejarah Serpon sebagai origin Kota Tangerang Selatan. Mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.