Sejarah Kota Depok (20): Sejarah Tapos, Cilangkap dan Cimpaeun; Kini Menjadi Satu Wilayah Administrasi Bernama Kecamatan Tapos

*Untuk melihat semua artikel Sejarah Kota Depok dalam blog ini Klik Disini


Nama Tapos terdapat di berbagai tempat, seperti halnya nama Depok dan nama Sawangan. Nama Tapos diduga telah lama ada, namun lebih awal Tjimpaeun dikenal daripada Tapos. Land Tjimpaeun dan Land Tapos besar kemungkinan sudah sejak lama ada mengingat lokasinya yang bersebelahan dengan Land Tjimanggis. Sebagaimana diketahui nama Tjimanggis sudah muncul sejak era VOC, suatu tempat paling strategis (terminal) antara Batavia dan Buitenzorg.

Landhuis Tapos, 1930
Kampong Tapos berada di Kecamatan Cimanggis. Pada saat perubahan status Kota Administratif Depok menjadi Kota Depok tahun 1999. Kecamatan Cimanggis yang sebelumnya berada di Kabupaten Bogor dimasukkan ke Kota Depok. Pada tahun 2007 Kecamatan Cimanggis dimekarkan dengan dibentuknya Kecamatan Tapos. Nama kecamatan Tapos tampaknya diambil dari nama Land Tapos di masa lampau. Mengapa nama Tapos? Padahal di era kolonial Belanda juga ada nama Land Tjimpaeun, Land Tjilangkap. Mari kita lacak.

Land Tapos

Dalam buku Statistik Buitenzorg 1861 Land Š¢jikempoan of Petingie bertetangga dengan Land Tjilodong dan Land Tjilangkap. Land Š¢jikempoan of Petingie (Tjimpaeun) memiliki empat kampong. Di dalam land ini terdapat satu orang Eropa dan penduduk pribumi sebanyak 2080 jiwa serta 10 orang Tionghoa. Jumlah rumah sebanyak 386 unit dan terdapat sebanyak 369 tenaga kerja. Lahan yang diusahakan terdapat tanaman kopi sebanyak 11.567 batang yang belum menghasilkan.