Sabtu, 30 Maret 2024

Sejarah Padang Lawas (11): Padang Lawas Semasa Pemerintah Hindia Belanda; Tuanku Tambusai, Perang Padri dan FW Jung Huhn


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Padang Lawas dalam blog ini Klik Disini

Sejak memudarnya Kerajaan Aru, wilayah Padang Lawas kambat laun semakin tidak terinformasikan. Wilayah Padang Lawas tersembunyi di pedalaman Sumatra jauh di bagian hulu sungai Barumun. Meski demikian masih ada satu dua yang pernah mengunjunginya dan karena itu sangat sedikit yang terinformasikan. Salah satu yang penting dari mereka adalahFW Hung Huhn yang berkunjung ke Padang Lawas.

 

Charles Miller melakukan ekspedisi ke Angkola tahun 1772 (lihat buku The Hostory of Sumatra by William Marsden, 1811). Charles Miller--yang dipandu penunjuk jalan dan kuli angkut memulai perjalanan dari Pulau Pontjang, pos perdagangan Inggris di Teluk Tapanoeli. Dengan kapal kecil berangkat tanggal 21 Juni 1772 hingga tiba di muara sungai Lumut, Selanjutnya mencapai Si Pisang di tepi sungai Batang Toru. Dengan melintasi punggung bukit perjalanan melalui Koto Lambong (Huta Lambung) hingga tiba Terimbaru (Hutaimbaru), kampong besar di tepi selatan dataran Ankola (05 Juli 1772). Lalu dari Simasom, Miller ke Morang dan berakhir di Pangkal Dolok, Batang Onang (Padang Lawas). Jauh sebelum Miller, tahun 1701 seorang Cina melaporkan di Kasteel Batavia sudah selama 10 tahun di Angkola berdagang dengan mengambil barang di Malaka (lihat Daghregister Maret 1701). Terakhir Jung Huhn melakukan ekspedisi geologi tahun 1840 di Angkola dan Jung Huhn cukup lama di Portibie (merangkap perwakilan pemerintah). Sebagaimana diketahui Perang Padri terakhir terjadi di Dalu-Dalu tahun 1838.

Lantas bagaimana sejarah Padang Lawas semasa Pemerintah Hindia Belanda? Sebelum kehadiran Pemerintah Hindia Belanda Perang Padri terakhir terjadi di Dalu-Dalu yang dipimpin oleh Tuaku Tambusai. FW Jung Huhn memuali awal pemerintahan di Padang Lawas. Lalu bagaimana sejarah Padang Lawas semasa Pemerintah Hindia Belanda? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.Link   https://www.youtube.com/@akhirmatuaharahap4982