Sejarah Tangerang (21): Sejarah Asal Usul Kampung di Wilayah Tangerang; Kampong Tertua Moeara, Babakan dan Sampoera


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Tangerang dalam blog ini Klik Disini

Pada masa ini wilayah Tangerang terdiri dari tiga kabupaten kota: Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan. Di tiga wilayah ini paling tidak terdapat sebanyak kecamatan dan sebanyak kelurahan/desa. Nama-nama kampong tempo doeloe kini ada yang ditabalkan sebagai nama kecamatan dan nama kelurahan/desa. Namun juga ada kampong jaman doeloe yang tetap sebagai kampong. Diantara yang ada sekarang banyak kampong-kampong baru, tetapi juga ada kampong yang sudah eksis jaman doeloe, tetapi telah lama hilang (selamanya).

Moeara, Fort Tangerang, Babakan dan Fort Sampoera (Peta 1724)
Suatu heritage kota atau kabupaten tidak hanya bangunan-bangunan kuno. Akan tetapi situs lain, seperti sungai, rawa, danau dan kampong juga adalah sebuah warisan masa lalu. Mereka itu masing-masing 0punya nama. Namun mereka ini kini luput dari perhatian, karena mindset heritage yang yang datang dari luar. Orang luar hanya menganggap heritage adalah sebuah situs bangunan (struktur) kerena di situ nenek moyang mereka terlibat. Situs-situs lain yang menjadi bagian dari penduduk asli dipandang tidak penting. Mereka hanya melihat penting nama situs tempat, yang namanya mereka berikan, seperti Batavia, Buitenzorg, Mookervaart, Molenvliet dan sebagainya. Pada era pengakuan kedaulatan Indonesia, nama Batavia dan Buitenzorg telah diubah menjadi Djakarta dan Bogor, dua nama yang telah diberikan penduduk asli pada jaman lampau. Oleh karena itu nama-nama Djakarta dan Bogor haruslah dipandang sama dengan nama-nama kampong seperti kampong Babakan di Kota Tangerang dan kamping Sampoera di Kota Tangerang Selatan serta kampong Maoek di Kabupaten Tangerang.

Artikel ini merangkum asal-usul kampong tempo doeloe. Asal-usul dalam hal ini bukian asal-usil nama kampong yang umumnya berdasarkan topomim, tetapi asal-usul dalam hal ini adalah sejak kapan nama kampong itu tercatat dan hal apa saja yang terkait dengan kampung itu dalam perjalanan waktu sejarah (bahka hingga sekarang). Asal-usul dalam hal ini juga tidak berdasarkan ‘katanya’ tetapi berdasarkan bukti-bukti yang bisa dihadirkan pada masa ini. Mari kita lacak sumber-sumber tempio doeloe.