Sejarah Sukabumi (39): Adakah Harimau, Macan, Maung di Sukabumi? Harimau Hitam (Black Panther) di Djampang Koelon


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Kota Sukabumi dalam blog ini Klik Disini

Harimau atau macan adalah raja hutan. Tempo doeloe hutan masih tersebar luas. Ketika kegiatan manusia semakin mempersempit area hunian mereka, tidak jarang harimau-harimau ini memasuki perkampungan penduduk untuk mengincar ternak dan bahkan manusia juga menjadi target. Saat itu tentu saja belum ada kebijakan pelestarian hewan, karena harimau belum dikatakan langka. Dengan kata lain saat itu harimau masih diburu.

Harimau Hitam (Blacj Panther)
Pada saat itu harimau masih ditemukan di Batavia (kini Jakarta). Selain ditemukan beberapa kali di Sunter, juga pernah ditemukan di Salemba (lihat De locomotief : Samarangsch handels- en advertentie-blad, 04-08-1896). Lokasi terdekat dimana ditemukan harimau di Tjibinong. Disebutkan seekor harimau besar telah membunuh satu orang penduduk (lihat De locomotief : Samarangsch handels- en advertentie-blad, 21-02-1888). Beberapa tahun sebelumnya di Depok ditemukan macan tutul (lihat Java-bode: nieuws, handels- en advertentieblad voor Nederlandsch-Indie, 23-08-1878).

Pada masa ini mengetahui sejarah harimau sangatlah penting. Satu hal yang pasti harimau di (pulau) Jawa sudah punah (tidak bersisa). Pengetahuan ini akan memberi kontribusi dalam dunia ilmu pengetahuan untuk menjawab sejak kapan harimau di (pulau) Jawa punah di suatu tempat (merujuk pada tahun terakhir ditemukan). Pengetahuan sejarah ini juga penting bagi para peneliti yang memerlukan data untuk  memetakan habitat harimau dimana saja pda masa lampau. Sehubungan dengan itu, apakah ada harimau di Soekaboemi. Mari kita lacak!

Sejarah Sukabumi (38): Dinamika Proses Pemerintahan; Mulai dari Regentschap Tjiandjoer hingga Regentschap Soekaboemi


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Kota Sukabumi dalam blog ini Klik Disini

Kota Sukabumu dan Kabupaten Sukabumi yang sekarang adalah akhir dari suatu proses transformasi wilayah administratif di wilayah Priangan (Preanger) pada basis afdeeling. Kota (Gemeente) Soekaboemi dibentuk pada tahun 1914 dan Kabupaten Sukabumi pada tahun 1921. Dalam hal ini Kota Sukabumi dibentuk pada era Kabupaten Tjiandjoer.  

Tahapan Pemeritahan di Sukabumi
Di dalam wilayah administrasi (afdeeling) terdapat dua sistem pemerintahan yakni sistem pemerintahan Eropa/Belanda dan sistem pemerintah lokal (Inlandsch Bestuur). Dua sistem pemerintahan ini dapat dibedakan dan bersifat subordinatif. Pemeritahan Eropa/Belanda dipimpin oleh Residen/Asisten Residen, sedangkan pemerintah lokal dipimpin oleh Bupati (Regent). Di luar tanah-tanah partikelir (land), Residen/Asisten Residen memimpin warga Eropa/Belanda. Pada level afdeeling Asisten Residen mengarahkan Bupati dalam memimpin penduduk lokal di dalam wilayah administratif di afdeeling.. Sifat subordinatif (penguasaan) ini menjadi kan sistem pemerintahan bersifat kolonial (adanya koloni).

Proses pembentukan wilayah administratif di Soekaboemi (kebijakan administrasi Pemerintahan Hindia Belanda) tergantung dari perkembangan politik, ekonomi dan sosial setempat. Dengan terjadinya perubahan wilayah administratif juga diikuti pembentukan pemerintahan wilayah yang baru. Proses ini bersifat dinamis karena tujuan dan misi Pemerintah Hindia Belanda berbeda dengan Pemerintah RI yang sekarang. Untuk memahami lebih lanjut proses dinamik itu mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.