Sejarah Jakarta (11): Surat Kabar Pertama Bataviaasche Nouvelles (1744); Bataviaasch Genootschap dan Pers Belanda



Bataviaasch Genootschap didirikan. Lembaga pengetahuan VOC ini didirikan tahun 1778 di Batavia (Tanggal 24 April). Pada saat ini kantor semacam institusi VOC yang disebut Dagh-Register masih aktif melakukan pencatatan tentang Hindia Timur, khususnya dinamika di Batavia.

Hollandsche historische courant, 11-01-1785
Satu catatan Dagh Register yang berhasil ditemukan adalah catatan tentang kedatangan seorang Tionghoa di Batavia dari Angkola tahun 1701. Catatan-catatan lainnya belum pernah ada yang dilaporakan. Namun semua catatan Dagh Register sejak 1624 sudah diekstrak di dalam berbagai volume (volume 1624 hingga volume 1782). Oleh karena itu, catatan parsial (dalam bentuk asli) tentang satu hal hanya catatan tentang Tionghoa tersebut.

Lembaga pengetahuan baru telah muncul. Yang kemudian disebut Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen. Lembaga ini tentu di awal pendiriannya belum efektif bekerja. Hasil pertama mereka adalah sebuah prosiding yang dipublikasikan dan dijual secara komersol (lihat Hollandsche historische courant, 11-01-1785) Lembaga ini diduga baru efektif bekerja di era pemerintahan colonial Belanda (VOC bangkrut lalu diakuisisi Kerajaan Belanda dengan membentuk Pemerintah Hindia Belanda tahun 1799).

Pada era Inggris (1811-1816) nama Batavian Literary Society muncul, Gubernur Jenderal Inggris, Raffles termasuk salah satu anggota (kehormatan) dan duduk sebagai Presiden Kehormatan (di atas Vice President). Raffles adalah penulis handal, bukunya yang terkenal adalah Th History of Java. Salah satu anggota kehormatan adalah William Marsden, penulis buku The History of Sumatra yang diterbitkan pertama kali tahun 1811. Meski demikian nama Bataviaasch Genootschap tetap eksis (lihat ava government gazette, 03-04-1813). Dengan kata lain ada dua lembaga yang berbeda anggota dan bahasa.

Pada masa selanjutnya, sumber-sumber yang dapat dijadikan rujukan selain Dagh Register adalah beberapa surat kabar yang terbit di Belanda (Amsterdam, Haarlem, Rotterdam dan Leyden). Surat kabar semasa VOC tidak ditemukan di Batavia. Dua sumber tersebut (dagh register dan surat kabar di Belanda) menjadi sumber data terpenting.