Rabu, 12 Agustus 2026

Sejarah Tjipto (16):Ir Soekarno Dipindahkan ke Bengkulu, Dr Soetomo Wafat; Sanoesi Pane dan Kongres Bahasa Indonesia 1938


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Dr Tjipto di blog ini Klik Disini

Dr Tjipto Mangoenkoesoemo sudah diasingkan ke Banda tahun 1927; Ir Soekarno tahun 1934 diasingkan ke Flores. Dr Soetomo meninggal dunia Mei 1938. Lantas bagaimana dengan generasi berikutnya? Masih ada Sanoesi Pane dan Amir Sjarifoeddin Harahap. Lalu, yang lainnya bagaimana? Dr Tjipto Mangoenkoesoemo, Ir Soekarno dan Sanoesi Pane sama-sama anak seorang guru. Sejarah Catur di Indonesia


Hubungan antara Sanusi Pane (sastrawan legendaris pelopor bahasa Indonesia) dan Presiden Soekarno didasari oleh kesamaan visi nasionalisme. Ketika Soekarno memimpin pergerakan politik nasionalis, Sanusi Pane menjadi salah satu pencetus ide dan gagasan nasionalisme dari sudut pandang kebudayaan dan bahasa. Sanusi Pane berjuang keras menetapkan bahasa persatuan dalam Kongres Pemuda, yang sejalan dengan visi politik Soekarno untuk menyatukan seluruh elemen suku bangsa di Indonesia. Pada masa pendudukan Jepang, Soekarno mengetuai sebuah panitia khusus untuk menyempurnakan naskah dan aransemen lagu Indonesia Raya karya WR Supratman. Sanusi Pane terlibat aktif sebagai salah satu tokoh sastra yang ikut memberikan masukan agar lirik lagu tersebut memiliki tata bahasa yang kuat, puitis, dan membakar semangat kemerdekaan. Saat Soekarno menjadi Presiden, ingin menganugerahkan penghargaan Satya Lencana Kebudayaan atas jasa-jasanya di bidang sastra dan kebudayaan, secara mengejutkan, Sanusi Pane menolak penghargaan tersebut. Berdasarkan kesaksian istrinya, Sanusi Pane menolak karena merasa apa yang ia lakukan untuk bangsa Indonesia adalah kewajiban sebagai warga negara (AI Wikipedia) 

Lantas bagaimana sejarah Ir Soekarno dipindahkan ke Bengkulu, Dr Soetomo wafat? Seperti disebut di atas, pada tahun 1938 masih ada para penerus seperti Sanoesi Pane dan Amir Sjarifoeddin Harahap. Yang lainnya bagaimana? Lalu bagaimana sejarah Ir Soekarno dipindahkan ke Bengkulu, Dr Soetomo wafat? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.