*Untuk melihat semua artikel Sejarah Dr Tjipto di blog ini Klik Disini
Dr Tjipto Mangoenkoesoemo masih di pengasingan di Banda (sejak 1927). Adiknya Dr Samsjoel Maarif telah meninggal dunia. Adiknya yang lain Dr Goenawan juga telah meninggal dunia tahun 1929. Pada tahun 1930 ayah mereka guru Mangoenkoesoemo meninggal dunia di Semarang. Setelah meninggalnya sang ayah, adiknya yang bungsi Soejitno diterima sebagai mahasiswa di Rechthoogeschool di Batavia. Pada tahun 1934 Soejitno Mangoenkoesoemo lulus ujian sarjana bagian kedua (lihat Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indie, 20-11-1934). Itu artinya tinggal satu kali ujian untuk mendapatkan gelar sarjana hukum (Mr). Deepublish
Darmawan lahir di Purwodadi, Grobogan tanggal 25 Mei 1901. Setelah lulus Sekolah Menengah Atas, ia mendaftar di Sekolah Tinggi Teknik di Delft. Di Delft, ia belajar teknik kimia, dan menjadi aktif di Perhimpoenan Indonesia (PI) di mana ia menjadi editor majalah asosiasi Hindia Poetra antara tahun 1921 dan 1922 ketika majalah tersebut diambil alih oleh majalah mahasiswa Minerva. Pada tahun 1923, ia menjadi salah satu pemimpin PI bersama Mohammad Hatta, Iwa Kusumasumantri, Sartono, dan Sastromoeljono, dan Hindia Poetra dihidupkan kembali, dengan nada nasionalistik yang lebih jelas dalam artikel-artikelnya. Darmawan kembali ke Indonesia pada Februari 1925, dan menjadi ketua Algemeene Studieclub di Bandung pada tahun 1926. Gubernur Jenderal Andries Cornelis Dirk de Graeff menerima saran untuk tidak mempekerjakan Darmawan, yang kemudian ditolak. Pada akhir tahun 1930-an, dengan dukungan dari pemerintah kolonial, Darmawan meluncurkan sebuah yayasan ekonomi di Surabaya yang bertujuan untuk mempromosikan pengembangan industri ringan seperti pembuatan batu bata dan pengolahan kulit (Wikipedia)
Lantas bagaimana sejarah gerakan GAPI dan Mr Amir Sjarifoedin Harahap? Seperti disebut di atas, gerakan untuk mencapai kemerdekaan Indonesia masih terus dikobarkan. Soejitno Mangoenkoesoemo mahasiswa di Rechthoogeschool di Batavia turut mendukung gerakan yang dipimpin mahasiswa senior Amir Sjarifoedin Harahap dkk. Soejitno Mangoenkoesoemo kembali kehilangan saudaranya, Dr Boediardjo Mangoenkoesoemo meninggal dunia tahun 1938. Lalu bagaimana sejarah gerakan GAPI dan Mr Amir Sjarifoedin Harahap? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe. Sejarah Sepak Bola di Indonesia
Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan saja. Dalam hal ini saya bukanlah penulis sejarah, melainkan hanya sekadar untuk menyampaikan apa yang menjadi fakta (kejadian yang benar pernah terjadi) dan data tertulis yang telah tercatat dalam dokumen sejarah.
Gerakan
GAPI dan Mr Amir Sjarifoedin Harahap; Dr Boediardjo Mangoenkoesoemo Meninggal
Dunia 1938
Tunggu deskripsi lengkapnya
Dr Boediardjo Mangoenkoesoemo Meninggal Dunia 1938; Penyakit Dr Tjipto Mangoenkoesoemo di pengasingan di Banda Terus Memburuk
Tunggu deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok. Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi menulis artikel sejarah di blog di waktu luang. Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang sayang (publish or perish). Buku-buku sejarah yang sudah dipublikasikan: Sejarah Mahasiswa di Indonesia: Generasi Pertama; Sejarah Pers di Indonesia: Awal Kebangkitan Bangsa; Sejarah Sepak Bola di Indonesia; Sejarah Pendidikan di Indonesia: Pionir Willem Iskander; Sejarah Bahasa Indonesia. “Sejarah Catur di Indonesia”; “Sejarah Klub Como 1907”; “Sejarah Kongres Pemuda dan Sumpah Pemuda”; “Sejarah Diaspora Indonesia di Jepang”. Korespondensi: akhirmh@yahoo.com


Tidak ada komentar:
Posting Komentar