Minggu, 16 Agustus 2026

Sejarah Dr Tjipto (18): Gerakan GAPI dan Mr Amir Sjarifoedin Harahap;Dr Boediardjo Mangoenkoesoemo Meninggal Dunia 1938


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Dr Tjipto di blog ini Klik Disini

Dr Tjipto Mangoenkoesoemo masih di pengasingan di Banda (sejak 1927). Adiknya Dr Samsjoel Maarif telah meninggal dunia. Adiknya yang lain Dr Goenawan juga telah meninggal dunia tahun 1929. Pada tahun 1930 ayah mereka guru Mangoenkoesoemo meninggal dunia di Semarang. Setelah meninggalnya sang ayah, adiknya yang bungsi Soejitno diterima sebagai mahasiswa di Rechthoogeschool di Batavia. Pada tahun 1934 Soejitno Mangoenkoesoemo lulus ujian sarjana bagian kedua (lihat Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indie, 20-11-1934). Itu artinya tinggal satu kali ujian untuk mendapatkan gelar sarjana hukum (Mr). Deepublish


Darmawan lahir di Purwodadi, Grobogan tanggal 25 Mei 1901. Setelah lulus Sekolah Menengah Atas, ia mendaftar di Sekolah Tinggi Teknik di Delft. Di Delft, ia belajar teknik kimia, dan menjadi aktif di Perhimpoenan Indonesia (PI) di mana ia menjadi editor majalah asosiasi Hindia Poetra antara tahun 1921 dan 1922 ketika majalah tersebut diambil alih oleh majalah mahasiswa Minerva. Pada tahun 1923, ia menjadi salah satu pemimpin PI bersama Mohammad Hatta, Iwa Kusumasumantri, Sartono, dan Sastromoeljono, dan Hindia Poetra dihidupkan kembali, dengan nada nasionalistik yang lebih jelas dalam artikel-artikelnya. Darmawan kembali ke Indonesia pada Februari 1925, dan menjadi ketua Algemeene Studieclub di Bandung pada tahun 1926. Gubernur Jenderal Andries Cornelis Dirk de Graeff menerima saran untuk tidak mempekerjakan Darmawan, yang kemudian ditolak. Pada akhir tahun 1930-an, dengan dukungan dari pemerintah kolonial, Darmawan meluncurkan sebuah yayasan ekonomi di Surabaya yang bertujuan untuk mempromosikan pengembangan industri ringan seperti pembuatan batu bata dan pengolahan kulit (Wikipedia) 

Lantas bagaimana sejarah gerakan GAPI dan Mr Amir Sjarifoedin Harahap? Seperti disebut di atas, gerakan untuk mencapai kemerdekaan Indonesia masih terus dikobarkan. Soejitno Mangoenkoesoemo mahasiswa di Rechthoogeschool di Batavia turut mendukung gerakan yang dipimpin mahasiswa senior Amir Sjarifoedin Harahap dkk. Soejitno Mangoenkoesoemo kembali kehilangan saudaranya, Dr Boediardjo Mangoenkoesoemo meninggal dunia tahun 1938. Lalu bagaimana sejarah gerakan GAPI dan Mr Amir Sjarifoedin Harahap? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe. Sejarah Sepak Bola di Indonesia