Rabu, 10 Mei 2023

Sejarah Cirebon (34):Ciamis Distrik Semasa di Residentie Tjeribon; Distrik Soekapoera Masuk Residentie Preanger Regentschappen


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Cirebon dalam blog ini Klik Disini 

Wilayah Ciamis dapat dilihat dari dua sisi, pantai utara di Cheribon dan pantai selatan di Banjoemas. Kini gilirannya memperhatikan sejarah Ciamis daru wilayah pantai utara di Cheribon. Seperti halnya dari sisi selatan, mengapa penting sejarah Ciamis dari pantai utara. Satu yang pasti bahwa wilayah Ciamis cukup berada di wilayah residentie Cheribon (sebelum kemudian batas wilayah diubah yang menyebabkan Ciamis masuk residentie Preanger).


Kabupaten Ciamis dikenal Galuh adalah sebuah kabupaten di Jawa Barat, ibu kota di kecamatan Ciamis. Kabupaten ini berada di bagian tenggara Jawa Barat, berbatasan dengan Majalengka dan Kuningan di utara, Cilacap dan Kota Banjar di timur, Pangandaran di selatan, serta kota dan kabupaten Tasikmalaya di barat. Kecamatan Banjar ditingkatkan statusnya menjadi kota 2002. Pada tahun 2012 dilakukan pemekaran dengan membentuk kabupaten Pangandaran. Menurut sejarawan W.J Van der Meulen, Pusat Kerajaan Galuh di Kawali. Dalam Bahasa Sanskerta, kata "galuh" menunjukkan sejenis batu permata. Kabupaten Galuh Imbanagara berlokasi di Barunay beribukota di Imbanagara dan sejak 1812 Kabupaten Galuh berlokasi di Cibatu, beribukota di Ciamis. Dalam Prasasti Berangka tahun 910, Raja Dyah Balitung disebut sebagai "Rakai Galuh". Dalam Prasasti Siman berangka tahun 943 M, disebutkan bahwa "kadatwan rahyangta mdang bhumi mataram ingwatu galuh" menunjuk sebuah tempat di Watugaluh. Kemudian dalam sebuah Piagam Calcutta disebutkan bahwa para musuh penyerang Airlangga lari ke Galuh dan Barat, mereka dimusnahkan pada tahun 1031 M. Pada Carita Parahyangan, disebutkan bahwa Prabu Maharaja Linggabuanawisésa (1350-1357) berkedudukan di Kawali sebagai penguasa Kerajaan Sunda Galuh. Singkatnya: Pada tahun 1595, Kerajaan Galuh jatuh ke tangan Senapati dari Mataram. Invasi Mataram ke Galuh semakin diperkuat pada masa Sultan Agung. (Wikipedia).

Lantas bagaimana sejarah Ciamis, suatu distrik semasa Residentie Tjeribon? Seperti disebut di atas wilayah Ciamis dalam sejarahnya penting dari sisi pantai selatan maupun pantai utara. Wilayah Ciamis masuk Residentie Cheribon dan distrik Soekapoera di Residentie Preanger Regentschappen. Lalu bagaimana sejarah Ciamis, suatu distrik semasa Residentie Tjeribon?  Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah Cirebon (33): Majalengka, Cheribon Berbagi Gunung Ciremai di Kuningan, Maja Lengka, Majalengka;Antara Tomo-Jatiwangi


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Cirebon dalam blog ini Klik Disini

Bagaimana sejarah Majalengka? Maksudnya sejarah Majalengka semasih bagian Residentie Chirebon. Lebih tepatnya wilayah Majalengka tepat berada di belakang pantai wilayah Cheribon di pedalaman di lereng sebelah barat gunung Ciremai. Apakah nama Majalengka merujuk pada wilayahnya yang dihubungkan dengan Maja dan Lengka? Dalam sejarah Majalengka nama Carang Sambong (kini lebih dikenal Tomo) menjadi penting. Pada masa ini Tomo (kecamatan masuk kabupaten Sumedang) dan Jatiwangi (kecamatan masuk kabupaten Majalengka). O, iya, sebelum memahami lebih lanjut sejarah Majalengka, saya teringat dengan kawan sekampong Bata Oloan di Jatiwangi.


Majalengka sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Barat.ibu kota kabupaten berjarak 95 Km sebelah timur laut Kota Bandung dan 56 Km Kota Cirebon. Tahun 1819 dibentuk Karesidenan Cirebon terdiri Keregenaan (Kabupaten) Cirebon, Kuningan, Bengawan Wetan, Galuh (Ciamis Sekarang) dan Maja. Kabupaten Maja cikal bakal kabupaten Majalengka. Pembentukan Kabupaten Maja berdasarkan besluit Komisaris Gubernur Jendral Hindia Belanda No.23 tanggal 5 Januari 1819. Kabupaten Maja gabungan tiga distrik: Sindangkasih, Talaga, Rajagaluh. Kabupaten Maja ibu kota di kota kecamatan Maja sekarang. Bupati pertama Kabupaten Maja adalah RT Dendranegara. Kabupaten Maja mencakup wilayah Talaga, Maja, Sindangkasih, Rajagaluh, Palimanan dan Kedondong. Tanggal 11 Februari 1840, Staatsblad No.7 dan besluit Gubernur Jendral No.2 perpindahan ibu kota kabupaten ke wilayah Sindangkasih kemudian diberi nama 'Majalengka', kemudian nama kabupaten disesuaikan dengan nama ibu kota kabupaten yang baru, dari kabupaten Maja menjadi kabupaten Majalengka. Pemberian nama Majalengka atau dari mana asal usul Majalengka masih menjadi misteri. Dalam Buku Sejarah Majalengka (N Kartika) nama Majalengka diartikan dalam bahasa Jawa Kuno yaitu kata ‘Maja’ nama buah dan kata ‘Lengka’ yang berati pahit, jadi kata 'Majalengka' adalah nama lain dari kata Majapahit. Majalengka sebagai ibu kota kabupaten (Staatsblad, 1887 No. 159).
(Wikipedia) 

Lantas bagaimana sejarah Majalengka di wilayah Residentie Cheribon berbagi gunung Ciremai di Kuningan? Seperti disebut di atas wilayah Majelengka berada di lereng gunung Ciremai dan wilayah Kuning di lereng timur. Apakah nama Maja dan Lengka yang menjadi nama Majalengka? Lalu bagaimana sejarah Majalengka di wilayah Residentie Cheribon berbagi gunung Ciremai di Kuningan? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.