Sejarah Jakarta (108): Pasar Ikan dan Pasar Borong Sejak Era VOC/Belanda; Riwayat Pasar Ikan di Luar Batang, Kini Masih Eksis


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Jakarta dalam blog ini Klik Disini

Sebelum ada pasar, Pasar Ikan sudah uda. Pasar Ikan (Vis Passer) adalah pasar pertama di Batavia. Pasar kedua adalah Pasar Borong (Citzen Passer). Dua pasar ini lokasinya berdekatan, berada di Luar Batang. Pasar Borong kemudian namanya diganti menjadi Pasar LuarBatang. Batang (Boom) adalah batas/batang (pintu toll) masuk kota (stad) Batavia. Di luar pintu tol inilah Pasar Ikan dan Pasar Borong di Pelabuhan Soenda Kalapa.

Pasar Ikan (Peta 1890) dan Pasar Borong (Peta 1826)
Gubernur Jenderal Coen membangun kota (stad) Batavia sejak 1619. Tidak lama setelah stad Batavia dibangun, Pasar Ikan  mulai terbentuk. Terbentuknya pasar ikan diduga meningkatnya kebutuhan ikan dalam pembentukan warga urban di kota Batavia. Warga urban ini terutama orang-orang Eropa/Belanda yang telah menetapkan Batavia sebagai pusat atau kantor cabang perdagangan. Pasar ikan ini juga menjadi transaksi perdagangan untuk penduduk di pedalaman. Pasar ikan yang dibangun di pelabuhan Soenda Kalapa juga menjadi sumber ikan bagi pelaut-pelaut atau kapal-kapal dagang yang keluar masuk pelabuhan Soenda Kalapa. Sementara itu kapal-kapal dagang dari berbagai pulau di Hindia transaksi perdagangannya terjadi di dalam kota (setelah membayar biaya toll di boom/batang). Sedangkan untuk keperluan transaksi perdagangan umum, terbentuk pasar penduduk tidak jauh dari Pasar Ikan. Pasar ini kemudian dikenal sebagai Pasar Borong.  

Bagaimana dua pasar awal ini (Pasar Ikan dan Pasar Borong) tumbuh dan berkembang tidak terinformasikan dengan baik. Padahal kedua pasar ini dapat dikatakan sebagai dua pasar pertama yang pernah ada di Hindia. Untuk menambah pengetahuan, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.