Senin, 31 Juli 2023

Sejarah Sepak Bola Indonesia (18): Tokoh Sepak Bola di Indonesia Sejak Era Hindia Belanda; Ir R Soeratin Pendiri Federasi PSSI


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Sepak Bola Indonesia di blog ini Klik Disini

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Demikianlah yang terjadi dalam penulisan narasi sejarah sepak bola di Indonesia. Dalam narasi tersebut termasuk siapa-siapa yang menjadi tokoh sepak bola, baik diantara golongan Eropa/Belanda, Cina maupun pribumi. Satu nama penting dari golongan pribumi yang kini kerap ditulis adalah Ir Soeratin. Tetapi tentu sudah banyak tokoh sebelumnya.


Pendiri Permainan Sepak Bola di Indonesia dan Sejarahnya. Nanda Akbar G. GramediaBlog. Sebelum membahas lebih jauh, perlu membedakan antara pencetus olahraga sepak bola Indonesia pertama dan pendiri badan sepak bola nasional se-Indonesia. Pencetus sepak bola Indonesia belum diketahui secara pasti. Sementara pendirian organisasi sepak bola PSSI dapat diketahui dengan mudah. Mungkin Anda terfikir bahwa pendiri sepak bola Indonesia adalah seorang atlet. Bukan, Grameds. Pendiri sepak bola Indonesia seorang insinyur Teknik Ir. Soeratin Sosrosoegondo. Pada tahun 1928, selepas lulus dari Jerman, Soeratin pulang ke tanah air. Tak lama berselang, jiwa nasionalisme Soeratin bergejolak melihat kolonialisme Belanda yang semakin menjadi-jadi. Hal ini menggelorakan semangatnya untuk mempersatukan para pemuda di Indonesia membangun upaya perlawanan bersama-sama. Soeratin pun aktif di ranah pergerakan. Di sisi lain, ia memiliki hobi bermain sepak bola. Maka ia ingin memulai pergerakan melalui sepak bola. Olahraga ini ia jadikan media pemersatu pemuda di tanah air. Di Hotel Binnenhof (Batavia) Soeratin mematangkan rencana pembentukan organsasi tersebut. Pendirian organisasi pada tanggal 19 April 1930 dihadiri oleh tokoh-tokoh sepak bola di Jakarta, Bandung, Jogjakarta, Magelang, Madiun, dan Surabaya. Organisasi diberi nama Persatoean Sepak Raga Seloeroeh Indonesia disingkat PSSI. (https://www.gramedia.com/)

Lantas bagaimana sejarah tokoh sepak bola di Indonesia sejak wra Pemerintah Hindia Belanda? Seperti disebut di atas, sebelum membahas lebih jauh, perlu membedakan antara sepak bola di Indonesia (sejak era Hindia Belanda) dengan sepak bola Indonesia, sepak bola Eropa/Belanda dan sepak bola Cina. Oleh karena itu jika sepak bola di Indonesia itu berarti semua golongan. Lalu bagaimana sejarah tokoh sepak bola di Indonesia sejak wra Pemerintah Hindia Belanda? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah Sepak Bola Indonesia (17): Klub, Perserikatan Bond dan Federasi Sepak Bola Hindia Belanda; Terbentuknya Sistem Dunia


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Sepak Bola Indonesia di blog ini Klik Disini

Setelah melembaga (membuminya) permainan sepak bola di suatu tempat dan untuk menyelenggarakan pertandingan sepak bola yang kontinyu, dibentuk asosiasi sepak bola (club). Dalam hal ini unit terkecil organisasi sepak bola adalah klub. Lalu dengan semakin banyaknya pertandingan yang terselenggara dan semakin bertambah jumlah klub yang didirikan perserikatan (bond) kemudian dibentuk. Bond ini sebagai suatu badan pengatur sepak bola dan melakukan pengawasan (evaluasi). Hal itu pula bermula di Indonesia semasa Pemerintah Hindia Belanda hingga bond-bond dipersatukan dalam federasi nasional dan kemudian federasi nasional terafiliasi dengan federasi dunia.


Klub Sepak Bola Tertua Hingga Terpopuler di Dunia. Haya Aulia. 8 Oktober 2022. Liputan6.com, Jakarta. Sepak bola adalah salah satu cabang olahraga yang konsisten mengadakan kejuaraan ataupun turnamen. Sheffield Football Club merupakan klub sepak bola tertua. Klub ini dibentuk di Inggris tahun 1857. Sheffield FC memainkan peran besar dalam perkembangan sepak bola, salah satunya dengan terciptanya peraturan pertandingan. Mereka mengenalkan istilah sepak pojok, tendangan bebas, dan juga gawang. Tak hanya itu, klub ini juga yang pertama kali mengenalkan permainan sepak bola dengan lampu penerangan di malam hari. Jumlah pemain sebelas lawan sebelas pun pertama kali dimulai oleh klub satu ini. Sebagi pelopor klub sepak bola, Sheffield FC berhasil menumbuhkan semangat sepak bola sehingga muncul klub-klub lainnya. Melihat fenomena ini, Inggris mulai membentuk federasi nasional bernama Football Association (FA) pada 26 Oktober 1863. Mulai dari sinilah, aturan terkait pertandingan sepak bola disusun rapih dan menjadi tontonan yang menarik. Klub Sepak Bola Paling Terkenal di Dunia: Real Madrid didirikan 6 Maret 1902; Barcelona (29 November 1899); Manchester United (1878); Arsenal (1886); Chelsea (10 Maret 1905); Liverpool (15 Maret 1892); AC Milan (16 Desember 1899); Juventus (1897); Inter Milan (9 Maret 1908). (https://www.liputan6.com/)

Lantas bagaimana sejarah klub, perserikatan (bond) dan federasi sepak bola di Hindia Belanda? Seperti disebut di atas, klub adalah unit terkecil dalam organisasi sepak bolal, suatu unit yang kemudian disatukan dalam organisasi yang lebih besar (kota, nasional dan dunia). Dalam konteks inilah kemudian terbentuknya sistem sepak bola dunia. Lalu bagaimana sejarah klub, perserikatan (bond) dan federasi sepak bola di Hindia Belanda? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Minggu, 30 Juli 2023

Sejarah Sepak Bola Indonesia (16): Stadion dan Pembangunan Lapangan SepakBola Era Hindia Belanda; Politik dan Komersialisasi


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Sepak Bola Indonesia di blog ini Klik Disini

Pada dasarnya bermain sepak bola bisa dimana saja, asalkan bola yang disepak dapat berguilir. Demikianlah bermula permainan dan pertandingan sepak bola dimulai di suatu lapangan. Lapangan yang awalnya hanya ditarik garis untuk membentuk empat persegi panjang dengan memasng tiang gawang di dua sisi yang berlawanan. Tidak semua tempat memiliki lapangan yang ideal, tetapi di berbagai kota di Indonesia semasa Pemerintah Hindia Belanda umumnya dipilih di dalam lapangan kota (aloen-aloen atau esplanade). Dalam perkembanganya dibangun stadion (yang dikhususkan untuk bermain sepak bola).


Stadion VIJ (Vijveld) merupakan sebuah stadion sepak bola yang digunakan oleh klub sepak bola Hindia Belanda Voetbalbond Indonesische Jacatra (VIJ), yang didirikan pada tahun 1928, dan pada tahun 1950 klub sepak bola tersebut berganti nama menjadi Persija Jakarta. Stadion VIJ menjadi bagian dari sejarah klub sepak bola Jakarta. Sebelum merdeka, stadion ini dibangun untuk bersaing dengan klub sepak bola pemuda pribumi Belanda di Indonesia, NIVB. Saat itu NIVB atau Nederlandsch Indische Voetbal Bond dalam bentuk 1918 terdiri dari orang-orang Belanda yang berdiri sebagai pemain anti-pribumi. Merasa didiskriminasikan, sejumlah pemuda Indonesia dengan mendirikan VIJ yang berkantor pusat di Petojo pada tahun 1928. Karena menjadi markas klub VIJ maka lapangan bola ini dinamai "VIJ". Stadion yang dibangun oleh pendiri Persija, Mohammad Husni Thamrin senilai 2000 Gulden dimanfaatkan sepenuhnya oleh asosiasi sepak bola pribumi, lapangan ini digunakan oleh asosiasi sepak bola asli pertama di Jakarta, yaitu VIJ. Pada tahun 1950, VIJ secara resmi bernama Persija dan memindahkan basisnya ke Stadion Menteng, Jakarta (Wikpedia).

Lantas bagaimana sejarah lapangan sepak bola dan pembangunan stadion sejak era Hindia Belanda? Seperti disebut di atas, awalnya bermain sepak dapat dimana saja, tetapi dalam perkembangannya lapangan kota dianggap tidak kondusif lagi sehingga muncul gagasa pembangunan stadion memenuhi kebutuhan (seperti standardisasi, kebijakan politik/program maupun komersialisasi). Lalu bagaimana sejarah lapangan sepak bola dan pembangunan stadion sejak era Hindia Belanda? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah Sepak Bola Indonesia (15): Aturan Sepak Bola dan Regulasi dalam Perserikatan Era Hindia Belanda; Klub hingga Federasi


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Sepak Bola Indonesia di blog ini Klik Disini

Sebagai suatu system, permainan dan pertandingan sepak bola memiliki aturan dan peraturan sendiri. Pada awal mulai sepak bola, tidak hanya soal aturan teknis main bola, tetapi juga soal peraturan dalam permainan, peraturan dan pengaturan penyelenggara. Klub adalah unit terkecil dalam oraganisasi sepak bola, mulai dari perserikatan (bond) hingga federasi. Aruran dan peraturan (rehulasi) berkembangan seiring perkembangan sepak bola. Demikian juga di Indonesia sejak era Pemerintah Hindia Belanda.


Melihat Sejarah Aturan Sepakbola. Redaksi 05-12-2015. Siapa yang membuat aturan lapangan sepakbola harus berukuran 90-120 meter? Bagaimana peraturan tentang out? Atau mengapa sepakbola harus 90 menit? Namun tahukah Anda bagaimana peraturan tersebut bisa terbentuk? Peraturan dasar sepakbola atau Laws of the Game, digagas oleh Ebenezer Cobb Morley. Peraturan ini awalnya disebarkan ke masyarakat pada tanggal 5 Desember 1863 di koran di London. Peraturan ini disebarkan dengan tujuan agar klub amatir yang banyak bertebaran di London sepakat dengan satu peraturan. Selain memperkenalkan peraturan, pada edisi tersebut juga mengajak seluruh perwakilan klub duduk satu meja untuk menentukan peraturan-peraturan dasar yang dibahas dalam sepakbola. Peraturan ini pun tidak diubah hingga tahun 1866, yang mana pada tahun tersebut terjadi beberapa perubahan mengenai peraturan offside dan umpan jauh. Beberapa peraturan tersebut memuat beberapa peraturan dasar yang masih digunakan hingga sekarang. Di antaranya adalah mengenai aturan kostum, lapangan, perlengkapan pemain, bola, wasit, asisten wasit, durasi pertandingan, memulai pertandingan, bola masuk atau keluar area permainan, penghitungan skor, serta pelanggaran. (https://www.panditfootball.com/) 

Lantas bagaimana sejarah peraturan sepak bola dan regulasi perserikatan pada era Hindia Belanda? Seperti disebut di atas, ada aturan dalam permainan dan pertandingan sepak bola dan juga ada peraturan atau regulasi yang menyangkut organisasi baik pada tingkat klub hingga tingkat federasi. Lalu bagaimana sejarah peraturan sepak bola dan regulasi perserikatan pada era Hindia Belanda? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sabtu, 29 Juli 2023

Sejarah Sepak Bola Indonesia (14): Sepak Bola Orang Cina di Indonesia Sejak Hindia Belanda;Bing Mo Heng dan The Hong Djien


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Sepak Bola Indonesia di blog ini Klik Disini

Sepak bola orang Cina di Indonesia pada era Pemerintah Hindia Belanda. Mengapa sepak bola Cina? Apakah ada sepak bola Arab? Fakta bahwa hanya sepak bola Eropa/Belanda, sepak bola Cina dan sepak bola pribumi yang terbilang sangat meluas di Hindia Belanda. Oleh karena itu, sepak bola Cina memiliki sejarahnya sendiri, memiliki sejarah panjang dalam narasi sejarah sepak bola di Indonesia. Ada tiga nama dalam skuad Piala Duni 1938: Bing Mo Heng, The Hong Djien dan Tan See Han.


Warga Tionghoa dan Sepak Bola Indonesia. Heyder Affan. BBC Indonesia. 20 Juni 2014. Ketika sepak bola menjadi alat untuk menumbuhkan nasionalisme, warga Tionghoa berperan penting dalam perjalanan sejarah sepak bola Indonesia. Sepak bola, bukan sekedar urusan menendang bola atau berebut tropi. Sepak bola juga alat untuk mengekspresikan identitas etnis atau bangsa. Kehadiran peranakan Tionghoa dalam sejarah persepakbolaan Indonesia, sejak awal abad 20, bukti tidak bisa dibantah. "Peranan orang-orang Tionghoa dalam sejarah sepak bola di Indonesia sangat panjang," kata Bayu Aji, penulis buku Tionghoa Surabaya dalam Sepak Bola (2010). Dibekali modal ekonomi dan pendidikan, mereka menggunakan sepak bola sebagai alat untuk menunjukkan bahwa mereka tidak kalah superior ketimbang orang-orang Belanda. Kesadaran itu ditindaklanjuti membentuk organisasi olahraga termasuk sepak bola. "Bahkan kaum Tionghoa saat itu memiliki kurikulum olahraga sendiri, karena mereka menyadari olahraga dapat membentuk kesadaran," ungkap Bayu. Di tahun 1920-an, klub Tionghoa Surabaya dan klub UMS Jakarta, merajai peta persepakbolan Hindia Belanda. Di Surabaya, sejak 1915 sudah berdiri klub sepak bola Tionghoa. Juga di Jakarta dan Semarang. Sejak itulah, kiprah klub sepak bola Tionghoa mampu merajai, termasuk mengungguli tim sepak bola orang Belanda dan pribumi. Puncaknya, kehadiran beberapa pemain Tionghoa dalam tim Hindia Belanda di Piala Dunia 1938 di Prancis. "Ada Tan "Bing" Mo Heng, Tan Hong Djien, Tan See Han (https://www.bbc.com/)

Lantas bagaimana sejarah sepak bola orang Cina di Indonesia sejak era Pemerintah Hindia Belanda? Seperti disebut di atas, orang-orang Cina di Indonesia semasa era Hindia Belanda juga aktif berpartisipasi dalam pertandingan dan organsasin sepak bola. Dalam konteks mengemuka nama-nama pemain terkenal seperti Bang Mo Heng dan The Hong Djien. Lalu bagaimana sejarah sepak bola Cina di Indonesia sejak era Pemerintah Hindia Belanda? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah Sepak Bola Indonesia (13): Piala Dunia, Jules Rimet, Piala FIFA; Indonesia di Putaran Final Piala Dunia di Prancis 1938


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Sepak Bola Indonesia di blog ini Klik Disini

Piala Dunia 1938 di Prancis, Indonesia dengan nama Hindia Belanda adalah wakil pertama dari Asia di Piala Dunia. Pada tahun 1918 FIFA telah mengakui Indonesia mewarisi Hindia Belanda sebagai negara pertama di benua Asia yang tampil di Piala Dunia. Tentu saja pengakuan itu juga merujuk bahwa pada Piala Dunia 1938 (negara) Belanda juga berpartisipasi. Oleh karena itu Hindia Belanda dalam Piala Dunia 1938 adalah Indonesia masa ini.


Sepak bola mulai dipertandingkan tanpa medali dalam Olimpiade Musim Panas 1900 dan 1904. Setelah FIFA didirikan tahun 1904, berupaya menyelenggarakan turnamen sepak bola internasional antarnegara di luar program Olimpiade; turnamen ini digelar di Swiss 1906. Sepak bola dijadikan sebagai kompetisi resmi internasional untuk pertama kalinya tahun 1908 bagi kategori laki-laki dalam Olimpiade Musim Panas 1908 di London. Oleh FA, badan pengatur sepak bola Inggris, kompetisi ini hanya diperuntukkan bagi pemain amatir. di Olimpiade dengan hanya diikuti oleh tim-tim amatir, Sir Thomas Lipton menggagas penyelenggaraan turnamen Sir Thomas Lipton Trophy di Torino tahun 1909 kejuaraan antartim individu (bukannya tim nasional) dari berbagai negara berbeda, satu tim mewakili satu negara. Kompetisi ini adakalnya disebut Piala Dunia pertama, namun FA Inggris menolak dan tidak bersedia mengirimkan tim profesional untuk turnamen. Pada tahun 1914, FIFA setuju untuk mengakui turnamen Olimpiade sebagai "kejuaraan sepak bola dunia bagi tim amatir", dan bertanggung jawab. Hal ini membuka jalan bagi penyelenggaraan kompetisi sepak bola antarbenua pertama di dunia, yakni dalam Olimpiade Musim Panas 1920. FIFA yang dipimpin Jules Rimet mulai menyelenggarakan turnamen sepak bola internasional yang terpisah dari Olimpiade. Kongres FIFA di Amsterdam 28 Mei 1928 memutuskan akan menggelar kejuaraan dunia sendiri. Tahun 1930, FIFA menetapkan Uruguay sebagai negara tuan rumah. Tim Amerika Selatan tidak bersedia berangkat ke Eropa untuk turnamen 1934 dan 1938, kecuali Brasil (Wikipedia)

Lantas bagaimana sejarah Piala Dunia, Piala Jules Rimet dan Piala FIFA? Seperti disebut di atas, Indonesia dengan nama Hindia Belanda turut dalam putara Final Piala Dunia di Prancis 1938. Indonesia adalah wakil Asia pertama di Piala Dunia. Lalu bagaimana sejarah Piala Dunia, Piala Jules Rimet dan Piala FIFA? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Jumat, 28 Juli 2023

Sejarah Sepak Bola Indonesia (12): Laga Internasional di Indonesia Masa Pemerintah Hindia Belanda; Pra Kondisi Piala Dunia


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Sepak Bola Indonesia di blog ini Klik Disini

Sebelum terbentuk federasi internasional (FIFA) dan sebelum Piala Dunia digulirkan, sudah ada pertandingan-pertandingan internasional (pertandingan antar negara). Bagaimana dengan di Indonesia? Semasa era Pemerintah Hindia Belanda tercatat pertandingan antara kesebelasan Penang (para pemain Inggris) dengan kesebelasan Medan (para pemain Belanda) pada tahun 1893. Apakah pertandingan yang diadakan di lapangan Esplanade Medan itu sebagai pertandingan internasional? Yang jelas Penang berada di wilayah yurisdiksi Inggris dan Medan berada di wilayah yursidiksi Belanda.


30 November 1872: Pertandingan Internasional Pertama di Dunia. Ajie Rahmansyah 30 November 2018. Tidak banyak mengetahui kapan sebenarnya pertandingan sepakbola internasional pertama kali. Tepatnya hari Sabtu, 30 November 1872. Laga tersebut mempertemukan kesebelasan Inggris menghadapi Skotlandia. Laga dimainkan di Hamilton Crescent di Patrick, Glasgow. Stadion ini bukan stadion sepakbola, melainkan stadion kriket. Antusiasme penonton sangat tinggi. Tercatat ada 4 ribu orang menyaksikan pertandingan. Kedua kesebelasan sebenarnya sudah lima kali bertemu sebelumnya. Inggris memenangi tiga laga sementara dua laga sisanya berakhir dengan hasil imbang. FIFA tidak menghitung kelima laga tersebut dikarenakan pemain Skotlandia yang tampil adalah pemain-pemain berdomisili di sekitar London namun memiliki darah Skotlandia. Demi memajukan sepakbola Skotlandia, laga kemudian dipindah dari London menjadi ke Glasgow. Lapangan West of Scotland Cricket Club di Hamilton dipilih sebagai venue harga tiket satu shilling. Skotlandia belum memiliki asosiasi sepakbola, maka Queens Park Football Club ditunjuk sebagai wakil Skotlandia berhadapan dengan Inggris. Queens Park saat itu adalah salah satu klub tertua di Skotlandia (https://ligalaga.id/)

Lantas bagaimana sejarah pertandingan sepak bola internasional di Indonesia semasa Pemerintah Hindia Belanda? Sperti disebut di atas ada pertandingan antara Inggris vs Skotlandia (1872) dan tentu saja ada pertandingan Penang melawan Medan (1893). Dalam perkembangannya pertandingan-pertandingan internasional dijadikan pra kondisi Piala Dunia. Lalu bagaimana sejarah pertandingan sepak bola internasional di Indonesia semasa Pemerintah Hindia Belanda? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah Sepak Bola Indonesia (11): Berbagai Kota Sepak Bola di Hindia Belanda; Padang Solo Jogja MalangMakassar ManadoAmbon


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Sepak Bola Indonesia di blog ini Klik Disini

Pada artiikel sebelumnya sepak bola di Batavia, Soerabaja, Semarang, Bandoeng dan Medan, lantas bagaimana dengan di kota-kota lainnya di Indonesia seperti di Padang Sidempuan? Di dalam Wikipedia hanya ditulis satu kalimat ini: ‘Persatuan Sepakbola Kota Padang Sidempuan disingkat PSKPS adalah klub sepakbola Indonesia yang berasal dari Kota Padang Sidempuan’. Apakah ada sejarahnya? Itu hal lain. Dalam hal ini banyak tokoh sepak bola asal Padang Sidempoean di awal sejarah sepak bola Indonesia seperti Abdoel Hakim Harahap di Medan (sejak 1927), Parada Harahap di Batavia (1923), Radjamin Nasoetion di Soerabaja (1929) dan Abdoel Hamid Lubis di Jogjakarta (1930) dan Dr Abdoel Hakim Nasoetion di Padang (1928).


PSP Padang (Persatuan Sepakbola Padang) adalah sebuah tim sepak bola Indonesia yang bermarkas di Padang. Menyebut nama PSP Padang, mengingat sejarah panjang persepak bolaan tanah air, sebab PSP Padang memang bukan tim kemarin sore, terlahir lebih dulu dari republik ini, pada tahun 1928. Tahun 1928, dengan nama Sport Vereniging Minang (SVM) yang diketuai oleh Dr. Hakim dalam ini bernaung organisasi sepak bola Padang yang dikenal dengan Ilans Padang Electal (IPE), yang menjadi cikal bakal lahirnya PSP Padang Usia IPE tidak berlangsung lama, karena kemudian mengubah dan membentuk organisasi pemain sepak bolaan Padang pada tahun 1935 dengan nama Voetballbond Padang En Omstreken. Seiring dengan gejolak politik dalam negeri, pada tahun 1942, Belanda menyerahkan kekuasaannya kepada Jepang. Kendati demikian, kehadiran Jepang itu ada hikmahnya. Ketika itu St. Mantari bersama tokoh-tokoh sepak bola Padang lainnya berinisiatif mengganti nama VPO menjadi Persatuan Sepak bola Padang, dan Yusuf St. Mantari menjadi ketua umum pertama dengan nama PSP. Ternyata pada masa itu, Jepang sama sekali tidak mengusiknya. dalam catatan itu pula nama PSP dipakai untuk pertama kalinya. Persatuan Sepakbola Kota Padang Sidempuan disingkat PSKPS adalah klub sepakbola Indonesia yang berasal dari Kota Padang Sidempuan (Wikipedia) 

Lantas bagaimana sejarah sepak bola di berbagai kota di Hindia Belanda? Seperti disebut di atas, berawal di Medan, Batavia, Soerabaja, Semarang dan Bandoeng. Lalu bagaimana di kota lainnya seperti di Solo, Padang, Jogjakarta, Makassar, Malang, Manado dan Ambon? Lalu bagaimana sejarah sepak bola di berbagai kota di Hindia Belanda? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Kamis, 27 Juli 2023

Sejarah Sepak Bola Indonesia (10): Pribumi, Klub di Perserikatan NIVU dan Perserikatan PSSI; Klub Tapanoeli di Medan dan Batavia


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Sepak Bola Indonesia di blog ini Klik Disini

Pada dasarnya semasa Pemerintah Hindia Belanda, orang pribumi belajar sepak bola dari orang Eropa/Belanda. Dalam hal ini permainan sepak bola di Indonesia (baca: Hindia) diimpor dari Inggris dan Belanda. Mengapa juga Inggris? Karena orang-orang Inggris juga ada yang bermain sepak bola di Hindia. Bagaimana sepak bola pribumi bermula? Apakah dimulai di Medan? Ada baiknya perlu memahami sepak bola pribumi yang berasal dari Tapanoeli yang berada di Medan dan Batavia.


Voetbal, Volksraad dan Hari Sepakbola Hindia Belanda. Selasa, 16 April 2013. Jakarta. Klub sepakbola dijadikan alat kampanye politik bukan barang baru. Kita bisa menengok kembali ke masa yang jauh, pada 1917. De Sumatra Post 15-11-1917, ditemukan berita berjudul "Deli, de Volksraad en de Voetbal". Kendati eksemplar De Sumatra Post yang saya temukan itu sudah buram dan di sana-sini tak terbaca, khusus berita berjudul "Deli, de Volksraad en de Voetbal" itu masih relatif jelas terbaca. Dan di situ saya menemukan bagaimana sebuah klub sepakbola menawarkan dirinya menjadi bagian dari kampanye pemilihan anggota Volksraad. Nama klub itu adalah "Boeih Merdeka". Kandidat anggota Volksraad disebut dalam berita adalah Mr. Baradja, T. Moesa dan Dr. Abdul Rasjid. Nama yang terakhir itu akhirnya berhasil menjadi anggota Volksraad mewakili Sumatera Utara dan karier politiknya terus bertahan sampai kedatangan Jepang. Saat masih bersekolah di STOVIA aktif bermain sepakbola juga menjadi pengurus klub sepakbola STOVIA. Suratkabar Het Nieuws van den Dag voor Nederlandsch-Indie edisi 30 Agustus 1907 menyebut dalam struktur kepengurusan klub Abdul Rasjid menjadi Commissarissen van Materiaal. Di Volksraad, Abdul Rasjid dikenal sebagai anggota Fraksi Nasional yang gigih mengkampanyekan penggunaan bahasa Indonesia dalam sidang-sidang di Volksraad (https://sport.detik.com/). 

Lantas bagaimana sejarah klub pribumi di perserikatan nasional NIVU dan perserikatan nasional PSSI? Seperti disebut di atas, ada dua perserikatan sepak bola semasa Pemerintah Hindia Belanda. PSSI adalah wadah nasional sepak bola pribumi. Bagaimana klub Tapanoeli di Medan dan Batavia? Lalu bagaimana sejarah klub pribumi di perserikatan nasional NIVU dan perserikatan nasional PSSI? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah Sepak Bola Indonesia (9): Nasional Perserikatan SepakBola Hindia Nivb - Nivu; Persatoean Sepak Raga Seloeroeh Indonesia


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Sepak Bola Indonesia di blog ini Klik Disini

Perserikatan nasional tidaklah datang tiba-tiba. Ada fase-fase yang mendahuluinya. Di Indonesia (baca: Hindia Belanda) perserikatan (bond) sepak bola bermula di sejumlah kota. Di Soerabaja terbentuk tahun 1902, Bandoeng (1904), Batavia (1906), Medan dan Semarang (1907). Setelah kejuaraan antar kota yang dimulai tahun 1914 di Semarang atas inisiatif Batavia, kemudian muncul gagasan pembentukan perserikatan nasional. Terbentuklah NIVB.


Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) adalah organisasi yang bertanggung jawab mengelola sepak bola di Indonesia. PSSI berdiri pada tanggal 19 April 1930 dengan nama awal Persatuan Sepak Raga Seluruh Indonesia. Ketua umum pertamanya adalah Soeratin Sosrosoegondo. Sejarah bermula dari bond-bond terbentuklah Nederlandsch Indische Voetbal Bond (NIVB) tahun 1927. Bond China menggunakan nama antara lain Tiong un Tong. Donar dan UMS. Bond pribumi mengambil nama wilayahnya, seperti Cahaya Kwitang, Sinar Kernolong. Pada 1928 dibentuk Voetbalbond Indonesia Jacatra (VIJ) sebagai akibat dari diskriminasi yang dilakukan NIVB. Sebelumnya bahkan sudah dibentuk Persatuan Sepak Bola Djakarta (Persidja) pada 1925. Pada 19 April 1930, Persidja ikut membentuk Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) di gedung Soceiteit Hande Projo, Yogyakarta. Pada tahun 1930-an, di Indonesia berdiri tiga organisasi sepak bola berdasarkan suku bangsa, yaitu Nederlandsch Indische Voetbal Bond (NIVB) yang berganti nama menjadi Nederlandsch Indische Voetbal Unie (NIVU) pada tahun 1936 yang merupakan milik bangsa Belanda, Hwa Nan Voetbal Bond (HNVB) milik orang Cina, dan Persatoean Sepakraga Seloeroeh Indonesia (PSSI) milik orang Indonesia (Wikipedia)

Lantas bagaimana sejarah perserikatan sepak bola nasional di Hindia NIVB dan NIVU? Seperti disebut di atas, terbentuknya perserikatan nasional NIVB setelah perserikatan (bond) terbentuk di berbagai wilayah/kota. Dalam fase selanjutnya terbentuk Persatoean Sepak Raga Seloeroeh Indonesia yang menjadi cikal bakal PSSI yang sekarang. Lalu bagaimana sejarah perserikatan sepak bola nasional di Hindia NIVB dan NIVU? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Rabu, 26 Juli 2023

Sejarah Sepak Bola Indonesia (8):Kejuaraan Sepak Bola Antar Kota Era Hindia Belanda; Kejuaraan di Jawa Mulai Sejak Tahun 1914


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Sepak Bola Indonesia di blog ini Klik Disini

Setelah beberapa dekade terbentuk kompetisi di dalam suatu kota yang diselenggarakan oleh perserikatan sepak bola (bond) di berbagai kota. Dari tahun ke tahun sudah diketahui klub-klub apa yang menjadi juaranya.  Dalam konteks inilah di Jawa digagas kejuaran antar kota. Setiap kota yang berpartisipasi dalam kejuaran tersebut membentuk tim dari semua pemain di dalam bondnya masing-masing.  


Kejuaraan Antar Kota Hindia Belanda (Voetbalkampioenschap van Nederlands-Indie) adalah kompetisi amatir nasional di Indonesia semasa Pemerintah Hindia Belanda diadakan 1914-1930. Turnamen awalnya hanya menampilkan empat kota utama (Batavia), Soerabaja, Semarang, Bandoeng) tetapi pada tahun 1930 memasukkan banyak kota dari seluruh pulau. Persaingan diprakarsai dan diselenggarakan oleh Nederlandsch-Indische Voetbal Bond (NIVB) atau penggantinya, Nederlandsch-Indische Voetbal Unie (NIVU) sebelum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) terbentuk. Kejuaraan ini kemudian di lanjutkan dengan Perserikatan yang dilaksanaan oleh PSSI. Dimulai pada tahun 1914 diadakan kejuaraan kota untuk kota-kota utama di Jawa. Tujuh edisi pertama dimainkan untuk De Vries Beker. Selain itu, ada beberapa liga local. Berikut daftar liga di Jawa yang dikuasai NIVB (Nederlandsch-Indische Voetbalbond): Batavia (14 klub), Bandoeng (9 klub), Soerabaja (12 klub), Semarang (15 klub), Malang (8 klub), Soekaboemi (7 klub), Djokjakarta (10 klub); selain itu, 3 asosiasi di pulau lain berlangganan NIVB (berganti nama menjadi NIVU pada tahun 1936): Sumatera Timur (berpusat di Medan), Makassar dan Bandjermasin. Selain itu, Hwa Nan FA (berbasis di Semarang), mungkin merupakan asosiasi Cina yang telah berlangganan. (Wikipedia)

Lantas bagaimana sejarah kejuaraan sepak bola antar kota era Hindia Belanda? Seperti disebut di atas, kejuaraan antar kota adalah kejuaraan sepak bola antara perserikatan (bond) sepak bola yang hanya terbatas di Jawa; Kejuaran antar kota di Jawa bermula sejak tahun 1914. Lalu bagaimana sejarah kejuaraan sepak bola antar kota era Hindia Belanda? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah Sepak Bola Indonesia (7): Bond atau Perserikatan Sepak Bola di Era Pemerintah Hindia Belanda; Belanda, Pribumi dan Cina


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Sepak Bola Indonesia di blog ini Klik Disini

Dalam sejarah awal sepak bola, sepak bola dimulai dari bola itu sendiri. Bola bundar yang disepak akan bergulir. Dalam perguliran sepak bola, dalam sejarah sepak bola semisal di Inggris dan Belanda, hal itu juga berlaku di Hindia. Dari bola di lapangan rumput, terbentuk kesebelasan, pertandingan sepak bola, perhimpinan/asosiasi sepak bola (klub) hingga terbentuknya perserikatan sepak bola (bond). Dewan perserikatan bertanggungjawab untuk bergulirnya kompetisi sepak bola, meningkatnya kualitas pertandingan sepak bola. Dalam sejarah sepak bola di Indonesia yang dimulai dari era Pemerintah Hindia Belanda ada perserikatah sepak bola orang Eropa/Belanda, Pribumi dan Cina.


Perserikatan adalah ajang sepak bola Indonesia yang pertama kali dilaksanakan pada tahun 1931. Cikal bakal kompetisi dimulai tanggal 19 April 1930, PSM Yogyakarta (PSIM Yogyakarta) bersama dengan VIJ Jakarta (sekarang Persija), BIVB Bandung (Persib), IVBM (PPSM), MVB (Madiun), SIVB (Persebaya) dan VVB (Persis) turut membidani kelahiran PSSI dalam pertemuan diadakan di Societeit Hadiprojo Yogyakarta. Akhirnya disepakati berdirinya organisasi induk diberi nama Persatuan Sepak Raga Seluruh Indonesia (PSSI) tahun 1930 di Solo. Sejak tahun itu pula kompetisi tahunan antar kota/perserikatan diselenggarakan. Perlu diketahui bahwa kompetisi tersebut diikuti oleh perserikatan atau bond yang sudah terdaftar sebagai anggota PSSI pada saat itu, yang dimana semua anggotanya masih berasal pulau Jawa. Mengingat masih ada beberapa perserikatan atau bond yang belum bergabung dengan PSSI. Barulah tahun 1951, PSSI mengadakan kejuaraan nasional (kejurnas) pertama mereka dikuti oleh seluruh perserikatan dan diselenggarakan kedalam dua babak yaitu kompetisi tingkat distrik (Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera, Kalimantan, dan Indonesia Timur) dan Kompetisi tingkat Nasional. Pemenang dari putaran tingkat distrik akan diadu lagi pada tingkat nasional. (Wikipedia)

Lantas bagaimana sejarah perserikatan dan kompetisi sejak era Pemerintah Hindia Belanda? Seperti disebut di atas, perserikatan (bond) adalah lembaga tertinggi sepak bola di tingkat kota, tingkat regional dan tingkat nasional. Dalam hal ini perserikatan sepak bola orang Eropa/Belanda, Pribumi dan Cina. Lanlu bagaimana sejarah perserikatan dan kompetisi sejak era Pemerintah Hindia Belanda? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Selasa, 25 Juli 2023

Sejarah Sepak Bola Indonesia (6): Sepak Bola di Medan dan Klub Tapanoeli; Bond DVB, OSVB dan Bond VBMO serta PSMS


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Sepak Bola Indonesia di blog ini Klik Disini

Dalam sejarah sepak bola di Indonesia, yang pertama tidak selalu duluan sampai ke final. Sepak bola pertama di Hindia Belanda pertama dipertandingkan di Medan. Lalu bagaimana dengan soal kompetisi dan organisasi? Perserikatan pertama di Hindia Belanda yang pertama didirikan di kota Soerabaja. Lalu apakah kompetisi (turnamen) sepak bola pertama di Hindia Belanda juga diselenggarakan di Soerabaja. Dalam konteks inilah sejarah sepak bola di Medan berlangsung dari waktu ke waktu.


Persatuan Sepak Bola Medan Sekitarnya (PSMS) adalah sebuah klub sepak bola profesional Indonesia yang berbasis di Kota Medan. Sejarah PSMS dimulai dengan DVB. Secara eksplisit, para pemangku kepentingan sepakbola di Medan memulai rapat umum pertama untuk membentuk serikat pada tanggal 7 Juli 1907 (lihat pos De Sumatra, 08-07-1907). Kemudian, dengan berdirinya OSVB pada tahun 1915, DVB secara terbuka menyatakan bersedia untuk berintegrasi dengan OSVB (proses fusi). Sesuai dengan perkembangan situasi dan kondisi, coverage area OSVB sudah tidak efektif lagi. Pada bulan September 1949, para pemangku kepentingan sepak bola di Medan membentuk VBMO (proses fisi). Dalam rangka menyesuaikan kebijakan VUVSI (NIVU suksesi) pada tahun 1948 untuk menerjemahkan VUVSI menjadi ISNIS, maka VBMO juga diterjemahkan menjadi PSMS dan kemudian serikat sepak bola Medan disebut VBMO/PSMS. (Catatan: narasi di atas, awalnya ditulis dalam blog ini, 2018, tapi tidak disebut sebagai sumbernya). Pada bulan Maret 1950, militer Belanda meninggalkan Medan. Organisasi sepak bola Negara Sumatera Timur pada masa pendudukan Belanda, Rumah Susun Football Club (RSFC) dan Oost Sumatera Voettbal Bond (OSVB) yang telah berdiri sejak awal tahun 1930an kemudian pada tahun 1950 berubah nama menjadi Persatuan Sepakbola Medan dan Sekitarnya atau disingkat menjadi PSMS. (Wikipedia)

Lantas bagaimana sejarah sepak bola di Medan dan klub Tapanoeli? Seperti disebut di atas, pertandingan sepak bola pertama diadakan di Indonesia semasa Pemerintah Hindia Belanda dilaoorkan di Medan (1893), Bagaimana muncul klub Tapanoeli? Seperti di kota-kota lain di atas klub dibentuk bond. Di Medan ada perserikatan DVB, OSVB hingga VBMO dan PSMS. Lalu bagaimana sejarah sepak bola di Medan dan klub Tapanoeli? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah Sepak Bola Indonesia (5): Sepak Bola di Bandung dan Sekitarnya; Sebelum Persib Terbentuk Ada Sepak Bola Lebih Tua


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Sepak Bola Indonesia di blog ini Klik Disini

Sepak bola di Bandung tentu saja itu bukan Persib. Sepak bola adalah bola sepak. Sepak bola di Bandung sejak dari awal ada sepak bola Eropa/Belanda, sepak bola Cina dan sepak bola pribumi. Hal serupa itu juga yang terjadi di berbagai kota di Indonesia sejak era Pemerintah Hindia Belanda. Keberadaan sepak bola di Bandoeng bermula ketika klub sepak bola Batavia bertandang ke Bandoeng. Dalam konteks ini narasi sejarah perserikatan Persib yang nama tersebut telah bertransformasi menjadi sebuah klub yang kini dikenal klub sepak bola professional.  

 

Persib (Persatuan Sepak Bola Indonesia Bandung) adalah klub sepak bola Indonesia yang berbasis di Kota Bandung. Klub berdiri 14 Maret 1933. Di Kota Bandung sendiri telah berdiri klub Inlandsche Voetbal Bond (BIVB) sekitar 1923. Tercatat Ketua Umum BIVB Mr. Syamsudin. BIVB memanfaatkan lapangan Tegallega di depan tribun pacuan kuda. Tim BIVB ini beberapa kali mengadakan pertandingan di luar kota seperti Yogyakarta dan Jatinegara, Jakarta. Pada tanggal 19 April 1930, BIVB bersama dengan VIJ Jakarta, SIVB (Persebaya), MIVB (PPSM Magelang), MVB (PSM Madiun), VVB (Persis Solo), dan PSM (PSIM Yogyakarta) turut membidani kelahiran PSSI dalam pertemuan yang diadakan di Societeit Hadiprojo Yogyakarta. BIVB dalam pertemuan tersebut diwakili oleh Mr. Syamsuddin. Setahun kemudian kompetisi tahunan antar kota/perserikatan diselenggarakan. BIVB kemudian menghilang dan muncul dua perkumpulan lain yang juga diwarnai nasionalisme Indonesia yakni Persatuan Sepak bola Indonesia Bandung (PSIB) dan National Voetball Bond (NVB). Pada tanggal 14 Maret 1933, kedua perkumpulan itu sepakat melakukan fusi dan lahirlah perkumpulan yang bernama Persib yang kemudian memilih Anwar St. Pamoentjak sebagai Ketua Umum. Klub-klub yang bergabung ke dalam Persib adalah SIAP, Soenda, Singgalang, Diana, Matahari, OVU, RAN, HBOM, JOP, MALTA, dan Merapi. (Wikipedia) 

Lantas bagaimana sejarah sepak bola di Bandung dan sekitarnya? Seperti disebut di atas, di Bandung diketahui ada sepak bola setelah kesebelasan sepak bola dari Batavia melakukan pertandingannya. Bagaimana dengan Persib? Sebelum terbentuk, sudah ada dinamika sepak bola di Bandoeng. Lalu bagaimana sejarah sepak bola di Bandung dan sekitarnya? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Senin, 24 Juli 2023

Sejarah Sepak Bola Indonesia (4): Sepak Bola Semarang Sejak Era Hindia Belanda; Klub Cina, Klub Belanda dan Klub Pribumi


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Sepak Bola Indonesia di blog ini Klik Disini

Sejatinya sepak bola belum lama dan oleh karena itu tidak terlalu sulit menemukan datanya. Pertandingan sepak bola di Medan diberitakan pada tahun 1893. Bagaimana dengan di Semarang? Satu yang jelas pada tahun 1882 ada seorang warga menulis artikel di surat kabar yang terbit di Semarang; bahwa di seluruh Hindia Belanda belum ada indikasi adanya (permainan) sepak bola. Mengapa? Di Belanda sendiri, sepak bola baru mulai popular.


Persatuan Sepak Bola Indonesia Semarang PSIS adalah klub sepak bola profesional yang berbasis di Kota Semarang. Sejarah tim sepak bola kota Semarang telah berlangsung sejak lama. Yang pertama tercatat adalah team sepak bola UNION berdiri 2 Juli 1911. UNION sendiri hanyalah sebutan bagi tim dengan nama Tionghoa Hoa Yoe Hwee Koan. Tim ini mendapatkan hak rechspersoon tahun 1917 dari pemerintah. Selanjutnya ada pula tim bernama Comite Kampioens-wedstrijden Tionghoa (CKTH). Pada tahun 1926 tim ini berubah nama menjadi Hwa Nan Voetbalbond (HNV). Tercatat klub Hwa Nan melakukan pertandingan dengan klub asal Taiwan, Loh Hua Team Voetbalbond. Di kalangan pendukung pribumi, perkumpulan yang menonjol adalah Tots Ons Doel (TOD) yang didirikan pada 23 Mei 1928, berganti nama menjadi PS. Sport Stal Spieren (SSS), yang menjadi cikal bakal PSIS. Pada tahun 1930 team ini berganti nama menjadi Voetbalbond Indonesia Semarang (VIS). Setelah PSSI lahir pada 19 April 1930, VIS berganti nama menjadi Persatuan Sepak bola Indonesia Semarang (PSIS) yang beranggotakan klub sepak bola Romeo, PSKM, REA, MAS, PKVI, Naga, RIM, RDS dan SSS sendiri. Nama klub SSS kemudian berganti nama menjadi Sport Supaya Sehat (Wikipedia)

Lantas bagaimana sejarah sepak bola di Semarang sejak era Hindia Belanda? Seperti disebut di atas, sepak bola di Indonesia sejak era Hindia Belanda sejatinya belum lama dan oleh karena itu tidak terlalu sulit menemukan datanya. Data sejarah inilah yang dapat dijadikan untuk menyusun narasi sejarah sepak bola di Semarang. Ada klub Cina, tentu saja ada klub Belanda dan klub pribumi. Lalu bagaimana sejarah sepak bola di Semarang sejak era Hindia Belanda? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah Sepak Bola Indonesia (3): Sepak Bola di Surabaya Sejak Era Hindia Belanda; Tidak Hanya Persebaya, Juga Ada Lainnya


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Sepak Bola Indonesia di blog ini Klik Disini

Narasi sejarah sepak bola di Surabaya, tentu saja tidak hanya sejarah Persebaya. Disebut Persebaya didirikan tahun 1927. Sejak sepak bola di Surabaya dimulai dengan pendirian klub-klub yang diinisiasi orang-orang Belanda. Kapan itu semua bermula? Dalam hal inilah susunan narasi sejarah sepak bola di Surabaya menjadi penting. Narasi sejarah sepak bola di Surabaya, tidak cukup hanya sejarah Persebaya. Mengapa? Ada juga sejarah lainnya.


Persatuan Sepak Bola Surabaya (Persebaya) adalah sebuah klub sepak bola profesional Indonesia berbasis di Kota Surabaya. Persebaya berdiri pada 18 Juni 1927 sebagai Soerabajasche Indonesische Voetbal Bond (SIVB). Persebaya pernah mengubah namanya menjadi Persebaya 1927 akibat dari konflik Dualisme Persebaya Surabaya (2010-2017). Persebaya didirikan oleh M. Pamoedji pada tanggal 18 Juni 1927 di Surabaya, dengan nama awalnya Soerabajasche Indonesische Voetbal Bond (SIVB). Pamoedji merupakan Residen Surabaya mendirikan SIVB demi menyaingi dominasi klub sepak bola Soerabajasche Voetbal Bond (SVB) yang telah berdiri sejak tahun 1901 yang pemilik dan para pemain-pemainnya merupakan orang-orang Belanda yang tinggal di Surabaya. Pada tanggal 19 April 1930, M. Pamudji mewakili SIVB hadir dalam pertemuan antar pengurus klub-klub sepak bola seluruh Hindia Belanda yang bertempat di Societeit Hadiprojo Yogyakarta (sekarang Wisma Soeratin). Perwakilan klub- lain VIJ Jacatra, BIVB Bandung, MIVB Magelang, MVB Madiun, VVB Solo) dan PSM Yogyakarta. Dalam pertemuan dideklarasikan organisasi induk diberi nama Persatoean Sepakraga Seloeroeh Indonesia disingkat PSSI (Wikipedia).

Lantas bagaimana sejarah sepak bola di Surabaya sejak era Hindia Belanda? Seperti disebut di atas, narasi sejarah sepak bola di Surabaya tidak hanya sejarah Persebaya. Sejarah permulaan perlu juga dinarasikan. Lalu bagaimana sejarah sepak bola di Surabaya sejak era Hindia Belanda? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Minggu, 23 Juli 2023

Sejarah Sepak Bola Indonesia (2): Sepak Bola di Batavia,Kompetisi Pertama pada Era Hindia Belanda; Berita "Bola" dari Medan


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Sepak Bola Indonesia di blog ini Klik Disini

Sepak bola di Batavia sangat penting dalam sejarah awal sepak bola di Indonesia. Mengapa? Kota Batavia adalah kota besar, banya warganya dari berbagai kelompok populasi (Eropa/Belanda. Cina dan pribumi). Di Batavia tersedia lapangan yang luas yang sesuai untuk sepak bola. Lapangan itu terdapat di Koningsplein (kini lapangan Monas). Bagaimana bermula? Dalam konteks inilah sepak bola terhubung dari masa ke masa hingga ke masa kini di Jakarta (klub yang popular dengan nama Persija).


Persija (Persatuan Sepak Bola Indonesia Jakarta, dikenal nama Persija Pusat) adalah klub sepak bola Indonesia berbasis di Jakarta. Persija didirikan 28 November 1928, dengan cikal bakal bernama Voetbalbond Indonesische Jacatra (VIJ). VIJ merupakan salah satu klub yang ikut mendirikan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) wakil VIJ, Mr. Soekardi dalam pembentukan PSSI di Societeit Hadiprojo Yogyakarta, Sabtu 19 April 1930. Pasca-Republik Indonesia kembali ke bentuk negara kesatuan, VIJ berganti nama menjadi Persija (Persatuan sepak bola Indonesia Jakarta). Saat masih bernama VIJ, markas Persija berada di Stadion VIJ. Sejumlah nama ikut membesarkan klub diantaranya tercatat dalam sejarah Persija Jakarta nama MH Thamrin. Selain itu ada juga nama Habib Ali Kwitang. Pada saat itu, NIVU (Nederlandsch-Indische Voetbal Unie) sebagai organisasi tandingan PSSI masih ada. Di sisi lain, VBO (Voetbalbond Batavia en Omstreken) sebagai bond (perserikatan) tandingan Persija juga masih ada. Seiring dengan berdaulatnya negara Indonesia, NIVU mau tidak mau harus bubar. Pada pertengahan tahun 1951, VBO mengadakan pertemuan untuk membubarkan diri (likuidasi) dan menganjurkan dirinya untuk bergabung dengan Persija. Dalam perkembangannya, VBO bergabung ke Persija. (Wikipedia)

Lantas bagaimana sejarah sepak bola di Batavia, kompetisi pertama di Indonesia era Pemerintah Hindia Belanda? Seperti disebut di atas, sebelum ada sepak bola di Batavia sudah ada sepak bola di Medan. Bagaimana dengan kompetisi sepak bola? Berita dari Medan sepak bola bermula di Medan. Lalu bagaimana sejarah sepak bola di Batavia, kompetisi pertama di Indonesia era Pemerintah Hindia Belanda? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah Sepak Bola Indonesia (1): Asal Usul Sepak Bola di Indonesia Sejak Masa Hindia Belanda; Sepak Bola di Eropa Berkembang


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Sepak Bola Indonesia di blog ini Klik Disini

Apakah ada sejarah sepak bola di Indonesia? Tentu saja ada. Hanya saja siapa yang telah menulis sejarah sepak bola di Indonesia? Okelah itu satu hal. Hal yang penting dalam hal ini adalah bagaimana sejarah sepak bola berlangsung di Indonesia? Jelas dalam hal ini baru bermula pada era Pemerintah Hindia Belanda. Dalam hal ini sepak bola di Indonesia, sejak era Pemerintah Hindia Belanda ada sepak bola Belanda, ada sepak bola Cina dan ada sepak bola pribumi (sepak bola Indonesia).


Sepak bola adalah salah satu olahraga paling populer di Indonesia. Olahraga ini dimainkan pada semua tingkatan, dari anak-anak, laki-laki, muda hingga setengah baya. Liga sepak bola Indonesia dimulai sekitar tahun 1930an. Pada tahun 1930 didirikan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) di Yogyakarta. Hingga tahun 1979, kompetisi sepak bola nasional di Indonesia diselenggarakan secara amatir "Perserikatan". Pada tahun 1979–80 diperkenalkan kompetisi Liga Sepak Bola Utama (Galatama). Perserikatan maupun Galatama tetap berjalan sendiri-sendiri. Galatama merupakan kompetisi sepak bola semi-profesional. Galatama merupakan salah satu pioner kompetisi semi-professional dan professional di Asia selain Liga Hong Kong. Pada tahun 1994, PSSI menggabungkan Perserikatan dan Galatama dan membentuk Liga Indonesia, memadukan fanatisme yang ada di Perserikatan dan profesionalisme yang dimiliki Galatama. Dengan tujuan meningkatkan kualitas sepak bola Indonesia. Sebelum berdirinya PSSI, di Indonesia sudah ada Nederlandsch Indische Voetbal Bond (NIVB) sebuah organisasi sepak bola yang didirikan oleh perkumpulan-perkumpulan sepak bola pada masa pemerintah Hindia Belanda. Pada tahun 1927 NIVB berganti nama menjadi Nederlandsch Indische Voetbal Unie (NIVU). (Wikipedia)

Lantas bagaimana sejarah awal mula sepak bola di Indonesia sejak era Pemerintah Hindia Belanda? Seperti disebut di atas, sepak bola di Indonesia ada sepak bola Eropa/Belanda, ada sepak bola Cina dan ada sepak bola pribumi. Bagaimana itu semua bermula? Yang jelas sepak bola di Eropa sudah berkembang, termasuk sepak bola Belanda. Lalu bagaimana sejarah awal mula sepak bola di Indonesia sejak era Pemerintah Hindia Belanda? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.