Rabu, 01 Juli 2026

Sejarah Casajangan (5): Sarjana Pendidikan Pertama Indonesia; Boedi Oetomo Mengirim Sjamsi Widagda Diasuh Soetan Casajangan


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Soetan Casajangan di blog ini Klik Disini

Dalam narasi sejarah masa kini disebutkan sarjana pertama Indonesia adalah Raden Mas Panji Sosrokartono. Fakta yang benar adalah dokter Asmaoen asal Malang yang meraih gelar dokter di Amsterdam pada tahun 1907. Lalu siapa sarjana pendidikan Indonesia pertama? Tidak ada yang pernah menulisnya. Siapa doktor ekonomi Indonesia pertama juga tidak ada yang pernah menulisnya. Sejarah Bahasa Indonesia


Dr Samsi Sastrawidagda (lahir: Solo, 13 Maret 1894-wafat 1963) adalah Menteri Keuangan Pertama Indonesia. Ia menempuh pendidikan ekonomi dan hukum negara di Sekolah Tinggi Dagang (Handels-hogeschool) di Rotterdam. Gelar akademik terakhir yang didapat tahun 1925 adalah gelar Doktor dengan disertasi De Ontwikkeling v.d handels politik van Japan. Selama di Rotterdam, ia dikenal sebagai pemukul gong dalam perkumpulan gamelan pribumi. Perjalanan karier di Kementerian Keuangan dirintis sejak Sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) yang kedua (19 Agustus 1945). PPKI menunjuk Samsi Sastrawidagda, Kepala Kantor Tata Usaha dan Pajak di Surabaya pada masa pendudukan Jepang, sebagai Menteri Keuangan pada kabinet RI pertama (Kabinet Bucho/presidensial). Sebagai Menteri Keuangan, Samsi tidak pernah memimpin Kementerian Keuangan secara langsung. Bahkan belum sempat menyusun perencanaan. Kondisi fisiknya yang sering sakit-sakitan menjadikan ia lebih memilih tinggal di Surabaya. Pada tanggal 26 September 1945 ia mengundurkan diri menjadi Menteri Keuangan kemudian A.A. Maramis yang sebelumnya Menteri Negara dilantik menjadi Menteri Keuangan (Wikipedia) 

Lantas bagaimana sejarah sarjana pendidikan pertama Indonesia? Seperti disebut di atas, banyak sarjana pertama Indonesia keliru dalam narasi sejarah Indonesia. Satu yang jelas mahasiswa keguruan (jurusan pendidikan) pertama Indonesia adalah Soetan Casajangan. Karena hal itu, Boedi Oetomo mengirim guru muda Sjamsi Widagda studi keguruan ke Belanda yang kemudian dititipkan kepada Soetan Casajangan. Setelah mendapat akta guru, Sjamsi Widagda melanjutkan studi di bidang ekonomi. Lalu bagaimana sejarah sarjana pendidikan pertama Indonesia? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe. Sejarah Catur di Indonesia