Sejarah Kota Padang (36): Upaya Transfer Kualitas Pendidikan di Padang ke Fort de Kock; Willem Iskander, Pionir Pendidikan Modern Indonesia

*Untuk melihat semua artikel Sejarah Kota Padang dalam blog ini Klik Disi


Introduksi pendidikan aksara latin di Sumatra dimulai di Kota Padang. Ini sehubungan dengan pengadaan guru di Kota Padang tahun 1822, dua tahun setelah Pemerintah Hindia Belanda di mulai (lihat Almanak 1822). Namun introduksi ini tidak berkembang karena situasi dan kondisi diliputi suasana perang. Pengiriman guru terhenti.

Pionir Pendidikan Indonesia
Setelah usai perang (1837), program pendidikan dimulai lagi. Asisten Residen Agam. Steinmez mulai mendirikan sekolah tahun 1842 (lihat TJ Willer, 1846). Di Mandailing dan Angkola, yang baru memulai pemerintahan sipil pada tahun 1840, TJ Willer (Asisten Residen) menganjurkan perlunya diselenggarakan pendidikan bagi penduduk.

Kweekschool Fort de Kock Didirikan

Tidak diketahui kapan pendidikan dimulai di Afdeeling Mandailing dan Angkola, tetapi pada tahun 1854 sudah ada dua siswa asal Afdeeling Mandailing dan Angkola yang tiba di Batavia untuk mengikuti studi kedokteran (Nieuwe Rotterdamsche courant: staats-, handels-, nieuws-en advertentieblad, 18-01-1855). Dua siswa ini merupakan dua siswa pertama yang diterima di sekolah kedokteran tersebut yang berasal dari luar Djawa. Sekolah kedokteran di Batavia ini kemudian dikenal sebagai Docter Djawa School (cikal bakal STOVIA).

Sejarah Kota Padang (35): Mohamad Sjafei, Tokoh Pendidikan di Sumatera Barat; Soetan Goenoeng Moelia, Guru Bergelar Doktor

*Untuk melihat semua artikel Sejarah Kota Padang dalam blog ini Klik Disi


Mohamad Sjafei dan Soetan Goenoeng Moelia dua tokoh pendidikan Indonesia satu generasi: lahir tahun 1896 dan meninggal 1966. Mohamad Sjafei lahir di Ketapang, Kalimantan Barat, Soetan Goenoeng Moelia lahir di Padang Sidempuan, Tapanuli. Masa hidup keduanya sama-sama 70 tahun. Mereka berdua sama-sama aktif di bidang pendidikan, sama-sama pernah studi di Belanda dan sama-sama bergelar Doktor. Keduanya juga sama-sama mantan Menteri Pendidikan.

Soetan Goenoeng Moelia dan Mohamad Sjafei (foto Wikipedia)
Soetan Goenoeng Moelia adalah Menteri Pendidikan yang kedua menggantikan Menteri Pendidikan yang pertama, Ki Hadjar Dewantara. Soetan Goenoeng Moelia lalu digantikan Mohamad Sjafei sebagai Menteri Pendidikan yang ketiga.

Mohamad Sjafei adalah pendiri INS (Indonesisch-Nederlandse School) Kajoetanam (1926). Mohamad Sjafei mendapat gelar Doctor Honoris Causa dari IKIP Padang (1968). Soetan Goenoeng Moelia adalah pendiri UKI (Universitas Kristen Indonesia) Jakarta (1954). Soetan Goenoeng Moelia meraih gelar Doktor (Ph.D) dari Universiteit Leiden tahun 1933.