Sejarah Kota Depok (23): Nama Jalan di Depok Tempo Doeloe; Kerkweg (Jalan Pemuda) dan Pasarstraat (Jalan Dewi Sartika)

*Untuk melihat semua artikel Sejarah Kota Depok dalam blog ini Klik Disini


Empat nama jalan tertua di Depok adalah Jalan Pemuda, Jalan Siliwangi, Jalan Kartini dan Jalan Dewi Sartika. Namun nama-nama jalan ini baru muncul pasca pengakuan kedaulatan RI oleh Belanda. Penabalan nama jalan Pemuda dan Siliwangi diduga dikaitkan dengan peristiwa politik sebelumnya yakni perang kemerdekaan. Keempat nama jalan ini tidak berubah hingga ini hari.

Peta Depok, 1901
Sebelum kemerdekaan, pada era kolonial Belanda hanya ada dua nama jalan di Depok, yakni: Kerkweg dan Pasarstraat. Pasca pengakuan kedaulatan RI (1950) Kerkweg diubah namanya menjadi Jalan Pemuda dan Pasaarstraat namanya diganti dengan Jalan Dewi Sartika.

Kerkweg dan Pasarstraat

Sesungguhnya jalan tertua di Depok adalah jalan trans Batavia-Buitenzorg yang diduga sudah eksis sejak era Pakuan-Pajajaran. Jalan poros ini di era Pemerintahan Hindia Belanda sering disebut Westerweg untuk membedakan dengan Oosterweg yang menjadi jalan pos trans-Java (Jalan Raya Bogor sekarang).

Sejarah Kota Depok (22): Outer Ring Road Tempo Doeloe, Buitenzorg, Meester Cornelis dan Depok; Kapan Outer Ring Road Dalam Kota Depok?

*Untuk melihat semua artikel Sejarah Kota Depok dalam blog ini Klik Disini


Cara pandang masa kini tentang jalur lalu lintas di Jabodetabek tidak terlalu berbeda dibandingkan tempo doeloe. Pada masa lampau hanya dikenal jalur lurus dari hilir di pantai di Batavia ke hulu di gunung di Buitenzorg. Tiga jalur lurus yang ada adalah: pertama, Westerweg (jalur lalu lintas sisi barat sungai Tjiliwong via Depok, suatu jalur (rute jalan) kuno sejak era Pakwan-Padjadjaran). Kedua, muncul jalur Oosterweg (sisi timur sungai Tjiliwong via Tjimanggis saat Istana Buitenzorg dirintis, 1745). Ketiga, ketika jalur lebih barat muncul via Paroeng dan Tjinere sekitar 1850an, jalur ini disebut Westerweg, sedangkan Westerweg via Depok menjadi jalur Middenweg. Tiga jalur inilah yang kita lihat hingga sekarang ini.

Depok Outer Ring Road (DORR) Tempo Doeloe (*=landhuis)
Jalan kuno semasa era Padjadjaran dari Pakuan ke Soenda Kalapa mengikuti rute sisi barat sungai Tjiliwong. Hal ini karena tidak akan pernah menyeberangi sungai Tjiliwong. Pelabuhan Soenda Kalapa sendiri berada di sisi barat sungai Tjiliwong. Ketika, VOC memulai koloni dengan membangun Casteel Batavia (sisi timur sungai Tjiliwong), maka ketika melakukan ekspansi ke hulu hingga eks Pakwan-Padjadjaran yang kemudian dikenal Buitenzorg, VOC justru mengembangkan jalur sisi timur sungai Tjiliwong. Namun pilihan VOC memilih jalur timur justru memiliki konsekuensi yakni harus membangun jembatan di Buitenzorg, tepatnya di Warung Jamboe yang sekarang. Jembatan inilah jembatan permanen pertama yang dibangun untuk menghubungkan Westerweg dengan Oosterweg (1745).

Saat kali pertama Pemerintah Hindia Belanda memulai (konsep) pembangunan jalan raya, pemahaman outer ring road belum ada. Jalan pos trans-Java yang dimulai 1810 dari Anjer (barat) ke Panaroekan (timur) justru (hanya) memperkuat jalur Oosterweg. Sebab, jalan pos trans-Java dari Anjer (Banten),Tangerang langsung ke Batavia, dan dari Batavia ke Weltevreden (Gambir) lalu Meester Cornelis (Jatinegara) dan kemudian ke Buitenzorg via Tjimanggis.