Sabtu, 11 Juli 2026

Sejarah Tjipto (2): Organisasi Kebangsaan; Dari Medan Perdamaian, Sjarikat Tapanoeli, Boedi Oetomo hingga Indisch Vereeniging


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Dr Tjipto di blog ini Klik Disini

Pada tahun 1905 Tjipto Mangoenkoesoemo lulus sekolah Docter Djawa School di Batavia. Dr Tjipto (Mangoenkoesoemo) dan Dr Abdoel Hakim (Nasoetion) yang sama-sama lulus keduanya ditempatkan di Stadsverband (rumah sakit kota) di Batavia sebagai dokter pribumi (lihat Bataviaasch nieuwsblad, 01-12-1905). Saat ini sudah ada organisasi-organisasi kebangsaan Indonesia (baca: pribumi) yang telah terbentuk: Societeit Paroekoenan di Bandoeng (1897), Medan Perdamaian di Padang (1900), Vereeniging Ambon di Ambon (1900) dan Sjarikat Tapanoeli di Medan (1905). Sejarah Pers di Indonesia


Pada tahun 1907, Wahidin Soedirohoesodo melakukan kunjungan ke Stovia dan bertemu para pelajar dan menyerukan gagasan untuk membentuk organisasi yang dapat mengangkat derajat bangsa. Selain itu, Sudirohusodo juga ingin mendirikan sebuah organisasi di bidang pendidikan untuk bisa membantu biaya orang-orang pribumi yang berprestasi dan mempunyai keinginan untuk bersekolah. Selanjutnya, Soetomo bersama dengan Soeradji mengadakan pertemuan dengan para pelajar STOVIA yang lain, untuk membicarakan gagasan organisasi yang disampaikan oleh Sudirohusodo. Lalu diadakan pertemuan dan membentuk sebuah organisasi yang diberi nama "Perkumpulan Boedi Oetomo" pada tanggal 20 Mei 1908 di Batavia. Tokoh yang tercatat sebagai pendiri Boedi Oetomo terdiri dari 9 orang, yaitu Mohammad Soelaiman, Gondo Soewarno, Goenawan Mangoenkoesoemo, Raden Angka Prodjosoedirdjo, Mohammad Saleh, Raden Mas Goembrek, Soetomo, Soeradji Tirtonegoro, dan tentunya Wahidin Soedirohoesodo sebagai penggagasnya. Soetomo menjadi ketua dan Soelaeman Affandi Kartadjoemena, sebagai wakilnya. Pengurus lainnya terdiri dari Gondo Soewarno sebagai sekretaris I, dan Goenawan sebagai sekretaris II, serta bendahara yang dijabat oleh Angka Prodjosoedirdjo. Sisa pendiri lainnya menjabat sebagai komisaris (Wikipedia) 

Lantas bagaimana sejarah organisasi kebangsaan Indonesia? Seperti disebut di atas, saat Tjipto Mangoenkoesoemo lulus sekolah Docter Djawa School di Batavia 1905 sudah ada sejumlah organisasi kebangsaan Indonesia. Lalu bagaimana sejarah organisasi kebangsaan Indonesia? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.Sejarah Bahasa Indonesia

Jumat, 10 Juli 2026

Sejarah Dr Tjipto (1): Anak Seorang Guru, Tjipto Mangoenkoesoemo Studi di Sekolah Kedokteran; Docter Djawa school di Batavia


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Dr Tjipto di blog ini Klik Disini

Tentang Tjipto Mangoenkoesoemo sudah banyak ditulis. Tentu saja ada yang dalam bentuk buku. Serial artikel ini tidak merujuk pada tulisan-tulisan yang sudah ada. Sumber utama yang digunakan dalam serial artikel ini adalah ‘sumber primer’ sejaman seperti surat kabar dan majalah. Oleh karena itu, dalam penulisan serial artikel ini dapat dikatakan upaya kembali untuk menulis sejarah Tjipto Mangoenkoesoemo. Sejarah Catur di Indonesia


Tjipto Mangoenkoesoemo dilahirkan pada 4 Maret 1886 di Pecangaan, Jepara. Ia adalah putra tertua dari Mangunkusumo, seorang priyayi rendahan. Karier Mangunkusumo diawali sebagai guru bahasa Melayu di sebuah sekolah dasar di Ambarawa, kemudian menjadi kepala sekolah pada sebuah sekolah dasar di Semarang dan selanjutnya menjadi pembantu administrasi pada Dewan Kota di Semarang. Sementara, sang ibu adalah keturunan dari tuan tanah di Mayong, Jepara. Cipto beserta adik-adiknya yaitu Gunawan, Budiardjo, dan Syamsul Ma’arif bersekolah di Stovia, sementara Darmawan, adiknya bahkan berhasil memperoleh beasiswa dari pemerintah Belanda untuk mempelajari ilmu kimia industri di Universitas Delft. Si bungsu, Sujitno terdaftar sebagai mahasiswa Rechtshoogeschool di Batavia. Ketika menempuh pendidikan di Stovia, Cipto mulai memperlihatkan sikap yang berbeda dari teman-temannya. Teman-teman dan guru-gurunya menilai Cipto sebagai pribadi yang jujur, berpikiran tajam, dan rajin. Berbeda dengan teman-temannya yang suka pesta dan bermain, Cipto lebih suka menghadiri ceramah-ceramah orang, baca buku, dan main catur. Baginya, Stovia adalah tempat untuk menemukan dirinya (Wikipedia) 

Lantas bagaimana sejarah Tjipto Mangoenkoesoemo anak seorang guru studi di sekolah kedokteran? Seperti disebut di atas, tentang Tjipto Mangoenkoesoemo sudah banyak ditulis dan ada yang dalam bentuk buku. Lalu bagaimana sejarah Tjipto Mangoenkoesoemo anak seorang guru studi di sekolah kedokteran? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe. Metode Riset Bisnis

Rabu, 08 Juli 2026

Sejarah Casajangan (9): Guru Sekolah Guru di Djatinegara; Dari Indische Vereeniging ke Kongres Hindia hingga Kongres Pemuda


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Soetan Casajangan di blog ini Klik Disini

Soetan Casajangan adalah seorang guru. Guru tetaplah guru. Namun di luar kewajibannya untuk mengabdi sebagai guru, Soetan Casajangan terus meningkatkan studinya, membangun persatuan bangsa, banyak menulis termasuk di surat kabar dan majalah. Soetan Casajangan menjembatani antara orang Belanda dengan orang pribumi, mengadvokasi pentingnya percepatan peningkatan pendidikan pribumi. Jumlah mahasiswa menjadi semakin banyak yang kemudian di atas landasan persatuan mulai berpolitik dan berjuang untuk demi kemerdekaan Indonesia. Soetan Casajangan adalah inisiator pendirian Indische Vereeniging di Belanda tahun 1908. Deepublish


Pada periode pasca Perang Dunia I, Indische Vereeniging (IV) mulai mengalami proses politisasi secara bertahap. Salah satu tokoh penting dalam fase awal ini adalah Ahmad Subardjo, yang menjabat sebagai ketua organisasi pada periode 1919-1921. Dalam masa Kepemimpinannya, orientasi organisasi mulai bergeser dari perkumpulan mahasiswa yang bersifat sosial menjadi forum diskusi kebangsaan dan politik, dengan penekanan pada kesadaran nasional dan posisi Indonesia dalam konteks internasional. Pada September 1922, saat pergantian ketua antara Dr Soetomo dan Herman Kartowisastro organisasi ini berubah nama menjadi Indonesische Vereeniging. Saat itu istilah "Indonesier" dan kata sifat "Indonesich" sudah tenar digunakan oleh para pemrakarsa Politik Etis. Para anggota PI juga memutuskan untuk menerbitkan kembali majalah Hindia Poetra. Saat Iwa Koesoemasoemantri menjadi ketua pada 1923, PI mulai menyebarkan ide non-kooperasi yang mempunyai arti berjuang demi kemerdekaan tanpa bekerjasama dengan Belanda. Tahun 1924, saat M. Nazir Datuk Pamoentjak menjadi ketua, nama majalah Hindia Poetra berubah menjadi Indonesia Merdeka. Tahun 1925 saat Soekiman Wirjosandjojo nama organisasi ini resmi berubah menjadi Perhimpunan Indonesia (PI). Meohamad Hatta menjadi ketua PI sejak awal tahun 1926 (AI Wikipedia) 

Lantas bagaimana sejarah Soetan Casajangan guru di sekolah guru (Normaalschool) di Djatinegara? Seperti disebut di atas, Soetan Casajangan adalah seorang guru. Guru tetaplah guru, namun kiprahnya di luar itu tidak terhingga banyaknya. Lalu bagaimana sejarah Soetan Casajangan guru di sekolah guru (Normaalschool) di Djatinegara? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe. Sejarah Mahasiswa di Indonesia

Minggu, 05 Juli 2026

Sejarah Casajangan (8): Perang Eropa dan Gerakan Indie Weerbaar; Dewan Volksraad dan Technisch Hooegeschool Bandoeng


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Soetan Casajangan di blog ini Klik Disini

Apakah cara berpikir Soetan Casajangan bersifat intuitif? Soetan Casajangan ingin studi ke Belanda tetapi tidak bisa berbahasa Belanda. Soetan Casajangan belajar bahasa Belanda dan pada bulan Juni 1904 berangkat studi ke Belanda. Jumlah mahasiswa baru 15 orang di Belanda, Soetan Casajangan mendirikan organisasi mahasiswa Indische Vereeniging pada bulan Oktober 1908. Banyak pelajar pintar pribumi ingin studi ke Belanda tetapi tidak mampu, Soetan Casajangan menggagas Studiefonds. Segera setelah perang di Eropa meletus, Soetan Casajangan menggagas cara terbaik untuk mempertahankan negara Indonesia dari musuh asing. Soetan Casajangan lebih suka bermain catur daripada bermain sepak bola. Sejarah Mahasiswa di Indonesia


Indie Weerbaar (Pertahanan Hindia) adalah sebuah gerakan dan komite yang dibentuk pada tahun 1916 di Hindia Belanda (sekarang Indonesia) untuk mengadvokasi pembentukan milisi sipil bumi putera demi memperkuat pertahanan militer koloni menghadapi Perang Dunia I. Gerakan ini memicu perdebatan sengit di kalangan tokoh pergerakan nasional serta mengubah arah perjuangan politik di Indonesia. Pengusaha dan tokoh pertahanan seperti KAR Bosscha mendirikan Comite Indie Weerbaar pada tahun 1916 untuk mendesak pembentukan milisi lokal yang melibatkan warga pribumi. Gagasan mengenai wajib militer bagi warga pribumi ini memecah opini organisasi pergerakan nasional di Indonesia. Organisasi seperti Budi Utomo dan sebagian tokoh Sarekat Islam (SI) mendukung gagasan ini. Mereka bersedia membantu pertahanan Belanda, namun dengan syarat (barter politik) agar pemerintah Belanda memberikan hak politik dan membentuk parlemen bagi rakyat Hindia Belanda. Pada awal tahun 1917, Comite Indie Weerbaar mengirimkan delegasi resmi ke Belanda, seperti Abdoel Moeis (wakil Sarekat Islam) dan Dwidjosewojo (wakil Budi Utomo). Pemerintah Kerajaan Belanda di Amsterdam akhirnya menolak usulan wajib militer atau milisi pribumi tersebut karena kekhawatiran persenjataan itu justru akan digunakan pribumi untuk memberontak (AI Wikipedia) 

Lantas bagaimana sejarah perang Eropa dan gerakan Indie Weerbaar? Seperti disebut di atas, Soetan Casajangan memiliki cara berpikir yang cenderung intuitif berpikir secara alamiah sebelum dampaknya terlihat benar-benar nyata. Hal itulah mengapa perlu studi ke Belanda, mengapa organisasi mahasiswa didirikan, mengapa studiefond dibentuk dan mengapa perlu menggalang potensi penduduk untuk mempertahankan negara dan bangsa. Lalu bagaimana sejarah Oost en West dan gerakan Indie Weerbaar? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Jumat, 03 Juli 2026

Sejarah Casajangan (7): Sorip Tagor Masa Awal Perjuangan Politik, Ekonomi; Kongres Hindia 1917 dan Adopsi Nama Indonesia


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Soetan Casajangan di blog ini Klik Disini

Sorip Tagor adalah penerus Soetan Casajangan di Belanda. Sorip Tagor tidak sendiri di Belanda, juga ada nama Baginda Djamaloedin dan Tan Malaka. Penghubung antar dua generasi itu adalah Soetan Goenoeng Moelia. Sementara Indisch Vereeniging juga tetap relevan di Belanda. Hanya saja di masa Sorip Tagor dkk situasi dan kondisinya telah berubah jika dibandingkan di masa Soetan Casajangan dkk. Soetan Goenoeng Moelia tiba di Belanda pada tahun 1910 dan Soetan Casajangan kembali ke tanah air tahun 1913 (pada tahun dimana trio Sorip Tagor, Baginda Djamaloedin dan Tan Malaka berangkat studi ke Belanda). Pengantar Studi Kelayakan Bisnis


Kongres Pendidikan Kolonial Pertama (Eerste Koloniaal Onderwijs-Congres) diadakan pada tanggal 28 hingga 30 Agustus 1916 di Den Haag. Kongres ini dipimpin oleh JH Abendanon, mantan Direktur Pendidikan, Agama, dan Kerajinan Hindia Belanda yang dikenal sebagai pendukung kemajuan pendidikan bumiputra. Pertemuan bersejarah ini mengumpulkan para pejabat kolonial, pendidik, misionaris, serta mahasiswa asal Hindia Belanda (Indonesia) yang sedang belajar di Belanda guna merumuskan arah kebijakan pendidikan bagi masyarakat pribumi. Peran Mr C Th van Deventer (tokoh utama Politik Etis) sangat besar di balik terselenggaranya kongres tersebut melalui advokasi pendidikan bagi kaum pribumi. Kongres Mahasiswa Hindia 1917 adalah pertemuan mahasiswa dari tanah jajahan di Belanda pada 23-24 November 1917 di Leiden. Digagas oleh Hubertus Johannes van Mook melalui Indologie Vereniging, kongres ini menjadi wadah musyawarah perwakilan pelajar untuk mengumpulkan aspirasi mengenai masa depan koloni Hindia Belanda. Jong Sumatranen Bond adalah organisasi kepemudaan yang didirikan di Batavia pada 9 Desember 1917 oleh para pelajar Sumatra. Bertujuan mempererat persatuan antarpelajar asal Sumatra dan memajukan budayanya (AI Wikipedia)

Lantas bagaimana sejarah Sorip Tagor dan awal perjuangan politik dan ekonomi Indonesia? Seperti disebut di atas, Sorip Tagor dapat dikatakan adalah penerus Soetan Casajangan di Belanda. Lalu bagaimana sejarah Sorip Tagor dan awal perjuangan politik dan ekonomi Indonesia? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe. Sejarah Bahasa Indonesia

Kamis, 02 Juli 2026

Sejarah Casajangan (6): Perjuangan dan Ide Studiefond; Kembali ke Tanah Air 1913 Jadi Direktur Sekolah Guru di Fort de Kock


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Soetan Casajangan di blog ini Klik Disini

Studiefond (dana studi/beasiswa) dan Soetan Casajangan Soripada adalah dua elemen penting yang saling terkait erat dalam sejarah gerakan pendidikan dan nasionalisme awal Indonesia di era kolonial Hindia Belanda. Meskipun Soetan Casajangan paling dikenal sebagai pendiri dan ketua pertama Indische Vereeniging (Perhimpunan Hindia) di Belanda pada tahun 1908, Soetan Casajangan memiliki peran besar dalam gagasan pendanaan studi (studiefonds) bagi anak-anak pribumi. Metode Riset Bisnis


Sekolah guru Kweekschool Fort de Kock adalah sekolah pendidikan guru pertama di Sumatra yang didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda pada 1 April 1856 di Fort de Kock (kini Bukittinggi). Sekolah ini didirikan atas saran penasihat pendidikan kolonial, Pendeta SA Buddingh, untuk menghasilkan guru dan pegawai kolonial. Sejak sekolah guru di Tanobato, onderafdeeling Mandailing, afdeeling Angkola Mandailing, Residentie Tapanoeli 1865 dinegerikan pada tahun 1865, sekolah guru di Fort de Kock bahasa yang digunakan di dua sekolah guru tersebut adalah bahasa Belanda dan bahasa Melayu. Sekolah guru Fort de Kock ini juga pernah dijadikan sebagai Sekolah Radja (semacam OSVIA/MOSVIA). Sekolah guru Fort de Kock  juga melahirkan tokoh Indonesia seperti Tan Malaka dan AH Nasution. Kompleks bangunan bersejarah Kweekschool Fort de Kock ini sekarang masih aktif digunakan sebagai gedung SMA Negeri 2 Bukittinggi (AI Wikipedia) 

Lantas bagaimana sejarah perjuangan Soetan Casajangan dan studiefond untuk pendidikan pribumi? Seperti disebut di atas, perjuangan Soetan Casajangan tidak hanya mempersatukan anak bangsa, juga memperjuangan pendidikan pribumi di hadapan orang Belanda. Lalu bagaimana sejarah perjuangan Soetan Casajangan dan studiefond untuk pendidikan pribumi? Lalu bagaimana sejarah bahasa Esperanto, Bahasa Indonesia bahasa pemersatu dunia? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe. Sejarah Willem Iskander Pionir Pendidikan Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026

Sejarah Casajangan (5): Sarjana Pendidikan Pertama Indonesia; Boedi Oetomo Mengirim Sjamsi Widagda Diasuh Soetan Casajangan


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Soetan Casajangan di blog ini Klik Disini

Dalam narasi sejarah masa kini disebutkan sarjana pertama Indonesia adalah Raden Mas Panji Sosrokartono. Fakta yang benar adalah dokter Asmaoen asal Malang yang meraih gelar dokter di Amsterdam pada tahun 1907. Lalu siapa sarjana pendidikan Indonesia pertama? Tidak ada yang pernah menulisnya. Siapa doktor ekonomi Indonesia pertama juga tidak ada yang pernah menulisnya. Sejarah Bahasa Indonesia


Dr Samsi Sastrawidagda (lahir: Solo, 13 Maret 1894-wafat 1963) adalah Menteri Keuangan Pertama Indonesia. Ia menempuh pendidikan ekonomi dan hukum negara di Sekolah Tinggi Dagang (Handels-hogeschool) di Rotterdam. Gelar akademik terakhir yang didapat tahun 1925 adalah gelar Doktor dengan disertasi De Ontwikkeling v.d handels politik van Japan. Selama di Rotterdam, ia dikenal sebagai pemukul gong dalam perkumpulan gamelan pribumi. Perjalanan karier di Kementerian Keuangan dirintis sejak Sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) yang kedua (19 Agustus 1945). PPKI menunjuk Samsi Sastrawidagda, Kepala Kantor Tata Usaha dan Pajak di Surabaya pada masa pendudukan Jepang, sebagai Menteri Keuangan pada kabinet RI pertama (Kabinet Bucho/presidensial). Sebagai Menteri Keuangan, Samsi tidak pernah memimpin Kementerian Keuangan secara langsung. Bahkan belum sempat menyusun perencanaan. Kondisi fisiknya yang sering sakit-sakitan menjadikan ia lebih memilih tinggal di Surabaya. Pada tanggal 26 September 1945 ia mengundurkan diri menjadi Menteri Keuangan kemudian A.A. Maramis yang sebelumnya Menteri Negara dilantik menjadi Menteri Keuangan (Wikipedia) 

Lantas bagaimana sejarah sarjana pendidikan pertama Indonesia? Seperti disebut di atas, banyak sarjana pertama Indonesia keliru dalam narasi sejarah Indonesia. Satu yang jelas mahasiswa keguruan (jurusan pendidikan) pertama Indonesia adalah Soetan Casajangan. Karena hal itu, Boedi Oetomo mengirim guru muda Sjamsi Widagda studi keguruan ke Belanda yang kemudian dititipkan kepada Soetan Casajangan. Setelah mendapat akta guru, Sjamsi Widagda melanjutkan studi di bidang ekonomi. Lalu bagaimana sejarah sarjana pendidikan pertama Indonesia? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe. Sejarah Catur di Indonesia

Selasa, 30 Juni 2026

Sejarah Voli (2): Voli Awalnya Tidak Dikenal di Eropa; Voli Buatan Amerika Itu Mengapa Lebih Dulu Dikenal Luas di Asia Timur?


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Voli Indonesia di blog ini Klik Disini

Olahraga voli lahir di Amerika Serikat (1895). Pada awalnya tidak terinformasikan, bahkan di Eropa permainan voli sendiri tidak dikenal. Lalu bagaimana olahraga voli “made in America” ini menyebar dan kini telah meliputi seluruh dunia? Yang jelas Amerika adalah tujuan orang Eropa sejak dulu, akibatnya semua cabang olahraga di Eropa menyebar ke Eropa. Hal itulah, mengapa, alih-alih voli diperkenalkan pertama di Eropa, tetapi yang muncul lebih awal justru di Asia Tenggara (Filipina). Akan tetapi orang Filipina sendiri tampaknya tidak akurat dengan sejarah volinya. Deepublish


Sejarah voli di Filipina mengacu pada sejarah voli di Filipina sebagai rekreasi dan sebagai olahraga. Sejarah voli Filipina dimulai pada tahun 1910 ketika Filipina masih merupakan wilayah Amerika Serikat (1898–1935). Permainan voli diperkenalkan kepada orang Filipina oleh seorang Amerika bernama Elwood S Brown, yang saat itu menjabat sebagai Direktur Fisik Young Men's Christian Association (YMCA). Voli menjadi permainan populer yang dimainkan di halaman belakang rumah dan di pantai-pantai di kepulauan tersebut. Pada awalnya, orang Filipina menciptakan aturan permainan mereka sendiri. Tentara AS yang ditugaskan di berbagai pulau di Filipina selama periode tersebut juga membantu penyebaran voli secara luas di kalangan orang Filipina. Para prajurit Amerika ini mendorong orang Filipina untuk bergabung dengan mereka bermain voli selama waktu luang mereka dari tugas militer (Wikipedia). 

Lantas bagaimana sejarah voli awalnya tidak dikenal di Eropa? Seperti disebut di atas, Amerika adalah tujuan orang Eropa sejak dulu, akibatnya semua cabang olahraga di Eropa menyebar ke Eropa. Voli asal Amerika Serikat tersebut populer di Asia Timur? Lalu bagaimana sejarah voli awalnya tidak dikenal di Eropa? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Senin, 29 Juni 2026

Sejarah Voli (1): Awal Mula Voli Indonesia; Pesta Olahraga Kejuaraan Timur Jauh 1923 di Osaka dan Olimpiade 1964 di Tokyo


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Voli Indonesia di blog ini Klik Disini

Baru saja Indonesia juara. Timnas Voli Putra Indonesia sukses mencetak sejarah dengan menjuarai AVC Men's Volleyball Cup 2026 untuk pertama kalinya setelah menumbangkan raksasa Asia, Korea Selatan, di partai final. Pertandingan Grand Final tersebut berlangsung pada Minggu, 28 Juni 2026 pukul 20.30 WIB disiarkan secara langsung melalui stasiun Moji TV. Skuad Garuda tampil perkasa dan menang telak tiga set langsung dengan skor 34-32, 25-16, dan 25-23. Laga puncak yang digelar di Veer Savarkar Sports Complex, Ahmedabad, India tersebut menjadi saksi keperkasaan Timnas Indonesia. Sejarah Sepak Bola di Indonesia


Bola voli masuk ke Indonesia pada masa penjajahan Belanda sekitar tahun 1928. Permainan ini diperkenalkan oleh guru-guru pendidikan jasmani pada sekolah lanjutan Hindia Belanda seperti HBS dan AMS. Setelah Indonesia merdeka, olahraga ini semakin digemari masyarakat dan resmi menjadi cabang olahraga pada Pekan Olahraga Nasional 1951 di Jakarta. Pada tahun 1954, muncul beberapa perhimpunan bola voli antardaerah, seperti Ikatan Perhimpunan Volleyball Soerabaja (IPVOS) dan Persatuan Volleyball Indonesia Djakarta (PERVID). Pada tahun yang sama, kedua perhimpunan bola voli tersebut mulai mempersiapkan pembentukan induk organisasi bola voli di Indonesia. Pada 22 Januari 1955, Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia didirikan, dengan Willem Johannes Latumeten ditetapkan sebagai ketua pertama organisasi ini. Penyelenggaraan Kejuaraan Nasional Bola Voli yang diadakan bersamaan dengan penyelenggaraan kongres nasional federasi yang diselenggarakan perdana pada 28-30 Mei 1955 di Jakarta. Badan ini kemudian diakui oleh Federasi Bola Voli Internasional pada tahun 1959. Sejak 1969, kejuaraan difokuskan sebagai bagian dari pertandingan pada cabang olahraga Pekan Olahraga Nasional (Wikipedia). 

Lantas bagaimana sejarah awal mula olharga voli di Indonesia? Seperti disebut di atas, dalam narasi sejarah masa kini, voli masuk ke Indonesia pada tahun 1928. Bagaimana bisa? Yang jelas, Pesta Olahraga Kejuaraan Timur Jauh diadakan pertama di Osaka tahun 1923. Cabang olahrga voli sendiri di olimpiade baru disertakan pada Olimpiade 1964 di Tokyo. Lalu bagaimana sejarah awal mula olharga voli di Indonesia? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe. Sejak Klub Como 1907 segera terbit Deepublish

Sejarah Casajangan (4): Jumlah Mahasiswa Makin Banyak; Soetan Casajangan Dirikan Organisasi Mahasiswa Indisch Vereeniging


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Soetan Casajangan di blog ini Klik Disini

Perhimpunan Indonesia (PI) adalah organisasi pergerakan nasional pertama yang menggunakan istilah "Indonesia" dan secara terang-terangan menuntut kemerdekaan penuh bagi bangsa Indonesia. Didirikan di Belanda pada 5 November 1908, organisasi ini awalnya bernama Indische Vereeniging sebelum bertransformasi menjadi kekuatan politik radikal yang memperjuangkan prinsip self-help (menolong diri sendiri) dan non-kooperasi terhadap penjajah (AI Wikipedia). Tentu saja narasi tersebut banyak salahnya. Sejarah Catur di Indonesia


Perhimpunan Hindia (Indische Vereeniging), dikenal juga sebagai Perhimpunan Indonesia atau PI (Indonesische Vereeniging), adalah organisasi pelajar dan mahasiswa Hindia Belanda yang berdiri pada tahun 1908. Indische Vereeniging berdiri atas prakarsa Soetan Kasajangan Soripada Harahap dan R.M. Noto Soeroto. Sejak Cipto Mangoenkoesoemo dan Soewardi Soerjaningrat masuk, pada 1913, mulailah mereka memikirkan mengenai masa depan Indonesia. Mereka mulai menyadari betapa pentingnya organisasi tersebut bagi bangsa Indonesia. Semenjak itulah Indische Vereeniging memasuki kancah politik. Waktu itu pula Indische Vereeniging menerbitkan sebuah buletin yang diberi nama Hindia Poetera, tetapi isinya sama sekali tidak memuat tulisan-tulisan bernada politik (Wikipedia). 

Lantas bagaimana sejarah jumlah mahasiswa Indonesia di Belanda semakin banyak? Seperti disebut di atas, dalam narasi sejarah Indonesia banyak yang keliru, yang perlu diluruskan. Satu yang jelas Soetan Casajangan mendiri9kan organisasi mahasiswa Indonesia di Belanda tahun 1908 dengan nama Indisch Vereeniging. Lalu bagaimana sejarah jumlah mahasiswa Indonesia di Belanda semakin banyak? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe. Deepublish

Sabtu, 27 Juni 2026

Sejarah Belanda di Indonesia (5): Nama Indo Diperkenalkan oleh Prof AA Fokker; Nama Indonesia Diperkenalkan RJ Logan


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Balanda di Indonesia di blog ini Klik Disini

Jauh sebelum nama Indonesia muncul, sudah eksis nama Nusantara, nama bahasa asli penduduk kepulauan yang digabungkan dari dua kata: nusa (pulau) dan antara (di antara atau seberang). Secara harfiah bermakna "pulau-pulau yang berada di antara" dua benua (Asia dan Australia) atau gugusan pulau di luar daratan utama. Lalu orang Eropa melihat letak Nusantara berada di timur India. Hal itu menyebabkan muncul sebutan kepulauan India/Hindia Timur (Oost Indie Archipel/East India Archipelago). Kepulauan sendiri dibedakan dengan semenanjung (peninsula) seperti Italia dan Malaya. Jadi tidak pernah disebut Kepulauan Italia. Dalam konteks inilah muncul nama Indonesia dan Kepulauan Indonesia (bukan The Malay Archipelago). Deepublish

 

Asal-usul kata "Indo" secara etimologi berasal dari bahasa Yunani Kuno, yaitu Indus (Ἰνδός) atau Indos, yang berarti "India" atau "Hindia". Dalam perkembangannya, kata ini memiliki beberapa konteks penggunaan yang berbeda, mulai dari nama negara hingga kategori identitas manusia. Dalam konteks nama negara kita, "Indo" merupakan potongan dari kata "Indonesia". Pada tahun 1850, dua ilmuwan Inggris bernama George Samuel Windsor Earl dan James Richardson Logan mencari nama khas untuk wilayah kepulauan jajahan Belanda (saat itu disebut Hindia Belanda) agar tidak tertukar dengan India. Kata "Indonesia" diciptakan dengan menggabungkan dua kata Yunani: "Indo" (Hindia/India) dan "Nesia" (dari kata Nesos yang berarti pulau atau kepulauan). Secara harfiah, Indonesia berarti "Kepulauan Hindia". Dalam catatan sejarah kolonial, kata "Indo" (berdiri sendiri) digunakan sebagai singkatan formal untuk menyebut Orang Indo (Indo-Europeans). Sebutan ini merujuk pada kelompok orang yang memiliki darah campuran (blasteran) antara leluhur Eropa (mayoritas Belanda) dan pribumi Indonesia. Pada masa Hindia Belanda, komunitas ini memiliki status sosial tersendiri yang berada di antara warga Eropa murni dan masyarakat bumiputera. Dalam dunia linguistik dan sains internasional, kata "Indo-" digunakan sebagai awalan untuk menunjukkan hubungan dengan India atau Anak Benua India contohnya Indo-European (Indo-Eropa): Indo-China (Indochina) (AI Wikipedia) 

Lantas bagaimana sejarah nama Indo diperkenalkan oleh Prof AA Fokker? Seperti disebut di atas, nama Indonesia kemudian disingkat Indo, yang kemudian ditambahkan Eropa menjadi Indo-Eropa bagi warga yang tingga di Indo-nesia. Dalam hal ini nama Indonesia sendiri diperkenalkan Dr RJ Logan. Lalu bagaimana sejarah nama Indo diperkenalkan oleh Prof AA Fokker? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe. Sejarah Catur di Indonesia

Jumat, 26 Juni 2026

Sejarah Casajangan (3): Berangkat Studi ke Belanda 1903;Charles Adrian van Ophuijsen Diangkat Sebagai Profesor di Univ. Leiden


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Soetan Casajangan di blog ini Klik Disini

Organisasi kebangsaan Indonesia pertama telah didirikan di Padang pada tahun 1900 yang dipimpin Dja Endar Moeda. Di Medan pada tahun 1905 di Medan didirikan Sjarikat Tapanoeli sebagai tempat berhimpun dan wadah pergerakan bagi tokoh-tokoh bumiputera. Para pemuda Sjarikat Tapanoeli mendirikan klub sepak bola (Tapanoeli Voetbalclub). Organisasi kebangsaan di Medan ini kemudian mendirikan NV Sjarikat Tapanoeli yang menjadi badan usaha dalam penerbitan surat kabar Pewarta Deli (1909). Sejarah Mahasiswa di Indonesia


Adriaan van Ophuijsen (disingkat Ch.A. Ophuijsen; 31 Desember 1854 – 19 Februari 1917) adalah seorang linguis Belanda kelahiran Solok. Ia berperan dalam perumusan Ejaan van Ophuijsen yang digunakan di Hindia Belanda sebelum digantikan dengan Ejaan Republik. Ophuijsen juga gemar mempelajari bahasa berbagai suku di Hindia Belanda. Pada tahun 1896, Ia ditugaskan oleh Pemerintah Belanda untuk menstandardisasikan aksara Latin untuk bahasa Melayu dengan dibantu oleh Nawawi Soetan Makmoer dan Moh. Taib Sultan Ibrahim sehingga van Ophuijsen berhasil menyusun Kitab Logat Melajoe pada tahun 1901. Buku tersebut kelak menjadi pedoman tata bahasa yang kemudian dikenal dengan nama Ejaan van Ophuijsen dan secara resmi diakui pemerintah kolonial pada tahun 1901. Pada tahun 1879 menerbitkan buku berjudul Kijkjes in Het Huiselijk Leven Volkdicht (Pengamatan Selintas Kehidupan Kekeluargaan Suku Batak) dan Maleische Spraakkunst (Tata Bahasa Melayu). Pemerintah kolonial kemudian mengangkatnya menjadi guru besar ilmu bahasa dan kesusasteraan Melayu di Universitas Leiden pada 1904 (Wikipedia)

Lantas bagaimana sejarah Soetan Casajangan berangkat ke Belanda 1903 studi keguruan? Seperti disebut di atas, organisasi kebangsaan Indonesia pertama telah didirikan di Padang pada tahun 1900. Dalam konteks inilah Soetan Casajangan berangkat studi ke Belanda 1903 dan kemudian mendirikan Perhimpunan Hindia (Indisch Vereeniging) tahun 1908. Lalu bagaimana sejarah Soetan Casajangan berangkat ke Belanda 1903 studi keguruan? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe. Deepublish

Kamis, 25 Juni 2026

Sejarah Casajangan (2): Dja Endar Moeda dan Medan Perdamaian; Pemimpin Redaksi Surat Kabar Melayu Pertja Barat di Padang


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Soetan Casajangan di blog ini Klik Disini

Soetan Casajangan Soripada memiliki kaitan yang kuat dengan Kweekschool Padang Sidempoean dan Charles Adrian van Ophuijsen. Soetan Casajangan Soripada juga memiliki kaitan yang kuat dengan Dja Endar Moeda. Sama-sama guru dari sekolah yang sama, aktif di jurnalistik. Dja Endar Moeda pendiri organisasi kebangsaan pertama di Indonesia, Soetan Casajangan Soripada pendiri organisasi kebangsaan pertama di Belanda. Namun sayang banyak narasi sejarah yang ditulis tentang mereka kurang akurat. Sebagai contoh kutipan Wikipedia di bawah ini kweekschool Padang Sidimpuan didirikan oleh Willem Iskander [3]. Namun kutipan dari SindoNews keliru, sementara yang dikutip dari PoestahaDepok tidak demikian. Sejarah Pers di Indonesia


Dja Endar Moeda Harahap adalah perintis pers berbahasa Melayu kelahiran Padang Sidempuan, 1861. Dididik sebagai guru di sekolah pengajaran guru, kariernya di dunia pers dimulai sebagai redaktur untuk jurnal bulanan Soeloeh Pengadjar pada 1887.[1]. Pada 1884, ia lulus dari kweekschool Padang Sidimpuan.[2] Sekolah ini merupakan sekolah yang didirikan oleh Willem Iskander.[3] Selama bersekolah, Moeda menjadi salah satu murid Charles Adrian van Ophuijsen.[4] Selepas lulus, ia diangkat menjadi guru pembantu di Air Bangis, lalu menjadi kepala sekolah di Batahan, Mandailing Natal pada 1886.[2] Selama menjadi guru, ia juga menjabat sebagai editor untuk Soeloeh Pengadjar karena kemahirannya dalam Bahasa Belanda yang merupakan jurnal pendidikan yang diterbitkan di Probolinggo pada 1887.[5] Dia dipindahkan dari Batahan ke Singkil dan melakukan ibadah haji pada 1892.[6] Selain naik haji, ia juga melakukan ziarah ke makam ayahnya yang meninggal di Makkah.[7] Berdasarkan catatan perjalanan haji yang diterbitkannya di Bintang Hindia berjudul Perdjalanan ke Tanah Tjoetji (Wikipedia) 

Lantas bagaimana sejarah Dja Endar Moeda dan Medan Perdamaian? Seperti disebut di atas, Soetan Casajangan Soripada memiliki kaitan yang kuat dengan Dja Endar Moeda. Sama-sama guru dari sekolah yang sama, aktif di jurnalistik. Dja Endar Moeda pendiri organisasi kebangsaan pertama di Indonesia, Soetan Casajangan Soripada pendiri organisasi kebangsaan pertama di Belanda. Lalu bagaimana sejarah Dja Endar Moeda dan Medan Perdamaian? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe. Deepublish

Selasa, 23 Juni 2026

Sejarah Casajangan (1): Maharadja Soetan dan Sekolah Guru di Padang Sidempoean; Charles Adrian van Ophuijsen Menjadi Guru


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Soetan Casajangan di blog ini Klik Disini

Narasi sejarah Indonesia, pada dasarnya belum sepenuhnya menggambarkan peta geomorfologis sejarah Indonesia keseluruhan. Yang terkesan adalah di wilayah terntentu narasinya sangat padat dan bahkan data sampah juga dinarasikan. Sementara itu di berbagai wilayah lainnya di Indonesia hanya dikupas tipis-tipis. Bahkan di banyak wilayah di Indonesia bahkan banyak data sejarah yang belum digali sepenuhnya lebih dalam meski sudah diketahui di permukaannya sudah memgandung unsur emas, intan dan sebagainya. Jika digali terus sudah tentu akan lebih memperkaya lagi narasi sejarah Indonesia. Sejarah Willem Iskander Pionir Pendidikan Indonesia


Soetan Casajangan (born Rajiun Harahap, 1874–1927) was a pioneering Indonesian educator and nationalist figure who co-founded the Indische Vereeniging (Indies Association) in the Netherlands, which later transformed into the politically influential Perhimpunan Indonesia. Born in Padang Sidempuan, North Sumatra, he made history as the second student from the Tapanuli region to pursue higher education in Europe. Key Historical Contributions: (1) Indische Vereeniging: He co-founded this student organization in 1908 and served as its first chairman, establishing a crucial hub for early Indonesian nationalist thoughts in Europe. (2) Educational Pioneer: Trained as an educator, he became one of Indonesia's early certified teachers and played a vital role in developing native education systems. (3) National Awakening: His efforts in mobilizing overseas students provided the organizational blueprint for future independent leaders fighting against Dutch colonial rule (AI Wikipedia) 

Lantas bagaimana sejarah Maharadja Soetan dan sekolah guru di Padang Sidempoean? Seperti disebut di atas, data sejarah Indonesia sangat melimpah, bahkan masih banyak yang belum tergali. Sebagai contoh, jika nama Soetan Casajangan Soripada (bukan ditulis dengan Soetan Kasajangan Soripada) dicari tidak ditemukan di Wikipedia. Namun AI Wikipedia masih dapat memberikan deskripsinya dalam bahasa Inggris. Satu yang penting dan terpenting, perjalananya awal Soetan Casajangan Soripada terinformasikan sebagai siswa di sekolah guru Kweekschool Padang Sidempoean yang menjadi salah satu murid kesayangan Charles Adrian van Ophuijsen. Lalu bagaimana sejarah Soetan Casajangan Soripada? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe. Sejarah Bahasa Indonesia

Selasa, 16 Juni 2026

Sejarah Indonesia Jilid 6-8: Nasib Esperanto Bahasa Indonesia Bahasa Pemersatu Dunia; Apakah Bahasa Inggris Bertahan Selamanya


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Indonesia Jilid 1-10 di blog ini Klik Disini

Bahasa Indonesia telah resmi diakui sebagai bahasa internasional setelah ditetapkan sebagai bahasa resmi Konferensi Umum UNESCO pada tanggal 20 November 2023. Status ini menjadikan Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi ke-10 di forum tersebut, bersanding dengan bahasa besar dunia seperti Inggris, Arab, Mandarin, Prancis, Spanyol, Rusia, Hindi, Italia, dan Portugis. Bahasa Indonesia sedang dalam proses strategis menuju pengakuan global. Pemerintah menargetkan bahasa Indonesia menjadi bahasa resmi PBB pada 2045. Sejarah Bahasa Indonesia


Bahasa Esperanto adalah bahasa buatan (bahasa terencana) yang paling banyak digunakan di seluruh dunia. Bahasa ini diciptakan pada tahun 1887 oleh Dr Ludwik Lazar Zamenhof, seorang dokter mata asal Polandia. Tujuan utama pembuatan Esperanto adalah menjadi bahasa bantu internasional yang netral, mudah dipelajari, serta mampu menjembatani perbedaan budaya tanpa menghapus bahasa ibu masing-masing bangsa. Tata bahasanya tidak memiliki pengecualian sama sekali. Setiap huruf hanya memiliki satu bunyi, sehingga ditulis sesuai dengan cara diucapkan. Akar katanya diambil dari bahasa-bahasa Eropa, terutama rumpun Roman, Jermanik, dan Slavia. Menggunakan prefiks dan sufiks yang logis untuk mengubah arti kata dasar secara instan. Bahasa Esperanto menggunakan penanda akhir kata yang konsisten untuk menunjukkan kelas kata:Kata benda selalu diakhiri huruf -o (contoh: amiko = teman). Kata sifat selalu diakhiri huruf -a (contoh: amika = ramah). Kata kerja bentuk sekarang diakhiri -as (contoh: lumas = bersinar). Beberapa contoh frasa dasar sehari-hari: Saluton! = Halo! Dankon. = Terima kasih. Kiel vi fartas? = Bagaimana kabarmu? Mi estas indoneziano. = Saya adalah orang Indonesia. Meskipun belum berhasil menjadi bahasa resmi global, Esperanto tetap hidup sebagai bahasa yang aktif digunakan oleh komunitas internasional (AI Wikipedia) 

Lantas bagaimana sejarah nasib bahasa Esperanto, Bahasa Indonesia bahasa pemersatu dunia? Seperti disebut di atas, diantara bahasa-bahasa dunia terdapat bahasa Esperanto, bahasa yang dibuat baru yang diduga dibuat untuk mengedepankan satu bahasa sebelum bahasa Inggris menyebar di seluruh muka bumi. Bahasa Esperanto ini muncul setelah keberadaan Bahasa Indonesia (yang masih disebut bahasa Melayu) eksis. Ke depan, apakah bahasa Inggris bertahan selamanya? Bagaimana dengan Bahasa Indonesia? Lalu bagaimana sejarah nasib bahasa Esperanto, Bahasa Indonesia bahasa pemersatu dunia? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe. Sejarah Catur di Indonesia