*Untuk melihat semua artikel Sejarah Soetan Casajangan di blog ini Klik Disini
Apakah cara berpikir Soetan Casajangan bersifat intuitif? Soetan Casajangan ingin studi ke Belanda tetapi tidak bisa berbahasa Belanda. Soetan Casajangan belajar bahasa Belanda dan pada bulan Juni 1904 berangkat studi ke Belanda. Jumlah mahasiswa baru 15 orang di Belanda, Soetan Casajangan mendirikan organisasi mahasiswa Indische Vereeniging pada bulan Oktober 1908. Banyak pelajar pintar pribumi ingin studi ke Belanda tetapi tidak mampu, Soetan Casajangan menggagas Studiefonds. Segera setelah perang di Eropa meletus, Soetan Casajangan menggagas cara terbaik untuk mempertahankan negara Indonesia dari musuh asing. Soetan Casajangan lebih suka bermain catur daripada bermain sepak bola. Sejarah Mahasiswa di Indonesia
Indie Weerbaar (Pertahanan Hindia) adalah sebuah gerakan dan komite yang dibentuk pada tahun 1916 di Hindia Belanda (sekarang Indonesia) untuk mengadvokasi pembentukan milisi sipil bumi putera demi memperkuat pertahanan militer koloni menghadapi Perang Dunia I. Gerakan ini memicu perdebatan sengit di kalangan tokoh pergerakan nasional serta mengubah arah perjuangan politik di Indonesia. Pengusaha dan tokoh pertahanan seperti KAR Bosscha mendirikan Comite Indie Weerbaar pada tahun 1916 untuk mendesak pembentukan milisi lokal yang melibatkan warga pribumi. Gagasan mengenai wajib militer bagi warga pribumi ini memecah opini organisasi pergerakan nasional di Indonesia. Organisasi seperti Budi Utomo dan sebagian tokoh Sarekat Islam (SI) mendukung gagasan ini. Mereka bersedia membantu pertahanan Belanda, namun dengan syarat (barter politik) agar pemerintah Belanda memberikan hak politik dan membentuk parlemen bagi rakyat Hindia Belanda. Pada awal tahun 1917, Comite Indie Weerbaar mengirimkan delegasi resmi ke Belanda, seperti Abdoel Moeis (wakil Sarekat Islam) dan Dwidjosewojo (wakil Budi Utomo). Pemerintah Kerajaan Belanda di Amsterdam akhirnya menolak usulan wajib militer atau milisi pribumi tersebut karena kekhawatiran persenjataan itu justru akan digunakan pribumi untuk memberontak (AI Wikipedia)
Lantas bagaimana sejarah Oost en West dan gerakan Indie Weerbaar? Seperti disebut di atas, Soetan Casajangan memiliki cara berpikir yang cenderung intuitif berpikir secara alamiah sebelum dampaknya terlihat benar-benar nyata. Hal itulah mengapa perlu studi ke Belanda, mengapa organisasi mahasiswa didirikan, mengapa studiefond dibentuk dan mengapa perlu menggalang potensi penduduk untuk mempertahankan negara dan bangsa. Lalu bagaimana sejarah Oost en West dan gerakan Indie Weerbaar? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.
