Jumat, 03 Juli 2026

Sejarah Casajangan (7): Sorip Tagor Masa Awal Perjuangan Politik, Ekonomi; Kongres Hindia 1917 dan Adopsi Nama Indonesia


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Soetan Casajangan di blog ini Klik Disini

Sorip Tagor adalah penerus Soetan Casajangan di Belanda. Sorip Tagor tidak sendiri di Belanda, juga ada nama Baginda Djamaloedin dan Tan Malaka. Penghubung antar dua generasi itu adalah Soetan Goenoeng Moelia. Sementara Indisch Vereeniging juga tetap relevan di Belanda. Hanya saja di masa Sorip Tagor dkk situasi dan kondisinya telah berubah jika dibandingkan di masa Soetan Casajangan dkk. Soetan Goenoeng Moelia tiba di Belanda pada tahun 1910 dan Soetan Casajangan kembali ke tanah air tahun 1913 (pada tahun dimana trio Sorip Tagor, Baginda Djamaloedin dan Tan Malaka berangkat studi ke Belanda). Pengantar Studi Kelayakan Bisnis


Pasca Perang Dunia I, Indische Vereeniging mulai mengalami proses politisasi. Salah satu tokoh penting dalam fase awal ini adalah Ahmad Subardjo, ketua organisasi periode 1919-1921. Dalam masa ini, orientasi organisasi mulai bergeser dari perkumpulan mahasiswa yang bersifat sosial menjadi forum diskusi kebangsaan dan politik, dengan penekanan pada kesadaran nasional dan posisi Indonesia dalam konteks internasional. Pada September 1922, saat pergantian ketua antara Dr Soetomo dan Herman Kartowisastro organisasi ini berubah nama menjadi Indonesische Vereeniging. Saat Iwa Koesoemasoemantri menjadi ketua pada 1923, Indonesische Vereeniging mulai menyebarkan ide non-kooperasi yang mempunyai arti berjuang demi kemerdekaan tanpa bekerjasama dengan Belanda. Tahun 1924, saat M Nazir Datuk Pamoentjak menjadi ketua, nama majalah Hindia Poetra berubah menjadi Indonesia Merdeka. Tahun 1925 saat Soekiman Wirjosandjojo nama organisasi ini resmi berubah menjadi Perhimpoenan Indonesia (Wikipedia) 

Lantas bagaimana sejarah Sorip Tagor dan awal perjuangan politik dan ekonomi Indonesia? Seperti disebut di atas, Sorip Tagor dapat dikatakan adalah penerus Soetan Casajangan di Belanda. Lalu bagaimana sejarah Sorip Tagor dan awal perjuangan politik dan ekonomi Indonesia? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe. Sejarah Bahasa Indonesia