Selasa, 23 Juni 2026

Sejarah Casajangan (1): Soetan Casajangan Soripada; Kweekschool Padang Sidempoean Tata Bahasa Charles Adrian van Ophuijsen


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Soetan Casajangan di blog ini Klik Disini

Narasi sejarah Indonesia, pada dasarnya belum sepenuhnya menggambarkan peta geomorfologis sejarah Indonesia keseluruhan. Yang terkesan adalah di wilayah terntentu narasinya sangat padat dan bahkan data sampah juga dinarasikan. Sementara itu di berbagai wilayah lainnya di Indonesia hanya dikupas tipis-tipis. Bahkan di banyak wilayah di Indonesia bahkan banyak data sejarah yang belum digali sepenuhnya lebih dalam meski sudah diketahui di permukaannya sudah memgandung unsur emas, intan dan sebagainya. Jika digali terus sudah tentu akan lebih memperkaya lagi narasi sejarah Indonesia. Sejarah Willem Iskander Pionir Pendidikan Indonesia


Soetan Casajangan (born Rajiun Harahap, 1874–1927) was a pioneering Indonesian educator and nationalist figure who co-founded the Indische Vereeniging (Indies Association) in the Netherlands, which later transformed into the politically influential Perhimpunan Indonesia. Born in Padang Sidempuan, North Sumatra, he made history as the second student from the Tapanuli region to pursue higher education in Europe. Key Historical Contributions: (1) Indische Vereeniging: He co-founded this student organization in 1908 and served as its first chairman, establishing a crucial hub for early Indonesian nationalist thoughts in Europe. (2) Educational Pioneer: Trained as an educator, he became one of Indonesia's early certified teachers and played a vital role in developing native education systems. (3) National Awakening: His efforts in mobilizing overseas students provided the organizational blueprint for future independent leaders fighting against Dutch colonial rule (AI Wikipedia) 

Lantas bagaimana sejarah Soetan Casajangan Soripada? Seperti disebut di atas, data sejarah Indonesia sangat melimpah, bahkan masih banyak yang belum tergali. Sebagai contoh, jika nama Soetan Casajangan Soripada (bukan ditulis dengan Soetan Kasajangan Soripada) dicari tidak ditemukan di Wikipedia. Namun AI Wikipedia masih dapat memberikan deskripsinya dalam bahasa Inggris. Satu yang penting dan terpenting, perjalananya awal Soetan Casajangan Soripada terinformasikan sebagai siswa di sekolah guru Kweekschool Padang Sidempoean yang menjadi salah satu murid kesayangan Charles Adrian van Ophuijsen. Lalu bagaimana sejarah Soetan Casajangan Soripada? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe. Sejarah Bahasa Indonesia

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan saja. Dalam hal ini saya bukanlah penulis sejarah, melainkan hanya sekadar untuk menyampaikan apa yang menjadi fakta (kejadian yang benar pernah terjadi) dan data tertulis yang telah tercatat dalam dokumen sejarah. 

Soetan Casajangan Soripada; Kweekschool Padang Sidempoean dan Charles Adrian van Ophuijsen

Tunggu deskripsi lengkapnya

Kweekschool Padang Sidempoean dan Charles Adrian van Ophuijsen: Kajian Tatabahasa Indonesia Dimulai di Padang Sidempoean

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok. Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi menulis artikel sejarah di blog di waktu luang. Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang sayang (publish or perish). Buku-buku sejarah yang sudah dipublikasikan: Sejarah Mahasiswa di Indonesia: Generasi Pertama; Sejarah Pers di Indonesia: Awal Kebangkitan Bangsa; Sejarah Sepak Bola di Indonesia; Sejarah Pendidikan di Indonesia: Pionir Willem Iskander; Sejarah Bahasa Indonesia. “Sejarah Catur di Indonesia”; “Sejarah Klub Como 1907”; “Sejarah Kongres Pemuda dan Sumpah Pemuda”; “Sejarah Diaspora Indonesia di Jepang”. Korespondensi: akhirmh@yahoo.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar