*Untuk melihat semua artikel Sejarah Dr Tjipto di blog ini Klik Disini
Tentang Tjipto Mangoenkoesoemo sudah banyak ditulis. Tentu saja ada yang dalam bentuk buku. Serial artikel ini tidak merujuk pada tulisan-tulisan yang sudah ada. Sumber utama yang digunakan dalam serial artikel ini adalah ‘sumber primer’ sejaman seperti surat kabar dan majalah. Oleh karena itu, dalam penulisan serial artikel ini dapat dikatakan upaya kembali untuk menulis sejarah Tjipto Mangoenkoesoemo. Sejarah Catur di Indonesia
Tjipto Mangoenkoesoemo dilahirkan pada 4 Maret 1886 di Pecangaan, Jepara. Ia adalah putra tertua dari Mangunkusumo, seorang priyayi rendahan. Karier Mangunkusumo diawali sebagai guru bahasa Melayu di sebuah sekolah dasar di Ambarawa, kemudian menjadi kepala sekolah pada sebuah sekolah dasar di Semarang dan selanjutnya menjadi pembantu administrasi pada Dewan Kota di Semarang. Sementara, sang ibu adalah keturunan dari tuan tanah di Mayong, Jepara. Cipto beserta adik-adiknya yaitu Gunawan, Budiardjo, dan Syamsul Ma’arif bersekolah di Stovia, sementara Darmawan, adiknya bahkan berhasil memperoleh beasiswa dari pemerintah Belanda untuk mempelajari ilmu kimia industri di Universitas Delft. Si bungsu, Sujitno terdaftar sebagai mahasiswa Rechtshoogeschool di Batavia. Ketika menempuh pendidikan di Stovia, Cipto mulai memperlihatkan sikap yang berbeda dari teman-temannya. Teman-teman dan guru-gurunya menilai Cipto sebagai pribadi yang jujur, berpikiran tajam, dan rajin. Berbeda dengan teman-temannya yang suka pesta dan bermain, Cipto lebih suka menghadiri ceramah-ceramah orang, baca buku, dan main catur. Baginya, Stovia adalah tempat untuk menemukan dirinya (Wikipedia)
Lantas bagaimana sejarah Tjipto Mangoenkoesoemo anak seorang guru studi di sekolah kedokteran? Seperti disebut di atas, tentang Tjipto Mangoenkoesoemo sudah banyak ditulis dan ada yang dalam bentuk buku. Lalu bagaimana sejarah Tjipto Mangoenkoesoemo anak seorang guru studi di sekolah kedokteran? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe. Metode Riset Bisnis
Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan saja. Dalam hal ini saya bukanlah penulis sejarah, melainkan hanya sekadar untuk menyampaikan apa yang menjadi fakta (kejadian yang benar pernah terjadi) dan data tertulis yang telah tercatat dalam dokumen sejarah.
Tjipto
Mangoenkoesoemo Anak Seorang Guru Studi di Sekolah Kedokteran; Docter Djawa
School di Batavia
Tunggu deskripsi lengkapnya
Docter Djawa School di Batavia: Sekolah Guru di Berbagai Tempat di Hindia Belanda
Tunggu deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok. Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi menulis artikel sejarah di blog di waktu luang. Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang sayang (publish or perish). Buku-buku sejarah yang sudah dipublikasikan: Sejarah Mahasiswa di Indonesia: Generasi Pertama; Sejarah Pers di Indonesia: Awal Kebangkitan Bangsa; Sejarah Sepak Bola di Indonesia; Sejarah Pendidikan di Indonesia: Pionir Willem Iskander; Sejarah Bahasa Indonesia. “Sejarah Catur di Indonesia”; “Sejarah Klub Como 1907”; “Sejarah Kongres Pemuda dan Sumpah Pemuda”; “Sejarah Diaspora Indonesia di Jepang”. Korespondensi: akhirmh@yahoo.com


Tidak ada komentar:
Posting Komentar