Kamis, 12 Februari 2026

Sejarah Jakarta (126): Senayan, Gedung Parlemen dan Gelora Bung Karno; Apakah Nama Senayan Berasal dari Wangsanaya?


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Jakarta dalam blog ini Klik Disini

Senayan adalah kelurahan di kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Nama Senayan sendiri sering dirujuk untuk menyebut kawasan kelurahan Gelora, Senayan, dan Grogol Utara bagian timur (Patal Senayan). Sementara kelurahan Senayan sendiri sering dirujuk dengan nama Senayan yang mencakup SCBD, atau nama kawasan masyarakat setempat yaitu Tulodong. Asal mula nama Senayan berasal dari cerita letnan asal Bali yang hidup pada tahun 1680 di kawasan tersebut. Nama letnan tersebut adalah Wangsanayan. Namun, asal mula nama ini masih perlu dicari lebih dalam lagi (Wikipedia). Sejarah Bahasa Indonesia

 

Asal-usul nama Senayan diyakini berasal dari nama seorang tuan tanah yang pernah tinggal di kawasan tersebut pada abad ke-17. Nama Senayan merupakan bentuk singkat atau perubahan pelafalan dari nama Wangsanayan. Beliau adalah seorang letnan asal Bali yang menetap di kawasan tersebut sekitar tahun 1680. Dalam peta-peta lama (seperti peta tahun 1902), wilayah ini awalnya tertulis sebagai Wangsanayan atau Wangsanajan. Seiring berjalannya waktu, masyarakat mulai menyederhanakan penyebutannya menjadi "Senayan". Dahulunya, kawasan ini merupakan tanah partikelir atau perkebunan milik Wangsanayan sebelum akhirnya bertransformasi menjadi kampung Betawi, dan kemudian dikembangkan oleh Presiden Soekarno menjadi kompleks olahraga untuk Asian Games 1962 (AI Wikipedia). 

Lantas bagaimana sejarah Senayan, Gedung Parlemen dan Gelora Bung Karno? Seperti disebut di atas, Gedung Parlemen dan Gelora Bung Karno berada di wilayah Senayan. Apakah dalam hal ini nama Senayan berasal dari (nama) Wangsana? Lalu bagaimana sejarah Senayan, Gedung Parlemen dan Gelora Bung Karno? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan saja*. 

Senayan, Gedung Parlemen dan Gelora Bung Karno; Apakah Nama Senayan Berasal dari Wangsanaya?

Tunggu deskripsi lengkapnya

Apakah Nama Senayan Berasal dari Wangsanaya? Seperti Kata Ahli Sejarah Tempo Doeloe, Semuanya Ada Permulaan

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

 

*Akhir Matua Harahap, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota DepokDisamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi menulis artikel sejarah di blog di waktu luang. Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang sayang (publish or perish). Buku-buku sejarah yang sudah dipublikasikan: Sejarah Mahasiswa di IndonesiaGenerasi Pertama; Sejarah Pers di IndonesiaAwal Kebangkitan BangsaSejarah Sepak Bola di IndonesiaSejarah Pendidikan di IndonesiaPionir Willem IskanderSejarah Bahasa Indonesia. Forthcoming: “Sejarah Catur di Indonesia”; “Sejarah Kongres Pemuda dan Sumpah Pemuda”; “Sejarah Diaspora Indonesia”. Korespondensi: akhirmh@yahoo.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar