Sabtu, 02 April 2022

Sejarah Menjadi Indonesia (508): Pahlawan Indonesia – Gondowinoto Studi Hukum di Belanda; Pribumi Bergelar Doktor Hukum

 

*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini

Siapa Gondowinoto? Sudah ada yang menulis narasi sejarahnya. Semua narasi yang ada tampaknya mengacu pada buku Poeze. Okelah utu juga berguna. Lantas mengapa narasi sejarah Gondowinoto yang disebut sarjana hukum (Mr) Indonesia harus ditulis lagi, Sejauh data baru ditemukan, narasi sejarah tetap harus ditulis. Semakin banyak data yang tersedia semakin lengkap penulisan narasi sejarah. Sejarah sendiri adalah narasi fakta dan data.

Sejarawan Harry A. Poeze dalam bukunya yang berjudul: "Di Negeri Penjajah", menyebut orang Indonesia pertama yang meraih gelar Meester in de rechten (Mr.) atau sarjana hukum adalah Raden Mas Gondowinoto pada 1918. Meskipun demikian, juga ada pendapat lain yang mengatakan bahwa Sarjana Hukum pertama orang Hindia Belanda adalah Oi Jan Lee. Namun artikel ini bermaksud mengacu pada orang pribumi pertama peraih gelar sarjana hukum. Universitas Leiden. Universiteit Leiden, Belanda, memiliki sejarah yang cukup dekat dengan komunitas hukum Indonesia. Gondowinoto lahir pada 1889 di Yogyakarta. Putra dari Pangeran Notodirodjo, saudara Pakoe Alam VI. Ayahnya sangat peduli dengan pendidikan. Karenanya dia dan saudara-saudaranya dimasukkan ke sekolah Belanda. Setelah lulus pendidikan ELS dan HBS pada 1907, dia menyusul kakaknya, Raden Mas Notokworo, meneruskan pendidikan ke Negeri Belanda. Notokworo menjadi orang Indonesia pertama yang menjadi dokter dari Universitas Leiden tanpa lebih dulu mengikuti pendidikan STOVIA. Pada 1910, Gondowinoto, yang menguasai bahasa Latin dan Yunani, mengikuti langkah kakaknya yang lain, Noto Soeroto, mengambil jurusan hukum di Universitas Leiden. Noto Soeroto menjadi orang Indonesia pertama yang menempuh ujian kandidat hukum atau kandidaatexamen (semacam sarjana muda). Namun, dia gagal meraih gelar Mr. Sehingga Gondowinoto yang menjadi orang Indonesia pertama meraih gelar Mr pada tahun 1918 (https://www.hukumindo.com)

Lantas bagaimana sejarah Gondowinoto? Seperti disebut di atas, Gondowinoto studi hukum di Belanda dan dianggap sebagai pribumi pertama sarjana hukum (Mr). Lalu bagaimana sejarah Gondowinoto? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah Menjadi Indonesia (507): Pahlawan Indonesia - Sejarah Sekolah Hukum Sarjana Hukum; Recht[hooge]school di Batavia

 

*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini

Setelah sekolah guru (kweekschool) dan sekolah kedokteran di masa lampau, lalu dibuka sekolah pamong, sekolah pertanian, sekolah kedokteran hewan dan kemudian menyusul sekolah hukum. Sekolah hukum (rechtschool) di Batavia yang dibuka pada 1909 menjadi cikal bakal pembentukan sekolah tinggi hukum di Batavia (Rechthoogeschool). Sebelum terbentuk sekolah tinggi hukum ini pada tahun 1924 sudah banyak pribumi yang bergelar sarjana hukum (Mr).

Rechtshoogeschool te Batavia (Sekolah Tinggi Hukum) biasa disingkat menjadi RH te Batavia, RH te Weltevreden, atau RHS yang dibuka sejak 28 Oktober 1924 di Batavia (sekarang Jakarta), adalah perguruan tinggi hukum pertama dan lembaga pendidikan tinggi kedua di Hindia Belanda setelah empat tahun sebelumnya THS Bandung dibuka. Pada tahun 1950, RHS resmi berganti nama menjadi Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Pendidikan hukum secara formal mulai dikenal masyarakat Indonesia pada tahun 1909 dengan dibukanya Rechtsschool (Sekolah Hukum) oleh Gubernur Jenderal JB van Heutsz dan dioperasikan dengan memberlakukan Reglement voor de Opleiding voor Inlandsche Rechtskundigen (Reglemen untuk Sekolah Pendidikan Ahli Hukum Pribumi), diundangkan dalam Stb.No. 93/1909. Rechtsschool bukanlah perguruan tinggi, melainkan setingkat Sekolah Menengah Kejuruan, lebih tepatnya penggabungan SMP 3 tahun + SMK 3 tahun. Atas dasar Ethische Politiek dan perkembangan ekonomi Belanda yang memaksa pemerintah Belanda membuka wilayah jajahannya untuk penanaman modal swasta, pembentukan Rechtsschool itu dimaksudkan untuk mendidik orang-orang Indonesia agar dapat menjadi hakim Landraad yang merupakan pengadilan sehari-hari (tingkat pertama) bagi golongan pribumi dan yang disamakan. Masa studi Rechtsschool adalah 6 tahun yang terbagi dalam 2 bagian, yakni bagian "Persiapan" (voorbereidende afdeeling) selama 3 tahun, dan bagian "Keahlian Hukum" (rechtskundige afdeeling) untuk masa 3 tahun berikutnya. Yang dapat diterima menjadi murid Rechtschool adalah lulusan HIS (Sekolah Dasar pada masa kolonial) yang harus masuk bagian "Persiapan" terlebih dahulu. (Wikipedia)

Lantas bagaimana sejarah sekolah hukum? Seperti disebut di atas, sekolah hukum (rechtschool) adalah sekolah hukum di Hindia Belanda. Untuk mendapatkan gelar sarjana hukum melanjutkan studi ke Belanda. Lalu bagaimana sejarah sekolah hukum? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Jumat, 01 April 2022

Sejarah Menjadi Indonesia (506): Pahlawan Indonesia dan Asmaoen Studi Kedokteran di Amsterdam; Perguruan Tinggi di Belanda

 

*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini

Siapa dokter Asmaoen? Dalam narasi sejarah kedokteran Indonesia pada masa ini, Dr Asmaoen disebut dokter (pribumi) pertama Indonesia. Dalam hal ini, Raden Mas Asmaoen haruslah dipandang sebagai pionir dalam pendidikan (bangsa) Indonesia di bidang kedokteran. Tentu saja masih ada Amaoen yang lain di bidang yang lain seperti saerjana hukum (Mr), inisinyur (teknik dan pertanian), dokter hewan, sarjana pendidikan, sarjana sastra dan sebagainya.  

Pada masa ini, dalam narasi sejarah kedokteran Indonesia disebut dokter pertama Indonesia adalah Dr Asmaoen. Hal ini karena Asmaoen adalah lulusan pertama orang pribumi di Belanda dengan gelar Arts (tahun 1907). Sementara lulusan sekolah kedokteran di Indonesia (baca: Hindia Belanda) diberi gelar Inlandsch Arts kemudian menjadi Indisch Arts. Gelar dokter Arts setara dengan dokter Eropa/Belanda. Okelah ittu satu hal. Hal lainnya adalah dalam narasi sejarah kedokteran hewan Indonesia pada masa ini yang disebut dokter hewan pertama adalah JA Kaligis. Faktanya pribumi pertama yang meraih gelar dokter hewan di Belanda (Urrecht) adalah Sorip Tagor Harahap (tahun 1920). Lantas siapa yang menjadi pribumi pertama yang meraih sarjana pendidikan (setara lulusan IKIP sekarang)? Lalu siapa pula pribumi pertama menjadi sarjana hukum? Sarjana tekni (insinyur)? sarjana pertanian, sarjana sastra dan sebagainya?

Lantas bagaimana sejarah RM Asmaoen? Seperti disebut di atas, RM Asmaoen dipandang sebagai dokter pertama (pribumi) Indonesia. Tentu saja kalau diperluas masih ada orang Indo dan orang Cina/Tionghoa. Lalu bagaimana sejarah RM Asmaoen? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah Menjadi Indonesia (505): Pahlawan Indonesia - Pionir Pribumi Studi di Belanda; Sekolah Tinggi Jadi Terbentuk Universitas

 

*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini

Pada masa ini universitas diasosiasikan sebagai badan pendidikan yang terdiri dari sejumlah fakultas dan lembaga lainnya. Fakultas adalah kata lain untuk sekolah tinggi (perguruan tinggi). Dalam hal ini perguruan tinggi (hoogeschool) didirikan sebelum terbentuk universitas. Sedangkan fakultas dibentuk sebagai bagian dari universitas. Pembentukan universitas di Indonesia (baca: Hindia Belanda) baru dimulai tahun 1940 (Universiteit van Nederlansche Indie).  Konsep serupa ini juga di beberapa kota di Belanda dapat dikatakan belum lama terbentuk seperti di Rotterdam, Delft, Utrecht dan Wageningen. Sebelum terbentuk universitas di kota-kota tersebut, sudah ada pribumi yang studi.

Penggunaan terminologi universitas sudah ada sejak zaman kuno. Dalam perkembangannya diketahui keberadaan Universiteit van Amsterdam (lihat La gazette d'Amsterdam, 07-01-1675); Oxford University di Inggris (lihat Amsterdamse courant,    10-12-1682); Universiteit van Leuven (lihat Amsterdamse courant, 19-07-1692); dan ‘S Land Universiteit di Leiden (lihat  Leydse courant, 14-07-1758). “S Land Universiteit ini kemudian berubah nama menjadi Rijks Universiteit. Di dua kota besar Amsterdam dan Leiden terbentuknya universitas pertama di Belanda. Di kota-kota lain seperti di Rotterdam, di Haarlem, di Delft, di Utrecht dan di Wageningen berawal dari sekolah menengah (hoogere/schhol) yang kemudian terbentuk sekolah/perguruan tinggi (hoogeschool). Perguruan tinggi (hoogeschool) yang utama menjadi cikal bakal pembentukan universitas. Sebelum terbentuk universitas di kota-kota tersebut, bahkan sebelum terbentuk perguruan tinggi sudah ada pribumi yang studi seperti di Rotterdam, Wageningen, Delft dan Haarlem. Idem dito di Indonesia (baca: Hindia Belanda) sebelum terbentuk universitas sudah ada perguruan/sekolah tinggi. Semuanya bermula dari sekolah menengah (hoogereschool).  

Lantas bagaimana sejarah pribumi studi di kota-kota Belanda sebelum terbentuknya universitas? Seperti disebut di atas, pembentukan universitas di sejumlah kota di Belanda masih terbilang baru seperti di Rotterdam, di Haarlem, di Delft, di Utrecht dan di Wageningen. Lalu bagaimana sejarah pribumi studi di kota-kota Belanda sebelum terbentuknya universitas? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Kamis, 31 Maret 2022

Sejarah Menjadi Indonesia (504): Pahlawan Indonesia - Noto Kworo Studi di Belanda; Putra Kerabat Pakualaman Noto di Redjo

 

*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini

Siapa Noto Kworo? Sedikit banyak narasi sejarahnya sudah ada yang menuis, namun belum ada enti nama Noto Kworo di laman Wikipedia. Dari berbagai tulisan yang dapat dibaca di internet, nama Noto Kworo menjadi salah satu tokoh sejarah. Narasi sejarah Noto Kworo yang dapat ditemukan pada tulisan-tulisan di internet antara lain sebagai berikut.

Kerabat raja dari Yogyakarta yang datang kuliah ke Belanda makin banyak. Seperti diungkap dalam tulisan sebelumnya, Raden Mas Notokworo, datang ke Belanda pada September 1905 untuk belajar kedokteran. Notokworo adalah putra Pangeran Notodirodjo, kakak Pakoe Alam VI, penasihat dan pembantu utama raja. Setelah itu, dua kerabatnya, Noto Soeroto dan Gondowinoto, ikut menyusul ke Belanda untuk menuntut ilmu. Kisah mereka di Belanda diungkap oleh Harry A. Poeze (Sejarawan dari Universitas Leiden) dalam buku yang diterbitkan  Kerabat raja dari Yogyakarta yang datang kuliah ke Belanda makin banyak. Raden Mas Notokworo, datang ke Belanda pada September 1905 untuk belajar kedokteran. Notokworo adalah putra Pangeran Notodirodjo, kakak Pakoe Alam VI, penasihat dan pembantu utama raja. Setelah itu, dua kerabatnya, Noto Soeroto dan Gondowinoto, ikut menyusul ke Belanda. Kisah mereka di Belanda diungkap oleh Harry A. Poeze (Sejarawan dari Universitas Leiden) dalam buku yang diterbitkan. Notokworo termasuk juga pendahulu. Pada tahun 1918 Notokworo menjadi dokter Indonesia pertama yang dididik di Leiden, dan juga dokter Indonesia pertama dengan gelar Eropa yang tidak melewati School tot Opleiding van Inlandsche Artsen (Stovia) di Batavia. Gondowinoto menyusul Noto Soeroto, dan pada tahun 1918 menjadi orang Indonesia pertama lulusan Fakultas Hukum Belanda. Pada tahun 1919 ia mendapat gelar doktor setelah mempertahankan sejumlah tesis. (http://www.asianculture.net)

Lantas bagaimana sejarah RM Noto Kworo? Seperti disebut di atas, RM Noto Kworo adalah putra kerabat dari kraton Pakualaman yang melanjutkan studi kedokteran ke Belanda yang menjadi dokter pribumi pertama. Lalu bagaimana sejarah RM Noto Kworo? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah Menjadi Indonesia (503): Pahlawan Indonesia – Penemuan Pedalaman Pulau di Flores, Sumba, Timor; Situs Zaman Kuno

 

*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini

Seperti halnya pulau-pulau di (kepulauan) Maluku, penemuan pedalaman di pulau-pulau Timor juga baru terjadi belakangan. Sementara itu, pulau-pulau di kepulauan Maluku dan kepulauan Nusa Tenggara (Timor group) sudah dikenal sejak era Portugis/VOC, namun hanya terbatas di kota-kota pantai. Pada era Pementah Hindia Belanda, pulau-pulau bear di Tmor Group mulai dikunjungi hingga wilayah pedalaman. Satu yang terlewatkan penemuan di pedalaman adalah situs-situs jaman kuno yang justru baru ditemukan pada masa ini.

Pulau Kepulauan Nusa Tenggara atau Kepulauan Sunda Kecil (sekarang kadang kala digunakan dalam peta-peta geografis dunia), adalah gugusan pulau-pulau di sebelah timur Pulau Jawa, dari Pulau Bali di sebelah barat, hingga Pulau Timor di sebelah timur. Kepulauan Barat Daya dan Kepulauan Tanimbar yang merupakan bagian dari wilayah Provinsi Maluku secara geologis juga termasuk dalam kepulauan Nusa Tenggara. Pulau-pulau di Timor Group (kini provinsi Nusa Tenggara Timur) terdapat sejumlah pulau besar yakni Flores, Sumba dan Timor. Sedangkan pulau-pulau yang lebih kecil antara lain Komodo, Adonara, Solor, Pantar, Alor, Sawu, Rote dan Atauro (Wikipedia)

Lantas bagaimana sejarah penemuan pedalaman Flores, Sumba dan Timor? Seperti disebut di atas, pulau-pulau di wilayah Timor Group sudah lama dikenal, namun penemuan wilayah pedalaman baru terjadi belakangan (era Hindia Belanda). Lalu bagaimana sejarah penemuan pedalaman Flores, Timor dan Sumba? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.