Rabu, 14 April 2021

Sejarah Australia (39): Sejarah Universitas di Australia; Pemerintah Australia Mengajak Presiden Soekarno Kirim Pelajar Indonesia

 

*Untuk melihat semua artikel Sejarah Australia dalam blog ini Klik Disini 

Australia pada masa kini tergolong negara maju. Tidak hanya dalam bidang ekonomi, tetapi juga maju dalam bidang pendidikan. Salah satu keutamaan Australia dalam bidang pendidikan adalah terdapatnya sejumlah perguruan tinggi (universitas) terkenal di Australia. Keberadaan universitas di suatu negara, tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan tinggi di dalam negeri, tetapi universitas yang bagus, berstatus internasional juga menjadi salah satu beranda negara di dalam percaturan internasional.

Pada masa ini di Australia terdapat banyak universitas, dan beberapa universitas tergolong universitas bereputasi tingkat dunia. Universitas di Australia yang sangat terkenal dan bereputasi dunia, antara lain: The Australian National University, berada di kota Canberra, ibu kota Australia, didirikan pada tahun 1946; The University of Melbourne, terletak di ibu kota negara bagian Victoria, didirikan tahun 1853; The University of Sydney, berada di ibu kota negara bagian New South Wales, didirikan tahun 1850; The University of New South Wales (UNSW), tergolong universitas baru didirikan tahun 1949 di Kensington, Sydney; The University of Queensland, didirikan tahun 1909 di ibu kota Queensland di Brisbane. Dalam pemeringkatan universitas dunia, universitas di Australia yang masuk Top 100 adalah The Australian National University (peringkat 29 dunia); The University of Melbourne (38 dunia); The University of Sydney (42 dunia); The University of New South Wales/UNSW Sydney (43 dunia); The University of Queensland (47 dunia); Monash University (58 dunia); The University of Western Australia (86 dunia); The University of Adelaide (100 dunia).

Lantas bagaimana sejarah perguruan tinggi (universitas) di Australia? Seperti disebut di atas, beberapa universitas di Australia pada masa kini masuk golongan universitas dunia. Lalu apa kaitannya universitas di Australia dengan Indonesia? Tentu saja kini banyak mahasiswa Indonesia yang kuliah di berbagai perguruan tinggi (universitas) di Australia. Ini bermula ketika Pemerintah Australia mengajak Soekarno untuk mengirim pelajar Indonesia untuk studi di Australia. Bagaimana bisa? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Selasa, 13 April 2021

Sejarah Australia (38): Orang Indonesia di Australia; Sejak Era Moor, Portugis, VOC (Belanda), Tahanan Politik hingga Era WNI

 

*Untuk melihat semua artikel Sejarah Australia dalam blog ini Klik Disini

Seberapa banyak orang Indonesia, dalam arti asal-usul, seberapa banyak kini orang Indonesia (WNI) yang dijadikan warga negara Australia. Itu satu hal. Hal yang lain yang lebih penting dalam hal ini adalah bagaimana sejarah orang Indonesia di Australia. Tentu saja hal ini tidak pernah ditulis, apalagi ditulis oleh orang Australia. Lantas apa pentingnya sejarah orang Indonesia di Australia? Yang jelas, jauh sebelum orang Inggris membentuk koloni di Australia dan sebelum para migran Inggris berdatangan ke Australia, sudah eksis orang-orang Indonesia (baca: Hindia Timur) di Australia, bahkan jauh sebelum era Portugis. Jumlah orang Indonesia (Hindia Timur) sangat meningkat pesat pada era VOC (1619-1799).

Orang-orang Hindia Timur (baca: Indonesia) adalah penduduk pulau-pulau yang berada diantara (benua) Asia dan (benua) Australia. Penduduk Hindia Timur ini adalah penduduk yang satu sama lain dihubungkan dengan perdagangan antar pulau dengan menggunakan bahasa pengantar (lingua franca) yang sama (yang kelak lingua franca ini diasosiasikan sebagai bahasa Melayu). Dalam siklus perdagangan antar pulau ini, penduduk diantara dua benua ini terjadi pertukaran penduduk (imigrasi dan emigrasi), seperti penduduk Sumatra dan Jawa bermigrasi ke Semenanjung (Asia) dan penduduk Borneo, Celebes dan Maluku ke pulau-pulau di utara (kini Filipina dan Taiwan). Demikian juga penduduk Jawa, Nusa Tenggara, Celebes, Maluku dan Papua bermigrasi ke pantai utara Australia (dan bahkan hingga ke Selandia Baru dan Tasmania). Namun sejak kehadiran orang Eropa (Portugis, Spanyol, Belanda dan Inggris) pulau-pulau di Hindia Timur ini terkapling-kapling yang di satu sisi terbentuk Hindia Timur (pusat) yakni Indonesia dan terbentuk negara-negara lainnya, seperti Federasi Malaysia (kemudian dimekarkan Singapoera), Brunai, Filipina, Papua Nugini dan Timor Timur (Timor Leste). Dalam hal ini benua Australia terbentuk sebagai suatu negara dan demikian dengan Selandia Baru.

Lantas bagaimana sejarah orang-orang Indonesia di Australia? Seperti disebut di atas, orang-orang Indonesia (Hindia Timur atau Hindia Belanda) adalah sejarah yang panjang, sejarah yang sudah terbentuk jauh sebelum kehadiran orang-orang Eropa. Dalam konteks ini orang Indonesia adalah penduduk yang memiliki riwayat asal usul (origin) dari berbagai pulau-pulau diantara benua Asia dan benua Australia yang umumnya berkulit coklat (sawo matang). Namun dengan terbentuknya sekat-sekat negara maka dalam hal ini dibedakan anatara Indonesia dan Australia. Lalu pertanyaannya, bagaimana sejarah orang-orang Indonesia di Australia? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.