Kamis, 29 Januari 2026

Sejarah Jepang (8): Perguruan Tinggi di Jepang; Imperial University Tokyo 1877 dan Mahasiswa Jepang Studi di Luar Negeri


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Jepang dalam blog ini Klik Disini 

Sejarah mahasiswa Jepang yang menempuh studi di luar negeri telah berlangsung selama berabad-abad, bertransformasi dari misi keagamaan menjadi alat modernisasi nasional yang krusial. Mahasiswa pertama kali dikirim ke Tiongkok (terutama selama Dinasti Sui dan Tang) untuk mempelajari teknologi, hukum, dan ajaran agama Budha. Di bawah ancaman kolonialisme Barat, Keshogunan Edo mulai mengirim mahasiswa ke Belanda (1862), Inggris, dan Prancis untuk menyerap ilmu pengetahuan modern. Studi luar negeri menjadi kebijakan nasional utama selama Restorasi Meiji (1868–1912) dengan slogan "mencari pengetahuan di seluruh dunia" demi modernisasi Jepang. 


Sejarah perguruan tinggi di Jepang bermula dari adopsi ilmu pengetahuan Barat pada era Meiji (akhir abad ke-19), dengan berdirinya universitas swasta tertua, Keio University (1858) dan Universitas Doshisha (1875). Universitas modern pertama, Universitas Imperial Tokyo, didirikan pada 1877, mengadopsi model Jerman dan sistem pendidikan Barat untuk memodernisasi negara. Pendidikan tinggi Jepang berkembang pesat melalui kombinasi pengaruh Jerman dan Amerika, bertransformasi dari sistem elitis menjadi institusi riset modern. Pendidikan tinggi modern dimulai dengan fokus pada studi Barat (rangaku). Universitas Keio didirikan oleh Fukuzawa Yukichi pada 1858, disusul sekolah-sekolah swasta lainnya seperti Universitas Meiji (1881). Pemerintah mendirikan universitas kekaisaran (Imperial Universities) untuk melayani kebutuhan negara, dengan Universitas Imperial Tokyo (1877) sebagai yang pertama, diikuti Kyoto (1897) dan Tohoku (1912). Sistem pendidikan tinggi awal mengadopsi model Prusia (Jerman) yang menekankan kebebasan akademik dan penelitian. Setelah 1945, sistem pendidikan Jepang direstrukturisasi di bawah pengaruh Amerika Serikat, mengubah fokus menjadi lebih demokratis dan berbasis pada sistem sarjana (S1) serta pascasarjana modern. Universitas di Jepang saat ini berfokus pada inovasi, riset, dan internasionalisasi, menjadikan banyak dari mereka pusat keunggulan akademik global (AI Wikipedia). 

Lantas bagaimana sejarah Perguruan Tinggi di Jepang? Seperti disebut di atas, mahasiswa Jepang pada masa restoraji Meiji semakin banyak yang yang studi ke luar negeri. Meski Imperial University Tokyo dibentuk tahun 1877, mahasiswa Jepang tetap dikirim studi ke luar negeri. Lalu bagaimana sejarah Perguruan Tinggi di Jepang? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe. 

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan saja*. 

Perguruan Tinggi di Jepang; Imperial University Tokyo 1877 dan Mahasiswa Jepang Studi di Luar Negeri

Tunggu deskripsi lengkapnya

Imperial University Tokyo 1877 dan Mahasiswa Jepang Studi di Luar Negeri: Mahasiswa Indonesia Studi ke Jepang

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok. Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi menulis artikel sejarah di blog di waktu luang. Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang sayang (publish or perish). Buku-buku sejarah yang sudah dipublikasikan: Sejarah Mahasiswa di Indonesia: Generasi Pertama; Sejarah Pers di Indonesia: Awal Kebangkitan Bangsa; Sejarah Sepak Bola di Indonesia; Sejarah Pendidikan di Indonesia: Pionir Willem Iskander; Sejarah Bahasa Indonesia. Forthcoming: “Sejarah Catur di Indonesia”; “Sejarah Kongres Pemuda dan Sumpah Pemuda”; “Sejarah Diaspora Indonesia”. Korespondensi: akhirmh@yahoo.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar