Sabtu, 18 Agustus 2012

‘Panggung Kita’ Iwan Fals di Depok: Bongkar!

 *Artikel Sejarah Tapos dalam blog ini Klik Disini

‘Panggung Kita’ adalah sebuah sebutan untuk menunjukkan pada sebuah panggung pertunjukan yang terletak di halaman belakang rumah Iwan Fals. Areal rumah Iwal Fals seluas 1.5 Ha yang berlokasi di Desa Leuwinanggung, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok. Awalnya, Iwan pada tahun 1982 membeli tanah yang menjadi tempat tinggalnya sekarang hanya sekadar untuk investasi saja. Namun di tahun 1995, Iwan berkekuatan hati untuk membangun areal tersebut menjadi tempat tinggal.  Iwan Fals sendiri membangun sebuah rumah besar yang luas tanahnya  6.000 M2. Di dalam kavling rumah ini juga terdapat sebuah studio musik dan garasi mobil (termasuk bus). Sementara sisa areal digunakan untuk bangunan toko, pendopo, kantor organisasi penggemar yang diberi nama Oi dan sebuah panggung terbuka yang dikenal sebagai ‘Panggung Kita’.

‘Bengkel Teater' WS Rendra di Depok: 'Burung Camar' Diantara Pepohonan Hijau


Pada tahun 1985 WS Rendra mendirikan ’Bengkel Teater Rendra’ di Desa Cipayung, Kecamatan Cipayung, Depok. Bengkel ini dibangun di atas lahan yang asri seluas 3 Ha yang di dalamnya terdapat bangunan tempat tinggal Rendra dan keluarga, serta bangunan sanggar untuk latihan drama dan tari. Selain itu, WS Rendara merancang lahan tersebut untuk ditami dengan berbagai jenis tanaman yang sebagian besar berupa tanaman keras dan pohon buah yang sudah ada sejak lahan tersebut dibeli, antara lain jati, mahoni, ebony, bambu, turi, mangga, rambutan, jengkol, tanjung, singkong dan lain-lain. Konon, setelah WS Rendra wafat tahun 2009, warisan lokasi sanggar yang asri tersebut pernah diusulkan menjadi Cagar Budaya. WS Rendra dikebumikan di dalam lingkungan sanggar tersebut. Kini sanggar tersebut tetap masih digunakan untuk kegiatan seni.

Studio Alam (TVRI) Depok: Aku Cinta Indonesia

Di Kota Depok terdapat sebuah studio alam yang terletak di Jalan Raden Saleh Kecamatan Sukmajaya, Depok. Lanskap studio alam ini dibangun pada tahun 1980. Luas studio alam adalah 28 Ha. Di dalam kawasan studio ini terdapat banyak pohon rindang, beberapa buah danau dan bangunan-bangunan rumah-rumah tradisional. Awalnya studio alam ini digunakan sebagai lokasi shooting film (sinetron) dengan tema latar belakang alam dan hutan dari sejumlah program acara TVRI seperti Rumah Masa Depan, Aku Cinta Indonesia (ACI) pada tahun 1980-an. Kini, studio alam ini tidak termanfaatkan secara maksimal. Di areal yang termasuk kawasan studio alam ini kini terdapat lapangan tenis dan dimanfaatkan juga untuk latihan tembak.

Jumat, 17 Agustus 2012

Sejarah Tata Ruang Kota Depok: Menyambung Mata Rantai Yang Terputus Antara Depok Masa Kini dan Depok Tempo ‘Doeloe’

Kini saya tinggal di Kota Depok. Setiap kali kita memandang dari Depok ke arah selatan, sejajar denga rel kereta api Jakarta-Bogor, maka di kejauhan sangat jelas terlihat suatu pemandangan (lanskap) Gunung Salak. Sejatinya, pemandangan Gunung Salak ini hanya indah jika dipandang dari Kota Depok--tidak dari Kota Bogor (terlalu dekat) dan juga tidak dari Kota Jakarta (terlalu jauh). Ini berarti karunia adanya keindahan Gunung Salak sesungguhnya ditujukan buat warga Kota Depok. Dalam hubungan ini, jika kita telusuri sejarah Depok, satu-satunya yang tidak berubah dari masa ke masa adalah pemandangan Gunung Salak ini. Lantas, apa saja yang telah berubah. Mari, saya ingin mengajak anda untuk ikut mencermatinya.