Senin, 29 Juni 2026

Sejarah Voli (1): Awal Mula Voli Indonesia; Pesta Olahraga Kejuaraan Timur Jauh 1923 di Osaka dan Olimpiade 1964 di Tokyo


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Voli Indonesia di blog ini Klik Disini

Baru saja Indonesia juara. Timnas Voli Putra Indonesia sukses mencetak sejarah dengan menjuarai AVC Men's Volleyball Cup 2026 untuk pertama kalinya setelah menumbangkan raksasa Asia, Korea Selatan, di partai final. Pertandingan Grand Final tersebut berlangsung pada Minggu, 28 Juni 2026 pukul 20.30 WIB disiarkan secara langsung melalui stasiun Moji TV. Skuad Garuda tampil perkasa dan menang telak tiga set langsung dengan skor 34-32, 25-16, dan 25-23. Laga puncak yang digelar di Veer Savarkar Sports Complex, Ahmedabad, India tersebut menjadi saksi keperkasaan Timnas Indonesia. Sejarah Sepak Bola di Indonesia


Bola voli masuk ke Indonesia pada masa penjajahan Belanda sekitar tahun 1928. Permainan ini diperkenalkan oleh guru-guru pendidikan jasmani pada sekolah lanjutan Hindia Belanda seperti HBS dan AMS. Setelah Indonesia merdeka, olahraga ini semakin digemari masyarakat dan resmi menjadi cabang olahraga pada Pekan Olahraga Nasional 1951 di Jakarta. Pada tahun 1954, muncul beberapa perhimpunan bola voli antardaerah, seperti Ikatan Perhimpunan Volleyball Soerabaja (IPVOS) dan Persatuan Volleyball Indonesia Djakarta (PERVID). Pada tahun yang sama, kedua perhimpunan bola voli tersebut mulai mempersiapkan pembentukan induk organisasi bola voli di Indonesia. Pada 22 Januari 1955, Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia didirikan, dengan Willem Johannes Latumeten ditetapkan sebagai ketua pertama organisasi ini. Penyelenggaraan Kejuaraan Nasional Bola Voli yang diadakan bersamaan dengan penyelenggaraan kongres nasional federasi yang diselenggarakan perdana pada 28-30 Mei 1955 di Jakarta. Badan ini kemudian diakui oleh Federasi Bola Voli Internasional pada tahun 1959. Sejak 1969, kejuaraan difokuskan sebagai bagian dari pertandingan pada cabang olahraga Pekan Olahraga Nasional (Wikipedia). 

Lantas bagaimana sejarah awal mula olharga voli di Indonesia? Seperti disebut di atas, dalam narasi sejarah masa kini, voli masuk ke Indonesia pada tahun 1928. Bagaimana bisa? Yang jelas, Pesta Olahraga Kejuaraan Timur Jauh diadakan pertama di Osaka tahun 1923. Cabang olahrga voli sendiri di olimpiade baru disertakan pada Olimpiade 1964 di Tokyo. Lalu bagaimana sejarah awal mula olharga voli di Indonesia? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe. Sejak Klub Como 1907 segera terbit Deepublish

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan saja. Dalam hal ini saya bukanlah penulis sejarah, melainkan hanya sekadar untuk menyampaikan apa yang menjadi fakta (kejadian yang benar pernah terjadi) dan data tertulis yang telah tercatat dalam dokumen sejarah. 

Awal Mula Voli di Indonesia; Pesta Olahraga Kejuaraan Timur Jauh 1923 di Osaka dan Olimpiade 1964 di Tokyo

Sudah banyak cabang olahraga yang dikenal, dipertandingkan seperti ateletik, renang, dan badminton serta tentu saja kriket dan sepak bola juga sudah mulai popular. Cabang olahraga yang terbilang baru adalah basket (basketbal). Pada masa ini dinarasikan bahwa permainan bola voli pertama kali yang dikenal sebagai “mintonette” diciptakan oleh William G Morgan pada tanggal 9 Februari 1895 di Holyoke, Massachusetts, Amerika Serikat. 


Morgan adalah seorang instruktur pendidikan jasmani di organisasi Young Men's Christian Association (YMCA). Morgan menciptakan olahraga ini untuk para anggota YMCA. Pada saat olahraga ini disebut “mintonette” terkesan sebagai variasi dari bola basket dan bulu tangkis. 

Olimpiade pertama diadakan pada 6 April 1896 di Athena, Yunani. Olimpiade ini diikuti oleh 14 negara termasuk Amerika Serikat dan mempertandingkan 9 cabang olahraga (anggar, angkat besi, atletik, balap sepeda, jalan raya, trek, gulat, menembak, renang, senam dan tenis). Peserta lebih dari 65 persen dari atlet yang bersaing adalah orang Yunani. Pada tahun inilah di Amerika Serikat dinarasikan cabang olahrga yang disebut sebagai “mintonette” hasil ciptaan William G Morgan disebut volleyball (bahasa Belanda: volleybal). 


Secara harfiah nama “mintonette” yang terkesan sebagai variasi dari bola basket dan bulu tangkis, karena permainan menggunakan bola ini hanya dibolehkan menggunakan tangan; sama dengan basket (ada gawangnya berubah keranjang) dan berbeda dengan sepak bola yang menggunakan kaki dengan bola ditendang. Oleh karena antara satu pihak dengan pihak lain yang bertanding dibatasi oleh net (jaring) maka mirip dengan permainan badminton (yang bola shuttlecock dipukul dengan menggunakan alat mirip kriket dan hoki). Lantas mengapa nama “mintonette” diubah menjadi “volleyball”? Dinarasikan perubahan nama itu atas saran seorang pengamat, Alfred T Halstead, karena sifat permainan yang mengandalkan gerakan memantulkan atau memukul bola di udara (volley=tembakan) sebelum menyentuh tanah (volleys=voli). 

Demikianlah awal mula narasi sejarah voli, masih terbilang dan begitu cepat nama aslinya diubah dari “mintonette” menjadi “volleyball”. Lantas siapa William G Morgan dan siapa pula Alfred T Halstead? Tidak terinformasikan. Mengapa? Keduanya adalah orang biasa yang jauh dari liputan media. Morgan adalah seorang instruktur pendidikan jasmani di suatu komunitas kecil. 


Sebelum William G Morgan menciptakan permainan voli, gurunya James Naismith telah menciptakan permainan basket pada tahun 1891. Keduanya sama-sama lulusan Springfield College (yang kemudian menjadi International YMCA Training School). Dalam lima tahun mengajar di sekolah tersebut James Naismith menciptakan permainan bola basket. Morgan, yang juga lulusan Springfield College, di tempat lain menciptakan permainan bola voli di Holyoke, Massachusetts. Jelas dalam hal ini, Morgan dipengaruhi oleh gurunya, James Naismith, dan ingin menciptakan permainan yang tidak terlalu keras dibandingkan bola basket untuk anggota YMCA yang lebih tua. Seperti disebut di atas, awalnya disebut “mintonette” yang kemudian diubah menjadi bola voli atas saran guru di Springfield College juga, Alfred Halstead. 

Oleh karena itu dapat dipahami mengapa nama William G Morgan tidak terinformasikan dan juga nama permainan ciptaannya sendiri tidak segera terinformasikan di Eropa. Lantas mengapa Eropa menjadi ukurannya? 


Fakta bahwa berbagai cabang olahraga sudah dikenal di Eropa dan juga sudah sejak lama pula dipertandingkan yang kemudian mengurut pada penyelenggaraan Olimpiade pertama yang diadakan di Athena. Yunani pada tahun 1896. 


Tunggu deskripsi lengkapnya

Pesta Olahraga Kejuaraan Timur Jauh 1923 di Osaka dan Olimpiade 1964 di Tokyo: Olahraga Voli di Eropa/Belanda

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok. Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi menulis artikel sejarah di blog di waktu luang. Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang sayang (publish or perish). Buku-buku sejarah yang sudah dipublikasikan: Sejarah Mahasiswa di Indonesia: Generasi Pertama; Sejarah Pers di Indonesia: Awal Kebangkitan Bangsa; Sejarah Sepak Bola di Indonesia; Sejarah Pendidikan di Indonesia: Pionir Willem Iskander; Sejarah Bahasa Indonesia. “Sejarah Catur di Indonesia”; “Sejarah Klub Como 1907”; “Sejarah Kongres Pemuda dan Sumpah Pemuda”; “Sejarah Diaspora Indonesia di Jepang”. Korespondensi: akhirmh@yahoo.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar