*Untuk melihat semua artikel Sejarah Dr Tjipto di blog ini Klik Disini
EFE Douwes Dekker, Dr Tjipto Mangoenkoesoemo dan Soewardi Soerjaningrat dijatuhi hukuman pengasingan oleh pemerintah Hindia Belanda pada tanggal 18 Agustus 1913. Awalnya akan diasingkan ke Bangka (Soewardi Soerjaningrat), Banda (Dr Tjipto) dan Timor (Douwes Dekker). Namun kemudian ketiganya diarahkan ke Eropa/Belanda. Mereka kemudian diberangkatkan ke Belanda pada September 1913. Deepublish
EFE Douwes Dekker di Eropa/Belanda menjadi kesempatan untuk melanjutkan studi. EFE Douwes Dekker studi doktoral di Universitas Zürich, Swiss, dalam bidang ekonomi. Gelar doktor diperoleh secara agak kontroversial dan dengan nilai "serendah-rendahnya", menurut istilah salah satu pengujinya. Karena di Swis ia terlibat konspirasi dengan kaum revolusioner India, ia ditangkap di Hong Kong dan diadili, kemudian ia ditahan di Singapura pada tahun 1918. Setelah dua tahun dipenjara, ia pulang ke Hindia Belanda pada tahun 1920. Sementara itu, Soewardi Soerjaningrat awalnya bergabung dengan organisasi mahasiswa Indonesia di Belanda Indisch Vereeniging. Dalam perkembangannya Soewardi Soerjaningrat melanjutkan studi keguruan di Belanda. Soewardi Soerjaningrat setelah mendapatkan ijazah akta guru LO kembali ke tanah air (Wikipedia)
Lantas bagaimana sejarah EFE Douwes Dekker, Dr Tjipto Mangoenkoesoemo dan Soewardi Soerjaningrat diasingkan ke Belanda? Seperti disebut di atas, EFE Douwes Dekker dan Soewardi Soerjaningrat melanjutkan studi. Bagaimana dengan Dr Tjipto Mangoenkoesoemo? Lalu bagaimana sejarah EFE Douwes Dekker, Dr Tjipto Mangoenkoesoemo dan Soewardi Soerjaningrat diasingkan ke Belanda? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe. Sejarah Mahasiswa di Indonesia
