Kamis, 02 Juli 2026

Sejarah Casajangan (6): Perjuangan dan Ide Studiefond; Kembali ke Tanah Air 1913 Jadi Direktur Sekolah Guru di Fort de Kock


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Soetan Casajangan di blog ini Klik Disini

Studiefond (dana studi/beasiswa) dan Soetan Casajangan Soripada adalah dua elemen penting yang saling terkait erat dalam sejarah gerakan pendidikan dan nasionalisme awal Indonesia di era kolonial Hindia Belanda. Meskipun Soetan Casajangan paling dikenal sebagai pendiri dan ketua pertama Indische Vereeniging (Perhimpunan Hindia) di Belanda pada tahun 1908, Soetan Casajangan memiliki peran besar dalam gagasan pendanaan studi (studiefonds) bagi anak-anak pribumi. Metode Riset Bisnis


Sekolah guru Kweekschool Fort de Kock adalah sekolah pendidikan guru pertama di Sumatra yang didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda pada 1 April 1856 di Fort de Kock (kini Bukittinggi). Sekolah ini didirikan atas saran penasihat pendidikan kolonial, Pendeta SA Buddingh, untuk menghasilkan guru dan pegawai kolonial. Sejak sekolah guru di Tanobato, onderafdeeling Mandailing, afdeeling Angkola Mandailing, Residentie Tapanoeli 1865 dinegerikan pada tahun 1865, sekolah guru di Fort de Kock bahasa yang digunakan di dua sekolah guru tersebut adalah bahasa Belanda dan bahasa Melayu. Sekolah guru Fort de Kock ini juga pernah dijadikan sebagai Sekolah Radja (semacam OSVIA/MOSVIA). Sekolah guru Fort de Kock  juga melahirkan tokoh Indonesia seperti Tan Malaka dan AH Nasution. Kompleks bangunan bersejarah Kweekschool Fort de Kock ini sekarang masih aktif digunakan sebagai gedung SMA Negeri 2 Bukittinggi (AI Wikipedia) 

Lantas bagaimana sejarah perjuangan Soetan Casajangan dan studiefond untuk pendidikan pribumi? Seperti disebut di atas, perjuangan Soetan Casajangan tidak hanya mempersatukan anak bangsa, juga memperjuangan pendidikan pribumi di hadapan orang Belanda. Lalu bagaimana sejarah perjuangan Soetan Casajangan dan studiefond untuk pendidikan pribumi? Lalu bagaimana sejarah bahasa Esperanto, Bahasa Indonesia bahasa pemersatu dunia? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe. Sejarah Willem Iskander Pionir Pendidikan Indonesia