Kamis, 06 Agustus 2026

Sejarah Dr Tjipto (13): Kongres PPPKI Pertama di Soerabaja dan Kongres Pemuda Kedua di Batavia; Pengurus PI Ditangkap


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Dr Tjipto di blog ini Klik Disini

Dalam narasi sejarah Indonesia, Kongres Pemuda jauh lebih dikenal dan lebih penting daripada Kongres PPPKI. Panitia Kongres Pemuda 1926 Tabrani (ketua); Soemarto (sekretaris), Solehuwy (bendahara); Kongres Pemuda 1928 Soegondo (ketua), Mohamad Jamin (sekretaris), Amir Sjarifoedon Harahap (bendahara). Kedua kongres tersebut diadakan di Batavai. Panitia Kongres PPPKI 1928 diadakan di Soerabaja dipimpin Dr Soetomo (ketua) dan Ir Anwari (sekretaris/bendahara). Ibarat Kongres Pemuda membangun landasan untuk masa depan, Kongres PPPKI membuka jalur “take off”. Oleh karena itu Kongres Pemuda dan Kongres PPPKI sama pentingnya: sama-sama membangun Indonesia Raya. Model Bisnis Era Teknologi Informasi


Pemufakatan Perhimpunan-Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI) adalah organisasi pergerakan kemerdekaan yang pernah ada di Indonesia. PPPKI merupakan organisasi kumpulan dari beberapa organisasi-organisasi seperti Partai Sosialis Indonesia, Budi Utomo, Partai Nasional Indonesia, Paguyuban Pasundan, Jong Sumatranen Bond, Pemuda Kaum Betawi, dan Kelompok Studi Indonesia. Pemufakatan Perhimpunan-Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI) didirikan dalam sebuah rapat di Bandung pada tanggal 17–18 Desember 1927. Latar belakang didirikannya PPPKI adalah karena tokoh-tokoh pergerakan nasional beranggapan bahwa berjuang melalui masing-masing organisasi tidak akan membawa hasil. Soekarno kemudian mempunyai ide untuk menggabungkan organisasi-organisasi tersebut supaya Indonesia dapat mencapai kemerdekaannya (Wikipedia) 

Lantas bagaimana sejarah Kongres PPPKI Pertama di Soerabaja 1928 dan Kongres Pemuda kedua di Batavia 1928? Seperti disebut di atas, Kongres Pemuda dan Kongres PPPKI sama pentingnya: sama-sama membangun Indonesia Raya. Dr Tijpto Mengoen Koesoemo diasingkan ke Banda tahun 1927. Lalu bagaimana sejarah Kongres PPPKI Pertama di Soerabaja 1928 dan Kongres Pemuda kedua di Batavia 1928? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe. Sejarah Catur di Indonesia

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan saja. Dalam hal ini saya bukanlah penulis sejarah, melainkan hanya sekadar untuk menyampaikan apa yang menjadi fakta (kejadian yang benar pernah terjadi) dan data tertulis yang telah tercatat dalam dokumen sejarah. 

Kongres PPPKI Pertama di Soerabaja dan Kongres Pemuda kedua di Batavia 1928; Tjipto Diasingkan ke Banda 1927

Kongres Pemuda pada tanggal 30 (hari Jumat) April 1926 dibuka yang diadakan di gedung Lux Orientes (Bintang Timur) yang turut dihadiri berbagai organisasi pemuda (lihat De locomotief, 01-05-1926). Gedung Lux Orientes tidak jauh dari kantor surat kabar Bintang Hindia dan kantor berita Alpena). 


Dalam pembukaan ini pernyataan kepatuhan dari asosiasi yang diwakili dan lainnya dibacakan; Jong Java, Jong Sumatera, Asosiasi Pemuda Teosofis, Ambonsche Studeerenden, Jong Minabassa, Jong Islamietenbocd, Jong Batak, Sarikat Minahasa, Boedi Oetomo Afdeeling Batavia, Pelajar Indonesia (Sekar Roekoen), Bapak Darmo, Ali Tirtosoewirjo, Prawira dan Ny Koesoema Sumantri; sementara itu divisi Batavia Mohammadijah dan Jong-Jara serta Pasoendan tidak terwakili. Topik-topik yang dipresentasikan dalam kongres ini antara lain persatuan Indonesia, masa depan perempuan, bahasa dan sastra serta agama dalam gerakan. Beberapa kesimpulan persatuan Indonesia, usulan bahasa Melayu (lingua franca) sebagai bahasa persatuan Indonesia, kemajuan perempuan tanpa meninggalkan budaya Indonesia dan masalah agama harus berada di luar pembicaraam kongres (lihat De locomotief, 06-05-1926). Letak Gedung Lux Orientes kini di hook Jalan Budi Utomo dan Jalan Lapangan Banteng Timur). 

Pasca Kongres Pemuda pertama, Tabrani kemudian dipanggil (lihat De Indische courant, 28-05-1926). Disebutkan bahwa Tabrani, ketua Kongres Pemuda pertama, dipanggil ke Penasihat Urusan Pribumi sebagai tanggapan atas pernyataan yang agak bising selama kongres itu. Tampaknya ini adalah cara baru untuk menangani pelanggaran bicara. Akan lebih baik jika pelanggaran berbicara selalu ditangani oleh seorang ahli di bidang urusan Pribumi. Ini sering mencegah banyak kesalahpahaman. Sementara itu, prosedur dewan pertanahan (Landraad) yang panjang dan seringkali tidak membuahkan hasil dapat diselamatkan. Namun bagaimana hasilnya tidak diketahui. Sementara itu Tabrani masih memiliki permasalahan sendiri di internal surat kabar Hindia Baroe. 


Tabrani yang dulu anggota Jong Java sebenarnya hanya sebagian kecil anggota Jong Java yang menyetujui sepak terjang Tabrani. Sebagian besar lebih suka dengan cara yang biasa-biasa saja. Hal itulah mengapa Tabrani (yang berasal dari Madura) sangat jarang namanya dihubungkan dengan Jong Java maupun Boedi Oetomo. Hal itu juga nantinya yang dialami oleh Dr Soetomo dan Ir Soekarno. Di dalam internal Jong Java dan Boedi Oetomo ada sebutan Trawant Tabrani, tidak hanya Tabrani yang tidak diikuti tetapi juga orang-orang yang diindikasikan antek Tabrani. Sementara itu, surat kabar Hindia Baroe yang dipimpin Soetadi dengan pimpinan redaksinya Tabrani sedang memiliki masalah keuangan. Satu permasalahan besar Hindia Baroe adalah tidak memiliki percetakan sendiri yang sangat tergantung dari luar yang menyebabkan biaya cetak yang terus naik. Ini berbeda dengan NV Bintang Hindia pimpinan Parada Harahap yang telah memiliki percetakan sendiri. Soetadi mulai angkat tangan tidak bisa mengatakan apa, apakah Hindia Baroe ditutup atau tidak. Yang jelas kini Hindia Baroe tidak beralamat di alamat lamanya lagi, tetapi sudah berada di alamat sementara di alamat rumah Tabrani di Djohar (lihat Algemeen handelsblad voor Nederlandsch-Indie, 10-05-1926). Tampaknya setelah ini tidak pernah diketahui lagi kabar surat kabara Hindia Baroe. 

Pada akhirnya Tabrani tidak berada di surat kabar Hindia Baroe lagi. Setelah begitu lama baru diketahui keberadaan Tabrani (lihat De locomotief, 25-01-1927). Disebutkan Panitia Kongres Jong Indonesia di Weltevreden, yang diketuai oleh Tabrani, mantan pemimpin redaksi harian berbahasa Melayu Hindia Baroe, sibuk membahas Kongres Pemuda kedua, yang rencananya akan diadakan pada awal tahun ajaran baru. Belum ada yang diketahui tentang sifat pokok bahasan yang akan dibahas dalam kongres itu. Tabrani diketahui akan berangkat ke Eropa. 


De locomotief, 10-03-1927: ‘Kongres Pemuda Indonesia. Jumat sore lalu, tanggal 4 ini, Komite Kongres Jong Indonesia bertemu di Weltevreden. Hidangan utama diskusi adalah persiapan Kongres Pemuda kedua dan pemilihan panitia. Diputuskan untuk mengadakan Kongres Pemuda kedua pada bulan Agustus. Dari pokok-pokok yang akan dibahas, kita perhatikan: 1. Gagasan Indonesia Raya dan penjabarannya. 2. Arti penting pers dalam pembangunan nasional Indonesia 3. Emansipasi wanita Indonesia. 4. Masalah emigrasi. 5. Kesehatan. 6. Signifikansi internasional Indonesia. 7. Wajib belajar. 8 Arti penting olahraga bagi ketahanan fisik bangsa Indonesia. Berbeda dengan kongres pertama, kali ini akan diselenggarakan berbagai kegiatan seni dan  kompetisi olahraga juga tidak akan dilupakan. Pemilihan panitia sementara sehubungan dengan keberangkatan awal Tabrani ke Eropa menghasilkan komite sebagai berikut: Ketua Bahder Djohan (Semi-dokter), wakil ketua Ms. Soetji Soemarni (guru), sekretaris 1 Wahab (Stovia), sekretaris 2 Tirtawinata (RHS), bendahara 1 Nelwan (Stovia), bendahara 2 Louhanapessij (Normaal Cursus). Anggota: Ny. S. Adam (Normaal Cursus); M Soepit (RHS); P. Pinontoan (Stovia); J. Toule Soulehuwij (RHS); Darwin (Stovia); Diapari Siregar (Stovia); GM L Tobing (Stovia); Gindo Siregar (Stovia); TH Pangemanan; Abdullah Sjukoer (RHS) dan Tabrani (Jurnalis). Tabrani mengatakan dalam pidato perpisahan singkatnya antara lain bahwa Kongres Jong Indonesia harus menjadi sumber energi yang darinya organisasi-organisasi pemuda yang ada dan yang akan didirikan dapat menarik kekuatan mereka dalam mewujudkan gagasan Indonesia tentang persatuan. Pukul 7 malam ketua baru menutup rapat, setelah mengucapkan terima kasih kepada Tabrani atas nama panitia yang baru dibentuk atas segala upaya yang telah dilakukan oleh promotor Kongres Pemuda Indonesia pertama ini dengan penuh semangat menyebarkan gagasan Indonesia tentang kesatuan’. 

Panitia Kongres Pemuda tahun 1927 sudah terbentuk, panitia inti ketua Bahder Djohan (Semi-dokter), sekretaris pertama Wahab (Stovia) dan bendahara pertama Nelwan (Stovia). Kongres akan diadakan pada bulan Agustus 1927. Tabrani sendiri yang akan berangkat ke Belanda, hingga bulan Juni diketahui (sudah) berada di Batavia (lihat Bataviaasch nieuwsblad, 07-06-1927). Tabrani baru berangkat ke Belanda pada bulan Juli (lihat De locomotief, 11-07-1927). 


Tunggu deskripsi lengkapnya

Tjipto Diasingkan ke Banda 1927; Pemimpin Perhimpunan Indonesia di Belanda Ditangkap 1927, Diadili 1928

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok. Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi menulis artikel sejarah di blog di waktu luang. Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang sayang (publish or perish). Buku-buku sejarah yang sudah dipublikasikan: Sejarah Mahasiswa di Indonesia: Generasi Pertama; Sejarah Pers di Indonesia: Awal Kebangkitan Bangsa; Sejarah Sepak Bola di Indonesia; Sejarah Pendidikan di Indonesia: Pionir Willem Iskander; Sejarah Bahasa Indonesia. “Sejarah Catur di Indonesia”; “Sejarah Klub Como 1907”; “Sejarah Kongres Pemuda dan Sumpah Pemuda”; “Sejarah Diaspora Indonesia di Jepang”. Korespondensi: akhirmh@yahoo.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar