Sabtu, 03 April 2021

Sejarah Australia (17): Eukaliptus, Pohon Tinggi dan Ahli Flora dan Fauna Australia; Populasi Eukaliptus Juga Ada di Indonesia

 

*Untuk melihat semua artikel Sejarah Australia dalam blog ini Klik Disin

Seperti halya hewan kanguru, pohon eukaliptus selain ditemukan di Australia juga di Indonesia. Namun publik kerap mengasosiasikan hewan kanguru dan pohon eukaliptus hanya khas Australia. Okelah, tidak apa. Artikel ini sedang membicarakan sejarah penemuan pohon eukaliptus. Pohon jenis ini terbilang tinggi, melebihi jenis pohon-pohon lain bahkan lebih tinggi dari pohon kelapa tertinggi. Hal itulah mengapa sejarah pohon eukaliptus ini penting untuk ditelusuri kapan ditemukan.

Nama eukaliptus (eucalyptus) berasal dari bahasa Yunani. Spesies pohon ini diperkirakan ada sekitar 700 yang sebagian besar ditemukan di Australia dan sebagian yang lain ditemukan di Papua, Maluku, Nusa Tenggara, Sulawesi, Tadmandia, Papua Nugini dan Mindanao (Filipina). Salah satu keluarga eukaliptus di Indonesia adalah kayu putih. Dua jenis pohon ini juga dapat diekstrak untuk menghasilkan minyak, pohon kayu putih menghasilkan minyak kayu putih. Pohon eukaliptus meski tinggi, tetapi dari aspek kekuatan batang terbilang rapuh jika dibandingkan jenis kayu-kayu Indonesia seperti kayu hitam, kayu ulin yang dapat dijadikan sebagai perahu, rangka kapal dan jembatan,

Lantas bagaimana sejarah pohon eukaliptus? Sudah barang tentu sudah ada yang menulisnya tetapi nyaris tidak menyentuh aspek sejarah penemuannya. Sejarah penemuan pohon eukaliptus haruslah dikaitkan dengan para pelaut-pelaut jaman lampau dan para ahli flora dan fauna yang melakukan ekspedisi ilmiah. O, begitu. Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Jumat, 02 April 2021

Sejarah Australia (16): Kanguru, Hewan Endemik Khas Papua dan Australia; Apakah Populasi Kanguru Asli Papua Telah Punah?

 

*Untuk melihat semua artikel Sejarah Australia dalam blog ini Klik Disin  

Ada harimau Sumatra, harimau Jawa dan harimau Bali, Bukan itu fokus kita. Tetapi ada harimau ada macan tutul, harimau hitam atau jenis macan lainnya seperti kucing (harimau adakalanya disebut kucing besar). Seperti jenis harimau yang beragam, jenis kanguru juga banyak ragamnya. Paling tidak ada kanguru Australia dan kanguru Papua (Nugini), Seperti halnya macan tutul yang bisa memanjat, kanguru di Papua juga ada yang bisa memanjat. Lantas mengapa berbeda kanguru Australia dan kanguru? Lalu apakah populasi kanguru asli Papua telah punah?

Kanguru (kangguru) adalah hewan mamalia yang memiliki kantung (marsupialia). Hewan ini umunya disebut hewan khas (endemik) Australia. Nama kanguru dalam bahasa Aborigin disebut gangguru. Populasi kanguru di Australia tersebar di seluruh wilayah. Sedangkan kanguru Papua hanya menyebar luas di wilayah selatan pulau Papua (yang dekat dengan Australia). Secara fisik, kanguru memiliki dua kaki belakang yang kuat, telapak kakinya yang besar yang menjadi tumpuannya untuk meloncat. Kanguru Australia biasa melompat dengan kecepatan 20–25 Km/jam, tetapi mereka bisa melompat hingga kecepatannya menjadi 70 Km/jam. Harapan hidup kanguru sekitar 10--20 tahun. Kanguru juga memiliki otot tungkai depan (bisep) yang kuat yang dimaksudkan untuk mempertahankan diri (seperti halnya jenis harimau).

Lantas bagaimana sejarah kanguru? Yang jelas bahwa pada masa lalu daratan Australia dengan daratan Papua menyatu sebagaimana halnya daratan Sumatra, Jawa dan Kalimantan menyatu dengan (benua). Laut dangkal yang kini memisahkan Australia dan Papua ini disebut Paparan Sahul, sedangkan yang memisahkan Asia dengan Sumatra, Jawa-Bali dan Kalimantan Paparan Sunda. Hal itulah mengapa sebaran jenis harimau di Asia dan kanguru di Australia. Lalu bagaimana sejarah kanguru di Australia dan Papua? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah Australia (15): Uluru, Ayers Rock, Alice Springs di Jantung Benua Australia; Ayers Rock, Batu Air Sumber Air di Gurun

 

*Untuk melihat semua artikel Sejarah Australia dalam blog ini Klik Disin 

Orang Eropa awalnya hanya menemukan garis pantai (benua) Australia dan kemudian wilayah belakang pantai melalui muara-muara sungai. Itu berawal pada awal kehadiran orang Belanda di Hindia Timur (kini Indonesia) pada tahun 1616. Sementara di jantung pedalaman benua Australia sudah sejak zaman kuno ada kehidupan penduduk asli (Aborigin). Satu yang penting situs di pedalaman gurun ini disebut Uluru atau Ayers Rock (bukit batuan yang memiliki sumber air). Tidak jauh dari Ayers Rock ini terdapat oase, suatu kawasan yang memiliki sumber kehidupan (air artesis, springs). Kini menjadi icon wisata pedalaman Australia.

Soal Rock dan Springs ini seakan kembar. Di pantai barat Amerika juga terdapat (pegunungan) Rocky Mountains dan titik-titik springs yang ditemukan sejak era Wild West (era para cowboy). Salah satu di wilayah rocky Wild West ini disebut gurun mematikan yang disebut L’lano Estacado (nama sejak era Spanyol). Pegunungan rocky ini harus dilewati para cowboy dari pantai timur Amerika menuju California di pantai barat yang banyak mengandung emas. Itulah awal pantai barat Amerika. Salah satu area springs di California adalah Palm Springs, suatu area destinasi wisata jika kita stay di Los Angeles atau Santa Monica (teringat, ingin lagi ke sana). Rocky dan springs tentu saja ada di banyak tempat sepertu guru Sahara Afrika, gurun Gobi Asia, tetapi rocky dan springs Amerika Barat dan pedalaman Australia terkesan sangat dipopulerkan dalam sejarah karena peran para penjelajah Eropa.

Lantas bagaimana sejarah Uluru, Ayers Rock di jantung pedalaman Australia? Sudah barang tentu sudah ada yang menulisnya. Namun sejarah tetaplah sejarah. Sejauh data baru ditemukan, penulisan narasi sejarah Ayers Rock tidak pernah berhenti. Lalu bagaimana pula sejarah Aluce Springs tetangga Uluru? Idem dito. Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.