Selasa, 04 Januari 2022

Sejarah Menjadi Indonesia (334): Pahlawan Nasional Abdoel Kadir Lahir di Sintang; Pemimpin Melawi Awal Era Hindia Belanda

 

*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disin

Abdoel Kadir berasal dari Melawi, Kalimantan Barat adalah pahlawan Indonesia yang telah ditabalkan sebagai Pahlawan Nasional (1999). Abdoel Kadir adalah satu-satunya Pahlawan Nasional dari (provinsi) Kalimantan Barat. Oleh karena itu, sangat menarik untuk mempelajari sejarahnya.

Abdul Kadir Gelar Raden Temenggung Setia Pahlawan (lahir: Sintang, Kalimantan Barat, 1771 - wafat: Tanjung Suka Dua, Melawi, 1875) adalah seorang pahlawan nasional Indonesia dari Melawi [apakah usianya lebih dari 100 tahun?]. Pada tahun 1845, ia diangkat sebagai Kepala Pemerintahan Melawi yang merupakan bagian dari Kerajaan Sintang. Sebagai pejabat kerajaan ia mendapat gelar Raden Temenggung. Ia berhasil mengembangkan potensi perekonomian wilayah ini dan mempersatukan suku Dayak dengan Melayu. Selain itu ia juga berjuang menentang Belanda yang ingin menguasai wilayah ini. Abdul Kadir lahir di Sintang. Ayahnya bernama Oerip dan ibunya bernama Siti Safriyah. Ayah Abdul Kadir bekerja sebagai hulubalang atau pemimpin pasukan Kerajaan Sintang. Abdul Kadir sudah mengabdi sebagai pegawai Kerajaan Sintang pada saat usianya masih sangat muda. Abdul Kadir kemudian diangkat menjadi pembantu ayahnya yang menjabat sebagai Kepala Pemerintahan kawasan Melawi. Setelah ayahnya wafat, pada tahun 1845, ia diangkat sebagai kepala pemerintahan Melawi menggantikan kedudukan ayahnya. Karena jabatannya itu Abdul Kadir mendapatkan gelar Raden Tumenggung yang diberikan oleh Raja Sintang. Dalam perjuangannya, ia berhasil mempersatukan suku-suku Dayak dengan Melayu serta dapat mengembangkan potensi ekonomi daerah Melawi. Namun, ia juga berjuang keras menghadapi ambisi Belanda (datang di Sintang pada tahun 1820) yang ingin memperluas wilayah kekuasaannya ke daerah Melawi. Pada tahun 1868, Belanda yang marah akibat sering mendapat gangguan keamanan kemudian melancarkan operasi militer ke daerah Melawi. (Wikipedia).

Lantas bagaimana sejarah Pahlawan Nasional Abdoel Kadir di Melawi, Kalimantan Barat? Seperti disebut di atas, Abdoel Kadir lahir di Sintang dan kemudian membantu ayahnya mengabdi di kerajaan Sintang yang membuka jalan bagi anak dan ayah sebagai kepala pemerintahan di Melawi. Lalu bagaimana sejarah Abdoel Kadir? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Senin, 03 Januari 2022

Sejarah Menjadi Indonesia (333): Pahlawan Indonesia Oevaang Oeray Pemimpin Dayak; Negara Federal dan atau Republik Indonesia

 

*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini

Sesungguhnya cukup banyak pahlawan Indonesia berasal dari Tanah Dayak (Dajaklanden), Namun baru sebagian yang terinformasikan secara luas. Salah satu pahlawan Indonesia yang berasal dari Tanah Dayak yang sudah dikenal luas adalah Oevaang Oeray. Sebagai pejuang, Oevaang Oeray mencapai karir politik sebagai Gubernur (provinsi) Kalimantan Barat (1960-1966).

Johanes Chrisostomus Oevaang Oeray (18 Agustus 1922-17 Juli 1986) adalah Gubernur Kalimantan Barat yang menjabat pada periode 1960-1966 dan merupakan Gubernur Kalbar pertama dari kalangan Suku Dayak. Oevaang Oeray juga merupakan salah satu pendiri Partai Persatuan Dayak yang pernah mengikuti Pemilu pertama di Indonesia tahun 1955 dan 1958. Dia juga menekankan kedaulatan setiap agama yang dijamin oleh kebebasan beragama sebagai salah satu hak yang paling mendasar, dan menolak pula kontrol atas praktik keagamaan oleh negara dalam bentuk apapun. Johanes Chrisostomus Oevaang Oeray lahir di Kedamin, Kapuas Hulu. Ayah dan ibunya bernama Ledjo dan Hurei yang beragama Katolik. Kedua orangtuanya berasal dari suku Dayak yang bekerja sebagai penoreh karet dan petani ladang berpindah. Pertama-tama sekali ia bekerja adalah menjadi seorang guru. Dan kemudian, pada tahun 1941 para guru sekolah Katolik se-Kalimantan Barat berkumpul di Sanggau mengadakan retret (rekoleksi) tahunan. Saat retret berlangsung, seorang murid seminari di Nyarumkop, Oevaang Oeray, menulis surat terbuka kepada para peserta rekoleksi. Isinya mengajak para guru memikirkan perbaikan nasib masyarakat Dayak yang terus dalam kondisi memprihatinkan. Diantara pemikiran diajukan, antara lain agar perbaikan nasib orang Dayak dilakukan melalui perjuangan organisasi politik. Gagasan yang dikemukakan Oevaang Oeray ini mampu memberikan inspirasi para peserta, pada penutupan rekoleksi yang dipimpin AF Korak, JR Gielling Laut, dan M Th Djaman, melahirkan kebulatan tekad membentuk organisasi yang berfungsi memperjuangkan nasib Dayak di forum politik (Wikipedia).

Lantas bagaimana sejarah pahlawan Indonesia Oevaang Oeray? Seperti disebut di atas, Oevaan Oeray adalah seorang pejuang di Kalimantan Barat yang berasal dari Tanah Dayak yang mampu mencapau posisi Gubenur Kalimantan Barat. Lalu bagaimana sejarah Oevaang Oeray? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah Menjadi Indonesia (332): Pahlawan-Pahlawan Indonesia dan Duo Abdoel Moeis di Samarinda; Republik Indonesia Serikat

 

*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini

Di Samarinda tempo doeloe ada dua tokoh yang sama-sama menggunakan nama Abdoel Moeis yakni Inche Abdoel Moeis dan Abdoel Moeis Hassan. Namun untuk urusan politik dan perjuangan keduanya memiliki sikap yang berbeda. Inche Abdoel Moeis cenderung pro negara federal (Belanda/NICA) sementara Abdoel Moeis Hassan cenderung pro Republik (NKRI). Yang jelas keduanya sama-sama memperjuangkan kepentingan masyarakat Kalimantan Timur, khususnya di Samarinda.

Inche Abdoel Moeis disingkat IA Moeis (lahir di Samarinda, 2 Agustus 1920-meninggal di Jakarta, 1978) adalah Kepala Daerah Provinsi Kalimantan Timur, yang menjabat selama kurang dari tiga bulan pada 3 Maret s.d. 27 Mei 1959. IA Moeis bukan gubernur karena pada saat bersamaan ada posisi gubernur yang dijabat oleh APT Pranoto. Tahun 1943-1945 mendapatkan beasiswa untuk bersekolah di Jepang.    Tahun 1946-1948 menjadi pengurus Ikatan Nasional Indonesia Cabang Samarinda.    Tahun 1947 ditunjuk sebagai Ketua Front Nasional tapi tidak lama kemudian diberhentikan karena sikapnya yang mendukung pembentukan Negara Federal Kalimantan oleh Van Mook. Kedudukan Ketua Front Nasional kemudian digantikan oleh pejuang Republiken Samarinda Abdoel Moeis Hassan. Abdoel Moeis Hassan (2 Juni 1924-21 November 2005) adalah seorang tokoh pemuda pergerakan kebangsaan di Samarinda pada masa 1940–1945 dan pemimpin perjuangan diplomasi politik untuk kemerdekaan Republik Indonesia di wilayah Kalimantan Timur pada masa 1945–1949. Pada tahun 1940, ia mendirikan Roekoen Pemoeda Indonesia (Roepindo) dan menjadi ketuanya. Bersama AM Sangadji, ia mendirikan lembaga pendidikan bernama Balai Pengadjaran dan Pendidikan Ra'jat pada tahun 1942. Ia bergabung dalam Panitia Persiapan Penyambutan Kemerdekaan Republik Indonesia (P3KRI) untuk mewujudkan Proklamasi Negara Indonesia di Samarinda tahun 1945 dan mendirikan Ikatan Nasional Indonesia (INI) Cabang Samarinda yang bertujuan menentang pendudukan Belanda di Samarinda setahun setelahnya. Tahun 1947 ia menjadi ketua Front Nasional sebagai koalisi organisasi yang mendukung RI dan menentang federasi yang dibentuk Belanda.

Lantas bagaimana sejarah Inche Abdoel Moeis dan Abdoel Moeis Hassan di Samarinda? Seperti disebut di atas, keduanya memiliki sikap politik yang berbeda untuk memperjuangkan masyarakat Kalimantan Timur. Lalu bagamaina sejarah Ince Abdoel Moeis dan bagaimana pula sejarah Abdoel Moeis Hassan? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.