*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini
Orang Indonesia mengakui Bahasa Indonesia berakar
dari bahasa Melayu. Deklarasi Bahasa Indonesia terjadi pada Kongres Pemuda
1928. Para pemuda Melayu asal Semenanjung Malaya memulai perjuangan kemederkaan
pada tahun 1935 di Batavia (kini Jakarta). Menjelang kemerdekaan Federasi
Malaya, pada Kongres Bahasa Indonesia di Medan 1954 turut hadir pemuda Federasi
Malaya. Detik-detik tahun kemerdekaan Federasi Malaya 1957, para pegiat
Pendidikan di Semenanjung Malaya mencari guru-guru Bahasa Indonesia di
Jogjakarta untuk ditempatkan di Federasi Malaya. Ini mengindikasikan bahwa
sejak awal orang Melayu di Federasi Malaya (cikal bakal Malysia) mangakui
Bahasa Indonesia, tetapi mengaoa kini ada orang Malaysia tidak mengakuai Bahasa
Indonesia (bahkan ada yang guru besar).
Dalam sejarah bahasa Melayu di Semenanjung Malaya, pada saat kemerdekaan Federasi Malaya 1957, ditetapkan sebagai bahasa resmi negara adalah bahasa Melayu, Dalam perkembangannya nama bahasa resmi negara diubah menjadi Bahasa Malaysia (bukan lagi Bahasa Melayu). Namun kemudian nama bahasa resmi negara diganti lagi menjadi Bahasa Melayu (hingga kini). Sejak inilah nama Melayu dalam berbagai elemen bernegara mulai ditonjolkan. Namun faktanya orang Malaysia tidak terlalu serius membahwa bahasa Melayu sebagai bahasa resmi, sebaliknya bahasa Inggris yang lebih populer di Malaysia yang menyebabkan bahasa Melayu gagal dimajukan (sangat dilematis). Manakala bahasa Melayu gagal di Malaysia orang Malaysia mulai ada yang menggugat Bahasa Indonesia. Bahkan ada guru besar yang menyatakan dengan angkuh bahwa Bahasa Indonesia tidak ada. Katanya yang ada adalah bahasa Melayu. Menurutnya lagi Bahasa Indonesia adalah bahasa Melayu Indonesia. Bagaimana bisa?
Lantas bagaimana sejarah orang Malaysia dulu mengakui Bahasa Indonesia, tetapi kini ada orang Malaysia menolak Bahasa Indonesia? Seperti disebut di atas, ketika Pemerintah Malaysia ingin memajukan bahasa Melayu (sebagai bahasa resmi negara), namun popularitas bahasa Inggris menyebabkan bahasa Melayu gagal. Lalu bagaimana sejarah orang Malaysia dulu mengakui Bahasa Indonesia, tetapi kini ada orang Malaysia menolak Bahasa Indonesia? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.





