Sabtu, 01 Januari 2022

Sejarah Menjadi Indonesia (328): Apa Kata Presiden Soekarno?Bung Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah (Banyak Pelaku Sejarah)


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disin

Presiden Soekarno adalah seorang peminat sejarah. Setiap pidatonya sejak muda hingga menjadi presiden tidak pernah lupa menyelipkan aspek sejarah. Oleh karena itu, Presiden Soekarno mengingatkan seluruh rakyat Indonesia ‘jangan sekali-kali melupakan sejarah’. Ir Soekarno saat itu dapat dikatakan sebagai guru besar sejarah (sebab saat itu belum ada guru besar pada bidang sejarah di perguruan tinggi).

Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah atau disingkat Jasmerah adalah semboyan yang terkenal yang diucapkan oleh Soekarno, dalam pidatonya yang terakhir pada Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1966. Menurut Jenderal Abdoel Haris Nasoetion, Jasmerah adalah judul yang diberikan oleh Kesatuan Aksi terhadap pidato Presiden, bukan judul yang diberikan Bung Karno. Presiden Soekarno memberi judul pidato itu untuk mempertahankan garis politiknya,yaitu ‘Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah’. Dalam pidato itu Presiden menyebutkan antara lain bahwa kita menghadapi tahun yang gawat, perang saudara, dan seterusnya. Disebutkan pula bahwa MPRS belumlah berposisi sebagai MPR menurut UUD 1945. Posisi MPRS sebenarnya nanti setelah MPR hasil pemilu terbentuk. Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta, Suyatno, menyebut pidato ‘Djangan Sekali-kali Meninggalkan Sedjarah!’ pada 17 Agustus 1966 merupakan pidato kepresidenan terakhir Bung Karno. Dia mencatat, terdapat 89 kata revolusi dan 50 kata sejarah dalam pidato tersebut. Itu menunjukkan betapa penting revolusi dan sejarah bagi Bung Karno. (Wikipedia).

Lantas bagaimana sejarah Presiden Soekarno perlu mengingatkan seluruh rakyat Indonesia agar tidak melupakan sejarah? Seperti disebut di atas, kalimat yang mengingatkan itu dikatakan pada pidatonya pada tangga 17 Agustus 1966, pidato yang dianggap sebagai pidato Ir Soekarno? Lalu mengapa begitu penting sejarah harus diingatkan Presiden Soekarno untuk tidak dilupakan? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan saja*.

Apa Kata Presiden Soekarno? Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah

Tunggu deskripsi lengkapnya

Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah: Banyak Pelaku Sejarah yang Terlupakan

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat (1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di seputar rumah--agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar