Selasa, 17 Februari 2026

Sejarah Jepang (15): Jepang vs Korea dan Jepang vis-à-vis Indonesia; Asia Timur adalah Satu Hal dan Asia Tenggara adalah Hal Lain


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Jepang dalam blog ini Klik Disini 

Dalam minggu ini terjadi perang antara Netizen Indonesia (Net 62) dan Netizen Korea (K-netz). Pemicunya entah bagaimana ada K-netz yang menghina Asia Tenggara termasuk Indonesia. Perang “warga net” tidfak terhindarkan dimana Net 62 menghantam balik K-netz (hingga TKO). Alih-alih K-Netz berharap Netizen Jepang membantu untuk menyerang warga net Asia Tenggara (SEAblings) yang terjadi sebaliknya Netizen Jepang justru membela Net 62 khususnya. Mengapa? Hubungan baik orang Jepang dan orang Indonesia pada era modern sejatinya sudah berlangsung sejak 1918 (hingga kini). Sejarah Pers di Indonesia

Sejarah "kontra" atau konflik antara Jepang dan Korea adalah narasi panjang yang didominasi oleh persaingan kekuasaan di Asia Timur, dengan titik paling traumatis terjadi pada abad ke-20. Ketegangan besar pertama bermula saat pemimpin militer Jepang, Toyotomi Hideyoshi, melancarkan invasi ke Korea tahun 1592 dengan ambisi akhir menaklukkan Dinasti Ming di Tiongkok. Perang ini menyebabkan kehancuran luas di Semenanjung Korea sebelum pasukan Jepang akhirnya ditarik mundur setelah kematian Hideyoshi tahun 1598. Akar utama sentimen anti-Jepang di Korea modern bermula ketika Jepang secara resmi mencaplok Korea melalui Perjanjian Aneksasi 1910. Selama 35 tahun masa pendudukan kekayaan alam dan tenaga kerja Korea dikuras untuk kepentingan militer Jepang. Ribuan warga Korea dipaksa menjadi buruh di pabrik/tambang Jepang, dan banyak wanita dipaksa menjadi "Comfort Women" (wanita penghibur) bagi tentara Jepang. Jepang berusaha menghapus identitas Korea dengan melarang bahasa Korea dan memaksa warga mengadopsi nama Jepang. Meskipun hubungan diplomatik telah dinormalisasi pada tahun 1965, beberapa isu sejarah tetap menjadi pemicu konflik diplomatik saat ini. Sisa dari perseteruan Korea ve Jepang adalah Korea Utara hingga saat ini, tidak memiliki hubungan diplomatik resmi (AI Wikipedia). 

Lantas bagaimana sejarah Jepang versus Korea dan Jepang vis-à-vis Indonesia? Seperti disebut di atas, hubungan baik orang Jepang dan orang Indonesia sejatinya sudah berlangsung sejak 1918. Bagaimana dengan Korea? Itu belum lama secara terbatas pada Korea Utara. Lalu bagaimana sejarah Jepang versus Korea dan Jepang vis-à-vis Indonesia? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe. 

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan saja*.

Jepang versus Korea dan Jepang vis-à-vis Indonesia; Asia Timur adalah Satu Hal, Asia Tenggara adalah Hal Lain

Wilayah Jepang dan Korea ibarat wilayah Indonesia dengan Malaysia. Demikianlah bermukla ketiga geopolitik antara Belanda di Indonesia dan Inggris di Malaya. Berjiran yang memiliki potensi bergesekan yang menimbulkan saling benci yang dapat berujung perang. Jepang setelah yang mulai terbuka, setelah Restorasi Meiji, Jepang semakin menguat. Dalam fase inilah mulai kehadiran Rusia di kawasan. 


Untuk menghubungkan Eropa (timur) dan Asia (timur) di wilayah Rusia, pemerintah Rusia mulai membangun jaringan kereta api yang disebut Trans Siberia dari Moscow hingga di Vladivostok. Jalur kereta api trans Siberia ini dimulai tahun 1894 (lihat Limburger courier, 20-07-1894). Disebutkan pelabuhan Wor San dan Chemulpo, yang telah dibuka untuk perdagangan, juga berada di dekatnya. Namun di dekatnya terdapat pelabuhan angkatan laut Rusia Vladivostok, terminus kereta api Siberia, yang saat ini sedang dibangun. 

Rusia yang terus memperkuat posisinya di pantai timur Asia, Jepang yang semakin kuat juga mulai melakukan invasi ke Formosa (Taiwan) tahun 1895. Sementara itu, Tiongkok memiliki kedaulatan atas Korea, yang sangat berharga untuk tambangnya, tetapi terlebih lagi untuk posisi strategisnya di daratan Asia. Dalam konteks inilah Jepang menemukan dalih untuk mengklaim bahwa Tiongkok membangkitkan perasaan permusuhan di Korea terhadap pemerintahan Mikado. 


Dalam invasi militer Jepang ke Formosa selama lima bulan (Mei-Oktober 1895) menyebabkan Dinasti Qing menyerahkan Taiwan kepada Jepang melalui Perjanjian Shimonoseki. Orang-orang Cina di Taiwan diinternir ke Jepang. Akhirnya, Tiongkok setelah kehilangan Formosa, Tiongkok juga kehilangan kekuasaan di Korea. Dalam fase Tiongkok kehilangan haknya untuk campur tangan dalam urusan Korea, Rusia memasuki arena konflik, lebih-lebih setelah jalur trans Siberia selesai (yang menyebabkan kekuatan Rusia di Timur Jauh sebelumnya terisolasi, lalu mernjadi semakin kuat dengan dukungan logistic melalui jalu kereta aoi baru. 

Jepang jelas melihat bahwa mata Rusia tertuju pada Korea, dengan tujuan memperluas jangkauannya melalui Manchuria ke Samudra Pasifik. Gayung bersambut. Korea meminta dukungan Rusia yang kemudian dengan menempatkan Rusia di Liaotung. 


Pada akhir tahun 1903, situasi memuncak. Jepang meminta Rusia untuk menarik pasukannya dari Manchuria. Rusia menolak, dan negosiasi panjang pun terjadi, di mana Jepang menawarkan untuk menarik diri sepenuhnya dari Manchuria jika Rusia menarik diri dari Korea. Ketika tidak ada tanggapan yang diterima dari Petersburg, Mikado mengirimkan armadanya, yang memasuki pelabuhan Chemulpo dan menghancurkan dua kapal perang Rusia. Perang pun dimulai. 

Menteri Jepang di Seoul, menyadari pentingnya strategis Korea, memaksa Kaisar Korea untuk menandatangani perjanjian yang memberikan Jepang kendali militer sementara atas negara tersebut. Konferensi perdamaian di Portsmouth tidak membawa perbaikan bagi rakyat Korea, dan kemerdekaan Korea praktis berakhir. Secara bertahap, Jepang menguasai berbagai cabang pemerintahan dan akhirnya mengakhiri kemerdekaan Korea sebagai negara merdeka. 


Orang Amerika dan Eropa yang telah mempelajari Korea menyatakan bahwa orang Korea lebih dekat hubungannya dengan ras kulit putih daripada dengan orang Jepang atau Tiongkok. Para ahli etnologi mengaitkan fakta ini dengan percampuran darah kulit putih yang kuat di masa lalu. Apa pun alasannya, sudah pasti bahwa orang kulit putih di Korea lebih memahami penduduk asli dan lebih dekat hubungannya dengan mereka daripada orang Jepang, dan bahwa iman Kristen telah memperoleh momentum yang jauh lebih besar di Korea daripada di bagian Timur lainnya, kecuali Filipina, di mana Spanyol mengkonversi massa menjadi Kristen. Orang Jepang mengaitkan semua pekerjaan para misionaris dengan politik. Dan itulah mengapa mereka menyalahkan misionaris Amerika atas kegagalan upaya mereka untuk mendapatkan pijakan di Korea selama ini..


Tunggu deskripsi lengkapnya

Asia Timur adalah Satu Hal, Asia Tenggara adalah Hal Lain: Mengapa Hubungan Indonesia dan Jepang Sangat Akrab (bahkan pada masa pendudukan militer Jepang di Indonesia)

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok. Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi menulis artikel sejarah di blog di waktu luang. Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang sayang (publish or perish). Buku-buku sejarah yang sudah dipublikasikan: Sejarah Mahasiswa di Indonesia: Generasi Pertama; Sejarah Pers di Indonesia: Awal Kebangkitan Bangsa; Sejarah Sepak Bola di Indonesia; Sejarah Pendidikan di Indonesia: Pionir Willem Iskander; Sejarah Bahasa Indonesia. Forthcoming: “Sejarah Catur di Indonesia”; “Sejarah Kongres Pemuda dan Sumpah Pemuda”; “Sejarah Diaspora Indonesia”. Korespondensi: akhirmh@yahoo.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar