Minggu, 25 Januari 2026

SejarahJepang (7):BahasaIndonesia di Jepang dan Bahasa Jepang di Indonesia;Awal Bahasa Portugis, Belanda dan Inggris di Jepang


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Jepang dalam blog ini Klik Disini 

Sejarah bahasa Indonesia di Jepang berakar dari masa pendudukan Jepang (1942–1945), di mana bahasa Indonesia berkembang pesat karena pelarangan bahasa Belanda. Jepang menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar resmi, mendorong kodifikasi istilah baru, dan secara tidak langsung memperkuat posisi bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu. Meskipun bertujuan untuk kepentingan propaganda, kebijakan Jepang secara signifikan mempercepat penggunaan bahasa Indonesia secara luas di seluruh Nusantara. 


Masyarakat Jepang tercatat sudah mulai mengenal bahasa Melayu (cikal bakal bahasa Indonesia) sejak tahun 1700-an melalui daftar kosakata sederhana yang dibawa oleh pedagang atau pelaut. Masa Pendudukan Jepang di Indonesia (1942–1945) adalah periode ini menjadi titik balik krusial. Jepang melarang penggunaan bahasa Belanda dan mewajibkan bahasa Indonesia sebagai bahasa utama dalam pemerintahan dan pendidikan di Indonesia. Kebijakan ini secara tidak langsung memperkuat posisi bahasa Indonesia di mata dunia dan meningkatkan minat studi bahasa tersebut di kalangan akademisi serta pejabat militer Jepang. Pendidikan formal bahasa Indonesia di Jepang mulai berkembang pada awal 1900-an. Fokus utamanya saat itu adalah untuk kepentingan hubungan diplomatik dan ekonomi. Hingga tahun 2026, bahasa Indonesia telah diajarkan di berbagai perguruan tinggi ternama di Jepang sebagai mata kuliah pilihan maupun jurusan khusus. Mahasiswa Jepang tidak hanya mempelajari bahasa, tetapi juga aspek budaya, seni, dan sejarah Indonesia. Minat masyarakat Jepang terus meningkat melalui program BIPA yang didukung oleh pemerintah Indonesia. Bahasa Indonesia kini menjadi salah satu bahasa asing yang cukup diminati oleh warga Jepang karena hubungan kerja sama ekonomi yang erat (AI Wikipedia).. 

Lantas bagaimana sejarah Bahasa Indonesia di Jepang dan bahasa Jepang di Indonesia? Seperti disebut di atas, bahasa Jepang masa kini semakin diminati orang Indonesia, demikian juga Bahasa Indonesia juga semakin diminati orang Jepang. Di masa lampau bahasa Eropa (Portugis, Belanda dan Inggris) juga berkembang di Jepang dan di Indonesia. Lalu bagaimana sejarah Bahasa Indonesia di Jepang dan bahasa Jepang di Indonesia? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sabtu, 24 Januari 2026

Sejarah Padang Sidempuan (27):Davos 2026 Kopi Angkola, Kopi Mandailing, Orang Utan Batangtoru; Coffeenatics di Pavilion WEF


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Padang Sidempuan di blog ini Klik Disini

Belum lama ini terjadi banjir bandang di Sumatra, termasuk hilangnya desa Garoga karena terjangan banjir di sungai Aek Garoga. Sungai Aek Garoga ini hulu tertinggi berada di area tertinggi di barat laut (1048 Mdpl) dengan jarak garis lurus dari desa Garoga 16 Km dan hulu terjauh di timur laut di dolok Majang (908 Mdpl) jarak 17 Km. Sungai Batang Toru berada di timur sungai Garoga. Sungai Aek Oeloehala Na Godang yang berhulu di Dolok Majang bermuara ke sungai Batang Toru. Kawasan tiga daerah aliran sungai (DAS) iniklah habitat Orang Utan Tapanuli di ke Kecamatan Batang Toru, kabupaten Tapanuli Selatan. 


Coffeenatics is an Indonesian specialty coffee company that operates as a roaster, wholesaler, coffee academy, and cafe. Founded in Medan in 2015, it has since expanded operations to Jakarta and aims to be a leading caffeine solution provider in the country.  Coffeenatics offers a diverse selection of roasted coffee beans, including specialty-grade Arabica, Arabusta (Arabica & Robusta blend), and competition-level microlot and nanolot coffees. They emphasize the quality and unique taste profile of coffee from specific Indonesian regions like Southern Tapanuli. Cafe & Pastry Department: The company operates several physical cafe locations, primarily in Medan (Cik Ditiro, Tijili, and "X" Timor). These locations serve coffee, locally and globally inspired food, and unique pastries led by Chef Harris Hartanto Tan. They provide barista training programs designed for various skill levels, from aspiring baristas to home enthusiasts and industry professionals, to up-skill their coffee abilities. Coffeenatics is noted for its commitment to sustainability and social impact: Apes for Apes Project: Through this initiative, the sale of their Southern Tapanuli coffee helps fund the conservation of the endangered Tapanuli orangutan, one of the rarest primates in the world (AI Wikipedia). 

Lantas bagaimana sejarah kopi Angkola, kopi Mandailing dan Orang Utan Batangtoru? Seperti disebut di ata, Coffeenatics hadir di Pavilion WEF di Davos 2026 beberapa hari lalu dimana Presiden Prabowo menyampaikan tema “Probowonomics”. Harris Hartanto Tan dari Coffeenatics menawarkan kopi Tapanuli Selatan (Angkola dan Mandailing) dan konsep berkelanjutan ala Orang Utan Batang Toru. Lalu bagaimana sejarah kopi Angkola, kopi Mandailing dan Orang Utan Batangtoru? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Jumat, 23 Januari 2026

Sejarah Jakarta (125): Naturalisasi Restorasi, Normalisasi Revitalisasi Sungai; Mengapa Itu Masih Banjir di Jakarta? Ada Salah Berpikir?


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Jakarta dalam blog ini Klik Disini

Hingga Januari 2026, banjir masih menjadi tantangan besar bagi Jakarta karena kombinasi faktor cuaca ekstrem, penurunan permukaan tanah yang kritis, dan masalah struktural drainase kota. Alih-alih menuduh cuaca ekstrem, curah hujan tinggi dan durasi hujan dan bahkan juga disebut ada kontribusi penurunan permukaan tanah,  pengambilan air tanah yang berlebihan dan beban bangunan yang masif, mengapa naturalisasi, normalisasi, revitalisasi, restorasi sungai dan sebagainya tidak menghilangkan banjir?.

 

Sejarah banjir di Jakarta telah tercatat sejak masa kuno karena posisinya yang berada di dataran rendah delta sungai. Prasasti Tugu mencatat upaya penggalian sungai untuk mengalirkan air ke laut. Banjir besar pertama di era Batavia (VOC) 1621 akibat luapan sungai Ciliwung. VOC mulai membangun sistem kanal. Banjir besar terjadi lagi tahun 1654. Pada tahun 1872 banjir besar merendam Batavia setinggi lebih dari satu meter. Tercatat curah hujan ekstrem 1892 setinggi 286 mm dalam delapan jam yang menyebabkan banjir luas. Salah satu banjir terparah era kolonial yang merendam wilayah luas hingga Kemayoran tahun 1918. Setelah ini, sistem pengendali banjir seperti Banjir Kanal Barat Manggarai mulai dibangun. Pada tahun 1977 kawasan Monas terendam dan sedikitnya 50.000 jiwa mengungsi; tahun 1996 banjir setinggi hingga 7 Meter merendam puluhan ribu rumah dan menelan 20 korban jiwa. Banjir nasional tahun 2002 melumpuhkan ekonomi Jakarta dengan cakupan genangan mencapai 24% wilayah kota. Banjir tahun 2007 dianggap sebagai salah satu yang terburuk dalam tiga abad terakhir, sebesar 60% wilayah Jakarta terendam, 80 orang meninggal dunia. Lagi-lagi, tahun 2013 pusat kota (kawasan Sudirman-Thamrin) dan Istana Negara terendam. Terakhir tahun 2020 curah hujan ekstrem di awal tahun menyebabkan banjir luas yang menewaskan puluhan orang dan memaksa ribuan warga mengungsi (AI Wikipedia). 

Lantas bagaimana sejarah naturalisasi, normalisasi, revitalisasi, restorasi sungai? Seperti disebut di atas, hingga tahun 2026 ini banjir masih terjadi. Pertanyaannya mengapa masih banjir di Jakarta dan berbagai kota? Lalu bagaimana sejarah naturalisasi, normalisasi, revitalisasi, restorasi sungai? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Kamis, 22 Januari 2026

Sejarah Jepang (6): Amerika versus Jepang; Laksamana Matthew Perry di Jepang 1854, Kapten Gibson di Djambi, Indonesia 1852


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Jepang dalam blog ini Klik Disini

Jepang dan Amerika Serikat (AS) saat ini merupakan sekutu dekat secara politik dan militer. Ini terjadi setelah Perang Dunia II, hubungan Jepang dan AS menjadi sangat erat, dibentuk oleh perjanjian damai dan kerja sama militer. Namun tetap menjadi masalah di kalangan masyarakat Jepang. Bukan karena masalah Greenland, tetapi keberadaan Pangkalan Militer AS di Okinawa. Namun rencana invasi Amerika ke Greenland pada masa ini, ada juga miripnya dengan isu invasi Amerika ke Jepang tahun 1854.


Amerika Serikat  secara resmi menyatakan perang dan menjadi musuh Jepang pada 8 Desember 1941. Namun, ketegangan antara kedua negara telah berkembang jauh sebelum itu. Persaingan mulai muncul karena perebutan pengaruh ekonomi dan wilayah di Asia, khususnya di Tiongkok, serta perlakuan diskriminatif terhadap imigran Jepang di AS. Hubungan memburuk drastis setelah Jepang menginvasi Manchuria (1931) dan melancarkan perang skala penuh terhadap Tiongkok (1937). Insiden penenggelaman kapal perang AS, USS Panay, oleh pesawat Jepang pada akhir 1937 semakin memicu kemarahan publik Amerika. AS berusaha menghentikan agresi Jepang dengan menjatuhkan sanksi ekonomi, termasuk larangan ekspor bahan baku perang seperti besi, baja, dan minyak. Hal ini membuat Jepang memandang AS sebagai penghambat utama ambisi mereka di Asia. Jepang melancarkan serangan mendadak ke pangkalan Angkatan Laut AS di Hawaii untuk melumpuhkan armada Pasifik Amerika (7 Desember 1941). Satu hari setelah serangan tersebut, Kongres AS secara resmi menyatakan perang terhadap Jepang, yang menandai keterlibatan penuh AS dalam Perang Dunia II sebagai musuh utama Jepang. Permusuhan ini berakhir setelah Jepang menyerah tanpa syarat pada Agustus 1945, diikuti dengan periode pendudukan Sekutu yang mengubah hubungan kedua negara menjadi sekutu dekat hingga saat ini (AI Wikipedia).. 

Lantas bagaimana sejarah Amerika versus Jepang? Seperti disebut di atas, perseteruan antara Jepang dan Amerika dimulai tahun 1937, tetapi jejak-jejaknya sudah muncul sejak kehadiran pasukan Amerika dipimpin Laksamana Peery di Jepang tahun 1854. Dua tahun sebelum itu Kapten Gibson di Djambi melakukan aneksasi tahun 1852. Lalu bagaimana sejarah Amerika versus Jepang? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Selasa, 20 Januari 2026

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia dalam Bahasa Asing, Sejak Kapan?


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Bahasa Indonesia di blog ini Klik Disini

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), nama-nama negara ditulis menggunakan ejaan bahasa Indonesia yang baku. Sebagai contoh: Belanda (bukan Netherlands), Inggris (bukan United Kingdom/England), Jerman (bukan Germany), Prancis (bukan France atau Perancis), Tiongkok (istilah baku untuk China). Baru-baru ini daftar nama negara yang mengalami penyesuaian ejaan terbaru Indonesia: Afghanistan menjadi Afganistan; Bangladesh (Banglades); Bhutan (Butan) Brunei Darussalam (Brunei Darusalam); Cabo Verde (Tanjung Hijau); Chile (Cili); Djibouti (Jibuti); Guinea (Ginea); Kazakhstan (Kazakstan); Lebanon (Libanon); Liechtenstein (Liktenstin); North Macedonia (Masedonia Utara); Paraguay (Paraguai); Thailand (Tailan); Switzerland (Swis); Uruguay (Uruguai). 


Thailand Jadi Tailan, Akankah Resmi Masuk KBBI? Ini Kata Badan Bahasa Kompas.com, 20 Januari 2026. Kompas.com. Pemerintah melalui Badan Informasi Geospasial (BIG) resmi menetapkan perubahan penulisan dan pengucapan nama negara Thailand menjadi Tailan dalam bahasa Indonesia. Perubahan ini tercantum dalam dokumen eksonim, yaitu daftar nama resmi negara-negara dunia versi bahasa Indonesia. Pembaruan tersebut dimuat dalam dokumen resmi bernomor GEGN.2/2025/122/CRP.122 yang disampaikan Indonesia pada sidang United Nations Group of Experts on Geographical Names (UNGEGN) di New York, Amerika Serikat, pada 28 April–2 Mei 2025. Standardisasi ini merupakan bagian dari inisiatif jangka panjang yang telah diajukan delegasi Indonesia sejak 2019. Dalam dokumen UNGEGN bertajuk “Updated World Country Names: Short and Formal Names, Submitted by Indonesia” tertanggal 10 Maret 2025, disebutkan bahwa Indonesia mulai mengumpulkan daftar lengkap nama negara dan ibu kota dunia sejak sesi perdana UNGEGN pada 2019. Upaya tersebut kemudian diperkuat pada 2024 melalui pembaruan ejaan yang lebih akurat secara ortografis (tata tulis) dan fonologis (pelafalan). Tujuan utama pembaruan ini adalah menyesuaikan penulisan nama negara asing agar selaras dengan pelafalan dan tata tulis bahasa Indonesia, tanpa menyimpang dari daftar resmi negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), seperti Thailand menjadi Tailan serta Paraguay menjadi Paraguai

Lantas bagaimana sejarah nama negara lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI)? Seperti disebut di atas, baru-baru ini ada sejumlah negara lain yang mengalami penyesuaian dalam Bahasa Indonesia. Sebaliknya, nama Indonesia di berbagai negara lain sudah ada sejak lama. Lalu bagaimana sejarah nama negara lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI)? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Minggu, 18 Januari 2026

Sejarah Jepang (5): Orang Portugis, Orang Belanda dan VOC di Jepang; Awal Bermula Orang Portugis di Indonesia di Hindia Timur


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Jepang dalam blog ini Klik Disini

Orang Portugis merupakan bangsa Eropa pertama yang mencapai Jepang, mendahului Belanda sekitar lebih dari setengah abad. Orang Portugis pertama kali tiba di Jepang pada tahun 1543 ketika sebuah kapal yang membawa pedagang (termasuk António Mota dan Francisco Zeimoto) terhempas badai dan terdampar di Pulau Tanegashima. 


Sejarah Portugis di Jepang dimulai pada tahun 1543, ketika para penjelajah Portugis menjadi orang Eropa pertama yang tiba di sana. Kedatangan mereka membawa pengaruh signifikan dalam perdagangan, persenjataan, dan agama Kristen, meskipun interaksi ini akhirnya berakhir dengan pengusiran mereka dari negara tersebut. Para penjelajah Portugis mendarat di pulau selatan Jepang, Tanegashima, secara tidak sengaja setelah kapal jung mereka terdampar. Pedagang dan saudagar Portugis segera menyadari peluang perdagangan yang menguntungkan di Jepang dan mulai menjalin hubungan. Sejak tahun 1571, Portugis mendirikan pos dagang permanen di Nagasaki dan menikmati monopoli perdagangan tanpa saingan selama sekitar 68 tahun. Dampak terbesar awal adalah pengenalan senjata api (senapan lontak) ke dalam peperangan Jepang, yang secara signifikan mengubah taktik militer di era Sengoku (periode perang sipil). Misionaris Spanyol Fransiskus Xaverius, yang terkait dengan upaya Portugis, tiba di Jepang pada tahun 1550 dan mulai menyebarkan agama Katolik, yang didukung oleh beberapa penguasa daerah untuk keuntungan politik dan ekonomi (AI Wikipedia). 

Lantas bagaimana sejarah Orang Portugis, Orang Belanda dan VOC di Jepang? Seperti disebut du atas, orang Eropa pertama mencapai (wilayah) Jepang adalah orang Portugis. Itu semua bermula dengan Orang Portugis di Indonesia, Hindia Timur. Lalu bagaimana sejarah Orang Portugis, Orang Belanda dan VOC di Jepang? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Jumat, 16 Januari 2026

Sejarah Jepang (4): Orang Jepang Studi ke Belanda 1862 dan Enomoto Takeaki; Ph von Siebold, Seorang Jerman Dokter di Jepang


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Jepang dalam blog ini Klik Disini

Pada tahun 1862, Keshogunan Tokugawa mengirimkan kelompok pelajar pertama ke Belanda untuk mempelajari teknologi Barat sebagai respon terhadap meningkatnya pengaruh asing setelah kedatangan Komodor Perry (Amerika Serikat) pada 1853. Tujuannya pengiriman adalah mempelajari ilmu navigasi, teknologi angkatan laut, hukum, kedokteran, dan ilmu sosial demi memodernisasi militer dan pemerintahan Jepang. 


Hiroyuki Kato (加藤 弘之 atau Baron Katō Hiroyuki (1836–1916) seorang akademisi dan negarawan Jepang terkemuka pada periode Meiji. Hiroyuki Kato adalah seorang sarjana studi Barat dan menjabat sebagai presiden pertama Universitas Kekaisaran Tokyo (sekarang Universitas Tokyo) Philipp Franz Balthasar von Siebold (1796-1866) adalah seorang dokter, ahli botani, dan penjelajah Jerman yang menjadi orang Eropa pertama yang mengajarkan kedokteran Barat di Jepang. Ia sangat dihargai karena studi ekstensifnya tentang flora dan fauna Jepang dan karena mengumpulkan sejumlah besar informasi tentang alam dan budaya negara itu selama periode isolasinya. Orang asing umumnya dilarang meninggalkan Dejima, tetapi reputasi Siebold sebagai dokter yang terampil memberinya izin khusus untuk merawat pasien Jepang di daratan utama, memberinya akses unik ke negara dan penduduknya.Sepanjang waktunya di Jepang, ia mengumpulkan koleksi benda-benda etnografi, zoologi, dan botani yang luas, yang sekarang disimpan di museum, terutama Siebold Huis di Leiden, Belanda. Siebold menikah dengan wanita Jepang, Kusumoto Taki. Putri mereka, Kusumoto Ine menjadi dokter wanita Jepang pertama yang dididik dalam pengobatan Barat (AI Wikipedia).. 

Lantas bagaimana sejarah orang Jepang studi ke Belanda 1862 dan Enomoto Takeaki? Seperti disebut di atas; pada tahun 1862, Keshogunan Tokugawa mengirimkan kelompok pelajar pertama ke Belanda untuk mempelajari teknologi Barat. Dalam hal ini di latar belakang ada nama Ph von Siebold, orang Jerman dokter di Jepang. Lalu bagaimana sejarah orang Jepang studi ke Belanda 1862 dan Enomoto Takeaki? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Selasa, 13 Januari 2026

Sejarah Jepang (3): Matematika Jepang Wasan dan Ilmu Geometri; Ilmu Dasar dalam Pembangunan Candi-Candi di Indonesia


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Jepang dalam blog ini Klik Disini 

Matematika pada candi-candi di Indonesia terwujud melalui konsep etnomatematika, yaitu penerapan konsep matematika (geometri, pola, simetri, rasio) secara alami dalam konstruksi dan desain candi seperti Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, yang menunjukkan pemahaman mendalam tentang bangun datar (persegi, segitiga, lingkaran) dan ruang (piramida bertingkat), menjadi media pembelajaran konkret untuk menghubungkan matematika abstrak dengan budaya lokal. 


Wasan (和算) adalah sistem matematika tradisional Jepang yang berkembang pesat selama periode isolasi Edo (1603–1867), Bentuk adaptasi dari matematika Tiongkok menjadi sistem yang unik dan sangat canggih. Seki Takakazu (Seki Kowa) dikenal sebagai "Newton dari Jepang" yang hidup sezaman dengan Isaac Newton dan Gottfried Leibniz. Seki menemukan konsep determinan dan bernoulli numbers secara independen, bahkan sebelum matematikawan Eropa menemukannya. Takebe Katahiro, murid Seki yang mengembangkan deret tak hingga untuk menghitung nilai π (pi) hingga 41 digit desimal.  Salah satu tradisi paling unik dari Wasan adalah Sangaku, tablet kayu berisi teka-teki geometri rumit. Biasanya berupa masalah tentang lingkaran, elips, atau poligon yang bersentuhan di dalam bangun datar lainnya.  Teknik Enri (Prinsip Lingkaran) metode yang mirip dengan kalkulus modern untuk menghitung luas dan volume bangun lengkung. Soroban (Sempoa Jepang) adalah alat hitung utama yang digunakan dalam Wasan. Wasan menggunakan sistem notasi khusus yang disebut tendan jutsu untuk memecahkan persamaan tingkat tinggi. Pada tahun 1872, selama Restorasi Meiji, pemerintah Jepang memutuskan untuk mengadopsi Yosan (matematika Barat) ke dalam kurikulum sekolah nasional sebagai bagian dari modernisasi (AI Wikipedia). 

Lantas bagaimana sejarah matematika Jepang “wasan” dan ilmu geometri? Seperti disebut di atas, Jepang memiliki matematika sendiri yang awalnya diadopsi dari Tiongkok lalu dikembangkan menjadi “wasan”. Mari melihat “wasan” untuk memahami ilmu dasar dalam pembangunan candi-candi di Indonesia. Lalu bagaimana sejarah matematika Jepang “wasan” dan ilmu geometri? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Minggu, 11 Januari 2026

Sejarah Jepang (2): Ilmu dan Teknologi di Jepang Bagaimana Itu Bermula? Pendidikan STEM di Eropa (Belanda, Inggris, Jerman)


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Jepang dalam blog ini Klik Disini 

Awal mula ilmu dan teknologi Jepang modern berakar dari Restorasi Meiji (1868), ketika Jepang membuka diri dari isolasi dan mengadopsi sains serta teknologi Barat secara masif melalui studi di luar negeri dan impor, didukung oleh penguasaan ilmu dari studi Belanda (Rangaku) pada periode sebelumnya. 


Kronologi sains dan teknologi Jepang dimulai dari pengaruh Barat pada abad ke-16 (senjata api), adopsi masif ilmu Barat di Era Meiji (akhir abad ke-19), kebangkitan pasca-PD II dengan fokus industri dan elektronik, hingga menjadi pemimpin global dalam robotika, AI, dan teknologi digital saat ini, didorong oleh sistem pendidikan STEM kuat dan budaya inovasi: (1) Tahap Awal (Sebelum Abad ke-19: (a) Periode Kuno (Jomon, Yayoi): Penemuan tembikar, teknologi pertanian padi dan alat logam dari Asia (b) Pengaruh China: Adopsi aksara, Buddha, dan sistem pemerintahan.(c) Periode Edo (Isolasi): Studi terbatas Belanda (Rangaku) memperkenalkan kedokteran Barat, dengan pionir seperti Sugita Genpaku. (2) Kebangkitan Modern (Akhir Abad ke-19–Awal Abad ke-20. (a) Era Meiji (1868-1912): Jepang membuka diri, mengadopsi ilmu pengetahuan dan teknologi Barat secara besar-besaran untuk modernisasi dan industrialisasi.(b) Fokus pada Pendidikan: Pembentukan sistem pendidikan modern dan penghormatan terhadap insinyur/ilmuwan (3) Pascaperang Dunia II & Keajaiban Ekonomi (1945–1980-an. (a) Revolusi Industri: Pengembangan teknologi otomotif (Toyota, Honda), elektronik (Sony, Panasonic), dan manufaktur presisi.(b) Inovasi Kunci: Munculnya produk elektronik rumah tangga massal, televisi, kamera, dan vending machines (AI Wikipedia). 

Lantas bagaimana sejarah ilmu dan teknologi Jepang bermula? Seperti disebut di atas, Jepang awalnya terisolasi yang kemudian terjadi interaksi dengan orang-orang Belanda. Hubungan Jepang dengan sistem pendidikan STEM Eropa (Belanda, Inggris, Jerman) semakin massif setelah Restorasi Meiji. Lalu bagaimana sejarah ilmu dan teknologi Jepang bermula? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah Banyumas (59): Situs Purbakala "Igir Karem" di Purbalingga, Pegunungan Selatan Jawa: Sukabumi, Gunung Kidul, Trenggalek


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Banyumas dalam blog ini Klik Disini

Situs Igir Karem adalah sebuah penemuan struktur batuan purba yang terletak di tengah hutan pinus Desa Karangjambu, Kecamatan Karangjambu, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Situs ini mulai viral pada akhir tahun 2025 dan awal 2026 karena keunikan susunan batunya yang tampak simetris dan rapi. Prasejarah dalam Serjarah Indonesia di wilayah Jawa lainnya terdapat di situs Sangiran. 


Igir Karem adalah sebuah kawasan di Dusun I, Desa Karangjambu, Kecamatan Karangjambu, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, yang terkenal karena penemuan batuan presisi yang memicu spekulasi tentang situs purbakala atau peradaban kuno. Informasi Utama: Nama Tempat: Igir Karem. Lokasi: Dusun I, Karangjambu, Kec. Karangjambu, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Deskripsi dan Status: Kawasan ini menjadi viral karena formasi batuan yang tampak simetris dan tersusun rapi. Sudut pandang geologi menyebutkan bahwa formasi ini bisa jadi merupakan hasil proses alamiah seperti columnar joint (pola retakan batuan akibat pendinginan lava yang membentuk kolom alami).  Hingga kini, status Igir Karem belum ditetapkan sebagai situs arkeologi resmi dan masih menunggu kajian akademis yang komprehensif. Meskipun demikian, papan penanda telah dipasang sebagai pengenalan awal, menandai tempat ini telah masuk dalam perhatian publik dan pengelola daerah, serta berpotensi menjadi objek wisata edukatif (AI Wikipedia) 

Lantas bagaimana sejarah situs purbakala Igir Karem di Purbalingga di Pegunungan Selatan? Seperti disebut di atas, Igir Karem di Purbalingga berada di Pegunungan Selatan di Jawa.  Nama-nama situs prasejarah di selatan. Lalu bagaimana sejarah situs purbakala Igir Karem di Purbalingga di Pegunungan Selatan? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sabtu, 10 Januari 2026

Sejarah Jepang (1): Shizuoka, Prefektur di Pulau Honshu di Jepang; Gunung Fuji, Iklim Lebih Hangat dan Perkebunan Teh Hijau


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Jepang dalam blog ini Klik Disini 

Sebelum ini sudah ada ‘sejarah Australia’ dan ‘sejarah Filipina’ dan ‘sejarah Singapura (Malaysia)’. Tiga wilayah di luar ‘sejarah Indonesia’. Artikel ini berjudul Shizuoka adalah artikel pertama ‘sejarah Jepang’. Artikel-artikel dalam ‘sejarah Jepang’ ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari data-data yang tidak digunakan dalam draf buku saya berjudul “Sejarah Diaspora Indonesia di Jepang’. 


Prefektur Shizuoka adalah wilayah di Jepang yang terkenal dengan pemandangan alamnya yang indah, termasuk sebagian Gunung Fuji, kebun teh yang luas, dan garis pantainya yang indah, serta dikenal sebagai pusat industri otomotif (Honda, Yamaha) dan kuliner khas seperti unagi (belut) dan wasabi. Terletak di wilayah Chūbu, Shizuoka menawarkan perpaduan budaya, sejarah, dan alam, dengan kota Shizuoka sebagai ibu kotanya dan kota terbesar kedua adalah Hamamatsu. Poin-Poin Penting tentang Prefektur Shizuoka: Lokasi: Terletak di pesisir Samudra Pasifik di wilayah Chūbu, berbatasan dengan Kanagawa, Yamanashi, Nagano, dan Aichi; Ibukota: Kota Shizuoka (Shizuoka-shi); Ikon Alam: Gunung Fuji, Semenanjung Izu, Teluk Suruga, Danau Hamana; Industri dan Ekonomi: Pusat manufaktur otomotif (Honda, Suzuki, Yamaha), pusat produksi teh Jepang, dan perikanan. Kuliner: Teh berkualitas tinggi, belut panggang (unagi), wasabi-zuke, dan Unagi Pie; Wisata dan Budaya: Kuil Konuzan Toshogu, Gotemba Premium Outlets, Situs Toro (reruntuhan kuno), Taman Sumpu (bekas Istana Ieyasu); Ramah Muslim: Menyediakan fasilitas dan makanan halal, menjadikannya destinasi yang nyaman bagi wisatawan Muslim. Shizuoka sering disebut sebagai "miniatur Jepang" karena kekayaan alamnya yang beragam, menjadikannya tempat yang ideal untuk menikmati perpaduan antara keindahan alam dan pengalaman budaya yang kaya (AI Wikipedia). 

Lantas bagaimana sejarah Shizuoka, prefektur di pulau Honshu, Jepang? Seperti disebut di atas, prefektur (provinsi) Shizuoka memiliki keutamaan: gunung Fuji, perkebunan teh hijau dan iklim yang lebih hangat. Lalu bagaimana sejarah Shizuoka, prefektur di pulau Honshu, Jepang? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Kamis, 01 Januari 2026

Sejarah Bogor (67): Nawangsari - J Soegiri, Guru Besar di Institut Pertanian Bogor (IPB); Siapakah Menteri Purbaya Yudhi Sadewa?


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Bogor dalam blog ini Klik Disini 

Dr Ir Purbaya Yudhi Sadewa, PhD, Menteri Keuangan Republik Indonesia saat ini dari berbagai sumber terhubung dengan dua guru besar Institut Pertanian Bogor (IPB): Prof Drh J Soegiri (dosen FKH) dan Prof Ir Nawangsari (dosen FMIPA). Apakah itu benar?


IPB University: Januari 1, 2009. Berita: ‘Turut Berduka Cita atas Meninggalnya Prof. Nawangsari Sugiri. IPB berduka cita atas meninggalnya Prof Nawangsari Sugiri (FMIPA IPB) pada Kamis, 1 Januari 2009, pukul 14.00 WIB.  Semoga amal ibadah almarhumah diterima di sisi-Nya, dan kepada keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan (https://www.ipb.ac.id/news/). IPB University: 22 Nov 2025. Berita/Pendidikan: ‘Menteri Purbaya Kenang Masa Kecilnya di Kampus IPB: Rutinitas Jalan Pagi Bentuk Ketangguhan Saya. Sedikit yang tahu kisah masa kecil Menteri Keuangan RI, Dr Purbaya Yudhi Sadewa. Menteri Purbaya ternyata tumbuh besar di lingkungan Kampus IPB Dramaga. “Saya dari 1972 sampai 1983 hidup di Kampus IPB Dramaga, Jalan Anggrek nomor 12. Saya ingat, rumah di sini, sekolahnya di Bogor,” cerita Purbaya saat Kuliah Umum Menteri Keuangan RI di Grha Widya Wisuda, Kampus IPB Dramaga (21/11). Dalam acara yang dihelat Himpunan Alumni (HA) IPB University itu, ia menyebut satu rutinitas Purbaya kecil yang menempanya menjadi sosok yang tangguh layaknya hari ini: jalan pagi. Ia mengisahkan, berjalan kaki sejak dini hari menuju sekolah kala itu menjadi tempaan yang membentuk kedisiplinan, ketangguhan mental, dan karakter kepemimpinannya saat ini. “Setengah lima udah bangun. Jam lima sudah jalan kaki. Dua kilometer dari rumah ke depan (kampus) (https://www.ipb.ac.id/news/). 

Lantas bagaimana sejarah J Soegiri dan Nawangsari, guru besar di Institut Pertanian Bogor (IPB)? Seperti disebut di atas, Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa dihubungkan dengan dua nama professor tersebut? Lalu bagaimana sejarah J Soegiri dan Nawangsari, dua guru besar di Institut Pertanian Bogor (IPB)? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Rabu, 31 Desember 2025

Sejarah Kota Depok (60): Refleksi di Tahun Baru 2026 di Blog Sejarah Poestaha Depok; Sejarah Itu adalah Narasi Fakta dan Data


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Kota Depok dalam blog ini Klik Disini

Pada tahun ini satu peristiwa sejarah yang cukup penting adalah penulisan ulang Sejarah Indonesia. Hasilnya dalam bentuk buku sebanyak 10 jilid telah dipublikasikan (diluncurkan) pada tanggal 14 Desember 2025 bertepatan dengan Hari Sejarah Nasional Indonesia yang diperingati setiap tahun pada tanggal 14 Desember. 


Blog ini dimulai dengan artikel pertama pada hari Jumat, 17 Agustus 2012 dengan judul artikel: “Sejarah Tata Ruang Kota Depok: Menyambung Mata Rantai Yang Terputus Antara Depok Masa Kini dan Depok Tempo Doeloe”. Pada hari ini akhir tahun, tanggal 31 Desember 2025 “genap” usia blog ini 13 (tiga belas) tahun. Suatu rentang waktu yang sudah terbilang lama untuk usia blog (sejarah) dengan total 3.397 postingan. Bagaimana dengan para pembaca? Untuk memasuki tahun baru 2026 jumlah pageview sebanyak tiga juta (3.000.000). Pada bulan Desember 2025 ini sebanyak 140.410 pageview dan bulan lalu (November) sebanyak 157.292 pageview. Bagaimana selanjutnya? Jumlah postingan yang diupload selama tahun 2025 ini sebanyak 86 artikel. Jumlah ini telah menurun jika dibandingkan setiap tahun dengan lima tahun terakhir. Hal ini karena saya sendiri sejak 2023 sebagai penulis blog ini mulai berbagi waktu untuk menulis buku-buku sejarah. Saya juga masih berbagi waktu untuk blog yang lainnya yang dimulai tahun 2011 yang mana hingga bulan Desember 2025 sebanyak 579 postingan dengan 1.346.949 pageview. 

Lantas bagaimana sejarah refleksi tahun baru 2026 blog sejarah Poestaha Depok? Seperti disebut di atas, blog sejarah Poestaha Depok mengusung pendekatan bahwa sejarah adalah narasi fakta dan data. Lalu bagaimana sejarah refleksi tahun baru 2026 blog sejarah Poestaha Depok? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Kamis, 25 Desember 2025

Sejarah Kota Padang (59): Jembatan Kereta Api di Lembah Anai dan "Banjir Bandang"; Riwayat Tempo Doeloe, Bagaimana Kini?


Untuk melihat semua artikel Sejarah Kota Padang dalam blog ini Klik Disini

Jembatan kereta api di Lembah Anai adalah sebuah jembatan bersejarah yang ikonik di Sumatera Barat, sering terlihat dalam lukisan di rumah makan Padang, dan dikenal karena pemandangan alamnya yang menakjubkan di dekat Air Terjun Lembah Anai. Jembatan ini berlokasi di antara Stasiun Kandang A4 dan Padang Panjang.0 


Sejarah dan Karakteristik: Nama Resmi: Jembatan Tinggi. Lokasi: Terletak di Lembah Anai, melintasi Sungai Batang Anai, di jalur utama antara Padang dan Bukittinggi. Konstruksi: Dibangun oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda dan selesai pada tahun 1892. Desain: Dirancang oleh Ontwerpert A. Kuntze, seluruh konstruksinya terbuat dari baja dengan bagian bawah berbentuk setengah lingkaran sebagai penampang. Status: Meskipun sudah tidak aktif sejak 2009, jembatan ini berstatus sebagai cagar budaya dan bahkan menjadi bagian dari warisan dunia UNESCO, menjadikannya landmark pariwisata yang eksotis. Tragedi dan Kondisi Saat Ini: Jembatan ini menyimpan kisah tragis ketika terjadi dua kecelakaan kereta api pada masa pendudukan Jepang tahun 1944 dan 1945 yang menelan ratusan korban jiwa akibat masalah pengereman dan putusnya jembatan. Saat ini, terdapat rencana untuk membongkar dua struktur jembatan kereta api di Lembah Anai untuk memperbaiki kerusakan akibat bencana alam, yang menimbulkan perdebatan mengenai perlindungan warisan sejarah dan mitigasi bencana (AI Wikipedia). 

Lantas bagaimana sejarah jembatan kereta api Lembah Anai dan banjir bandang? Seperti disebut di atas, banjir bandang adalah satu hal, jembatan kereta api adalah hal lain lagi. Ini tentang riwayatnya tempo doeloe dan nasibnya kini. Lalu bagaimana sejarah jembatan kereta api Lembah Anai dan banjir bandang? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.