Sabtu, 21 Februari 2026

Sejarah Indonesia Jilid 10-5: AI di Penulisan Sejarah, Sejarah Itu Narasi Fakta dan Data; Ini Tentang Buku Sejarah Indonesia 10 Jilid


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Indonesia Jilid 1-10 di blog ini Klik Disini

Apakah sudah terbit buku “Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global” sebanyak 10 jilid dalam bentuk ebook? Tampaknya belum. Sebagaimana pernah dijanjikan Kementerian Kebudayaan bahwa buku Sejarah Indonesia sebanyak 10 jilid akan dibuka akses ke publik pada bulan Februari ini dalam bentuk ebook (gratis). Hari ini sudah berada di hari-hari terakhir bulan Februari. Mengapa buku 10 jilid itu perlu kita baca? Sejarah adalah narasi fakta dan data, narasi tentang yang benar-benar terjadi dan ada buktinya. Buku-buku yang Sudah Diterbitkan


Kecerdasan Buatan (AI) memungkinkan sejarawan untuk memproses volume data yang sangat besar dalam waktu singkat melalui teknik text-mining. Platform seperti Transkribus menggunakan teknologi AI untuk membaca dan mentranskripsikan tulisan tangan kuno (seperti Latin abad pertengahan atau Gotik) yang sulit dibaca mata manusia. AI tidak hanya membantu dalam bentuk teks, tetapi juga dalam menghidupkan kembali masa lalu secara visual. Alat seperti HyperWrite atau Squibler dapat membantu menyusun draf narasi peristiwa sejarah atau fiksi sejarah berdasarkan basis data yang luas. Meskipun efisien, penggunaan AI dalam sejarah memiliki risiko yang signifikan. AI sering menghasilkan "halusinasi" berupa referensi atau kutipan palsu dan dapat membawa bias dari data pelatihan yang digunakan. Terdapat kekhawatiran bahwa AI dapat menyederhanakan peristiwa kompleks secara berlebihan atau menciptakan narasi sejarah palsu (deepfake). Menirukan tokoh sejarah dengan AI berisiko meremehkan pengalaman hidup asli individu tersebut. Secara umum, AI dianggap sebagai alat bantu, bukan rekan penulis. Untuk mendapatkan hak cipta penuh, kontribusi kreatif manusia tetap menjadi syarat utama (AI Wikipedia) 

Lantas bagaimana sejarah AI dan penulisan sejarah (sejarah adalah narasi fakta dan data)? Seperti disebut di atas, Indonesia sekarang telah memiliki buku sejarah terbaru sebanyak 10 jilid. Apakah isi buku itu sesuai dengan dinamika kebangsaan dalam arus global? Itu satu hal. Lalu bagaimana sejarah AI dan penulisan sejarah (sejarah adalah narasi fakta dan data)? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Kamis, 19 Februari 2026

Sejarah Indonesia Jilid 9-3: Ijazah dan Gelar; Disertasi Para Doktor Indonesia di Belanda Diterbitkan Secara Publik Dapat Diakses Kini


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Indonesia Jilid 1-10 di blog ini Klik Disini

Sejarah penipuan disertasi berakar dari manipulasi akademik, termasuk plagiarisme, pemalsuan data, atau penggunaan jasa joki, yang merusak integritas ilmiah. Penipuan ini sering kali bertujuan untuk memperoleh gelar secara tidak sah, yang berpotensi melanggar hukum dan etika. Kasus-kasus ini tergolong kejahatan intelektual yang serius. Pengantar Metode Riset Bisnis


Sejarah penipuan disertasi merupakan bagian dari fenomena academic fraud (kecurangan akademik) yang mencakup plagiarisme, fabrikasi data, hingga penggunaan jasa penulisan atau joki. Berdasarkan tinjauan akademik, penipuan dalam disertasi umumnya terjadi dalam bentuk: Plagiarisme, mengambil karya orang lain dan mengakuinya sebagai milik sendiri tanpa atribusi yang tepat. Fabrikasi Data: Memalsukan data penelitian untuk mendukung hipotesis tertentu. Joki Disertasi (Contract Cheating, menggunakan jasa pihak ketiga untuk menuliskan disertasi, yang seringkali melibatkan transaksi finansial besar. Akses "Jalur Cepat", kasus di mana mahasiswa mendapatkan gelar doktoral dalam waktu yang tidak wajar atau tanpa melalui proses perkuliahan yang seharusnya. Diederik Stapel: Seorang profesor psikologi sosial asal Belanda yang melakukan fabrikasi data secara masif dalam berbagai publikasi dan membimbing mahasiswa doktoral dengan data palsu. Beberapa pejabat tinggi Jerman, seperti Menteri Pertahanan Karl-Theodor zu Guttenberg (2011) dan Menteri Pendidikan Annette Schavan (2013), mengundurkan diri setelah disertasi mereka terbukti mengandung plagiarisme masif. Di Indonesia, isu penipuan dan integritas disertasi sering kali melibatkan tokoh publik atau akademisi. Penipuan disertasi memiliki dampak hukum dan reputasi yang serius: Pencabutan Gelar, Sanksi Hukum, Kerugian Institusi (AI Wikipedia) 

Lantas bagaimana sejarah ijazah dan gelar? Seperti disebut di atas, untuk mendapat gelar akademik biasanya harus memenuhi persyaratan laporan riset akademik. Disertasi para doktor Indonesia di Belanda diterbitkan ke publik yang dapat diakses hingga kini. Lalu bagaimana sejarah ijazah dan gelar? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Selasa, 17 Februari 2026

Sejarah Jepang (15): Jepang vs Korea dan Jepang vis-à-vis Indonesia; Asia Timur adalah Satu Hal dan Asia Tenggara adalah Hal Lain


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Jepang dalam blog ini Klik Disini 

Dalam minggu ini terjadi perang antara Netizen Indonesia (Net 62) dan Netizen Korea (K-netz). Pemicunya entah bagaimana ada K-netz yang menghina Asia Tenggara termasuk Indonesia. Perang “warga net” tidfak terhindarkan dimana Net 62 menghantam balik K-netz (hingga TKO). Alih-alih K-Netz berharap Netizen Jepang membantu untuk menyerang warga net Asia Tenggara (SEAblings) yang terjadi sebaliknya Netizen Jepang justru membela Net 62 khususnya. Mengapa? Hubungan baik orang Jepang dan orang Indonesia pada era modern sejatinya sudah berlangsung sejak 1918 (hingga kini). Sejarah Pers di Indonesia

Sejarah "kontra" atau konflik antara Jepang dan Korea adalah narasi panjang yang didominasi oleh persaingan kekuasaan di Asia Timur, dengan titik paling traumatis terjadi pada abad ke-20. Ketegangan besar pertama bermula saat pemimpin militer Jepang, Toyotomi Hideyoshi, melancarkan invasi ke Korea tahun 1592 dengan ambisi akhir menaklukkan Dinasti Ming di Tiongkok. Perang ini menyebabkan kehancuran luas di Semenanjung Korea sebelum pasukan Jepang akhirnya ditarik mundur setelah kematian Hideyoshi tahun 1598. Akar utama sentimen anti-Jepang di Korea modern bermula ketika Jepang secara resmi mencaplok Korea melalui Perjanjian Aneksasi 1910. Selama 35 tahun masa pendudukan kekayaan alam dan tenaga kerja Korea dikuras untuk kepentingan militer Jepang. Ribuan warga Korea dipaksa menjadi buruh di pabrik/tambang Jepang, dan banyak wanita dipaksa menjadi "Comfort Women" (wanita penghibur) bagi tentara Jepang. Jepang berusaha menghapus identitas Korea dengan melarang bahasa Korea dan memaksa warga mengadopsi nama Jepang. Meskipun hubungan diplomatik telah dinormalisasi pada tahun 1965, beberapa isu sejarah tetap menjadi pemicu konflik diplomatik saat ini. Sisa dari perseteruan Korea ve Jepang adalah Korea Utara hingga saat ini, tidak memiliki hubungan diplomatik resmi (AI Wikipedia). 

Lantas bagaimana sejarah Jepang versus Korea dan Jepang vis-à-vis Indonesia? Seperti disebut di atas, hubungan baik orang Jepang dan orang Indonesia sejatinya sudah berlangsung sejak 1918. Bagaimana dengan Korea? Itu belum lama secara terbatas pada Korea Utara. Lalu bagaimana sejarah Jepang versus Korea dan Jepang vis-à-vis Indonesia? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe. 

Senin, 16 Februari 2026

Sejarah Jepang (14): Angkatan Laut Jepang, Alih Teknologi dan Jadi Industri Perkapalan: Jepang Tempo Doeloe, Indonesia Masa Kini


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Jepang dalam blog ini Klik Disini 

Kapal induk Indonesia tengah menuju Indonesia dari Italia (namanya Garibaldi akan diubah menjadi KRI Gadjah Mada). Kapal fregat Indonesia yang tercanggih juga dari Italia (KRI Brawijaya). Kapal perang Indonesia lainya juga tengah menuju Indonesia dari Italia (KRI Prabu Siliwangi). Tentu saja kini Indonesia sudah bisa secara defacto membuat kapal fregat, yang pertama adalah KRI Balaputradewa. Jepang sendiri sudah sejak 1921 sudah memiliki kapal induk (Hoso). Kapal fregat Jepang pertama sendiri dibuat di Belanda, diluncurkan pada tahun 1866 untuk menuju Jepang. Pengantar Metode Riset Bisnis


Angkatan Laut Kekaisaran Jepang (IJN) resmi didirikan pada tahun 1869 sebagai bagian dari modernisasi Restorasi Meiji untuk mencegah dominasi Barat. Modernisasi awalnya dibantu oleh teknologi dan pelatihan dari Belanda (seperti penggunaan kapal uap Kankō Maru) dan kemudian mengadopsi model dari Inggris. Restorasi Meiji menjadikan pembuatan kapal sebagai pilar utama pertahanan dan industri. Galangan kapal modern seperti Kawasaki Hyogo Shipyard (1878) dan Ishikawajima mulai beroperasi. Perang Rusia-Jepang (1904-1905): Kemenangan Jepang dalam perang ini menjadi titik balik penting yang menunjukkan kekuatan Asia atas kekuatan Eropa. Pada 1910, Jepang memiliki armada laut terbesar ketiga di dunia, dan pada 1914, industri domestiknya mampu memproduksi hampir semua jenis kapal. Armada Kapal Induk (Kidobutai) menjadi kunci serangan terhadap Pearl Harbor pada tahun 1941. Membangun kapal tempur kelas Yamato (kapal tempur terberat yang pernah dibuat) dan kapal induk IJN Shinano. Mengalami titik balik setelah kalah dalam Pertempuran Midway (1942) dan akhirnya dibubarkan pada tahun 1945 setelah Jepang menyerah. Setelah pembubaran IJN, Jepang membentuk Japan Maritime Self-Defense Force (JMSDF) pada tahun 1954 di bawah konstitusi pasca-perang bertugas untuk pertahanan wilayah maritim Jepang dan menjaga keamanan jalur laut (AI Wikipedia). 

Lantas bagaimana sejarah Angkatan Laut Jepang, alih teknologi dan industri perkapalan? Seperti disebut di atas, dimulai pada Restorasi Meiji yang kemudian menjadi angkatan laut kuat, tetapi harus dikekang pasca perang Asia Pasifik. Dalam hal ini Jepang tempo doeloe dan Indonesia masa kini. Lalu bagaimana sejarah Angkatan Laut Jepang, alih teknologi dan industri perkapalan? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Minggu, 15 Februari 2026

Sejarah Jepang (13): Transportasi di Jepang, Jalan Kaki, Pedati, Becak: Jalur Kereta Api Pertama Shimbashi (Tokyo) dan Yokohama


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Jepang dalam blog ini Klik Disini 

Sejarah transportasi di Jepang berevolusi dari era tradisional, di mana manusia berjalan kaki atau menggunakan tandu (kago), menjadi salah satu sistem transportasi paling canggih di dunia. Modernisasi dimulai pada Restorasi Meiji (1868) dengan pengenalan kereta api dan jinrikisha (becak). Puncaknya adalah peluncuran kereta cepat Shinkansen pada 1964, yang menetapkan standar keselamatan dan kecepatan tinggi di dunia. Buku-buku yang Sudah Diterbitkan


Sejarah transportasi di Jepang telah berevolusi dari perjalanan kaki yang sangat terbatas di zaman kuno hingga menjadi salah satu sistem transportasi paling canggih dan efisien di dunia saat ini. Zaman Kuno dan Edo (1603-1867): Pada masa Keshogunan Tokugawa, transportasi sangat diatur untuk menjaga keamanan negara. Sebagian besar orang bepergian dengan berjalan kaki di sepanjang jalan bersejarah seperti Tokaido. Penggunaan transportasi beroda dilarang kecuali untuk pengangkutan barang tertentu guna mencegah pergerakan militer yang cepat. Orang-orang penting menggunakan tandu (kago) atau kuda, namun penggunaan kuda sebagai penarik gerobak lebih umum untuk barang. Kapal memainkan peran vital dalam mengangkut barang dalam jumlah besar dari seluruh Jepang menuju pusat-pusat utama seperti Kyoto, Osaka, dan Edo (Tokyo). Restorasi Meiji memicu industrialisasi pesat yang mengubah wajah transportasi Jepang. Kereta Api Pertama (1872): Jalur kereta api pertama dibuka menghubungkan Shimbashi (Tokyo) dan Yokohama. Jinrikisha: Muncul sebagai sarana transportasi manusia yang populer sebelum kendaraan bermotor menyebar luas. Kyoto menjadi kota pertama di Jepang yang mengoperasikan trem pada tahun 1895. Subway (1927): Tokyo membuka jalur kereta bawah tanah pertama di Asia. Prioritas Infrastruktur: Pemerintah Meiji lebih memprioritaskan pembangunan kereta api dan transportasi laut dibandingkan jalan raya untuk mengejar ketertinggalan dari negara Barat. Era Pasca Perang dan Revolusi Kereta Cepat (1945–Sekarang (AI Wikipedia). 

Lantas bagaimana sejarah transportasi di Jepang, jalan kaki, pedati, becak? Seperti disebut di atas, sejarah transportasi di Jepang sebenarnya beriringan di wilayah Indonesia bahkan jalan kaki, pedati, becak. Jalur kereta api pertama antara Shimbashi (Tokyo) dan Yokohama. Lalu bagaimana sejarah transportasi di Jepang, jalan kaki, pedati, becak? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Kamis, 12 Februari 2026

Sejarah Jakarta (126): Senayan, Gedung Parlemen dan Gelora Bung Karno; Apakah Nama Senayan Berasal dari Wangsanaya?


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Jakarta dalam blog ini Klik Disini

Senayan adalah kelurahan di kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Nama Senayan sendiri sering dirujuk untuk menyebut kawasan kelurahan Gelora, Senayan, dan Grogol Utara bagian timur (Patal Senayan). Sementara kelurahan Senayan sendiri sering dirujuk dengan nama Senayan yang mencakup SCBD, atau nama kawasan masyarakat setempat yaitu Tulodong. Asal mula nama Senayan berasal dari cerita letnan asal Bali yang hidup pada tahun 1680 di kawasan tersebut. Nama letnan tersebut adalah Wangsanayan. Namun, asal mula nama ini masih perlu dicari lebih dalam lagi (Wikipedia). Sejarah Bahasa Indonesia

 

Asal-usul nama Senayan diyakini berasal dari nama seorang tuan tanah yang pernah tinggal di kawasan tersebut pada abad ke-17. Nama Senayan merupakan bentuk singkat atau perubahan pelafalan dari nama Wangsanayan. Beliau adalah seorang letnan asal Bali yang menetap di kawasan tersebut sekitar tahun 1680. Dalam peta-peta lama (seperti peta tahun 1902), wilayah ini awalnya tertulis sebagai Wangsanayan atau Wangsanajan. Seiring berjalannya waktu, masyarakat mulai menyederhanakan penyebutannya menjadi "Senayan". Dahulunya, kawasan ini merupakan tanah partikelir atau perkebunan milik Wangsanayan sebelum akhirnya bertransformasi menjadi kampung Betawi, dan kemudian dikembangkan oleh Presiden Soekarno menjadi kompleks olahraga untuk Asian Games 1962 (AI Wikipedia). 

Lantas bagaimana sejarah Senayan, Gedung Parlemen dan Gelora Bung Karno? Seperti disebut di atas, Gedung Parlemen dan Gelora Bung Karno berada di wilayah Senayan. Apakah dalam hal ini nama Senayan berasal dari (nama) Wangsana? Lalu bagaimana sejarah Senayan, Gedung Parlemen dan Gelora Bung Karno? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Selasa, 10 Februari 2026

Sejarah Indonesia Jilid 5-4: Nama Indonesia oleh JR Logan versus GSW Earl; Nusantara, Hindia Timur, Hindia Belanda dan Insulinde


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Indonesia Jilid 1-10 di blog ini Klik Disini

Nama "Indonesia" berasal dari bahasa Yunani, yaitu Indus (Hindia) dan nesos (pulau-pulau), yang secara harfiah berarti Kepulauan Hindia. Istilah ini pertama kali dicetuskan oleh dua orang Inggris, George Samuel Windsor Earl dan James Richardson Logan, pada tahun 1850 dalam jurnal ilmiah untuk merujuk wilayah kepulauan Hindia Belanda.Sejarah Mahasiswa di Indonesia

 

Asal-usul nama Indonesia berasal dari gabungan dua kata bahasa Yunani Kuno, yaitu Indos yang berarti "India" atau "Hindia", dan nesos yang berarti "pulau-pulau". Jika digabungkan, Indonesia berarti "Kepulauan Hindia". Nama Indonesia pertama kali diperkenalkan oleh dua ilmuwan asal Inggris, George Samuel Windsor Earl dan James Richardson Logan, dalam jurnal ilmiah Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA) di Singapura tahun 1850. George Samuel Windsor Earl awalnya mengusulkan dua istilah, yakni Indunesians atau Malayunesians. Earl sendiri lebih memilih Malayunesians karena dianggap lebih mewakili ras Melayu. James Richardson Logan memilih istilah Indunesia yang diusulkan Earl, namun ia mengubah huruf "u" menjadi "o" sehingga menjadi Indonesia agar pengucapannya lebih baik. Etnolog Jerman, Adolf Bastian, tahun 1884 mempopulerkan nama Indonesia melalui bukunya Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipels. Karena buku ini, istilah tersebut mulai dikenal luas di kalangan akademisi. Pada awal abad ke-20, para tokoh pergerakan nasional mengadopsi nama "Indonesia" sebagai identitas politik melawan penjajah, menggantikan istilah Hindia Belanda (Netherlandsch-Indie) (AI Wikipedia). 

Lantas bagaimana sejarah nama Indonesia oleh JR Logan versus GSW Earl? Seperti disebut di atas, nama Indonesia pertama kali diusulkan oleh JR Logan versus GSW Earl. Nama sebelumnya adalah Nusantara, Hindia Timur, Hindia Belanda dan Insulinde. Lalu bagaimana sejarah nama Indonesia oleh JR Logan versus GSW Earl? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Kamis, 05 Februari 2026

Sejarah Jepang (12): Sepak Bola di Indonesia dan Sepak Bola di Jepang; Futsal Indonesia Taklukkan Jepang di Semi Final AFC 2026


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Jepang dalam blog ini Klik Disini 

Baru saja Futsal Indonesia berhasil menaklukkan Futsal Jepang dalam partai Semi Final AFC tahun 2026 dengan skor 5-3. Dengan demikian Futsal Indonesia akan menantang Futsal Iran di parai Final. Hasil tersebut bermula pada waktu normal (2x20 Menit) dengan skor 2-2. Di waktu tambahan (2x5 Menit), Futsal Indonesia berhasil mendulang satu gol pada babak pertama dan kemudian tambahan gol terakhir pada babak kedua. Futsal Indonesia sendiri baru kali ini mencapai Semi Final, sementara Futsal Jepang sudah sebanyak empat kali juara AFC (2006, 2012, 2014 dan 2022). Futsal Iran sendiri saat ini adalah juara bertahan. Sejarah Sepak Bola di Indonesia


Sejarah sepak bola Jepang bertransformasi dari permainan yang dibawa oleh perwira Inggris menjadi kekuatan utama di Asia melalui perencanaan jangka panjang yang sangat terstruktur.Masuknya Sepak bola ini diperkenalkan pada tahun 1873 oleh perwira Angkatan Laut Inggris, Letnan Archibald Lucius Douglas, yang mengajarkannya kepada para kadet angkatan laut Jepang di Tsukiji. Pada 10 September 1921, dibentuklah Dai-Nippon Shukyu Kyokai (sekarang Japan Football Association atau JFA). Kompetisi nasional pertama, yang sekarang dikenal sebagai Emperor's Cup, dimulai pada tahun 1921. Jepang resmi bergabung dengan FIFA pada tahun 1929. Pada Olimpiade Berlin 1936, Jepang mengejutkan dunia dengan mengalahkan Swedia 3-2, mencapai perempat final pertama mereka. Sepak bola domestik dikelola melalui Japan Soccer League (JSL) (1965–1992), sebuah liga semi-profesional yang didominasi oleh tim-tim perusahaan. Untuk meningkatkan daya saing, J.League resmi dimulai pada 15 Mei 1993 dengan 10 klub pionir. Jepang melakukan debut di Piala Dunia FIFA pada tahun 1998 di Prancis. Jepang sukses menyelenggarakan Piala Dunia 2002 bersama Korea Selatan (AI Wikipedia).. 

Lantas bagaimana sejarah sepak bola di Indonesia dan sepak bola di Jepang? Seperti disebut di atas, Kompetisi sepak bola Jepang. Dai-Nippon Shukyu Kyokai (kini Japan Football Association atau JFA) dimulai tahun 1921. Tim sepak bola Indonesia (era Hindia Belanda) sendiri pada tahun 1938 berpartisipasi dalam Piala Dunia di Prancis (satu-satunya wakil Asia). Lalu bagaimana sejarah sepak bola di Indonesia dan sepak bola di Jepang? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.Sejarah Pers di Indonesia

Rabu, 04 Februari 2026

Sejarah Jepang (11): Beras di Jepang dan Beras di Indonesia; Makanan Pokok Nasi di Jepang dan Indonesia Sejak Zaman Kuno


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Jepang dalam blog ini Klik Disini 

Hingga masa ini makanan pokok orang Jepang seperti halnya orang Indonesia adalah nasi dari baha beras. Sama seperti di Indonesia, nasi dikonsumsi hampir setiap hari dan menjadi dasar dari berbagai hidangan khas Jepang. Saat ini, varietas seperti Koshihikari dan Hitomebore sangat populer karena teksturnya yang pulen. Istilah "Itadakimasu" yang diucapkan sebelum makan merupakan wujud rasa syukur atas beras. Beras juga digunakan dalam berbagai festival (matsuri) dan perayaan (seperti sekihan atau nasi merah untuk momen spesial). Pengantar Studi Kelayakan Bisnis


Sejarah beras di Jepang merupakan fondasi dari perkembangan budaya, struktur sosial, dan ekonomi negara tersebut selama ribuan tahun. Padi pertama kali diperkenalkan ke Jepang dari Tiongkok atau Semenanjung Korea pada Periode Jomon (sekitar 1000–400 SM). Meskipun jejak butiran padi ditemukan pada tembikar dari akhir periode Jomon, pada masa ini masyarakat masih lebih banyak bergantung pada kegiatan berburu dan meramu. Periode Yayoi (300 SM – 300 M) adalah titik balik besar di mana budidaya padi sawah secara intensif mulai menyebar, dimulai dari pulau Kyushu. Teknologi irigasi dan penggunaan alat besi dari daratan Asia memicu revolusi pertanian, mengubah gaya hidup masyarakat menjadi menetap dan membentuk komunitas desa yang terorganisir. Pada masa Feodal dan Periode Edo (1603–1868) beras bukan sekadar makanan, melainkan mata uang. Kekayaan para penguasa wilayah (daimyo) diukur dalam unit koku (jumlah beras yang cukup untuk memberi makan satu orang dewasa selama setahun). Pajak kepada keshogunan dibayar menggunakan hasil panen beras. Setelah Restorasi Meiji, sistem pajak beralih ke uang tunai, namun beras tetap menjadi simbol ketahanan nasional. Meskipun konsumsi beras per kapita menurun karena perubahan gaya hidup, pemerintah Jepang terus menjaga stok pangan nasional dan mendorong ekspor beras berkualitas tinggi ke pasar global. Baru-baru ini, Jepang juga menghadapi tantangan harga akibat faktor cuaca dan distribusi (AI Wikipedia).. 

Lantas bagaimana sejarah beras di Jepang dan beras di Indonesia? Seperti disebut di atas, makanan pokok orang Jepang adalah nasi berbahan beras. Makanan pokok nasi ini di Jepang dan Indonesia sejak zaman kuno. Lalu bagaimana sejarah beras di Jepang dan beras di Indonesia? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Senin, 02 Februari 2026

Sejarah Indonesia Jilid 10-4: Prabowo Ingat "Mereka yang Lupa Sejarah Akan Dihukum Sejarah";Dunia Sedang Tidak Baik-Baik Saja


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Indonesia Jilid 1-10 di blog ini Klik Disini

Jasmerah! Jangan sekali-kali melupakan sejarah. Mereka yang lupakan sejarah akan dihukum sejarah. Sejarah Indonesia yang baru telah ditulis. Kementerian Kebudayaan menjanjikan buku Sejarah Indonesia sebanyak 10 jilid akan dibuka akses ke publik pada bulan Februari ini dalam bentuk ebook (gratis). Dalam hal ini sejarah tetaplah sejarah. Hanya saja banyak narasi sejarah yang tidak benar. Sejarah yang benar jangan sekali-kali dilupakan dan melupakan sejarah yang benar akan dihukum sejarah. Pengantar Bisnis di Perguruan Tinggi


Prabowo: Mereka yang Lupakan Sejarah Akan Dihukum Sejarah Kompas.com, 2 Februari 2026: ‘Presiden Prabowo Subianto mengingatkan pentingnya memahami sejarah Indonesia. Menurutnya, bangsa yang lupa akan masa lalunya berisiko terjebak kembali dalam pola ketergantungan dan ketidakadilan global. Presiden menyoroti dinamika politik global dan standar ganda negara-negara besar. "Kita ini diintervensi, diganggu, bahkan dijajah, ini harus kita (me)ngerti, kita harus paham", ujar Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Jawa Barat, Senin (2/2/2026). "Mereka yang melupakan sejarah akan dihukum oleh sejarah," sambungnya. Prabowo menekankan, mereka yang melupakan sejarah akan terbelit dalam kesalahan-kesalahan yang dilakukan di masa lalu. Prabowo pun mengajak masyarakat melihat bagaimana kondisi dunia saat ini yang sebenarnya. Menurutnya, negara-negara yang dulu mengajarkan tentang hak asasi manusia hingga demokrasi, kini justru melanggar apa yang mereka ajarkan. "Karena kita mendapat kesempatan hari ini, kita mendapat kesempatan untuk melihat bagaimana dunia sebenarnya, kita melihat sekarang negara-negara besar yang mengajarkan kita untuk demokrasi, untuk hak asasi manusia, untuk the rule of law, untuk menjaga lingkungan hidup, merekalah yang melanggar apa yang mereka ajarkan," tukas Prabowo. Prabowo pun mempertanyakan di mana hak asasi manusia dan demokrasi yang diajarkan negara besar tersebut. "Puluhan ribu wanita, orang tua, anak-anak tidak berdosa dibantai, dan banyak negara yang diam. Di mana hak asasi manusia? Di mana demokrasi yang mereka ajarkan?" imbuhnya’. 

Lantas bagaimana sejarah mereka yang lupakan sejarah akan dihukum sejarah? Seperti disebut di atas, setelah Presiden Soekarno pernah  mengingatkan “jangan sekali-kali melupakan sejarah”, kini Presiden Prabowo mengingatkan “mereka yang lupakan sejarah akan dihukum sejarah”. Apa maksud dariperingatan itu semua pada masa kini? Yang jelas, dunia sedang tidak baik-baik saja. Lalu bagaimana sejarah mereka yang lupakan sejarah akan dihukum sejarah? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Minggu, 01 Februari 2026

Sejarah Jepang (10): Aksara Bahasa Jepang Hiragana, Katakana dan Kanji; Mengapa Gagal Introduksi Aksara Latin di Jepang?


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Jepang dalam blog ini Klik Disini 

Bahasa Jepang ditulis menggunakan campuran tiga jenis aksara utama: Kanji (karakter Tiongkok untuk makna), serta dua aksara fonetik/suku kata yaitu Hiragana (untuk kata asli/gramatikal) dan Katakana (untuk kata serapan asing). Ketiga sistem ini digunakan bersamaan dalam kalimat untuk merepresentasikan bunyi dan konsep secara spesifik. 


Aksara Latin, yang dikenal di Jepang sebagai Romaji, pertama kali diperkenalkan pada pertengahan abad ke-16 oleh para misionaris Yesuit dari Portugal (sekitar 1548). Sistem romanisasi pertama dikembangkan oleh seorang Katolik Jepang bernama Anjirō (atau Yajirō) bersama para misionaris untuk membantu penyebaran agama Kristen tanpa harus menguasai sistem penulisan Jepang yang rumit. Salah satu penggunaan awal yang paling terkenal adalah dalam kamus Nippo Jisho (1603), sebuah kamus bahasa Jepang-Portugis yang mencatat pelafalan bahasa Jepang zaman itu menggunakan ejaan Portugis. Penggunaan aksara Latin masa Isolasi (Edo) sempat menghilang hampir sepenuhnya setelah Jepang melarang kekristenan dan menutup diri dari dunia luar pada awal abad ke-17. Aksara Latin kembali populer pada akhir abad ke-19 (Era Meiji) dimana misionaris Amerika James Curtis Hepburn mengembangkan sistem yang sekarang menjadi standar dunia, yaitu Sistem Hepburn (1867), untuk kamus bahasa Jepang-Inggris miliknya. Beberapa cendekiawan pada era Meiji, seperti Mori Arinori, bahkan sempat mengusulkan agar aksara Latin menggantikan Kanji dan Kana sepenuhnya demi memodernisasi Jepang, meskipun ide ini tidak pernah diterapkan secara resmi. Saat ini, Romaji diajarkan di sekolah dasar Jepang dan digunakan secara luas untuk pengetikan pada keyboard komputer serta papan tanda internasional (AI Wikipedia).. 

Lantas bagaimana sejarah bahasa Jepang dan aksara Hiragana, Katakana dan Kanji? Seperti disebut di atas, aksara Hiragana, Katakana dan Kanji digunakan di Jepang bahkan hingga ini hari. Introduksi aksara Latin di Jepang sejak era Portugis tampanya tidak sepenuhnya berhasil. Lalu bagaimana sejarah bahasa Jepang dan aksara Hiragana, Katakana dan Kanji? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.