*Untuk melihat semua artikel Sejarah Dr Tjipto di blog ini Klik Disini
Mangoenkoesoemo hanyalah seorang guru dengan banyak anak.Namun begitu guru Mangoenkoesoemo masih mampu menyekolahkan anak-anaknya hingga ke perguruan tinggi. Untuk bergelar dokter ada empat anak. Yang tertua adalah Dr Tjipto. Tiga yang lainnya adalah Dr Boediardjo, Dr Goenawan dan Dr Samsoel. Tentu saja ada juga anak guru Mangoenkoesoemo yang bergelar insinyur dan sarjana hukum. Sejarah Willem Iskander Pionir Pendidikan Indonesia
Dr Syamsul Maarif Mangoenkoesoemo lahir tahun 1897 sebagai anak kelima dari keluarga Mangunkusumo. Ayahnya adalah seorang guru bahasa Melayu dan kepala sekolah Hollandsch-Inlandsche School (HIS) di Semarang. Hampir seluruh dari 11 bersaudara Mangunkusumo sukses meraih gelar sarjana dan doktor. Dr Tjipto Mangoenkoesoemo (Lahir 1886); Dr. Budiardjo (Lahir 1887) Dokter lulusan Belanda; Dr Gunawan Mangunkusumo (Lahir 1889) Dokter dan salah satu pendiri organisasi Boedi Oetomo.Badariyah (Lahir 1895); Dr Syamsul Maarif (Lahir 1897); Murtinah (Lahir 1899); Ir Darmawan (Lahir 1901) Insinyur kimia industri lulusan Universitas Delft; Kartinah (Lahir 1905); Kartono (Lahir 1907); Kartini (Lahir 1908); Mr Suyitno (Lahir 1909) Sarjana Hukum ekonomi/politik. Mengikuti jejak kakak tertuanya, Tjipto dan Gunawan, Syamsul Maarif masuk ke STOVIA (School tot Opleiding van Indische Artsen) di Batavia. Setelah lulus dan resmi menyandang gelar dokter (Inlands Arts) Dr Syamsul Maarif mengabdikan dirinya dalam dunia kesehatan masyarakat (Wikipedia)
Lantas bagaimana sejarah anak-anak guru Mangoenkoesoemo, tidak berumur panjang? Seperti disebut di atas, ada empat anak Mangoenkoesoemo yang bergelar dokter, tetapi tidak berumur panjang. Mereka itu adalah Goenawan, Samsoel, Boediardjo dan Tjipto. Lalu bagaimana sejarah keluarga dokter Mangoenkoesoemo, mengapa tidak berumur panjang? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe. Pengantar Studi Kelayakan Bisnis
Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan saja. Dalam hal ini saya bukanlah penulis sejarah, melainkan hanya sekadar untuk menyampaikan apa yang menjadi fakta (kejadian yang benar pernah terjadi) dan data tertulis yang telah tercatat dalam dokumen sejarah.
Anak-Anak
Guru Mangoenkoesoemo, Tidak Berumur Panjang;
Goenawan, Samsoel, Boediardjo, Tjipto
Tunggu deskripsi lengkapnya
Goenawan, Samsoel, Boediardjo, Tjipto; Empat Dokter, Masing-Masing Satu Insinyur dan Sarjana Hukum
Tunggu deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok. Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi menulis artikel sejarah di blog di waktu luang. Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang sayang (publish or perish). Buku-buku sejarah yang sudah dipublikasikan: Sejarah Mahasiswa di Indonesia: Generasi Pertama; Sejarah Pers di Indonesia: Awal Kebangkitan Bangsa; Sejarah Sepak Bola di Indonesia; Sejarah Pendidikan di Indonesia: Pionir Willem Iskander; Sejarah Bahasa Indonesia. “Sejarah Catur di Indonesia”; “Sejarah Klub Como 1907”; “Sejarah Kongres Pemuda dan Sumpah Pemuda”; “Sejarah Diaspora Indonesia di Jepang”. Korespondensi: akhirmh@yahoo.com


Tidak ada komentar:
Posting Komentar