Rabu, 18 November 2020

Sejarah Riau (4): Candi Muara Takus di Hulu Sungai Kampar, Riau; Candi Padang Lawas di Hulu Sungai Barumun, Tapanuli

 

*Untuk melihat semua artikel Sejarah Riau di blog ini Klik Disini 

Salah satu pusat peradaban kuno di Riau ditemukan di hulu sungai Kampar. Sisa peninggalan kuno ini yang masih eksis adalah candi Muara Takus. Peradaban kuno yang lainnya, tidak jauh dari candi Muara Takus adalah candi Padang Lawas di hulu sungai Barumun di Tapanuli. Dua pusat peradaban kuno ini diduga terhubung. Candi Padang Lawas eksis pada era kerajaan Cola di India.

Pada masa kini Candi Muara Takus berada di desa Muara Takus, kecamatan XIII Koto, kabupaten Kampar, provinsi Riau. Ibu kota kabupaten Kampar sendiri berada di Bangkinang. Sementara itu, candi Padang Lawas berada di kabupaten Padang Lawas provinsi Sumatra Utara. Jumlah candi di dua kabupaten ini puluhan buah. Candi Muara Takus adalah candi tunggal. Bentuk candi dua tempat ini mirip satu sama lain, tetapi berbeda dengan candi-candi di Jawa.

Bagaimana sejarah candi Muara Takus? Seperti disebut di atas candi Muara Takus mirip dengan candi-candi di Padang Lawas. Lantas apa keutamaan candi Muara Takus di provinsi Riau? Boleh jadi peradaban Riau bermula disini, di sepanjang daerah aliran sungai Kampar. Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan saja*.

Sungai Kampar dan Candi

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

*Akhir Matua Harahap, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat (1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di seputar rumah--agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar