*Untuk melihat semua artikel Sejarah Soetan Casajangan di blog ini Klik Disini
Soetan Casajangan Soripada adalah penerus dari Saleh Harahap gelar Dja Endar Moeda. Sementara penerus Radjioen Harahap gelar Soetan Casajangan cukup banyak, antara lain Abdoel Firman Siregar gelar Mangaradja Soangkoepon, Todoeng Harahap gelar Soetan Goenoeng Moelia, Parada Harahap gelar Mangaraja Goenoeng Moeda dan Amir Sjarifoeddin Harahap gelar Soetan Goenoeng Soaloon. Kecuali Amir Sjarifoedin lahir di Medan, semuanya lahir di Padang Sidempoean. Sejarah Willem Iskander Pionir Pendidikan Indonesia
Mangaradja Soeangkoepon lahir 26 Desember 1885 dalam keluarga bangsawan Batak Angkola di Padangsidempuan. Pendidikan awalnya tidak terdokumentasi dengan baik; kemungkinan besar ia belajar di sekolah berbahasa Belanda setempat. Ketika ia tidak terpilih sebagai pewaris gelar keluarga oleh ayahnya pada tahun 1902, ia pergi ke Sumatera Timur. Adik laki-lakinya, Abdul Rasjid, kemudian juga menjadi tabib pribumi dan politikus yang berpendidikan di STOVIA. Pada tahun 1906, ia diangkat menjadi kepala kecamatan di Sosa Julu, Padang Lawas, Sumatera Utara. Pada tahun 1910 ia meninggalkan Hindia menuju Eropa, mendaftar di sebuah perguruan tinggi keguruan di Leiden. Dia kembali ke Sumatra pada tahun 1914 dan sempat bekerja untuk surat kabar Pewarta Deli. Pada tahun 1915 ia kembali ke dinas pemerintahan dan memegang berbagai peran administratif di Kediaman Tapanoeli dan Sumatera Timur, termasuk menghabiskan waktu di dewan lokal Pematangsiantar dan Tanjungbalai. Selama periode ini, ia tampaknya dipengaruhi oleh Kebangkitan Nasional Indonesia yang menyebar dengan cepat di kalangan penduduk asli Hindia Belanda. Ia diangkat untuk mewakili Sumatera Timur dalam Pemilihan umum Volksraad Hindia Belanda 1927 pada bulan Mei, dan pindah ke Batavia (Wikipedia)
Lantas bagaimana sejarah para penerus Soetan Casajangan? Seperti disebut di atas, Soetan Casajangan Soripada adalah penerus dari Saleh Harahap gelar Dja Endar Moeda. Penerus Soetan Casajangan cukup banyak. Lalu bagaimana sejarah para penerus Soetan Casajangan? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe. Deepublish
Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan saja. Dalam hal ini saya bukanlah penulis sejarah, melainkan hanya sekadar untuk menyampaikan apa yang menjadi fakta (kejadian yang benar pernah terjadi) dan data tertulis yang telah tercatat dalam dokumen sejarah.
Para
Penerus Soetan Casajangan; Mangaradja Soangkoepon, Soetan Goenoeng Moelia,
Soetan Goenoeng Soaloon
Tunggu deskripsi lengkapnya
Mangaradja Soangkoepon, Soetan Goenoeng Moelia, Soetan Goenoeng Soaloon: Habis Gelap Timbul Terang; Habis Dijajah, Timbul Kemerdekaan
Tunggu deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok. Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi menulis artikel sejarah di blog di waktu luang. Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang sayang (publish or perish). Buku-buku sejarah yang sudah dipublikasikan: Sejarah Mahasiswa di Indonesia: Generasi Pertama; Sejarah Pers di Indonesia: Awal Kebangkitan Bangsa; Sejarah Sepak Bola di Indonesia; Sejarah Pendidikan di Indonesia: Pionir Willem Iskander; Sejarah Bahasa Indonesia. “Sejarah Catur di Indonesia”; “Sejarah Klub Como 1907”; “Sejarah Kongres Pemuda dan Sumpah Pemuda”; “Sejarah Diaspora Indonesia di Jepang”. Korespondensi: akhirmh@yahoo.com


Tidak ada komentar:
Posting Komentar