Selasa, 18 Agustus 2026

Sejarah Dr Tjipto (19): Parlindungan Loebis Bersihkan Unsur Komunis di PI Belanda; Jepang di Indonesia, Dr Tjipto Meninggal


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Dr Tjipto di blog ini Klik Disini

Dalam pengasingan, penyakit Dr Tjipto tidak kunjung sembuh. Pada tahun 1940 Dr Tjipto dibawah ke Makassar untuk pengobatannya. Seiring dengan pidato Ratu Juliana dari London tahun 1940 Dr Tjipto mengajak penduduk Indonesia untuk mendukungnya (sebagaimana juga Perhimpoenan Indonesia di Belanda). Besar dugaan atas dasar ini, Pemerintah Hindia Belanda, alih-alih mengembalikan kembali ke Banda sesudah sembuh, justru dipindahkan ke Jawa di Soekaboemi. Pada saat pendudukan militer Jepang, Dr Tjipto berada di Djakarta. Sejarah Sepak Bola di Indonesia 


Parlindoengan Loebis adalah tokoh nasionalis, dokter, sekaligus Ketua Perhimpunan Indonesia (PI) di Belanda periode 1936–1940. Ia tercatat dalam sejarah sebagai salah satu dari sedikit orang Indonesia yang berhasil selamat dari kamp konsentrasi Nazi Jerman selama Perang Dunia II. Parlindungan Lubis lahir pada 30 Juni 1910 di Batang Toru, Tapanuli Selatan. Parlindungan Lubis terpilih menjadi Ketua PI pada tahun 1936 hingga tahun 1940. Di bawah kepemimpinannya, arah pergerakan PI bergeser secara strategis akibat ketegangan geopolitik dunia. Ketika Nazi-Hitler mulai mengancam perdamaian Eropa, Parlindungan membawa PI bersekutu dengan kelompok sayap kiri dan gerakan perlawanan bawah tanah Belanda (verzet). PI menilai fasisme Jerman merupakan ancaman yang jauh lebih berbahaya bagi kemanusiaan dan masa depan kemerdekaan Indonesia dibanding kolonialisme Belanda itu sendiri. Jerman menduduki Belanda pada Mei 1940, posisi para aktivis PI menjadi sangat terancam. Pada 26 Juni 1941, Parlindungan Lubis ditangkap oleh intelijen Jerman (Gestapo) di Amsterdam. Setelah perang berakhir tahun 1945,  Dr. Parlindungan Lubis kembali ke tanah air (AI Wikipedia) 

Lantas bagaimana sejarah Parlindungan Lubis bersihkan unsur komunis di PI Belanda, Jepang di Indonesia? Seperti disebut di atas, sikap Jerman di Eropa menjadi ekspasionis dan bersifat fasis. Perhimpoenan Indonesia di Belanda dipimpin oleh Parlindoengan Loebis dimana kemudian Jerman menduduki Belanda. Sementara itu Jepang menduduki Indonesia. Dr Tjipto meninggal di Djakarta pada tahun 1943. Lalu bagaimana sejarah Parlindungan Lubis bersihkan unsur komunis di PI Belanda, Jepang di Indonesia? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan saja. Dalam hal ini saya bukanlah penulis sejarah, melainkan hanya sekadar untuk menyampaikan apa yang menjadi fakta (kejadian yang benar pernah terjadi) dan data tertulis yang telah tercatat dalam dokumen sejarah. 

Parlindungan Lubis Bersihkan Unsur Komunis di PI Belanda, Jepang di Indonesia; Dr Tjipto Meninggal di Djakarta 1943

Tunggu deskripsi lengkapnya

Dr Tjipto Meninggal di Djakarta 1943; Ir Darmawan dan Mr Soejitono Meneruskan Perjuangan Dr Tjipto

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok. Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi menulis artikel sejarah di blog di waktu luang. Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang sayang (publish or perish). Buku-buku sejarah yang sudah dipublikasikan: Sejarah Mahasiswa di Indonesia: Generasi Pertama; Sejarah Pers di Indonesia: Awal Kebangkitan Bangsa; Sejarah Sepak Bola di Indonesia; Sejarah Pendidikan di Indonesia: Pionir Willem Iskander; Sejarah Bahasa Indonesia. “Sejarah Catur di Indonesia”; “Sejarah Klub Como 1907”; “Sejarah Kongres Pemuda dan Sumpah Pemuda”; “Sejarah Diaspora Indonesia di Jepang”. Korespondensi: akhirmh@yahoo.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar