Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri Harahap. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri Harahap. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 Juni 2026

Sejarah Voli (2): Voli Awalnya Tidak Dikenal di Eropa; Voli Buatan Amerika Itu Mengapa Lebih Dulu Dikenal Luas di Asia Timur?


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Voli Indonesia di blog ini Klik Disini

Olahraga voli lahir di Amerika Serikat (1895). Pada awalnya tidak terinformasikan, bahkan di Eropa permainan voli sendiri tidak dikenal. Lalu bagaimana olahraga voli “made in America” ini menyebar dan kini telah meliputi seluruh dunia? Yang jelas Amerika adalah tujuan orang Eropa sejak dulu, akibatnya semua cabang olahraga di Eropa menyebar ke Eropa. Hal itulah, mengapa, alih-alih voli diperkenalkan pertama di Eropa, tetapi yang muncul lebih awal justru di Asia Tenggara (Filipina). Akan tetapi orang Filipina sendiri tampaknya tidak akurat dengan sejarah volinya. Deepublish


Sejarah voli di Filipina mengacu pada sejarah voli di Filipina sebagai rekreasi dan sebagai olahraga. Sejarah voli Filipina dimulai pada tahun 1910 ketika Filipina masih merupakan wilayah Amerika Serikat (1898–1935). Permainan voli diperkenalkan kepada orang Filipina oleh seorang Amerika bernama Elwood S Brown, yang saat itu menjabat sebagai Direktur Fisik Young Men's Christian Association (YMCA). Voli menjadi permainan populer yang dimainkan di halaman belakang rumah dan di pantai-pantai di kepulauan tersebut. Pada awalnya, orang Filipina menciptakan aturan permainan mereka sendiri. Tentara AS yang ditugaskan di berbagai pulau di Filipina selama periode tersebut juga membantu penyebaran voli secara luas di kalangan orang Filipina. Para prajurit Amerika ini mendorong orang Filipina untuk bergabung dengan mereka bermain voli selama waktu luang mereka dari tugas militer (Wikipedia). 

Lantas bagaimana sejarah voli awalnya tidak dikenal di Eropa? Seperti disebut di atas, Amerika adalah tujuan orang Eropa sejak dulu, akibatnya semua cabang olahraga di Eropa menyebar ke Eropa. Voli asal Amerika Serikat tersebut populer di Asia Timur? Lalu bagaimana sejarah voli awalnya tidak dikenal di Eropa? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Senin, 29 Juni 2026

Sejarah Voli (1): Awal Mula Voli Indonesia; Pesta Olahraga Kejuaraan Timur Jauh 1923 di Osaka dan Olimpiade 1964 di Tokyo


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Voli Indonesia di blog ini Klik Disini

Baru saja Indonesia juara. Timnas Voli Putra Indonesia sukses mencetak sejarah dengan menjuarai AVC Men's Volleyball Cup 2026 untuk pertama kalinya setelah menumbangkan raksasa Asia, Korea Selatan, di partai final. Pertandingan Grand Final tersebut berlangsung pada Minggu, 28 Juni 2026 pukul 20.30 WIB disiarkan secara langsung melalui stasiun Moji TV. Skuad Garuda tampil perkasa dan menang telak tiga set langsung dengan skor 34-32, 25-16, dan 25-23. Laga puncak yang digelar di Veer Savarkar Sports Complex, Ahmedabad, India tersebut menjadi saksi keperkasaan Timnas Indonesia. Sejarah Sepak Bola di Indonesia


Bola voli masuk ke Indonesia pada masa penjajahan Belanda sekitar tahun 1928. Permainan ini diperkenalkan oleh guru-guru pendidikan jasmani pada sekolah lanjutan Hindia Belanda seperti HBS dan AMS. Setelah Indonesia merdeka, olahraga ini semakin digemari masyarakat dan resmi menjadi cabang olahraga pada Pekan Olahraga Nasional 1951 di Jakarta. Pada tahun 1954, muncul beberapa perhimpunan bola voli antardaerah, seperti Ikatan Perhimpunan Volleyball Soerabaja (IPVOS) dan Persatuan Volleyball Indonesia Djakarta (PERVID). Pada tahun yang sama, kedua perhimpunan bola voli tersebut mulai mempersiapkan pembentukan induk organisasi bola voli di Indonesia. Pada 22 Januari 1955, Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia didirikan, dengan Willem Johannes Latumeten ditetapkan sebagai ketua pertama organisasi ini. Penyelenggaraan Kejuaraan Nasional Bola Voli yang diadakan bersamaan dengan penyelenggaraan kongres nasional federasi yang diselenggarakan perdana pada 28-30 Mei 1955 di Jakarta. Badan ini kemudian diakui oleh Federasi Bola Voli Internasional pada tahun 1959. Sejak 1969, kejuaraan difokuskan sebagai bagian dari pertandingan pada cabang olahraga Pekan Olahraga Nasional (Wikipedia). 

Lantas bagaimana sejarah awal mula olharga voli di Indonesia? Seperti disebut di atas, dalam narasi sejarah masa kini, voli masuk ke Indonesia pada tahun 1928. Bagaimana bisa? Yang jelas, Pesta Olahraga Kejuaraan Timur Jauh diadakan pertama di Osaka tahun 1923. Cabang olahrga voli sendiri di olimpiade baru disertakan pada Olimpiade 1964 di Tokyo. Lalu bagaimana sejarah awal mula olharga voli di Indonesia? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe. Sejak Klub Como 1907 segera terbit Deepublish

Sejarah Casajangan (4): Jumlah Mahasiswa Makin Banyak; Soetan Casajangan Dirikan Organisasi Mahasiswa Indisch Vereeniging


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Soetan Casajangan di blog ini Klik Disini

Perhimpunan Indonesia (PI) adalah organisasi pergerakan nasional pertama yang menggunakan istilah "Indonesia" dan secara terang-terangan menuntut kemerdekaan penuh bagi bangsa Indonesia. Didirikan di Belanda pada 5 November 1908, organisasi ini awalnya bernama Indische Vereeniging sebelum bertransformasi menjadi kekuatan politik radikal yang memperjuangkan prinsip self-help (menolong diri sendiri) dan non-kooperasi terhadap penjajah (AI Wikipedia). Tentu saja narasi tersebut banyak salahnya. Sejarah Catur di Indonesia


Perhimpunan Hindia (Indische Vereeniging), dikenal juga sebagai Perhimpunan Indonesia atau PI (Indonesische Vereeniging), adalah organisasi pelajar dan mahasiswa Hindia Belanda yang berdiri pada tahun 1908. Indische Vereeniging berdiri atas prakarsa Soetan Kasajangan Soripada Harahap dan R.M. Noto Soeroto. Sejak Cipto Mangoenkoesoemo dan Soewardi Soerjaningrat masuk, pada 1913, mulailah mereka memikirkan mengenai masa depan Indonesia. Mereka mulai menyadari betapa pentingnya organisasi tersebut bagi bangsa Indonesia. Semenjak itulah Indische Vereeniging memasuki kancah politik. Waktu itu pula Indische Vereeniging menerbitkan sebuah buletin yang diberi nama Hindia Poetera, tetapi isinya sama sekali tidak memuat tulisan-tulisan bernada politik (Wikipedia). 

Lantas bagaimana sejarah jumlah mahasiswa Indonesia di Belanda semakin banyak? Seperti disebut di atas, dalam narasi sejarah Indonesia banyak yang keliru, yang perlu diluruskan. Satu yang jelas Soetan Casajangan mendiri9kan organisasi mahasiswa Indonesia di Belanda tahun 1908 dengan nama Indisch Vereeniging. Lalu bagaimana sejarah jumlah mahasiswa Indonesia di Belanda semakin banyak? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe. Deepublish

Sabtu, 27 Juni 2026

Sejarah Belanda di Indonesia (5): Nama Indo Diperkenalkan oleh Prof AA Fokker; Nama Indonesia Diperkenalkan RJ Logan


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Balanda di Indonesia di blog ini Klik Disini

Jauh sebelum nama Indonesia muncul, sudah eksis nama Nusantara, nama bahasa asli penduduk kepulauan yang digabungkan dari dua kata: nusa (pulau) dan antara (di antara atau seberang). Secara harfiah bermakna "pulau-pulau yang berada di antara" dua benua (Asia dan Australia) atau gugusan pulau di luar daratan utama. Lalu orang Eropa melihat letak Nusantara berada di timur India. Hal itu menyebabkan muncul sebutan kepulauan India/Hindia Timur (Oost Indie Archipel/East India Archipelago). Kepulauan sendiri dibedakan dengan semenanjung (peninsula) seperti Italia dan Malaya. Jadi tidak pernah disebut Kepulauan Italia. Dalam konteks inilah muncul nama Indonesia dan Kepulauan Indonesia (bukan The Malay Archipelago). Deepublish

 

Asal-usul kata "Indo" secara etimologi berasal dari bahasa Yunani Kuno, yaitu Indus (Ἰνδός) atau Indos, yang berarti "India" atau "Hindia". Dalam perkembangannya, kata ini memiliki beberapa konteks penggunaan yang berbeda, mulai dari nama negara hingga kategori identitas manusia. Dalam konteks nama negara kita, "Indo" merupakan potongan dari kata "Indonesia". Pada tahun 1850, dua ilmuwan Inggris bernama George Samuel Windsor Earl dan James Richardson Logan mencari nama khas untuk wilayah kepulauan jajahan Belanda (saat itu disebut Hindia Belanda) agar tidak tertukar dengan India. Kata "Indonesia" diciptakan dengan menggabungkan dua kata Yunani: "Indo" (Hindia/India) dan "Nesia" (dari kata Nesos yang berarti pulau atau kepulauan). Secara harfiah, Indonesia berarti "Kepulauan Hindia". Dalam catatan sejarah kolonial, kata "Indo" (berdiri sendiri) digunakan sebagai singkatan formal untuk menyebut Orang Indo (Indo-Europeans). Sebutan ini merujuk pada kelompok orang yang memiliki darah campuran (blasteran) antara leluhur Eropa (mayoritas Belanda) dan pribumi Indonesia. Pada masa Hindia Belanda, komunitas ini memiliki status sosial tersendiri yang berada di antara warga Eropa murni dan masyarakat bumiputera. Dalam dunia linguistik dan sains internasional, kata "Indo-" digunakan sebagai awalan untuk menunjukkan hubungan dengan India atau Anak Benua India contohnya Indo-European (Indo-Eropa): Indo-China (Indochina) (AI Wikipedia) 

Lantas bagaimana sejarah nama Indo diperkenalkan oleh Prof AA Fokker? Seperti disebut di atas, nama Indonesia kemudian disingkat Indo, yang kemudian ditambahkan Eropa menjadi Indo-Eropa bagi warga yang tingga di Indo-nesia. Dalam hal ini nama Indonesia sendiri diperkenalkan Dr RJ Logan. Lalu bagaimana sejarah nama Indo diperkenalkan oleh Prof AA Fokker? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe. Sejarah Catur di Indonesia

Jumat, 26 Juni 2026

Sejarah Casajangan (3): Berangkat Studi ke Belanda;Guru Charles Adrian van Ophuijsen Diangkat Sebagai Profesor di Univ. Leiden


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Soetan Casajangan di blog ini Klik Disini

Organisasi kebangsaan Indonesia pertama telah didirikan di Padang pada tahun 1900 yang dipimpin Dja Endar Moeda. Di Medan pada tahun 1905 di Medan didirikan Sjarikat Tapanoeli sebagai tempat berhimpun dan wadah pergerakan bagi tokoh-tokoh bumiputera. Para pemuda Sjarikat Tapanoeli mendirikan klub sepak bola (Tapanoeli Voetbalclub). Organisasi kebangsaan di Medan ini kemudian mendirikan NV Sjarikat Tapanoeli yang menjadi badan usaha dalam penerbitan surat kabar Pewarta Deli (1909). Sejarah Mahasiswa di Indonesia


Adriaan van Ophuijsen (disingkat Ch.A. Ophuijsen; 31 Desember 1854 – 19 Februari 1917) adalah seorang linguis Belanda kelahiran Solok. Ia berperan dalam perumusan Ejaan van Ophuijsen yang digunakan di Hindia Belanda sebelum digantikan dengan Ejaan Republik. Ophuijsen juga gemar mempelajari bahasa berbagai suku di Hindia Belanda. Pada tahun 1896, Ia ditugaskan oleh Pemerintah Belanda untuk menstandardisasikan aksara Latin untuk bahasa Melayu dengan dibantu oleh Nawawi Soetan Makmoer dan Moh. Taib Sultan Ibrahim sehingga van Ophuijsen berhasil menyusun Kitab Logat Melajoe pada tahun 1901. Buku tersebut kelak menjadi pedoman tata bahasa yang kemudian dikenal dengan nama Ejaan van Ophuijsen dan secara resmi diakui pemerintah kolonial pada tahun 1901. Pada tahun 1879 menerbitkan buku berjudul Kijkjes in Het Huiselijk Leven Volkdicht (Pengamatan Selintas Kehidupan Kekeluargaan Suku Batak) dan Maleische Spraakkunst (Tata Bahasa Melayu). Pemerintah kolonial kemudian mengangkatnya menjadi guru besar ilmu bahasa dan kesusasteraan Melayu di Universitas Leiden pada 1904 (Wikipedia)

Lantas bagaimana sejarah Soetan Casajangan berangkat ke Belanda 1903 studi keguruan? Seperti disebut di atas, organisasi kebangsaan Indonesia pertama telah didirikan di Padang pada tahun 1900. Dalam konteks inilah Soetan Casajangan berangkat studi ke Belanda 1903 dan kemudian mendirikan Perhimpunan Hindia (Indisch Vereeniging) tahun 1908. Lalu bagaimana sejarah Soetan Casajangan berangkat ke Belanda 1903 studi keguruan? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe. Deepublish

Kamis, 25 Juni 2026

Sejarah Casajangan (2): Dja Endar Moeda dan Medan Perdamaian; Pemimpin Redaksi Surat Kabar Melayu Pertja Barat di Padang


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Soetan Casajangan di blog ini Klik Disini

Soetan Casajangan Soripada memiliki kaitan yang kuat dengan Kweekschool Padang Sidempoean dan Charles Adrian van Ophuijsen. Soetan Casajangan Soripada juga memiliki kaitan yang kuat dengan Dja Endar Moeda. Sama-sama guru dari sekolah yang sama, aktif di jurnalistik. Dja Endar Moeda pendiri organisasi kebangsaan pertama di Indonesia, Soetan Casajangan Soripada pendiri organisasi kebangsaan pertama di Belanda. Namun sayang banyak narasi sejarah yang ditulis tentang mereka kurang akurat. Sebagai contoh kutipan Wikipedia di bawah ini kweekschool Padang Sidimpuan didirikan oleh Willem Iskander [3]. Namun kutipan dari SindoNews keliru, sementara yang dikutip dari PoestahaDepok tidak demikian. Sejarah Pers di Indonesia


Dja Endar Moeda Harahap adalah perintis pers berbahasa Melayu kelahiran Padang Sidempuan, 1861. Dididik sebagai guru di sekolah pengajaran guru, kariernya di dunia pers dimulai sebagai redaktur untuk jurnal bulanan Soeloeh Pengadjar pada 1887.[1]. Pada 1884, ia lulus dari kweekschool Padang Sidimpuan.[2] Sekolah ini merupakan sekolah yang didirikan oleh Willem Iskander.[3] Selama bersekolah, Moeda menjadi salah satu murid Charles Adrian van Ophuijsen.[4] Selepas lulus, ia diangkat menjadi guru pembantu di Air Bangis, lalu menjadi kepala sekolah di Batahan, Mandailing Natal pada 1886.[2] Selama menjadi guru, ia juga menjabat sebagai editor untuk Soeloeh Pengadjar karena kemahirannya dalam Bahasa Belanda yang merupakan jurnal pendidikan yang diterbitkan di Probolinggo pada 1887.[5] Dia dipindahkan dari Batahan ke Singkil dan melakukan ibadah haji pada 1892.[6] Selain naik haji, ia juga melakukan ziarah ke makam ayahnya yang meninggal di Makkah.[7] Berdasarkan catatan perjalanan haji yang diterbitkannya di Bintang Hindia berjudul Perdjalanan ke Tanah Tjoetji (Wikipedia) 

Lantas bagaimana sejarah Dja Endar Moeda dan Medan Perdamaian? Seperti disebut di atas, Soetan Casajangan Soripada memiliki kaitan yang kuat dengan Dja Endar Moeda. Sama-sama guru dari sekolah yang sama, aktif di jurnalistik. Dja Endar Moeda pendiri organisasi kebangsaan pertama di Indonesia, Soetan Casajangan Soripada pendiri organisasi kebangsaan pertama di Belanda. Lalu bagaimana sejarah Dja Endar Moeda dan Medan Perdamaian? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe. Deepublish

Selasa, 23 Juni 2026

Sejarah Casajangan (1): Maharadja Soetan dan Sekolah Guru di Padang Sidempoean; Charles Adrian van Ophuijsen Menjadi Guru


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Soetan Casajangan di blog ini Klik Disini

Narasi sejarah Indonesia, pada dasarnya belum sepenuhnya menggambarkan peta geomorfologis sejarah Indonesia keseluruhan. Yang terkesan adalah di wilayah terntentu narasinya sangat padat dan bahkan data sampah juga dinarasikan. Sementara itu di berbagai wilayah lainnya di Indonesia hanya dikupas tipis-tipis. Bahkan di banyak wilayah di Indonesia bahkan banyak data sejarah yang belum digali sepenuhnya lebih dalam meski sudah diketahui di permukaannya sudah memgandung unsur emas, intan dan sebagainya. Jika digali terus sudah tentu akan lebih memperkaya lagi narasi sejarah Indonesia. Sejarah Willem Iskander Pionir Pendidikan Indonesia


Soetan Casajangan (born Rajiun Harahap, 1874–1927) was a pioneering Indonesian educator and nationalist figure who co-founded the Indische Vereeniging (Indies Association) in the Netherlands, which later transformed into the politically influential Perhimpunan Indonesia. Born in Padang Sidempuan, North Sumatra, he made history as the second student from the Tapanuli region to pursue higher education in Europe. Key Historical Contributions: (1) Indische Vereeniging: He co-founded this student organization in 1908 and served as its first chairman, establishing a crucial hub for early Indonesian nationalist thoughts in Europe. (2) Educational Pioneer: Trained as an educator, he became one of Indonesia's early certified teachers and played a vital role in developing native education systems. (3) National Awakening: His efforts in mobilizing overseas students provided the organizational blueprint for future independent leaders fighting against Dutch colonial rule (AI Wikipedia) 

Lantas bagaimana sejarah Maharadja Soetan dan sekolah guru di Padang Sidempoean? Seperti disebut di atas, data sejarah Indonesia sangat melimpah, bahkan masih banyak yang belum tergali. Sebagai contoh, jika nama Soetan Casajangan Soripada (bukan ditulis dengan Soetan Kasajangan Soripada) dicari tidak ditemukan di Wikipedia. Namun AI Wikipedia masih dapat memberikan deskripsinya dalam bahasa Inggris. Satu yang penting dan terpenting, perjalananya awal Soetan Casajangan Soripada terinformasikan sebagai siswa di sekolah guru Kweekschool Padang Sidempoean yang menjadi salah satu murid kesayangan Charles Adrian van Ophuijsen. Lalu bagaimana sejarah Soetan Casajangan Soripada? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe. Sejarah Bahasa Indonesia

Selasa, 16 Juni 2026

Sejarah Indonesia Jilid 6-8: Nasib Esperanto Bahasa Indonesia Bahasa Pemersatu Dunia; Apakah Bahasa Inggris Bertahan Selamanya


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Indonesia Jilid 1-10 di blog ini Klik Disini

Bahasa Indonesia telah resmi diakui sebagai bahasa internasional setelah ditetapkan sebagai bahasa resmi Konferensi Umum UNESCO pada tanggal 20 November 2023. Status ini menjadikan Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi ke-10 di forum tersebut, bersanding dengan bahasa besar dunia seperti Inggris, Arab, Mandarin, Prancis, Spanyol, Rusia, Hindi, Italia, dan Portugis. Bahasa Indonesia sedang dalam proses strategis menuju pengakuan global. Pemerintah menargetkan bahasa Indonesia menjadi bahasa resmi PBB pada 2045. Sejarah Bahasa Indonesia


Bahasa Esperanto adalah bahasa buatan (bahasa terencana) yang paling banyak digunakan di seluruh dunia. Bahasa ini diciptakan pada tahun 1887 oleh Dr Ludwik Lazar Zamenhof, seorang dokter mata asal Polandia. Tujuan utama pembuatan Esperanto adalah menjadi bahasa bantu internasional yang netral, mudah dipelajari, serta mampu menjembatani perbedaan budaya tanpa menghapus bahasa ibu masing-masing bangsa. Tata bahasanya tidak memiliki pengecualian sama sekali. Setiap huruf hanya memiliki satu bunyi, sehingga ditulis sesuai dengan cara diucapkan. Akar katanya diambil dari bahasa-bahasa Eropa, terutama rumpun Roman, Jermanik, dan Slavia. Menggunakan prefiks dan sufiks yang logis untuk mengubah arti kata dasar secara instan. Bahasa Esperanto menggunakan penanda akhir kata yang konsisten untuk menunjukkan kelas kata:Kata benda selalu diakhiri huruf -o (contoh: amiko = teman). Kata sifat selalu diakhiri huruf -a (contoh: amika = ramah). Kata kerja bentuk sekarang diakhiri -as (contoh: lumas = bersinar). Beberapa contoh frasa dasar sehari-hari: Saluton! = Halo! Dankon. = Terima kasih. Kiel vi fartas? = Bagaimana kabarmu? Mi estas indoneziano. = Saya adalah orang Indonesia. Meskipun belum berhasil menjadi bahasa resmi global, Esperanto tetap hidup sebagai bahasa yang aktif digunakan oleh komunitas internasional (AI Wikipedia) 

Lantas bagaimana sejarah nasib bahasa Esperanto, Bahasa Indonesia bahasa pemersatu dunia? Seperti disebut di atas, diantara bahasa-bahasa dunia terdapat bahasa Esperanto, bahasa yang dibuat baru yang diduga dibuat untuk mengedepankan satu bahasa sebelum bahasa Inggris menyebar di seluruh muka bumi. Bahasa Esperanto ini muncul setelah keberadaan Bahasa Indonesia (yang masih disebut bahasa Melayu) eksis. Ke depan, apakah bahasa Inggris bertahan selamanya? Bagaimana dengan Bahasa Indonesia? Lalu bagaimana sejarah nasib bahasa Esperanto, Bahasa Indonesia bahasa pemersatu dunia? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe. Sejarah Catur di Indonesia

Senin, 15 Juni 2026

Sejarah Indonesia Jilid 6-7: Sie Kong Lian dan Kongres Pemuda; Fa Ledikanten Handel di Jalan Pasar Senen No 95 Weltevreden


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Indonesia Jilid 1-10 di blog ini Klik Disini

Museum Sumpah Pemuda adalah museum sejarah khusus yang menjadi saksi bisu tempat dibacakannya ikrar Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928. Terletak di Jalan Kramat Raya No. 106, Jakarta Pusat, gedung kolonial ini awalnya merupakan rumah indekos mahasiswa bernama Commensalen Huis milik Sie Kong Liong. Di sinilah para pemuda dari berbagai daerah berkumpul, berdiskusi, hingga akhirnya melahirkan momentum persatuan bangsa Indonesia..Sejarah Bahasa Indonesia


Sie Kong Lian (3 Januari 1877-1954) adalah seorang warga Indonesia keturunan Tionghoa yang berjasa besar dalam sejarah kemerdekaan Indonesia sebagai pemilik rumah kos di Jalan Kramat Raya Nomor 106, Jakarta, yang menjadi lokasi pembacaan ikrar Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928. Rumah tersebut kini berdiri tegak sebagai Museum Sumpah Pemuda. Sie Kong Lian merupakan seorang pedagang kasur di pasar Jakarta dan dikenal memiliki keahlian kungfu. Sie Kong Lian sendiri tidak tinggal di Kramat Raya 106, melainkan menetap di kediamannya di Jalan Senen Raya. Rumah di Jalan Kramat Raya didirikan pada awal abad ke-20 dan disewakan sebagai tempat kos bagi para pelajar STOVIA (School tot Opleiding van Indische Artsen) dan Rechtsschool (sekolah hukum) sejak tahun 1908. Sejumlah tokoh penting bangsa pernah indekos di rumah ini, termasuk Mohammad Yamin, Amir Sjarifuddin, Sugondo Djojopuspito, Assaat, dan Abu Hanifah. Sejak tahun 1927, gedung ini resmi disewa oleh organisasi pemuda dan dinamakan Indonesische Clubhuis atau Clubgebouw sebagai wadah diskusi kebangsaan. Rumah kos ini menjadi lokasi persinggahan akhir Kongres Pemuda II sekaligus tempat dikumandangkannya ikrar Sumpah Pemuda 1928 (AI Wikipedia) 

Lantas bagaimana sejarah Sie Kong Lian dan Kongres Pemuda? Nama Sie Kong Lian adalah satu hal dan Kongres Pemuda adalah hal lain. Ledikanten Handel Firma di Jalan Pasar Senen No 95 Weltevreden diduga kuat adalah milik Sie Kong Lian. Lalu bagaimana sejarah Sie Kong Lian dan Kongres Pemuda? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.Sejarah Catur di Indonesia

Kamis, 11 Juni 2026

Sejarah Surat Kabar (1): Surat Kabar Terbit di Surabaya Soerabaijasch handelsblad; Satu Satunya Terbit di Masa Pendudukan Jepang


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Surat Kabar di blog ini Klik Disini

Soerabaijasch Handelsblad ("Surat Kabar Perdagangan Surabaya") adalah surat kabar lembar lebar berbahasa Belanda[1] yang beredar di Surabaya, Hindia Belanda. Surat kabar ini diterbitkan oleh Kolff and Company (Wikipedia Indonesia). Sejarah Catur di Indonesia


Soerabaijasch Handelsblad ("Surat Kabar Komersial Surabaya") adalah surat kabar berformat lembaran besar berbahasa Belanda yang terkemuka yang diterbitkan di Surabaya, Hindia Belanda (sekarang Indonesia). Surat kabar ini berperan penting sebagai media selama era kolonial, terutama mewakili kepentingan perdagangan dan perkebunan Eropa. Garis Waktu Sejarah Utama 1853 (Pendirian): Didirikan dengan nama De Oostpost ("Pos Timur"), menjadikannya surat kabar kedua yang muncul di Surabaya. Awalnya berfokus sepenuhnya pada iklan. Pada tahun 1865 secara resmi mengubah namanya menjadi Soerabaijasch Handelsblad seiring perluasan cakupannya ke berita umum, sastra, dan budaya. Pada tahun 1942 terpaksa mengubah format kalendernya ke sistem kōki Jepang sebelum ditutup sementara setelah pendudukan Jepang di wilayah tersebut. Pada tahun 1945 melanjutkan penerbitan setelah Perang Dunia II, beroperasi selama Revolusi Nasional Indonesia hingga akhirnya berhenti beroperasi secara permanen pada tahun 1957 (Wikipedia Inggris). 

Lantas bagaimana sejarah surat kabar Soerabaijasch handelsblad terbit di Surabaya? Seperti disebut di atas, surat kabar di Surabaya ini merupakan sukses surat kabar De Oostpost. Surat kabar sendiri pada masa ini sangat andal dijadikan sebagai sumber data dalam penulisan sejarah di Indonesia. Satu yang menjadi pertanyaan adalah Soerabaijasch handelsblad adalah satu-satunya surat kabar berbahasa Belanda yang terbit di masa (permulaan) pendudukan Jepang. Lalu bagaimana sejarah surat kabar Soerabaijasch handelsblad terbit di Surabaya? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Senin, 25 Mei 2026

Sejarah Sepak Bola (44): Klub Como 1907 Kali Pertama di Liga Champion Eropa;Buku Sejarah Klub Como 1907 Segera TERBIT


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Sepak Bola Indonesia di blog ini Klik Disini

Ada peribahasa: ‘bagai makan buah simalakama, dimakan ibu mati, tidak dimakan ayah mati’. Itulah yang terjadi pertandingan antara klub Como 1907 milik orang Indonesia dan klub Cremonese yang digawangi oleh pemain timnas Indonesia, Emil Audero. Fakta bahwa tadi subuh, klub Como 1907 secara resmi mencetak sejarah lolos ke Liga Champions setelah mengalahkan US Cremonese dengan skor telak 4-1 pada laga pamungkas Serie A musim 2025/2026. Ironisnya, kekalahan ini juga memastikan klub yang dibela kiper Timnas Indonesia, Emil Audero, resmi terdegradasi ke Serie B. 


Hasil Liga Italia: Como ke Liga Champions, Emil Audero Cs Degradasi. Randy Prasatya- Sepakbola. Senin, 25 Mei 2026 04:10 WIB: ‘Jakarta - Como menyudahi perjalanan di Liga Italia 2025/2026 dengan finis di posisi keempat. Pasukan Cesc Fabregas itu meraih tiket ke Liga Champions. Como bertandang ke markas Cremonese dalam pekan terakhir Serie A, Senin (25/5/2026) dini hari WIB. Jesus Rodriguez membawa Como memimpin 1-0 pada babak pertama lewat gol di menit ke-35. Anastasios Douvikas kemudian memperbesar keunggulan Como menjadi 2-0 di menit ke-50. Cremonese, yang sedang berjuang untuk bertahan di Serie A, mendapatkan gol Federico Bonazzoli di menit ke-54. Perjuangan Cremonese untuk bertahan di Serie A menjadi berat pada menit ke-70. Alberto Grassi diganjar kartu merah dan diganjar penalti. Lucas Da Cunha maju sebagai eksekutor. Bola tembakannya berhasil membobol gawang Emil Audero di menit ke-73 dan Como memimpin 3-1. Emil Audero, yang juga kiper Timnas Indonesia, kembali dibobol Da Cunha. Gol di menit ke-80 itu membawa Como menang 4-1. Hasil ini mengantarkan Como finis di urutan keempat dengan 71 poin, yang artinya merebut tiket ke Liga Champions setelah AC Milan kalah melawan Cagliari. Cremonese harus rela terdegradasi ke Serie B urutan ke-18 dengan 34 poin (https://sport.detik.com/sepakbola/). 

Lantas bagaimana sejarah klub Como 1907 kali pertama di Liga Champion Eropa? Nah, itu dia: sudah barang tentu belum pernah terinformasikan, tapi hari ini semua pecinta sepak bola Indonesia mulai tersenyum. Dan, ini dia: Buku “Sejarah Klub Como 1907” segera terbit. Lalu bagaimana sejarah klub Como 1907 kali pertama di Liga Champion Eropa? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Jumat, 10 April 2026

Sejarah Indonesia Jilid 5-5: Awal Penemuan Sumber Minyak di Bumi Nusantara; Sumber Energi Pertama Batubara Kemudian Minyak


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Indonesia Jilid 1-10 di blog ini Klik Disini

Sejarah minyak bumi di Indonesia dimulai pada tahun 1885 dengan penemuan komersial pertama di Telaga Tunggal, Langkat, Sumatera Utara oleh Aeilko Jans Zijlker, setelah eksplorasi awal dimulai tahun 1871. Industri ini berkembang pesat di bawah kolonial Belanda (termasuk sumur Matilda, Balikpapan 1897) dan kemudian dikelola negara melalui Pertamina (didirikan 1957). Sejarah Catur di Indonesia

 

Sejarah minyak di Indonesia memiliki perjalanan yang sangat panjang. Ini bermula para penjelajah Belanda yang terinspirasi oleh kesuksesan pengeboran minyak pertama di Amerika Serikat pada tahun 1859. Pada tahun 1871 Jan Reerink melakukan pengeboran pertama di Cibodas, Majalengka, Jawa Barat. Meski ditemukan rembesan minyak, hasilnya tidak komersial. Pada tahun 1883 Aeilko Jans Zijlker menemukan rembesan minyak di Telaga Said, Langkat, Sumatera Utara yang menjadi cikal bakal berdirinya perusahaan minyak Belanda Royal Dutch Shell. Lalu tahun 1897 dimulai pengeboran di Balikpapan (Sumur Matilda). Dalam hal ini Bataafsche Petroleum Maatschappij (BPM) anak perusahaan Royal Dutch Shell lalu menguasai sebagian besar lapangan minyak. Sebagian yang lain Standard Oil & Caltex perusahaan asal Amerika Serikat mulai mengeksplorasi wilayah Sumatera dan menemukan lapangan minyak raksasa seperti Minas di Riau pada akhir 1930-an. Pada masa ini, Hindia Belanda menjadi salah satu produsen minyak terbesar di Timur Jauh. Setelah merdeka, pada tahun 1957 Pemerintah mendirikan PT Perusahaan Minyak Nasional (Permina) untuk mengelola ladang minyak di Aceh. Penggabungan dua perusahaan negara (Pertamin dan Permina) tahun 1968 dibentuk Pertamina, yang menjadi pengelola tunggal industri migas nasional berdasarkan UU No. 8 Tahun 1971 (AI Wikipedia). 

Lantas bagaimana sejarah awal penemuan sumber minyak di Bumi Nusantara? Seperti disebut di atas, itu dimulai oleh para penjelajah Belanda setelah penemuan batubara dan kemudian disusul penemuan minyak. Lalu bagaimana sejarah awal penemuan sumber minyak di Bumi Nusantara? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Kamis, 19 Maret 2026

Sejarah Sepak Bola (43): Klub Como 1907 di Danau Pegunungan di Como, Italia; Klub Hartono Bersaudara dari Serie-D ke Serie-A


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Sepak Bola Indonesia di blog ini Klik Disini

Artikel ini sudah lama artikel dibuat, tetapi tidak kunjung diupload. Namun kabar duka hari ini tanggal 19 Maret 2026 pemilik klub Como bahwa Bapak Michael Bambang Hartono dikabarkan meninggal dunia di Singapura. Klub Como 1907 tengah berduka. Namun demikain nama Michael Bambang Hartono akan selalu dikenal oleh supporter Coma 1907. Semoga klub fenomenal ini terus Berjaya di bawah dukungan sang adik Robert Budi Hartono. Sejarah Sepak Bola di Indonesia


Como 1907 adalah klub sepak bola Italia yang saat ini berkompetisi di Serie A, kasta tertinggi liga Italia. Klub ini menjadi sangat populer di Indonesia karena dimiliki oleh pengusaha asal Indonesia, yaitu Keluarga Hartono (Grup Djarum) melalui anak perusahaan mereka, SENT Entertainment. Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono sejak 2019 mengakuisisi klub yang berada di kota peguinungan di pinggir danau Como. Dukungan finansial mereka, Como dinobatkan sebagai klub sepak bola dengan pemilik terkaya di Italia menurut Forbes. Kabar Duka Terbaru: Pada 19 Maret 2026, klub secara resmi menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya salah satu pemiliknya, Michael Bambang Hartono. Saat ini klub dilatih oleh legenda sepak bola Cesc Fabregas dari Spanyol. Markar klub berada di Stadion Giuseppe Sinigaglia yang terletak di pinggir Danau Como. Klub ini dibeli saat berada di Serie D (divisi empat) setelah mengalami kebangkrutan, lalu berhasil promosi beruntun hingga mencapai Serie A pada musim 2024/2025. Identitas klub dikenal dengan julukan I Lariani dan identik dengan warna biru kerajaan (royal blue) (AI Wikipedia). 

Lantas bagaimana sejarah Klub Como 1907 di Danau Pegunungan di Como, Italia? Nah, itu dia: jarang ditulis. Pada masa ini hanya terinformasikan telah dimiliki oleh Hartono Bersaudara, klub yang awalnya berada di Serie-D tetapi kini dalam waktu singkat sudah di Serie-A dan moga-moga segera berpartisipasi dalam Liga Champion Eropa. Lalu bagaimana sejarah Klub Como 1907 di Danau Pegunungan di Como, Italia? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.Sejarah Pers di Indonesia

Rabu, 18 Maret 2026

Sejarah Jepang (16): Tragedi di Nagasaki dan Hiroshima Tahun 1945; Kini, Apakah Sekutu Masih Tetap Dipimpin oleh Amerika Serikat?


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Jepang dalam blog ini Klik Disini 

Entah mengapa saya teringat bagaimana terjadi tragedi Nagasaki dan Hirosima tahun 1945. Namun ini hanya soal bagaimana sejarah itu terjadi. Saya tidak berpikir tentang apa yang terjadi dengan perang antara Israel dan Amerika Serikat melawan Iran di Selat Hormuz. Pada tahun 1945 Amerika Serikat didukung oleh Sekutunya. Sementara pada tahun ini, Israel didukung oleh Sekutunya yakni Amerika Serikat. Kalau dulu Amerika Serikat maju dengan slogan “Ini Perang Kami”. Sementara di Selat Hormuz: “Ini Perang Mereka”, Kami hanya mendukung Israel. Apakah itu benar? Saya teringat Nagasaki dan Hirosima. Buku-buku yang Sudah Diterbitkan


Tragedi Hiroshima dan Nagasaki adalah peristiwa pengeboman atom oleh Amerika Serikat terhadap dua kota di Jepang pada akhir Perang Dunia II, tepatnya pada 6 dan 9 Agustus 1945. Peristiwa ini merupakan satu-satunya penggunaan senjata nuklir dalam konflik bersenjata sepanjang sejarah manusia dan menyebabkan kehancuran total serta korban jiwa yang sangat besar. Pada tanggal 6 Agustus 1945 di Hiroshima pesawat B-29 bernama Enola Gay menjatuhkan bom atom jenis uranium bernama "Little Boy". Ledakan ini menewaskan sekitar 140.000 orang hingga akhir tahun 1945. Pada tanggal 9 Agustus 1945 di Nagasaki, tiga hari kemudian, bom plutonium bernama "Fat Man" dijatuhkan di Nagasaki, yang mengakibatkan kematian lebih dari 70.000 orang. Total korban tewas diperkirakan mencapai antara 150.000 hingga 246.000 orang, sebagian besar merupakan warga sipil. Banyak korban yang selamat (Hibakusha) menderita luka bakar parah dan penyakit akibat radiasi jangka panjang. Pengeboman ini memaksa Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu pada 15 Agustus 1945, yang secara resmi mengakhiri Perang Dunia II. Hingga saat ini, lokasi pengeboman seperti Hiroshima Peace Memorial (Genbaku Dome) menjadi pengingat sejarah bagi dunia tentang bahaya senjata nuklir dan pentingnya perdamaian (AI Wikipedia). 

Lantas bagaimana sejarah tragedi Nagasaki dan Hirosima Tahun 1945? Seperti disebut di atas, gagasan penulisan artikel karena teringat saja. Fakta bahwa pada hari ini terjadi perang Israel dan Amerika Serikan versus Iran (yang berpusat di selat Hormuz). Apakah ada kesamaan antara Perang Dunia dan Sekutu Dipimpin Amerika Serikat tempo doeloe di Jepang dengan di selat Hormuz sekarang. Lalu bagaimana sejarah tragedi Nagasaki dan Hirosima Tahun 1945? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.  Pengantar Metode Riset Bisnis

Senin, 09 Maret 2026

Sejarah Indonesia Jilid 6-6: Semua Orang Belanda Bisa Berbahasa Indonesia; Tidak Semua Orang Indonesia bisa Bahasa Melayu


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Indonesia Jilid 1-10 di blog ini Klik Disini

Ada satu anomali yang sangat besar di Indonesia tentang penyebaran bahasa Eropa. Dalam hal ini bahasa Belanda di Indonesia pada masa ini hampir tidak meninggalkan bekas dalam penggunaannya. Berbeda dengan di Amerika Serikat dan Australia lestari bahasa Inggris, demikian juga bahasa-bahasa Spanyol dan bahasa Portugis (plus bahasa Belanda) di negara-negara Amerika Latin. Di Malaysia dan Filipina bahkan masih terasa jejak-jejak penggunaan bahasa Inggris dan bahasa Spanyol. Sejarah Bahasa Indonesia


Semasa Pemerintah Hindia Belanda, tidak semua, tetapi sebagian besar orang Belanda bisa atau setidaknya memahami bahasa Melayu. Kemampuan ini merupakan kebutuhan praktis karena bahasa Melayu berfungsi sebagai lingua franca atau bahasa perantara di seluruh kepulauan. Orang Belanda yang tinggal di Hindia Belanda harus berkomunikasi dengan pembantu rumah tangga, pedagang di pasar, dan pekerja pribumi yang umumnya tidak mengerti bahasa Belanda. Pemerintah kolonial menggunakan bahasa Melayu untuk urusan administrasi dengan pegawai pribumi tingkat rendah karena penguasaan bahasa Belanda di kalangan pribumi sangat dibatasi oleh kebijakan pemerintah. Di kalangan militer dan kantor pemerintahan, dikenal istilah Dienstmaleisch (Melayu Kedinasan), yaitu bentuk bahasa Melayu sederhana yang digunakan oleh pejabat Belanda untuk memberi perintah atau berinteraksi dengan bawahan pribumi. Banyak orang Belanda di Hindia adalah keturunan campuran (Indo). Mereka sering dibesarkan oleh pengasuh pribumi (babu), sehingga bahasa pertama atau bahasa yang lebih mereka kuasai dalam kehidupan sehari-hari sering kali adalah bahasa Melayu atau bahasa daerah, bukan bahasa Belanda (AI Wikipedia) 

Lantas bagaimana sejarah semua Orang Belanda bisa berbahasa Indonesia? Seperti disebut di atas, semasa Pemerintah Hindia Belanda, sejatinya semua orang Belanda bisa berbahasa Indonesia. Namun sebaliknya, tidak semua Orang Indonesia bisa berbahasa Melayu. Mengapa? Lalu bagaimana sejarah semua Orang Belanda bisa berbahasa Indonesia? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe. Buku-buku yang Sudah Diterbitkan