*Untuk melihat semua artikel Sejarah Jepang dalam blog ini Klik Disini
Sebelum ini sudah ada ‘sejarah Australia’ dan ‘sejarah Filipina’ dan ‘sejarah Singapura (Malaysia)’. Tiga wilayah di luar ‘sejarah Indonesia’. Artikel ini berjudul Shizuoka adalah artikel pertama ‘sejarah Jepang’. Artikel-artikel dalam ‘sejarah Jepang’ ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari data-data yang tidak digunakan dalam draf buku saya berjudul “Sejarah Diaspora Indonesia di Jepang’.
Prefektur Shizuoka adalah wilayah di Jepang yang terkenal dengan pemandangan alamnya yang indah, termasuk sebagian Gunung Fuji, kebun teh yang luas, dan garis pantainya yang indah, serta dikenal sebagai pusat industri otomotif (Honda, Yamaha) dan kuliner khas seperti unagi (belut) dan wasabi. Terletak di wilayah Chūbu, Shizuoka menawarkan perpaduan budaya, sejarah, dan alam, dengan kota Shizuoka sebagai ibu kotanya dan kota terbesar kedua adalah Hamamatsu. Poin-Poin Penting tentang Prefektur Shizuoka: Lokasi: Terletak di pesisir Samudra Pasifik di wilayah Chūbu, berbatasan dengan Kanagawa, Yamanashi, Nagano, dan Aichi; Ibukota: Kota Shizuoka (Shizuoka-shi); Ikon Alam: Gunung Fuji, Semenanjung Izu, Teluk Suruga, Danau Hamana; Industri dan Ekonomi: Pusat manufaktur otomotif (Honda, Suzuki, Yamaha), pusat produksi teh Jepang, dan perikanan. Kuliner: Teh berkualitas tinggi, belut panggang (unagi), wasabi-zuke, dan Unagi Pie; Wisata dan Budaya: Kuil Konuzan Toshogu, Gotemba Premium Outlets, Situs Toro (reruntuhan kuno), Taman Sumpu (bekas Istana Ieyasu); Ramah Muslim: Menyediakan fasilitas dan makanan halal, menjadikannya destinasi yang nyaman bagi wisatawan Muslim. Shizuoka sering disebut sebagai "miniatur Jepang" karena kekayaan alamnya yang beragam, menjadikannya tempat yang ideal untuk menikmati perpaduan antara keindahan alam dan pengalaman budaya yang kaya (AI Wikipedia).
Lantas bagaimana sejarah Shizuoka, prefektur di pulau Honshu, Jepang? Seperti disebut di atas, prefektur (provinsi) Shizuoka memiliki keutamaan: gunung Fuji, perkebunan teh hijau dan iklim yang lebih hangat. Lalu bagaimana sejarah Shizuoka, prefektur di pulau Honshu, Jepang? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.
Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan saja*.
Shizuoka,
Prefektur di Pulau Honshu, Jepang; Gunung Fuji, Perkebunan Teh Hijau dan Iklim Lebih Hangat
Tunggu deskripsi lengkapnya
Gunung Fuji, Perkebunan Teh Hijau dan Iklim Lebih Hangat: Relasi Indonesia dan Jepang
Tunggu deskripsi lengkapnya
*Akhir Matua Harahap, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok. Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi menulis artikel sejarah di blog di waktu luang. Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang sayang (publish or perish). Buku-buku sejarah yang sudah dipublikasikan: Sejarah Mahasiswa di Indonesia: Generasi Pertama; Sejarah Pers di Indonesia: Awal Kebangkitan Bangsa; Sejarah Sepak Bola di Indonesia; Sejarah Pendidikan di Indonesia: Pionir Willem Iskander; Sejarah Bahasa Indonesia. Forthcoming: “Sejarah Catur di Indonesia”; “Sejarah Kongres Pemuda dan Sumpah Pemuda”; “Sejarah Diaspora Indonesia”. Korespondensi: akhirmh@yahoo.com


Tidak ada komentar:
Posting Komentar