Selasa, 20 Januari 2026

Sejarah Bahasa Indonesia (12):Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Negara Lain Sejak Kapan?


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Bahasa Indonesia di blog ini Klik Disini

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), nama-nama negara ditulis menggunakan ejaan bahasa Indonesia yang baku. Sebagai contoh: Belanda (bukan Netherlands), Inggris (bukan United Kingdom/England), Jerman (bukan Germany), Prancis (bukan France atau Perancis), Tiongkok (istilah baku untuk China). Baru-baru ini daftar nama negara yang mengalami penyesuaian ejaan terbaru Indonesia: Afghanistan menjadi Afganistan; Bangladesh (Banglades); Bhutan (Butan) Brunei Darussalam (Brunei Darusalam); Cabo Verde (Tanjung Hijau); Chile (Cili); Djibouti (Jibuti); Guinea (Ginea); Kazakhstan (Kazakstan); Lebanon (Libanon); Liechtenstein (Liktenstin); North Macedonia (Masedonia Utara); Paraguay (Paraguai); Thailand (Tailan); Switzerland (Swis); Uruguay (Uruguai). 


Thailand Jadi Tailan, Akankah Resmi Masuk KBBI? Ini Kata Badan Bahasa Kompas.com, 20 Januari 2026. Kompas.com. Pemerintah melalui Badan Informasi Geospasial (BIG) resmi menetapkan perubahan penulisan dan pengucapan nama negara Thailand menjadi Tailan dalam bahasa Indonesia. Perubahan ini tercantum dalam dokumen eksonim, yaitu daftar nama resmi negara-negara dunia versi bahasa Indonesia. Pembaruan tersebut dimuat dalam dokumen resmi bernomor GEGN.2/2025/122/CRP.122 yang disampaikan Indonesia pada sidang United Nations Group of Experts on Geographical Names (UNGEGN) di New York, Amerika Serikat, pada 28 April–2 Mei 2025. Standardisasi ini merupakan bagian dari inisiatif jangka panjang yang telah diajukan delegasi Indonesia sejak 2019. Dalam dokumen UNGEGN bertajuk “Updated World Country Names: Short and Formal Names, Submitted by Indonesia” tertanggal 10 Maret 2025, disebutkan bahwa Indonesia mulai mengumpulkan daftar lengkap nama negara dan ibu kota dunia sejak sesi perdana UNGEGN pada 2019. Upaya tersebut kemudian diperkuat pada 2024 melalui pembaruan ejaan yang lebih akurat secara ortografis (tata tulis) dan fonologis (pelafalan). Tujuan utama pembaruan ini adalah menyesuaikan penulisan nama negara asing agar selaras dengan pelafalan dan tata tulis bahasa Indonesia, tanpa menyimpang dari daftar resmi negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), seperti Thailand menjadi Tailan serta Paraguay menjadi Paraguai

Lantas bagaimana sejarah nama negara lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI)? Seperti disebut di atas, baru-baru ini ada sejumlah negara lain yang mengalami penyesuaian dalam Bahasa Indonesia. Sebaliknya, nama Indonesia di berbagai negara lain sudah ada sejak lama. Lalu bagaimana sejarah nama negara lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI)? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan saja*. 

Nama Negara Lain dalam Bahasa Indonesia (KBBI); Nama Indonesia di Berbagai Negara Lain

Pada masa ini nama Indonesia memiliki variasi penulisan dan pelafalan di berbagai bahasa dunia, yang diberikan oleh komunitas internasional: Inggris: Indonesia; Arab (Indunisiya); Tionghoa (Mandarin) (Yìndùníxīyà) atau sering disingkat (Yìnní); Belanda: Indonesië; Prancis: Indonésie; Jerman: Indonesien; Jepang: Indoneshia; Korea: (Indonesia); Rusia: (Indoneziya); Turki: Endonezya; Spanyol & Italia: Indonesia; Ceko: Indonésie; Polandia: Indonézia. 


Setelah VOC dibubarkan pada tahun 1799, Kerajaan Belanda (di bawah kekuasaan Napoleon, Prancis) membentuk Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1800. Setelah pendudukan Inggris (1811-1816) Pemerintah Hindia Belanda dipulihkan. Sebelumnya, wilayah Portugis di pulau Timor sudah ditetapkan. Pada tahun 1824 dilakukan perjanjian antara Inggris dan Belanda (Traktat London 1824) yang mana wilayah Inggris di Bengkuli dilakukan tukar guling dengan wilayah Belanda di Semenanjung Malaya. Sejak inilah batas wilayah Hindia Belanda secara administratif terdefinisikan hingga berakhirnya Pemerintah Hindia Belanda tahun 1942. Selama pendudukan militer Jepang (1942-1945) digunakan nama Indonesia. Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945, nama Indonesia tetap dipertahankan hingga ini hari. 

Bagaimana semua itu bermula? Nama Indonesia kembali ditemukan di dalam makalah James Richardson Logan berjudul Ethnology of Indo-Pasific Islands yang dimuat pada The Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia Volume VI No 4 tahun 1851 (halaman 211-243 dan 549-585). 


Yang jelas setelah nama Indonesia disebutkan dalam terbitan The Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia, nama Indonesia semakin kerap ditemukan pada majalah, buku dan surat kabar. Nama Indonesia semakin mantap ketika telah dimuat dalam Cyclopædia of India and of Eastern and Southern Asia, Commercial, Industrial and Scientific Vol III (1873). Dalam Cyclopædia berbahasa Inggris ini nama Indonesia berdekatan dengan entry nama Indo-Malaya. Bagaimana dengan nama Indonesia di Ensiklopedia berbahasa Belanda? Tidak terdapat nama entri Indonesia. Mengapa? Nama Indonesia masih dianggap asing bagi orang-orang Belanda. Yang sudah ada adalah Indie atau Indisch yang dalam hal ini Nederlandsch Indie (Hindia Belanda). Disebutkan dalam ensiklopedia berbahasa Inggris tersebut nama Indonesia diusulkan oleh James Richardson Logan. Juga nama Indo-Malaya diusulkan oleh Logan. Penjelasan entri Indonesia ini lebih dari dua halaman (sementara Indo-Malaya hanya satu kalimat). Sumber yang digunakan dalam ensilopedia ini untuk entry Indonesia adalah The Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia, Vol IV No. V dan VI (May and June 1850). 

Hal itulah mengapa (Negara) Inggris sejak awal tetap menamai (negara) Indonesia dengan mengeja nama Indonesia (bandingkan dengan penamaan Belanda: Indonesië). Seperti disebut di atas, negara lain yang menyebut dengan mengeja nama Indonesia adalah Korea, Spanyol dan Italia. Lalu mengapa (negara-negara) Arab menyebut nama Indonesia dengan mengeja Indunisiya? 


Tunggu deskripsi lengkapnya

Nama Indonesia di Berbagai Negara Lain: Hindia Belanda (Nederlandsch-Indië) bukan Suatu Negara, tetapi Suatu Provinsi Dipimpin Gubernur (Jenderal).  

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok. Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi menulis artikel sejarah di blog di waktu luang. Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang sayang (publish or perish). Buku-buku sejarah yang sudah dipublikasikan: Sejarah Mahasiswa di Indonesia: Generasi Pertama; Sejarah Pers di Indonesia: Awal Kebangkitan Bangsa; Sejarah Sepak Bola di Indonesia; Sejarah Pendidikan di Indonesia: Pionir Willem Iskander; Sejarah Bahasa Indonesia. Forthcoming: “Sejarah Catur di Indonesia”; “Sejarah Kongres Pemuda dan Sumpah Pemuda”; “Sejarah Diaspora Indonesia”. Korespondensi: akhirmh@yahoo.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar