Depok Outer Ring Road (DORR): Suatu Jalan Akses Menuju Tol di Kota Depok


Pembangunan jalan tol di Kota Depok telah dimulai. Tujuan utama pembangunan jalan tol tersebut adalah untuk meningkatkan akses dari dan ke Depok.  Jalan tol Kota Depok itu adalah Jalan Tol Cinere-Jagorawi (Cijago) dan Jalan Tol Depok-Antasari (Desari). Cijago membelah Kota Depok dari arah timur ke barat yang dimulai dari Jalan Tol Jagorawi dan berakhir di Cinere, sedangkan Desari membelah kota dari utara ke selatan yang dimulai dari Jalan Tol TB Simatupang (Antasari) dan berakhir di Cipayung. Posisi silang dua jalan tol tersebut berada di Kelurahan Rangkapan Jaya. Untuk menghubungkan dua ujung jalan tol Kota Depok itu akan dibangun Depok Outer Ring Road (DORR).

DORR ini diharapkan akan menghubungan Sawangan – Cipayung melintasi Sungai Ciliwung – Cilodong –Sukmajaya - Terminal Jatijajar - Tol Jagorawi. Untuk mengurangi kemacetan di Kota Depok atas dampak jalan tol dan jalan DORR ini akan dilakukan pelebaran Jalan Kartini hingga Jalan Raya Citayam dan memperbaiki Jalan Raya Cinere dan Jalan Kemakmuran. Selain itu, juga dilakukan penyelesaian jalan tembus Dewi Sartika-Arif Rahman Hakim (sejajar rel) dan Jalan Bahagia Keadilan-Juanda hingga Cinere Raya serta Jalan Pengasinan Duren Seribu dan lanjutan Jalan Arif Rahman Hakim (Jalan Komodo) dan Jalan Raya Muktar Raya (Sawangan).



***

Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta atau Jakarta Outer Ring Road (JORR) adalah rangkaian jalan tol yang melingkari bagian luar Jakarta. Jalan tol pertama yang dibangun dan kemudian menjadi bagian dari JORR adalah jalan tol di Jalan T.B. Simatupang (Tol Pondok Indah). Saat ini, tol JORRsudah sampai gerbang tol Cakung yang termasuk kawasan Jakarta Timur. JORR sendiri terbagi menjadi 3 bagian besar, yaitu ruas Ulujami - Rorotan, ruas Kembangan - Penjaringan dan ruas Kebon Jeruk – Ulujami.


2 komentar:

  1. Tulisan yang menarik, kunjungi blogku juga ya pak.bu, mas dan mbak!. Tak ada yang lebih menyedihkan dan mengharukan dari kisah Mangir pembayun, seperti juga ketika saya bersimpuh di makam Pembayun di Kebayunan Tapos Depok Jawa Barat, bersebelahan dengan makam anaknya Raden Bagus Wonoboyo dan makam Tumenggung Upashanta, kadang sebagai trah Mangir, aku merasa bahwa akhirnya mataram dan mangir bersatu mengusir penjajah Belanda di tahun 1628-29, cobalah cermati makam cucu Pembayun yang bernama Utari Sandi Jayaningsih, Penyanyi batavia yang akhirnya memenggal kepala Jaan Pieterz Soen Coen pada tanggal 20 September 1629, setelah sebelumnya membunuh Eva Ment istri JP Coen 4 hari sebelumnya, kepala JP Coen yang dipenggal oleh Utari inilah yang dimakamkan di tangga Imogiri, Spionase mataram lagi lagi dijalankan oleh cucu Pembayun dan ki Ageng Mangir, informasi buka http://pahlawan-kali-sunter.blogspot.com/2013/01/makam-nyimas-utari-sandijayaningsih-dan.html

    BalasHapus
  2. Dengan pembangunan infrastruktur ini, harga properti Depok akan meroket...
    CitraLake Sawangan kawasan seluas 13.1 Ha dikembangkan Ciputra Grup sarana investasi paling menguntungkan saat ini!! klik http://www.kaylerealty.com/citralake-sawangan

    BalasHapus