Sejarah Persija Jakarta [7]: STOVIA Voetbal Club Kembali Ikut Kompetisi (1911); Kejuaraan Antar Perserikatan di Jawa Dimulai (1914)



Beberapa waktu yang lalu sempat malas melanjutkan tulisan artikel sepakbola Indonesia, karena kisruh sepakbola Indonesia hingga dibekukan FIFA. Sejak itu saya tidak pernah menyalakn tv untuk menonton liga manapun bahkan turnamen apa yang digelar selama setahun ini saya tidak tahu. Tapi, dengar-dengar kompetisi PSSI akan digelar lagi. Karena itu, ada harapan, dan semangat menulis muncul kembali. Serial sejarah sepakbola Jakarta dan sejarah Persija Jakarta ditulis untuk menyambut pagelaran liga yang baru (mungkin bulan April 2016 ini). Selain itu, sejarah sepakbola kita banyak yang belum terungkap atau sengaja tidak diungkapkan. Sejarah sepakbola Indonesia banyak juga yang palsu, di satu sisi mengangkat satu hal dan di sisi lain mengerdilkan hal lain. Kini, semua bahan-bahan data dan informasi yang menjadi muatan sejarah sepakbola kita sudah bisa diakses: cepat, lengkap dan akurat. Internet telah membuka mata kita untuk menulis apa yang sesungguhnya terjadi di masa lampau. Untuk lebih memahaminya: saya akan terus tulis, dan silahkan ikuti terus. Catatan: Saya bukanlah sejarawan, tetapi seorang mantan suporter sepakbola yang ingin memahami ekonomi, industri dan bisnis sepakbola Indonesia. Untuk memahami itu saya memerlukan pengetahuan sejarahnya.

STOVIA tidak terlalu peduli dengan kompetisi, para pemain tampaknya memiliki agenda tersendiri di dalam dunia sepakbola. Setelah STOVIA VC melawat ke Medan, seakan mempunyai kawan jauh dimata dekat di hati, sedangkan klub-klub ETI di Jakarta meski dekat dimata tetapi jauh dihati.

Sementara kompetisi sepakbola di Jakarta terus berjalan tanpa kehadiran STOVIA VC. Orang-orang ETI di Jakarta tidak terlalu membutuhkan STOVIA VC lagi, sebab sudah banyak klub-klub ETI yang dibentuk. Selain kompetisi sudah teruji dalam dua divisi, belakangan ini sudah mulai menerapkan aturan promosi-degradasi. Kompetisi pada tahun 1910 tetap terselenggara seperti sebelumnya. Dalam tahun ini Mars naik ke Divisi-1. Di Divisi-2 juga terdapat klub SSS. Pada tahun ini, Bataviaschen Voetbalbond membentuk tim perserikatan dan telah melalukan uji xoba dengan klub VIOS. Tim Jakarta ini akan melakukan pertndingan ke Surabaya untuk merayakan ulang tahun Soerabajaschen Voetbal-Bond (Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indie, 03-08-1910). Di tahun ini juga dibentuk klub baru: Go Ahead.

Pada akhir tahun 1910 kompetisi baru digelar kembali. Divisi-1 Oliveo, Sparta, Hercules, BVC, VIOS dan Mars. Divisi-2 terdiri dari enam klub: BVC-II, UNI, STOVIA, VIOS-II, OLIVEO-II dan ASVG. Ini menandai STOVIA kembali ikut kompetisi sejak terakhir mengundurkan diri pada paruh kompetisi pada tahun 1907. Pada tahun 1911 STOVIA ikut kompetisi lagi. Pada bulan Juli diadakan rapat umum Batsviaschen Voetbal Bond untuk membahas banyak hal dan pemilihan pengurus baru.( Bataviaasch nieuwsblad, 24-07-1911).

Pada akhir tahun 1911 kompetisi dilanjutkan kembali dimana jumlah klub di Divisi-1 hanya terdapat lima klub, yakni: Oliveo, BVC, Hercules, MUC dan Vios. Klub MUC adalah pendatang baru, sedangkan klub yang terus bertahan bahkan sejak awal adanya kompetisi di Jakarta hanya tersisa Oliveo, BVC dan VIOS (Bataviaasch nieuwsblad, 08-01-1912). Klub di Divisi-2 terdapat tujuh: ASVG, VIOS II, STOVIA, MUC-II, Hercules II, SCF, BVC II. Klub STOVIA masih bertahan dalam dua tahun terakhir. Rapat luar biasa Bataviaschen Voetbal Bond digelar (Bataviaasch nieuwsblad, 18-03-1912).

Rapat luar biasa yang baru dilaksanakan baru-baru ini  menghasilkan satu kuputusan penting bahwa empat dari klub teratas dibuat terpisah yang disebut West Java Voetbal Bond. Klub-klub tersebut adalah VIOS, Oliveo, BVC dan Hercules. Namun dalam perkembanganya hanya dua klub yang dikategorikan masuk West Java Voetbal Bond, yakni VIOS dan Oliveo. Baru-baru ini telah digelar pertandingan dua kelas: VIOS vs Oliveo (West Java Voetbal Bond) dan BVC vs Hercules (Bataviasche Voetbal Bond).

Sebagaimana diketahui, Jawa dibagi tiga provinsi: West Java, Middle Java dan Oost Java. West Java terdiri dari empat residentie: Batavia, Bantam, Preanger dan Cheribon. Residentie Batavia meliputi afdeeling Batavia, afd. Buitenzorg dan afd. Karawang.. Gubernur berkedudukan di Batavia. Sehubungan dengan pembagian kelas tersebut boleh jadi dimaksudkan untuk menentukan bond atau klub mana yang terbaik di Provinsi West Java. Akan tetapi, di Bandung belum ada pembicaraan bagaimana pembagian kelas tersebut. Untuk dua residentie yang lain belum terdeteksi adanya bond. Ini berarti Batavischen Voetbal Bond berinisiatif, karena di Batavia sepakbola sudah lebih baik dan juga ingin mendorong Bandungschen Voetbal Bond melakukan hal yang sama. Pada nantinya pertandingan antar bond di provinsi yang sama akan diadu dengan provinsi yang lain. Singkat kata: Di antara kota-kota yang ada di West Java selain tingkat perkembangan sepakbolanya berbeda-beda, juga sudah muncul gagasan ke depan dalam memperluas cakupan pertandingan secara resmi baik antar bond maupun antar provinsi.  

Pada bulan Mei 1912, perserikatan pribumi (Indische Bond) melakukan rapat umum luar biasa (Bataviaasch nieuwsblad, 06-05-1912). Pembentukan perserikatan pribumi merupakan wujud dari adanya perkembangan sepakbola yang signifikan di kalangan penduduk pribumi, sementara sepakbola di kalangan ETI semakin ekslusif. Setidaknya dalam hal yang bersifat pengorganisasian. Sebab kenyataan, ada juga beberapa orang pribumi yang bermain di klub-klub ETI. Klub Oliveo termasuk klub ETI yang merespon baik terhadap terbentuknya Indische Bond.

Oliveo adalah salah satu klub tertua di Jakarta. Klub ini didirikan pada tahun 6 Juli 1902. Pada tahun ini (1912) adalah peringatan 10-jarig jubileum yang dihadiri fans Olivio yang disebut Velooitas  (Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indie, 28-06-1912). Jika klub ini berumur panjang, maka usianya akan sama dengan klub besar MU di Inggris (yang didirikan tahun 1902). Karenanya, sejak bola Jakarta tidak kalah-kalah amat sama kota Manchester. Untuk merayakan satu dasawarsa klub ini dari tanggal 7 hingga 13 Juli (selain pertandingan klub ETI) juga akan diadakan pertandingan antar klub pribumi. Delapan klub pribumi yang diundang adalah Pedjambon, Kampoeng Djawa, Parapatan, Tjahja Kwitang, Kali Pasir, Sinar Boelan (Petodjo), Setia Oetema (Gang Solitude) en Gang Sambon.
  
Pada akhir tahun 1912 statuta West Java Voetbal Bond atau de statuten der vereeniging West Java Voetbal Bond te  Weltevreden (Bataviaasch nieuwsblad, 06-11-1912). West Java Voetbal Bond telah mengajukan usulan ke dewan kota untuk pembebasan pajak karena dianggap bersifat public (Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indie, 26-11-1912). Dari rapat yang dilakukan di bioskop Gobe di Batavia baru-baru ini West Java Voetbal Bond mengusulkan diadakan kejuaraan sepakbola se-Jawa (Java Kampioneschap) dimana dipusatkan (semi final dan final) di Semarang dan untuk mensukseskan acara pengurus akan melakukan kerjasama dengan Semarang, Bandung dan Surabaya. Batavia sendiri dibuat terpisah dari West Java sehingga kejuaraan itu nantinya akan diikuti oleh empat tim (liha De Preanger-bode, 24-05-1913).

Dalam berita tersebut disebutkan bahwa tiap-tiap wilayah melakukan prakualifikasi dan mengirmkan tim juara untuk mewakili ke Semarang dan akan dilaksanakan pada bulan Agustus 1914. Hadiah utama disediakan untuk pemenang dan juga kepada tim yang mewakili wilayahnya. Untuk tim dari luar Semarang ditaksir sekitar f4.000 yang meliputi biaya perjalanan pp dan akomodasi selama di Semarang untuk jumlah 60 orang (pemain dan official). Oleh karenanya setiap wilayah harus berkontribusi sebesar f1.000 untuk dana pusat. Anggaran ini nanti akan digunakan untuk biaya penyelenggaraan dan stadion serta piala. Kejuaraan ini diselenggarakan di bawah tanggung jawab West Java Voetbal Bond (untuk sementara, inisiatif Batavia dan belum ada rapat antar bond).

Sponsor kompetisi kelas pertama di Batavia (West Java Voetbal Bond) adalah firma Dunlop & Co. Oleh karenanya, kompetisinya disebut Dunlop-beker. Firma ini adalah perusahaan perkebunan karet, cabang dari pusat yang berada di Inggris. President dari West Java Voetbal Bond adalah H Ryfsnijder. Pada tahun ini di Batavia diterbitkan Majalah Sepakbola (Nieuwsblad-Voetbal) dari Bataviaasch nieuwsblad (lihat Bataviaasch nieuwsblad, 17-07-1913). Majalah ini ditujukan dalam rangkan perkembangan West Java Voetbal Bond yang telah mengorganisir bond-bond yang ada di seluruh Jawa. Pembebasan pajak terhadap West Java Voetbal Bond oleh dewan kota (gementee raad van Batavia) telah diberikan (Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indie, 07-04-1914). Adanya rencana pembangunan stadion besar di Batavia disambut baik oleh West Java Voetbal Bond (Bataviaasch nieuwsblad, 13-06-1914).

VIOS Jakarta di Semarang, 1912
Akhirnya kejuaraan sepakbola se-Jawa terselenggara di Semarang pada bulan Agustus 1916, sebaliknya STOVIA VC setelah menyelesaikan kompetisi sepakbola di Jakarta pada paruh pertama tahun 1913 tidak muncul lagi. Sebagai bagian dari Bataviaschen Voetbal Bond (BVB). Di Jakarta, sepakbola sangat pesat perkembangannya, tidak hanya kualitas pertandingan tetapi juga cara mengorganisasikan sepakbola. West Jazwa Voetbal Bond di Jakarta adalah salah satu bentuk perkembangan organisasi tersebut. Pada tahun 1916 supra bond ini telah mempersatukan sepakbola di Jawa dan sukses menyelenggarakan kejuaraan sepakbola se-Jawa. Pada pertandingan itu, tim Jakarta mengalahkan tim Bandung dengan skor 5-0 (De Preanger-bode, 30-08-1914).


Tim Jakarta diwakili oleh VIOS plus. Tim berangkat dengan kereta api dari Batavia hari Jumat sore, selama 13 jam dan tiba subuh (2.30) di Semarang. Pada hari Sabtu, 29 Agustus mengalahkan tim Bandung. Pada hari Minggu Semarang mengalahkan Surabaya 3-0. Final dilangsungkan hari Senin antara Jakarta dan Semarang. Pada turun minum 2-0 dan akhirnya Jakarta menang 3-0. Kapten Stom menerima piala. Resident atas nama warga mengucapkan terimakasih, tim Jakarta telah memberikan tontonan yang menarik. Para pemain kedua tim menerima medali emas (Jakarta) dan perak (Semarang). Bataviaasch nieuwsblad, 02-09-1914 melaporkan tadi malam tim Jakarta di Kemayoran Mr Van Btiuren, presiden WJVB (West Jazwa Voetbal Bond) menjamu para pemain, pelatih dan ofisial dan memberikan karangan bunga. Banyak yang hadir, termasuk pimpinan Indsich Sport. Dengan demikian, Jakarta adalah juara se-Jawa.


Bersambung..


*Dikompilasi oleh Akhir Matua Harahap berdasarkan sumber-sumber tempo doeloe

Tidak ada komentar:

Posting Komentar