Jumat, 16 Januari 2026

Sejarah Jepang (4): Orang Jepang Studi ke Belanda 1862 dan Hiroyuki Kato; Dr Ph von Siebold, Seorang Jerman Dokter di Jepang


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Jepang dalam blog ini Klik Disini

Pada tahun 1862, Keshogunan Tokugawa mengirimkan kelompok pelajar pertama ke Belanda untuk mempelajari teknologi Barat sebagai respon terhadap meningkatnya pengaruh asing setelah kedatangan Komodor Perry pada 1853. Tujuannya adalah mempelajari ilmu navigasi, teknologi angkatan laut, hukum, kedokteran, dan ilmu sosial demi memodernisasi militer dan pemerintahan Jepang. 


Hiroyuki Kato (加藤 弘之 atau Baron Katō Hiroyuki (1836–1916) seorang akademisi dan negarawan Jepang terkemuka pada periode Meiji. Hiroyuki Kato adalah seorang sarjana studi Barat dan menjabat sebagai presiden pertama Universitas Kekaisaran Tokyo (sekarang Universitas Tokyo) Philipp Franz Balthasar von Siebold (1796-1866) adalah seorang dokter, ahli botani, dan penjelajah Jerman yang menjadi orang Eropa pertama yang mengajarkan kedokteran Barat di Jepang. Ia sangat dihargai karena studi ekstensifnya tentang flora dan fauna Jepang dan karena mengumpulkan sejumlah besar informasi tentang alam dan budaya negara itu selama periode isolasinya. Orang asing umumnya dilarang meninggalkan Dejima, tetapi reputasi Siebold sebagai dokter yang terampil memberinya izin khusus untuk merawat pasien Jepang di daratan utama, memberinya akses unik ke negara dan penduduknya.Sepanjang waktunya di Jepang, ia mengumpulkan koleksi benda-benda etnografi, zoologi, dan botani yang luas, yang sekarang disimpan di museum, terutama Siebold Huis di Leiden, Belanda. Siebold menikah dengan wanita Jepang, Kusumoto Taki. Putri mereka, Kusumoto Ine menjadi dokter wanita Jepang pertama yang dididik dalam pengobatan Barat (AI Wikipedia).. 

Lantas bagaimana sejarah orang Jepang studi ke Belanda 1862 dan Hiroyuki Kato? Seperti disebut di atas; pada tahun 1862, Keshogunan Tokugawa mengirimkan kelompok pelajar pertama ke Belanda untuk mempelajari teknologi Barat. Dalam hal ini di latar belakang ada nama Ph von Siebold, orang Jerman dokter di Jepang. Lalu bagaimana sejarah orang Jepang studi ke Belanda 1862 dan Hiroyuki Kato? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan saja*. 

Orang Jepang Studi ke Belanda 1862 dan Hiroyuki Kato; Ph von Siebold, Orang Jerman Dokter di Jepang

Tunggu deskripsi lengkapnya

Ph von Siebold, Orang Jerman Dokter di Jepang: Orang-Orang Jerman yang Bekerja dengan Orang Belanda

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok. Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi menulis artikel sejarah di blog di waktu luang. Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang sayang (publish or perish). Buku-buku sejarah yang sudah dipublikasikan: Sejarah Mahasiswa di Indonesia: Generasi Pertama; Sejarah Pers di Indonesia: Awal Kebangkitan Bangsa; Sejarah Sepak Bola di Indonesia; Sejarah Pendidikan di Indonesia: Pionir Willem Iskander; Sejarah Bahasa Indonesia. Forthcoming: “Sejarah Catur di Indonesia”; “Sejarah Kongres Pemuda dan Sumpah Pemuda”; “Sejarah Diaspora Indonesia”. Korespondensi: akhirmh@yahoo.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar