Kamis, 27 Februari 2025

Sejarah Diaspora (10): Orang Indonesia di Arab dan Haji ke Mekkah; Agama Islam dan Sejak Kapan Orang Arab Ada di Indonesia?


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Diaspora dalam blog ini Klik Disini

Banyak migran Indonesia di Arab Saudi. Berdasarkan Sensus 2022 terdapat sebanyak 175.00 orang Indonesia di Arab Saudi. Akan tetapi jumlah ini relative kecil jika dibandingkan dengan negara-negara lain, bahkan Filipina sekalipun. Jumlahnya bahkan jauh lebih sedikit jika dibandingkan hanya dengan kuato haji Indonesia tahun 2025 yang mencapai sebanyak 221.000 orang. Bagaimana di masa lalu? 


Empat Tokoh Besar di Arab Saudi Keturunan Indonesia. Kamis, 27 Februari 2020. Sejak abad ke-19 warga Indonesia telah di Tanah Haram Makkah dan Madinah, untuk haji, juga menuntut ilmu, kemudian mereka ada menetap. Mantan Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Gatot Abdullah Mansyur meyakini 50% penduduk Makkah merupakan keturunan Indonesia. Umumnya tinggal di daerah Hijaz (Makkah, Jeddah dan Madinah), kini mulai tersebar ke Riyadh dan Sharqiya. Warga Saudi keturunan Nusantara di antaranya; Syaikh Abdul Hamid Al Khatib, putra Syaikh Ahmad Khatib Al Minangkabawi, Duta Besar untuk Pakistan di era Raja Abdul Aziz, memimpin delegasi pada upacara serah terima kekuasaan Belanda ke Indonesia. Syaikh Anis Thahir, Guru Besar ilmu hadits di Universitas Islam Madinah, sekaligus pengajar di Masjid Nabawi. Muhammad Shalih Bantan, Menteri Haji dan Umrah sejak tahun 2016 sampai sekarang, ahli IT yang dipercaya Raja Salman untuk menerapkan e-Hajj. Syaikh Muhammad Yasin Al Fadani, memiliki kunyah, Abu Al-Faid, dengan nama lengkap Muhammad Yassin Bin Muhammad Issa Al-Fadani, lahir di Makkah, salah satu ulama terkemuka di Arab Saudi (https://saudinesia.id). 

Lantas bagaimana sejarah orang Indonesia di Arab dan perjalanan haji ke Mekkah? Seperti disebut di atas, orang Indonesia banyak di Arab Saudi hingga masa ini, bahkan sejak di masa lampau. Sementara itu, sejak awal agama Islam sudah ada orang Arab di Indonesia. Lalu bagaimana sejarah orang Indonesia di Arab dan perjalanan haji ke Mekkah? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Rabu, 26 Februari 2025

Sejarah Diaspora (9): Orang Indonesia di Taiwan Sejak Kapan? Bahasa Austronesia di Formosa dan Budaya Asli Penduduk Taiwan


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Diaspora dalam blog ini Klik Disini

Apakah ada sejarah orang Indonesia di Taiwan? Yang jelas pada masa ini ada sekitar 300 ribu orang Indonesia di Taiwan. Jumlah ini jelas tidak sedikit. Dalam hubungan politik Indonesia, Taiwan dianggap sebagai bagian dari perwakilan Indonesia di Tiongkok. Bagaimana itu bermula? 


Pengamat: Banyak WNI, Indonesia harus pertimbangkan menambah diplomat dan kantor di selatan Taiwan oleh Muhammad Irfan Jakarta 05-08-2024: Pengamat hubungan lintas selat Taiwan dari Universitas Indonesia Broto Wardoyo pada hari Senin (5/8) menekankan pentingnya menambah diplomat dan kantor perwakilan Indonesia di Taiwan yang tidak hanya berbasis di wilayah utara seperti Taipei, tetapi juga di selatan. Menurut Broto, perlindungan WNI di luar negeri merupakan poin utama dari kebijakan luar negeri Indonesia. Kini di Taiwan berdasarkan data pemerintah Taiwan ada sekitar 300 ribu orang Indonesia yang berada di Taiwan. Menurut Broto, jumlah ini belum termasuk yang tidak terdata. Broto mengatakan, saat ini kantor perwakilan Indonesia di Taiwan yakni Kantor Dagang Ekonomi Indonesia Taiwan, karena mengikuti kebijakan satu Tiongkok lebih berkutat di hubungan ekonomi dan bisnis. Penempatan diplomat di Taiwan terbilang baru yakni pada tahun 2018 dan itu pun hanya dua orang saja, kata Broto (https://indonesia.focustaiwan). 

Lantas bagaimana sejarah orang Indonesia di Taiwan sejak kapan? Seperti disebut di atas, orang Indonesia pada masa ini di Taiwan sangat banyak. Mereka datang sebagai mahasiswa, bekerja dan menetap. Dalam sejarahnya disebut, ada jejak bahasa Austronesia ditemukan di Formosa dan ada juga kemiripan dalam hal adat istiadat. Lalu bagaimana sejarah orang Indonesia di Taiwan sejak kapan? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Senin, 24 Februari 2025

Sejarah Diaspora (8): Orang Indonesia di Jepang; Sejak Era Hindia Belanda dan Masa Pendudukan Jepang di Indonesia hingga kini


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Diaspora dalam blog ini Klik Disini

Ada orang Indonesia asal Jepang di Jepang. Siapa dia? Yang jelas itu menunjukkan tidak hanya orang Indonesia asal Indonesia saja yang ada di Jepang. Berdasarkan Badan Layanan Imigrasi Jepang (出入国在留管理)pada tahun 2024 sebanyak 173.813 orang Indonesia di Jepang ditambah yang tidak legal sebanyak 24.712 orang. 


Orang Indonesia di Jepang merupakan kelompok imigran terbesar dari negara bermayoritas penduduk muslim di Jepang. Hingga 2007, Pemerintah Jepang mencatat sejumlah 25.620 penduduk legal berkewarganegaraan Indonesia, ditambah kira-kira 4.947 orang Indonesia pendatang gelap. Sebanyak 64.5% orang Indonesia yang berstatus penduduk legal tercatat berusia antara 20 dan 30 tahun. Sebanyak 37% dari orang Indonesia berstatus penduduk resmi tinggal di kawasan Kanto. Sebanyak 2.175 orang Indonesia tinggal di Tokyo, 1.236 di Saitama, 1.204 di Ibaraki, 1.002 di Kanagawa, 845 di Chiba, 519 di Gunma, dan 244 orang di Tochigi. Osaka-Kobe-Kyoto serta Daerah Metropolitan Chukyo masing-masing dijadikan tempat tinggal untuk 10% dari keseluruhan orang Indonesia di Jepang, dan sebesar 6% tinggal di Prefektur Nagano dan Prefektur Shizuoka. Sisanya tinggal tersebar di prefektur-prefektur lainnya di Jepang, kira-kira 30 hingga 500 orang di setiap prefektur (Wikipedia). 

Lantas bagaimana sejarah orang Indonesia di Jepang? Seperti disebut di atas, jumlah orang Indonesia di Jepang pada masa kini cukup banyak. Sejak kapan itu bermula. Bagaimana pada era Hindia Belanda dan pada masa pendudukan Jepang di Indonesia? Lalu bagaimana sejarah orang Indonesia di Jepang? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sabtu, 22 Februari 2025

Sejarah Diaspora (7): Orang Indonesia di Belanda, Sejak Kapan? Di Negeri Penjajah, Orang Indonesia di Belanda, 1600-1950


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Diaspora dalam blog ini Klik Disini

Sejarah orang Indonesia di Belanda, sama pentingnya dengan sejarah orang Belanda di Indonesia. Mengapa? Yang jelas ada seorang penulis Belanda membuat judul tulisan sebagai ‘In het land van de overheerser: Indonesiens in Nederland 1600-1950’ yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh orang Indonesia dengan judul ‘Di negeri penjajah: Orang Indonesia di negeri Belanda 1600-1950’. Mengapa bisa demikian? 


Ada 1,8 Juta Diaspora Indonesia di Belanda. 10 Juni 2015. Yeffrie Yundiarto Prahadi, SWA. Indonesia punya hubungan lumayan erat dengan Belanda, meski sempat dijajah 350 tahun. Setidaknya, ada cukup banyak diaspora yang bermukim di Negeri Kincir Angin itu. Hingga tahun 2013, ada sekitar 1,8 juta orang Warga Negara Indonesia maupun keturunannya di Belanda. Presiden Indonesian Diaspora Network (IDN)-Belanda Ebed Litaay mengatakan, komposisi diaspora Indonesia di Belanda terdiri dari lima bagian: Generasi pertama ada sekitar 125 ribu, bagian dari sekitar 300 ribu orang Indonesia yang bermigrasi ke Belanda selama kurun 1946-1968. Kedua, anak atau cucu dari generasi pertama di atas. Generasi kedua berjumlah sekitar 275 ribu sedangkan generasi ketiga ada 1,3 juta orang. Ketiga, Warga Negara Indonesia sekitar 17 ribu orang yang datang ke Belanda dengan beragam alasan, seperti belajar, menikah atau bekerja. Keempat, Moluccans yang jumlahnya saat ini sekitar 65 ribu orang, yang berasal dari 12.500 orang Maluku yang hijrah ke Belanda pada tahun 1951. Kelima, adalah orang Jawa di Suriname yang datang ke Belanda, yang jumlahnya kini 83.000 (https://swa.co.id). 

Lantas bagaimana sejarah orang Indonesia di Belanda, sejak kapan? Seperti disebut di atas, banyak orang (asal) Indonesia di negeri Belanda. Tentu saja banyak orang (asal) Belanda di Indonesia. Lalu bagaimana dengan judul buku ‘Di Negeri Penjajah, Orang Indonesia di Negeri Belanda, 1600-1950’? Yang jelas orang Belanda juga banyak di Jerman, di Prancis, di Inggris dan di Amerika. Lalu bagaimana sejarah orang Indonesia di Belanda, sejak kapan? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Jumat, 21 Februari 2025

Sejarah Diaspora (6): Orang Indonesia Ada di Afrika Selatan, Cape Town, Cabo de Bona Esperanca;Kaapstad Kaap GoedeHoop 1652


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Diaspora dalam blog ini Klik Disini

Sejarah awal orang Indonesia di (pulau) Madagaskar mungkin sudah ada sejak lama, mungkin sebelum kehadiran Hindu di Nusantara. Bagaimana dengan di (daratan) Afrika di pantai selatan (Afrika Selatan)? Ada yang menyebut itu baru dimulai pada tahun 1760an. Satu yang jelas Afrika Selatan sudah dikenal pelaut-pelaut Portugis. Dalam hubungan ini saya teringat, pada bulan Agustus 2020, saudara kita diaspora Afrika Selatan yang juga pembaca blog ini bernama Inoki Nurza mengirim satu catatan tentang sejarah yang kurang dimengertinya bagaimana nama Indonesia sudah ada di Afrika Selatan pada tahun 1667. 


Bo-Kaap, sebuah kawasan panorama indah di Cape Town, Afrika Selatan. Bo-Kaap cukup penting dalam sejarah Cape Malay di Cape Town. Museum Bo-Kaap sebuah museum berlatar belakang tahun 1760-an, bangunan tertua di kawasan ini masih mempertahankan bentuk aslinya. Museum ini, museum sejarah sosial yang menceritakan kisah komunitas lokal dalam konteks sosial-politik dan budaya nasional. Pada tahun 1760, Jan de Waal membeli sebidang tanah di kaki Signal Hill, mulai tahun 1763, de Waal membangun huurhuisjes (rumah sewa) yang ia sewakan kepada para budaknya. Tiga yang pertama berada di 71 Wale Street (sekarang Museum Bokaap), di atas Buitengracht Street, dan 42 Leeuwen Street. Pekerja Muslim Mardijkers pindah ke Cape dari Asia Tenggara dan tinggal di Bo-Kaap. Pada awalnya para budak didatangkan dari Malaysia, Indonesia, dan berbagai wilayah di Afrika, sehingga dinamakan "Melayu". Sebagian besar penduduk baru beragama Islam, dan beberapa masjid dibangun di daerah tersebut. Lebih banyak lagi Muslim, termasuk gelombang pengasingan politik dari Jawa dan Ceylon tahun 1820 (Wikipedia). 

Lantas bagaimana sejarah kampung orang Indonesia di Afrika Selatan, Cape Town, Cabo de Bona Esperanca? Seperti disebut di atas, pantai selatan Afrika sudah lama dikenal pelaut-pelaut Portugis. Namun baru pada tahun 1652 pelaut Belanda mendarat di pantai. Kelak wilayah pendaratan Belanda ini terbentuk Kaapstad di Kaap Goede Hoop yang kemudian pelaut-pelaut Inggris menyebutnya dengan nama Cape Town. Lalu bagaimana sejarah kampung orang Indonesia di Afrika Selatan, Cape Town, Cabo de Bona Esperanca? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Selasa, 18 Februari 2025

Sejarah Diaspora (5): Orang Indonesia Ada di Madagaskar, Sejak Kapan? Apakah Mirip Bahasa Malagasi dengan Bahasa Indonesia?


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Diaspora dalam blog ini Klik Disini 

Migrasi orang Indonesia jauh ke Suriname belum lama berlangsung. Bagaimana dengan migrasi orang asal Indonesia di pulau Madagaskar? Adanya migrasi awal ke Madagaskar di masa lampau karena temuan Frederik de Houtman (1596) yang mengindikasikan ada kemiripan bahasa Melayu di nusantara dengan bahasa Malagasi di pulau Madagaskar.


Madagaskar, secara resmi bernama Republik Madagaskar (Malagasi: Repoblikan'i Madagasikara, Prancis: Republique de Madagascar), adalah sebuah negara pulau di Samudra Hindia, lepas pesisir timur Afrika. Selain pulau utama, beberapa pulau kecil di sekitarnya juga menjadi klaim republik ini, yaitu Pulau Juan de Nova, Pulau Europa, Kepulauan Glorioso, Pulau Tromelin, dan Bassas da India meskipun pulau-pulau tersebut adalah milik Prancis. Walaupun secara geografis berdekatan dengan Afrika, sejarah geologi, biologi, dan demografi Madagaskar berbeda dengan wilayah daratan utama benua itu, dimana lebih terasa seperti di Asia Tenggara daripada Afrika dilihat dari bahasa, budaya, sosial, dan bentang alamnya. Untuk menyebut bahasa dan bangsanya, dipakai nama "Malagasy". Madagaskar pertama kali dihuni pada pertengahan abad pertama oleh orang Austronesia, lalu para migran bantu yang melintasi Selat Mozambik dari Afrika Timur menetap bersama sekitar abad kesembilan, kelompok etnis lain terus menetap di Madagaskar dari waktu ke waktu, masing-masing etnis yang ada berasimilasi membentuk kebudayaan Malagasi. Kelompok etnis Malagasi sering dibagi menjadi 18 subkelompok atau lebih, yang terbesar adalah Merina (Wikipedia). 

Lantas bagaimana sejarah orang Indonesia di Madagaskar, sejak kapan? Seperti disebut di atas ada kemiripan bahasa Indonesia hingga masa kini dengan bahasa Malagasi sejak masa lampau mengindikasikan migrasi itu sudah sejak lama adanya. Lalu bagaimana sejarah orang Indonesia di Madagaskar, sejak kapan? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.