Sejarah Persija Jakarta [1]: Kapan Sepakbola Dikenal di Jakarta? Inilah Dia…Sejarah Sepakbola Jakarta yang Sebenarnya



Persija Jakarta adalah klub sepakbola di Jakarta. Klub Persija Jakarta didirikan di tengah sepakbola Jakarta. Sejarah sepakbola di Jakarta adalah kelanjutan sepakbola di Batavia. Di era Nederlandsch Indie (Hindia Belanda), sepakbola di Batavia melahirkan banyak klub. Salah satu klub yang terkenal waktu itu adalah Vios. Klub-klub sepakbola di Batavia dipersatukan di bawah satu organisasi yang disebut Bataviasch Voetbal Bond (Perserikatan Sepakbola Batavia). Perserikatan ini  menyelenggarakan kompetisi sendiri. Itulah gambaran awal tentang sepakbola di Batavia yang mau tak mau menjadi bagian dari sejarah sepakbola di Jakarta. Hal ini juga berlaku di tempat lain (Medan, Bandung, Semarang, Surabaya dan lainnya).

Lapangan sepakbola petama di Jakarta di Koningsplein (peta 1887)
Untuk mengenal sejarah sepakbola di Jakarta dan sejarah klub sepakbola Persija Jakarta seharusnya kita harus mengenal sejarah sepakbola di Batavia dan sejarah klub-klub di Batavia. Klub Persija Jakarta adalah hasil metamorphosis dari Tim Perserikan Jakarta (Persatuan Sepakbola Indonesia Jakarta = Persija). Sedangkan Persija sendiri adalah kelanjutan dari Bataviasch Voetbal Bond. Klub-klub yang bermain di Persija ada yang merupakan ex klub di Bataviasch Voetbal Bond, diantaranya Vios. Klub Persjia Jakarta yang sekarang adalah wujud lain dari Vios di masa lalu. Untuk melacak sepakbola Jakarta dan Klub Persja Jakarta mari kita mulai dari artikel pertama. Untuk mudahnya Batavia sebagai nama daerah kita sebut saja Jakarta.

Kapan Sepakbola Dikenal di Jakarta?

Sebelum ada sepakbola di Jakarta, di Belanda sudah ada nama klub bernama FC Batavia. Bukan itu yang kita maksud. Sepakbola di Jakarta baru terdeteksi pada tahun 1896. Ini bermula ketika didirikan klub olahraga di Jakarta yang disebut Nederlandsche sportclub (lihat Rotterdamsch nieuwsblad, 30-03-1896). Klub olahraga ini terdiri dari kriket, tenis lapangan rumput,  sepakbola, sepatu roda dan lain-lain. Klub olahraga ini, dewan terdiri dari J. Mijer sebagai Presiden, SW Severijn, Wakil presiden, Mr. EA Hoeffelman, Komisaris, CN Gruytcr, bendahara. H. Prange, sekretaris. Mereka ini semua adalah olahragawan terkenal di Belanda (yang kini bekerja di Batavia).

Klub sepakbola pertama di Jakarta, R. n.blad 30-03-1896
Meski di Batavia merupakan klub senam pertama didirikan, namun klub senam (Gymnastiek-club) yang didirikan di Medan tahun 1890 sudah memiliki cabang olahraga lainnya seperti tennis, kriket dan sepakbola serta balap sepeda. Pada akhir tahun 1893 (tahun baru 1894) dilaporkan ada pertandingan sepakbola antara klub Deli dengan tim dari Penang (lihat Sumatra-courant: nieuws- en advertentieblad, 02-01-1894). Ini mengindikasikan bahwa sepakbola pertamakali ada di Medan (1890). Sementara di Jakarta sepakbola baru diperkenalkan pada tahun 1896.

Pedagang-pedagang yang ada di Batavia merespon adanya kebutuhan klub olahraga tersebut. HM van Dorp & Co di Batavia menyedikan layanan pemesanan alat-alat olahraga termasuk sepakbola. Bahkan suatu majalah menyediakan pemesanan seperti sepatu buatan pabrik Inggris melalui Singapoera dengan harga korting 10%.

Pertandingan sepakbola pertama di Jakarta, R.n.blad, 26-2-1898
Akhirnya Nederlandsche sportclub yang kini berganti nama menjadi Bataiviasch Sportclub sudah membentuk tim-tim sepakbola. Pertandingan sepakbola perdana akan diselenggarakan ke publik antara tim Nimmer Vermoeid vs Trapper pada hari Minggu 27 Februari 1898 pukul lima sore di Koningsplein di Gang Scott. Berita ini diiklankan di surat kabar Bataviaasch nieuwsblad mulai edisi 26-02-1898.

Pertandingan sepakbola antara tim Nimmer Vermoeid dan Trapper di bawah naungan Bataiviasch Sportclub merupakan pertandingan sepakbola perdana di Jakarta. Ini terjadi pada tahun 1898. Sedangkan sepakbola sendiri diperkenalkan secara resmi di Jakarta pada tahun 1896. Jika membanbdingan pertandingan sepakbola perdana di Medan (1893), maka pertandingan sepakbola perdana di Jakarta hanya beda lima tahun (tidak terlalu jauh). Jika introduksi sepakbola sudah dimulai di Medan tahun 1890 dan di Jakarta baru tahun 1896, juga mengindikasikan perbedaan waktu yang tidak terlalu jauh. Sejauh ini, ditempat lain belum ditemukan adanya sepakbola seperti di Bandung, Surabaya dan Semarang. Lapangan yang digunakan untuk pertandingan sepakbola di Medan adalah di Esplanade (kini Lapangan Merdeka), sedangkan yang di Jakarta adalah Koningsplein (kini Lapangan Monas).
*Dikompilasi oleh Akhir Matua Harahap berdasarkan sumber-sumber tempo doeloe. Tulisan ini didedikasikan kepada suporter Persija Jakarta. Saya sendiri adalah mantan suporter Persija Jakarta (awal tahun 1990an). Jika Persija bertanding dengan klub lain di Stadion Menteng, di tribun timur yang kosong biasanya ada seorang penonton, sementara di tribun barat penonton juga tidak penuh-penuh amat. Penonton yang seorang diri itu adalah saya. Kebetulan tempat kerja saya di Salemba lebih dekat dengan pintu timur stadion. Karena tempat kerja saya pindah ke Depok, maka saya pindah ke Depok. Oleh karena saya telah menjadi warga Depok, maka saya juga menjadi suporter Persib Bandung. Sebelum menjadi suporter Persija Jakarta saya adalah mantan suporter PSMS Medan. Serial tulisan ini dibuat menyusul serial terdahulu tentang Sejarah PSMS Medan dan Sejarah Persib Bandung. Tentu saja akan menyusul kemudian sejarah sepakbola di Semarang, Surabaya, Makassar dan lainnnya (datanya sudah ada).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar