Daftar Panjang Surat Kabar di Indonesia: Sumber Penulisan Sejarah Indonesia, Surat Kabar Tempo Doeloe dalam Era Digital

Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini


Data dan informasi sejarah Indonesia bertebaran dimana-mana baik dalam bentuk buku, majalah maupun surat kabar. Namun dalam penulisan sejarah Indonesia, para penulis Indonesia jarang menggunakan sumber surat kabar. Para penulis Indonesia lebih mengandalkan buku, sementara buku-buku yang dikutip pada pokoknya bersumber dari surat kabar.

Surat kabar pertama di Hindia Belanda (Indonesia)
Keutamaan surat kabar dalam penulisan sejarah Indonesia adalah kaya tentang data dan informasi. Dalam buku-buku, berbagai hal ditulis sudah mengalami reduksi. Selain itu, keutamaan surat kabar jika diurutkan menurut waktu akan mudah menyusun series.

Dalam blog ini, surat kabar menjadi sumber utama, sedangkan buku-buku hanya digunakan sebagai pendukung. Surat kabar tempo doeloe sangat banyak, selain terbit di Eropa juga yang terbit di Hindia Belanda (baca: Indonesia).

Berikut disajikan surat kabar yang terbit di Hindia Belanda. Tabel menyediakan informasi nama surat kabar, kota terbit dan nama penerbit serta masa penerbitan dan periode surat kabar yang tersedia dalam bentuk digital. Daftar ini hanya dibatasi sejak terbitnya surat kabar pada tahun 1810 (era Pemerintah Hindia Belanda) plus era Inggris (1812-1816). Surat kabar pada era VOC tidak disajikan.

Daftar Surat Kabar di Hindia Belanda (Indonesia)
No
Nama Surat Kabar
Kota
Penerbit
Masa Terbit
Tersedia digital
1
Bataviasche Koloniale Courant
Batavia

1810-1811
1810-1811

2
Java government gazette (bahasa Inggris)
Batavia
A.H. Hubbard
1812-1816
1812-1816
3
Bataviasche courant
Batavia
's Lands Drukkery
1816-1828
1816-1828
4
Javasche courant
Batavia
Landsdrukkerij
1828-1849
1828-1849
5
Samarangsch advertentie-blad (sejak Januari 1950)
Semarang
de Groot
1850-1863
1850-1863
6
Java-bode : nieuws, handels- en advertentieblad voor Nederlandsch-Indie
Batavia
Bruining
1852-1957
1852-1897 / 1949-1957
7
Padangsch nieuws- en advertentie-blad
Padang
Van Wijk
1860-1862
1860-1862
8
Sumatra-courant : nieuws- en advertentieblad
Padang
Zadelhoff & Fabritius
1862-1900
1862-1900
9
De locomotief : Samarangsch handels- en advertentie-blad
Semarang
De Groot, Kolff & Co
1863-1956
1863-1903 / 1947-1956
10
Soerabaijasch handelsblad
Soerabaja
Kolff & Co
1865-1942
1865-1908 / 1929-1942
11
Bataviaasch nieuwsblad
Batavia
Kolff & Co.
1885-1950
1885-1942
12
De Sumatra post
Medan
J. Hallermann
1889-1942
1898-1942
13
De Preanger-bode (edisi sore)
Bandoeng
J.R. de Vries & Co
1896-1923
-
14
Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indie (edisi sore)
Batavia
NV Mij tot Expl. van Dagbladen
1900-1950
1900-1942
15
De Indische courant
Soerabaja
-
1921-
1921-1942
16
De nieuwsgier
Batavia
-
1945-1957
1945-1957
17
Nieuwe courant
Batavia
-
1946-1951
19-01 1946-17-11-1951
18
Het nieuwsblad voor Sumatra
Medan
Deli Courant en De Sumatra post
1948-
1948-1957


Dari daftar di atas dapat dibayangkan betapa besarnya potensi data/informasi yang tersedia (dalam bentuk digital). Meski surat kabar tersebut terbit di kota-kota besar (Batavia, Soerabaja, Semarang, Padang, Medan, Bandoeng) tetapi cakupan liputan mereka sangat luas hingga seluruh wilayah Hindia Belanda/Indonesia.

Pada era penerbitan surat kabar ini, berbagai surat kabar berbahasa Melayu khususnya cukup banyak, namun sangat disayangkan tidak tersedia dalam bentuk digital. Meski demikian, surat kabar berbahasa Melayu juga kerap dikutip surat kabar berbahasa Belanda.


*Dikompilasi oleh Akhir Matua Harahap berdasarkan sumber-sumber tempo doeloe. Sumber utama yang digunakan lebih pada ‘sumber primer’ seperti surat kabar sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam setiap penulisan artikel tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar